
Kedua tatapan mereka tertuju pada pemberitaan viral yang beberapa hari ini memenuhi akun media sosialnya, tatapan wanita itu tersenyum sinis menunjukkan jika berita yang telah beredar sangat membahagiakan untuknya.
"Sepertinya kamu sangatlah bahagia melihat perkembangan berita itu tambah semakin beredar luas? Semua media tertuju pada mereka, komen bahkan tanggapan semua orang tak sedikit yang mengkritik Dokter itu jika dia bersedia menikahinya hanya untuk memanfaatkan kekayaan semata kamu pasti sungguhlah puas kan sekarang?"
"Iya! Aku memang sangat puas bahkan sangat bahagia tidak akan membayangkan jika akhirnya akan jadi seperti ini? Bagiku ini sudah seperti bom yang akan menghancurkan mereka, melihat perkembangan berita yang amat cepat pesat membuatku yakin jika perusahaan itu tidak akan lama juga akan mengalami kebangkrutan?"
"Iya yang kamu katakan memang benar aku juga sudah menebak itu, oh iya sebagai kemenangan kita kayaknya kita harus merayakannya? Jika dengan cara bermabuk-mabuk'an apa kamu tidak keberatan dengan cara itu?"
"Tidak masalah! Aku sudah lama tidak meminum karena kebetulan tidak ada teman yang menemaniku, tapi dengan kehadiranmu aku berfikir tidak masalah?"
"Baiklah berhubung aku masih ada persediaan minuman alcohol kita minum sekarang aja?"
"Itu lebih bagus!"
Minuman haram yang sudah berjejer rapi diatas meja, bersamaan dengan beberapa camilan pelengkap menjadikan suasana hari ini nampak berbeda dengan suasana yang lain ada umumnya.
Mulai meminum satu gelas minuman itu dengan leluasa, didampingi pria disampingnya membuat wanita itu nampak tak tertahan lagi dan terus-menerus meminta tambahan hingga beberapa gelas berhasil masuk kedalam perutnya. Pandangannya mulai buram menunjukkan akan akan reaksi atau pun efek dari minuman itu yang sudah berhasil merasukinya.
"Hari ini aku sangat bahagia ...aku sangat bahagia ....
Kesadarannya mulai menghilang, dirinya mulai tak terkendali lagi hingga dengan beraninya ia melepaskan pakaiannya yang hanya menyisakan pakaian tidur tipis yang ia dikenakan, pria disampingnya nampak takjub akan pemandangan body seksi dari Wanita yang selama ini tidak pernah ia bayangkan akan memiliki body se'seksi ini sebelumnya. Sesekali menelan air ludahnya untuk mengendalikan gairahnya yang seketika memuncak.
"Tahan ...kamu harus tahan Samuel tahan ....
Wajah Pria itu nampak memerah menahan akan gairahnya yang sulit untuk ia kendalikan, mencoba mengalihkannya dengan pergi dari pandangan wanita itu namun sayang cara itu tak mampu menghilangkan akan hawa nafsu tingginya tersebut. Belum lagi Wanita itu mendekatinya, memeluknya dari belakang, memberikan belaian hangat pada dada kekar layaknya seperti roti yang dengan leluasa ia membelai dengan puasnya.
Wajahnya mulai memejam menahan sentuhan itu yang akan membuatnya semakin ingin berdiri, tak tahan lagi Pria itu lantas mendorongnya hingga tersungkur diatas sofa yang empuk itu. Kedua tangan wanita itu ia raih, menahannya dengan satu tangan sekuat mungkin, lalu bibirnya mulai bermain satu sama lain, ********** hinga habis, keduanya nampak menikmati suasana panas itu, si wanita yang mulai melepaskan pakaian yang masih dikenakan si Pria.
Sedangkan si Pria yang mulai melepaskan pakaian si wanita dan akhirnya hanya memperlihatkan pemandangan dua gunung kembar yang sulit pandangannya untuk ia alihkan.
"Aku tidak akan menyangka kamu akan mampu menggodaku sebrigas ini?"
Ingin melakukan aktifitas yang tidak seharusnya terjadi, dirinya terbayang akan Penghianatan yang dilakukan Monika, berfikir balik untuk memanfaatkan kesempatan ini cara ini mungkin cara yang tepat untuk berbalas dendam.
Memberikan tatapan liciknya meletakkan salah satu ponselnya yang sudah ia atur menjadi rekaman Video dirinya tersenyum sinis, sesekali melirik kearah Monika yang sudah pasrah layaknya seperti ulat hijau yang sedang kepanasan, kembali memangsanya kini pria itu mulai melancarkan aksinya mulai dari pemangsa dua gunung kembar yang dengan leluasanya ia mainkan sesuka hati, si wanita hanya mengerang kepuasan hanya menikmati permainan keduanya.
Pagi yang cerah akhirnya telah menampakkan sinarnya kembali, sinar-sinar cahaya mulai menyelimuti celah-celah jendela dikediaman yang terbilang cukup besar ini. Seorang wanita dengan pakaian tidurnya terlihat sangatlah nyenyak dalam tidur malamnya, jam yang berada diatas nakas yang telah berbunyi dengan kerasnya kini dengan sekap telah membangunkannya, mendengarnya secara terus-menerus ia lantas terbangun dan mematikannya sadar dirinya dimana lirikan matanya tertuju pada semua arah.
__ADS_1
"Apa yang terjadi kenapa aku bisa ada disini sofa ini?"
Ingin bangkit namun rasa amat sakit amat sangat ia rasakan di bagian selangkangannya, tak tau apa yah terjadi ia hanya melihat sekelilingnya sunyi tanpa adanya seseorang, melihat bajunya yang masih ia kenakan dengan rapi tak membuatnya percaya jika sesuatu yang tidak akan mungkin ia bayangkan telah berhasil direbut oleh Pria yang menjadi kebanggaan untuk melancarkan aksinya itu.
"************ ku? Kenapa ini? Kenapa aku bisa merasakan sakit di bagian ini? Apa jangan-jangan aku!"
Melihat seorang Pria akhirnya berjalan keluar dari kamar pribadinya sendiri ia lantas menegurnya, lantas seseorang itu yang dengan tanda-tanda baru bangun ia menghampirinya.
"Iya ada apa? Kamu membuatku terkejut saja! Kenapa?"
"Apa yang barusan kamu lakukan?"tanyanya yang spontan pandangan Samuel melirik kearahnya.
"Apa maksud kamu!"
"Aku merasa tubuhku seperti tidak baik-baik saja? Aku juga merasa jika tubuhku sangatlah pegal kamu bisa jelaskan kenapa itu?"
"Aku sungguh tidak paham apa maksud anda? Aku barusan saja terbangun kenapa pertanyaan anda malah tambah membuatku semakin bingung?"
"Tadi malam kita mabuk bersama yang otomatis aku tidak sadar tindakan apa saja yang barusan aku lakukan, jadi pertanyaan ku anda tidak mungkin mengambil kesempatan dalam kesempitan itu kan?"
"Pertanyaanku? Jika aku bertindak diluar kewajaran dan bertindak aku telah menodai mu kenapa kamu masih ada di Sofa itu bukan di ranjangmu? Dan kenapa juga kamu masih mengenakan pakaian rapi seperti sekarang ini?"
"Baiklah dari tadi, kenapa?"
"Aku dia sungguh-sungguh jujur dalam ucapannya itu? Sudahlah aku harus mandi aku merasa tubuhnya seperti tidaklah sehat?"
Beranjak dari tempat dimana ia tidur, sesekali ia merasakan sakit yang sungguh-sungguh dari area itu dirinya perlahan-lahan berjalan hingga telah sampai kamar mandi, tepat didepan cermin ia melihat bekas memerah yang terlihat jelas terpampang diarea leher hingga menjulang kebawah, sadar ini bukan ulah nyamuk yang telah mengigitnya ia percaya jika ulah dari semua ini manusia berkepala hitam yang tak ingin berkata jujur atas perbuatannya.
Setelah melakukan ritual mandinya dan berganti pakaian dengan perasaan amarah yang memuncak ia melemparkan pakaian tidur yang tadi malam ia kenakan tepat kemuka Pria yang selama ini telah tingal bersamanyaa.
"Apa-apaan ini? Kamu ingin cari masalah denganku?'
"Katakan apa yang sebenarnya terjadi tadi malam? Aku sangat yakin ada sesuatu yang kamu sembunyikan entah apa aku sangat yakin kamu telah berbuat sesuatu sampai-sampai tubuhku menjadi sakit semua seperti ini? Katakan! Katakan apa yang barusan kamu lakukan katakan?"
"Kamu ingin aku berkata jujur? Kamu sungguh-sungguh tidak sadar bahkan ingat apa yang terjadi pada tadi malam itu!"
"Baiklah jika kamu sangat ingin tau apa yang sebenarnya terjadi kamu bisa lihat beberapa rekaman video yang aku kirimkan lewat nomor WhatsApp mu! Ya mungkin hal itu akan membuatmu terkejut tapi aku sangat yakin kamu sangat penasaran jadi lihatlah!"
__ADS_1
"Video apa yang kamu maksud?"
"Lihat dulu nanti kamu juga akan tau!"
Rasa penasaran semakin menjadi, dirinya lantas memeriksa pesan yang barusan masuk dalam keadaan sedikit tidak tenang ia lantas menonton video yang hanya berselang 00.24 detik tersebut, sadar siapa seseorang yang sedang ada didalam rekaman video itu wajahnya memucat tak percaya seseorang yang ia percayai mampu berbuat sekeji ini.
"Kenapa wajahmu malah memucat? Kamu pastinya sudah lihat kan apa isi dari Video itu?"
"Ini apa maksudnya? Kenapa di video ini aku dan juga dirimu sedang bermain? Ini pasti cuma editan kan? Aku tidak mungkin melakukan tindakan seperti itu sama Pria sepertimu kan?"
"Pertanyaanku apa yang kamu rasakan saat ini? Apa kamu merasakan sakit dibagian itu mu? Jika itu benar kamu pastinya sudah bisa menebak bahkan berfikir apa yang mengakibatkan rasa sakit itu sampai ada jika tidak ada penyebab yang pasti?"
"Kamu benar-benar gila! Apa sebenarnya maumu! Apa kamu ingin mengancam-ku dengan adanya Video itu? Baiklah sekarang aku minta hapus!"
"Hapus? Untuk apa aku harus repot-repot menghapusnya jika aku dengan sudah payah harus merekam dan membuat adegan itu sendiri apa itu mungkin aku harus menghapus hanya atas permintaan wanita dalam video itu tidak lagi!
"Terus sekarang apa maumu? Apa kamu ingin melakukannya hal itu lagi? Aku tau kamu mengancam ku pakai video itu pastinya kamu ketagihan kan merasakan tubuhku ini?"
"Salah! Untuk apa aku harus ketagihan mencicipi tubuh dari Wanita seperti mu! Jika aku harus ketagihan dan ingin merasakan tubuh Wanita cantik lan Sexy ditempat bar kan masih banyak? Dan pastinya mereka lebih menggoda ketimbang wanita yang ada dihadapan-ku saat ini!"
"Terus jika bukan soal itu apa?"
"Aku ingin kamu transfer dengan minimal 10 juta ke nomor rekening ku jika kamu ingin video ini akan aman dan tidak sampai viral seperti foto yang kamu sebarkan kemaren?"
"Jadi kamu ingin memeras ku?"
"Iya! Apa itu salah! Bukannya kamu sendiri yang memberikan luka bahkan masalah pada Adikmu? Apa aku salah mengancam seseorang jika seseorang itu bukanlah teman, bahkan keluarga terdekatku apa itu salah!"
"Aku sadar ternyata aku bodoh karena percaya dengan orang seperti anda! Aku sangatlah bodoh! Aku sangatlah bodoh!"
"Baguslah jika anda sadar mana? Mana bukti transferan itu ayo kirim sekarang!"
"Kali ini kamu menang tapi lihat saja nanti!"
"Oke, oke aku paham apa maksudmu jadi cepat ayo kirimkan cepat!"
Dirinya lantas mentransfer dengan nominal 10.000.000 , wajah merekah kembali terukir melihat nominal sebanyak itu telah berhasil ia dapatkan dengan mudahnya. Tanpa adanya ucapan terima kasih Pria itu lantas pergi dari pandangannya sedangkan tatapan licik dari Wanita itu tak henti-hentinya memandang sinis Pria tersebut.
__ADS_1
BERSAMBUNG.