
Bersedia menjaganya, Celine lantas duduk disampingnya, Rasyel yang masih terbaring lemas. Tangannya mulai menggenggam erat tangan Rasyel, mempererat genggaman itu sesekali ia memberikan kecupan pada telapak tangan Rasyel. Hatinya terasa hancur, sadar jika kondisinya seperti ini, ini semua tidak akan terjadi jika kalau bukan Rasyel yang ngotot melindunginya.
"Maafkan aku! Maafkan aku gara-gara aku kamu harus terluka seperti ini maafkan aku! Mulai sekarang aku tidak akan membuat kamu masuk kedalam permasalahanku lagi. Aku akan pergi dari kehidupan kamu dengan begitu hidup kamu akan tenang tanpa ada seseorang yang akan menyakiti kamu aku sadar jika aku sekarang sudah menyukaimu, tapi aku tidak mau jika kita bersatu aku akan menambah masalah bari lagi cukup sekali saja kamu terluka maafkan aku sekali lagi maafkan aku!"
Menunggu kesadaran Rasyel yang tak kunjung pulih. Celine yang merasa sangat ngantuk ia lantas merebahkan kepalanya disamping Rasyel terbaring, dirinya yang sangat ngantuk tak tertahan membuatnya memutuskan untuk sementara tidur disini . Hingga keesokan harinya Bram yang datang untuk menjenguk Rasyel ia melihat Celine yang masih tidur disamping Rasyel.
" Kasihan sekali dia, dia pasti sangat kecapean menunggu Rasyel sampai sepagi ini?"ucapnya " Bangun Celine ini sudah pagi bangunlah!"
"Kamu pasti capek karena semalaman menjaganya jadi mendingan sekarang kamu pulang aja nanti kalau dokter Rasyel dia sadar aku akan mengabari mu!"
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu. Oh iya aku minta kamu jaga dia ya?"
"Kamu tenang aja aku akan menjaganya ya udah pulang sana!"
"Ya udah aku permisi!'
Perginya Celine dari ruangan rawat Rasyel. Tak berselang lama jari Rasyel perlahan mulai menunjukkan akan pergerakan, Bram yang sadar akan pergerakan itu, dirinya segera memangil dokter, lantas dokter pun memeriksanya.
"Gimana Dok apa Dokter Rasyel sudah pulih dari kondisinya?"
"Alhamdulillah kondisi dokter Rasyel sudah kembali pulih, tapi dirinya masih butuh istirahat jadi jangan diganggu dulu!"
"Baik Dok saya tidak akan mengganggunya.
"Ya sudah saya permisi dulu!"
"Baik Dok!"
"Aku ada dimana ini? Kenapa aku bisa ada di Rumah sakit!"
"Iyaa tadi malam kamu baru saja mengalami kecelakaan. Apa kamu tidak ingat sama sekali?'
"Iya aku ingat ada seseorang yang menyerang-ku! Dia menusukku tapi aku tidak kenal sama siapa mereka semua?"
"Jadi kamu tidak kenal sama sekali sama siapa pelaku itu? terus kamu lagi cariin siapa!"
"Apa Celine tidak datang untuk menjengukku kesini?"
"Dia baru saja pulang! Bahkan dia juga yang semalaman jagain kamu!"
" Apa! Dia jagain aku?"
"Iya itu benar!"
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan Bram jika Celine sendiri yang telah menunggunya hinga sampai esok, wajah bahagianya tidak bisa diragukan lagi serasa sangat senang tidak karuan, wajah senyuman manis yang terukir dari raut wajahnya pun tidak bisa ia hindari lagi sadar temannya lagi kasmaran lantas ledekan Bram mulai ia keluarkan.
"Astaga kalau kamu suka kan tinggal bilang aja lagi kenapa harus malu-malu sih!"
"Apa sih gak jelas banget siapa juga yang suka?"ucapnya yang masih berusaha menahan senyum.
"Astaga sudah kepergok juga!"
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri? Apa setelah kau dioperasi otak kamu jadi geser? Ya sudahlah Karena sekarang kamu sudah sadar aku lega, jadi aku tidak perlu harus jadi baby sister kamu ya udah aku mau mengabari Celine dulu.
"Oke baiklah!"
" Kak Bram kenapa dia menghubungiku? Apa terjadi sesuatu pada dokter Rasyel?" Lantas ia pun mengangkatnya" Iya ada apa Kak Bram?"
"Iya ini aku cuma mau mengabari kamu kalau Rasyel dia baru saja tersadar!"
"Syukurlah aku lega kalau Dokter Rasyel sudah siuman!"
"Katakan kapan dia akan menjengukku ayo katakan!"bisik Rasyel yang mengganggunya.
"Iya, iya oh iya kapan kamu akan menjenguknya?"
"Iya nanti kalau nanti aku tidak ada kesibukan aku akan menjenguknya, ya udah terima kasih atas infonya aku tutup dulu ya?"
"Oke baiklah;"
"Kapan dia akan menjengukku?"
"Aku tidak tau, mungkin dia lagi sibuk jadi dia belum bisa datang sekarang dan mungkin juga besok?"
"Ya gini nih kalau orang lagi jatuh cinta, eh dokter Rasyel kalau kamu itu memang beneran mencintainya kamu harus segera mengungkapkan perasaan kamu karena tidak baik memendam perasan terlalu lama, ya udah aku tinggal dulu sebentar!"
"Ya udah sana pergi!"
"Kamu mengusirku!"
"Tidak kan tadi kamu bilang sendiri kalau kau akan pergi jadi aku cuma mengingatkanmu saja!"
"Ih dasar! Ya iya aku akan pergi!"
"Iya yang dia katakan memang benar tidak baik jika aku terus memendam perasaan ini terlalu lama juga, aku harus segera mengungkapkan perasaan aku ini kepada Celine iya aku harus lakukan itu aku akan menembak dia nanti.
Sadar jika dirinya sudah mulai mencintainya ia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya, dirinya yang belum pulih di rumah sakit perasannya bercampur aduk dua hari dirawat Rasyel menyadari hal yang berbeda dari yang Celine sikap biasanya.
__ADS_1
"Sudah satu hari aku dirawat disini tapi kenapa Celine belum juga menjengukku? Ada apa dengannya apa dia tidak khawatir dengan ku?"ucapnya berbicara dengan Bram.
"Khawatir memangnya dia siapa kamu? Dia kan bukan pacar apalagi istrimu jadi untuk apa harus khawatir?"
"Kau ini aku kan cuma tanya baik-baik, kau ini! Sudah aku mau langsung pulang aja dari sini lagian keadaan aku sudah lumayan membaik kok!"
"Kau serius?"
"Iya aku serius dengan ucapanku ini
Dua hari ia masih terbaring tidak berdaya dan dan selama itu akhirnya dokter mengijinkannya untuk pulang mendapatkan ijin untuk pulang bukan kediamannya yang pertama ia kunjungi melainkan salah satu kediaman besar lan mewah yang tak lain kediaman dari Celine sendiri. Mendengar suara ketukan yang terdengar jelas dari dalam ruangan lantas Celine pun membuka, mendapati Dokter Rasyel yang sudah sigap dihadapan pintu kediamannya.
"Siapa yang ketuk-ketuk pintu jam segini? Sudah aku samperin dulu aja!"
" Dokter Rasyel? Dokter bisa ada disini bukannya dokter masih sakit?"
"Tidak! Aku udah mendingan kok sekarang, oh iya Celine aku cuma mau tanya apa kamu sangat sibuk sekarang sampai-sampai kau tidak menjengukku?"
"Aku, aku iya aku sedang sibuk jadi maaf aku belum sempat menjenguk mu!"
"Iya gak papa tapi apa sekarang kamu mau ikut aku ke suatu tempat?"
"Kemana?"
"Sudah nanti kamu juga akan tau, ya udah ayo ikut aku!"
Akhirnya mereka pun sampai disebuah taman"
"Kenapa kamu membawa ku kesini?"
"Iya aku sengaja mengajakmu kesini karena ada sesuatu yang mau aku katakan sama kamu!" ucapnya sembari berlutut dan menggenggam kedua tangan */Celine.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Aku sadar jika aku sudah tidak bisa lagi membohongi perasaan aku kalau aku selama ini telah jatuh cinta sama kamu dan aku mau kau jadi kekasihku apa kau bersedia?"
"Dia beneran melakukannya?"batinnya yang tak percaya, tanpa berfikir Celine melepaskan genggaman tangan Rasyel, Rasyel yang sadar ekpresi wajahnya mulai berubah.
SEKALIAN IJIN PROMO YA
BERSAMBUNG
__ADS_1