
"Aku sudah berhasil membuat Nyonya percaya kalau Celine sudahlah meninggal dalam operasi kemaren. Termasuk aku juga berhasil membuatnya percaya jika kecelakaan waktu itu mampu berhasil melenyapkannya. Akan tetapi sekarang kenapa aku merasa rencanaku ini belum sepenuhnya berhasil belum lagi kalau nanti Nyonya merasa curiga kalau jasad yang waktu itu bukanlah Celine melainkan sebuah patung gimana reaksinya nanti?"batin Rasyel.
Berniat pergi dari pandangan Celine yang belum berbicara sepatah kata pun, langkahnya yang tadinya mulai menjauh tiba-tiba langkah itu mulai kembali menghampiri gadis yang nampak bingung akan perilaku laki-laki tersebut.
" Kenapa kamu kembali lagi kesini ada apa lagi? Apa ada masalah?"tanya balik Celine.
"Tidak! Aku cuma mau ngasih tau kamu, kamu jangan banyak berkata apa-apa jika ada dokter yang menanyakan sesuatu kamu cukup menganggukkan kepala paham! Anggap saja kamu berpura-pura menjadi orang bisu!"perintahnya.
"Iya aku paham kok!"
"Ya sudah aku pergi dulu!"
Keluar dari ruangan Celine, dirinya melihat sekelilingnya dirasa situasi aman ia lantas masuk keruangan dokter Pribadi Dokter Rendy.
"Dokter Rasyel ada apa kenapa anda kemari?"
"Apa Dokter sedang sibuk? Aku ingin bicara sama Dokter sekarang?"
"Berhubung aku tidak terlalu banyak tugas Dokter Rasyel tidak masalah jika ingin bicara. Ada apa? Apa yang ingin Dokter tanyakan padaku?"tanya Dokter Rendy secara balik.
"Setelah aku pikir-pikir kita tidak bisa menyembunyikan Celine berlama-lama berada dirumah sakit ini?"balas Rasyel.
__ADS_1
"Maksud dokter dia ....baiklah aku setuju sama Dokter, dia harus segera pergi dari sini, saya sendiri juga tidak tau dia nantinya akan pergi kemana tapi yang jelas dia harus segera pergi dari sini entah apa cara dokter membantunya dokter harus berhasil memindahnya."
"Tapi dok permasalahannya dia itu belum ada tenaga sama sekali untuk mengangkat kakinya? Bahkan untuk menggerakkan kedua tangan saja dia masih belum bisa jadi bagaimana bisa dia harus pergi kalau pun dia harus pergi harus ada seseorang yang mendampinginya!"Memberikan tatapan misterius terhadap Rasyel, beralih tatapan Rasyel terhadap Dokter Rendy yang merasa tidak enak dilirik dirinya lantas mengeluh.
"Kenapa dok? Kenapa dokter malah melihat saya secara misterius seperti itu jangan-jangan dokter berfikir ataupun menyuruh saya untuk mendampinginnya?"
"Sudahlah dokter kan tinggal sendiri beda dengan saya yang sudah beristri jadi kalau saya nolongin dia nanti yang ada akan ada masalah baru yang datang kan kalau saya perhatiin dokter juga khawatir dengannya jadi itung-itung dokter ini menjaga kekasih ada kan?"
"Apa saya khawatir? Siapa yang bilang kata siapa ya tidak mungkinlah gila kali!"
"Terus kenapa kemaren dokter kelihatan panik setelah lihat kondisi Celine yang memburuk seperti kemaren? Kalau dokter tidak khawatir dengan keadaanya kenapa dokter bisa panik gitu?"
"Dokter ini ada-ada saja? Kan saya khawatir sebagai dokter yang mencemaskan nyawa pasiennya apalagi nyawa pasien itu aku yang menjaganya jadi jelaslah aku panik!"
Mendapatkan saran yang ditujukan dokter Rendy telah ia pikir matang-matang. Dalam dalam salah satu ruangan yang hanya terdapat wanita terbaring dengan kondisi seluruh wajahnya terperban, perlahan-lahan dokter Rendy mulai menghampirinya, kondisinya yang masih tertidur pulas tak menyadarkan seseorang itu jika telah ada seseorang yang telah memperhatikannya secara dekat.
"Maafkan aku mungkin hanya dengan cara ini kamu bisa terbebas dari rumah sakit yang mengancam akan nyawamu! Kamu berhak untuk bebas maafkan aku! Maafkan aku!"
Menyuntikkan cairan sesuatu pada infus tersebut, tak membutuhkan waktu lama cairan itu perlahan-lahan mulai merasuk pada wanita yang terbaring. Menutup dengan kain putih dari sekujur tubuhnya, tak lama kehadiran Suster lain yang ikut hadir pandangan keduanya hanya menunjukkan tatapan satu sama lain, Suster yang melihat tindakan Rasyel dirinya lantas angkat bicara.
"Dok apa yang terjadi dengan pasien ini?"
__ADS_1
"Barusan pasien dinyatakan meninggal setelah dirinya mengalami serangan jantung, luka bakar yang parah yang ia derita mungkin menjadi penyebab utama pasien ini tidak bisa kami selamatkan, segera urus kepulangannya soal biaya biar kamu berdua yang membantu mengatasinya!"
"Terus pihak keluarga apa kalian tau dimana keberadaan mereka?"
"Alhamdulillah kami sudah menemukan pihak keluarga pasien, pasien dinyatakan hilang beberapa hari yang lalu kami sudah menghubunginya tidak akan lama mereka akan datang, dia terlahir dari keluarga tidak mampu tanpa bantuan kita mungkin jenazah tidak bisa dipulangkan dengan mudah sadar jika biaya kepulangan dan urusan yang lain cukuplah sulit!"jelas Rasyel.
"Iya benar Dok, lantas dimana keluarganya?"
"Saya disini Sus!"Kedatangan salah seseorang yang menimpali pembicaraannya.
"Saya keluarga dari pasien ini?"
"Baiklah pasien dinyatakan meninggal dunia, Dokter tadi sempat berkata jika keluarga menolak untuk melakukan pemandian jenazah dirumah sakit ini apa itu benar?"
"Iya benar Sus! Untuk biayanya cukup mahal kami tidak akan sanggup untuk membiayai jadi biar pihak keluarga yang melaksanakan pemandian jenazah melihat kondisi pasien juga tidak hancur jadi aku rasa pihak keluarga tidak akan masalah!"
"Baik Dok saya akan mengurus semua data kepulangan jenazah!"
"Baik sus!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.