Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 51." Selalu Mendapat Dukungan."


__ADS_3

Langkahnya mulai beranjak dari ruangan tempat pimpinan ini. Setibanya ia keluar dari ruangan itu pandangannya dikejutkan dengan beberapa Dokter yang sudah menunggunya sejak sedari tadi, sadar dirinya tidaklah bersalah dan sadar seseorang yang sedang ia hadapi bukanlah orang biasa satu persatu Dokter itu memberikan pelukannya pada Rasyel, menepuk pundaknya berharap seseorang yang sedang ia tepuk bertahan dari badai yang telah membantainya.


"Saya yakin Dokter Rasyel pasti bisa melewati semua ini! Dokter pasti bisa bertahanlah!"


"Terima kasih Dok! Dokter Andre yang selama ini sudah banyak ikut membantuku, aku tidak bisa berkata apa lagi bahkan untuk menunjukkan rasa terima kasihku aku tidak tau apa aku pantas untuk berkata seperti ini lagi terima kasih! Terima kasih atas semua pedulian yang selama ini Dokter Andre berikan padaku terima kasih!"


"Kamu tidak perlu mengucapkan terima kasih lagi sudah berapa banyak kata itu yang kamu ucapkan?"


"Iya saya tau Dok tapi saya tidak bisa jika harus lupa akan kebaikan dokter padaku selama ini."


"Baiklah terserah kamu tapi yang jelas setelah ini kamu jangan lagi menangis, kamu itu laki-laki kekar gagah perkasa apa pantas laki-laki seperti mu menangis seperti ini jangan cengeng kamu ingin menjatuhkan martabat seorang pria menjadi si cengeng, mau?"


"Dokter ini biarpun aku cengeng dokter Andre sendiri juga cengeng? Siapa yang sehabis dimarahin istrinya dia langsung curhat! Siapa?"ungkapnya yang berbalas meledek.


"Kamu jangan membuka-buka aibku? Ini harga diriku kamu mau mereka meledekku karena suami takut istri?"


"Halah bilang aja takut gitu aja repot!"ucap Rasyel yang tak tahan dengan gurauannya namun air matanya masih saja berjatuhan.


"Sudah jangan nangis lagi, kamu ini masih bisa bercanda namun air matamu tidak bisa dibohongi usap air mata kamu! Usap janganlah menangis nanti kita malah jadi ikut nangis?"


"Kalian ini sama-sama cengeng!"

__ADS_1


"Dokter Rasyel disini anda Dokter yang paling muda dan pastinya ketampanan ku masih kalah jauh dibanding kami, jika nanti ada pasien yang susah diatur dan sering susah dibilangin Dokter bersedia kan menghibur mereka setidaknya cara itu mampu menenangkan mereka?"


"Iya soal itu saya pasti akan bantuin anda Pak? Ketampanan saya ini memang sulit untuk diterima secara logika. Bahkan sangking tampannya saya sampai diminta nikah sama Putri Pasien sendiri sudah banyak yang saya tolak, jadi soal hal rayu merayu anda tenang saja katakan pada saya, saya akan membantu mereka untuk menenangkan para pasien tenanglah!"


"Dokter Rasyel memang Dokter muda yang tampan dan yang paling baik yang pernah saya temui, jujur saja jika usia saya se'perantara Dokter mungkin Dokter laki-laki yang akan saya kejar! Namun sadar diri diriku ibu berkepala 4, saya juga harus sadar diri?"


"Untung wanita ini sadar? Jika dia tidak sadar diri akan lupa jika usianya sudah tidak muda lagi, dia mungkin yang setiap hari yang terus-menerus menggodamu Dok!"canda Dokter Andre.


"Dokter bisa saja, oh iya Dok! Sekarang saya sudah tidak kerja disini lagi jadi kalian tidak masalah kan jika setiap hari saya akan tetap disini sekiranya saya ingin menjaga istri saya sampai dia sadar?"


"Itu hak anda, rumah sakit ini akan selalu terbuka untuk siapapun termasuk anda sendiri Dok! Datanglah jika kamu butuh teman untuk curhat kita akan selalu ada jadi janganlah khawatir ya?"


"Iya Dok, sekali lagi terima kasih atas pengertian dan dukungan kalian semua terima kasih!"


"Ya sudah kalian masih harus kerja karena ini jam kalian harus memeriksa pasien jadi cepat periksalah jangan malas!"


"Iya ...iya Dok kami paham akan pekerjaan kita, ya sudah kami cabut dulu?"


"Iya Dok selamat beraktifitas kembali semangatlah!"


Tak menunjukkan akan kehancurannya yang jika diingat akan mampu membuat dirinya drop dalam sekejap mata, dirinya lalu pergi, bukan keruangan Istrinya dimana ia dirawat namun dirinya memutuskan pergi ke suatu tempat entah dimana itu.

__ADS_1


Tak berselang lama dirinya telah sampai disalah satu tempat yang mungkin tempat ini akan menjadi tempat peristirahatan bagi semua orang tapi termasuk dengan dirinya sendiri.


Duduk memandangi batu nisan bertuliskan nama sang Ayah air matanya akhirnya mulai terjatuh dari kedua sudut matanya. Tak terhitung berapa banyak air Mata yang ia hasilkan namun bukan Rasyel namanya jika dirinya mampu memendam semuanya tanpa harus menunjukkan akan kehancurannya pada semua orang.


Aku tidak pernah menyesal atas semua yang terjadi, setiap orang berhak untuk memiliki pendapat mereka sendiri termasuk dalam hal masalah percintaan. Keinginanku menjadi seorang Dokter dikata sudah kandas dan mungkin sulit untuk dibayangkan jika keinginan ku itu akan kembali mampu aku raih seperti sedia kala, namun semua itu tak menyulutkan niatku untuk diriku tetap berjalan tetap bersamanya entah rencana Tuhan apa yang sudah Tuhan siapkan untuk kita nantinya.


"Yah! Hari ini Rasyel menjenguk Ayah! Mungkin dibilang Ayah sangat kecewa atas keputusan Rasyel yang bisa dikata Rasyel bodoh yang lebih memilih semua ini tetap terjadi ketimbang Rasyel harus mengakhirinya? Rasyel tau anak ayah yang satu ini tidak pantas untuk dibanggakan, maafkan Rasyel karena Rasyel sudah memendam terlalu dalam perjuangan Ayah membesarkan Rasyel hingga mewujudkan keinginan Rasyel menjadi seorang Dokter? Maafkan Rasyel Yah! Maafkan Rasyel?"


Dirinya terus saja menangis, tidak perduli seperti apa tanggapan orang yang mengira laki-laki menangis akan mendapatkan sebutan cengeng namun dirinya tidak perduli dengan semua itu.


Langkah kaki seseorang perlahan-lahan mulai menghampirinya, langkahnya seperti seorang wanita yang semakin dekat seseorang itu telah sampai ditempat Rasyel telah bersimpuh. Mengucapkan sesuatu yang akhirnya mampu membalikkan pandangannya kearah Seseorang tersebut, dirinya sekejap terbangun dan tanpa ucapan yang ia keluarkan ia langsung memeluk erat tubuh seseorang yang tak lain Mama kandungnya sendiri.


"Ma!Apa yang Rasyel lakukan salah! Apa tindakan Rasyel yang menikahi wanita yang sangat Rasyel sayangi telah salah untuk aku ambil? Apa Rasyel tidak berhak untuk mendapatkan kebahagiaan semua ini?


"Sayang siapa yang bilang seperti itu? Mama tidak pernah melarang akan jalan kehidupan yang kamu pilih, mau menikahi dengannya atau pun menikah dengan orang lain itu hak kamu! Itu hak kamu sayang jangan berkata seperti itu! Jangan berkata seperti itu lagi, ingat jalan kamu masih panjang? Kamu masih muda kejar apa yang ingin kamu impikan jangan hiraukan omongan orang-orang yang ingin menjatuhkan kamu! Kejar dan tetap semangat ya?"


"Terima kasih ma! Terima kasih Mama sudah selalu ada untuk Rasyel terima kasih!"


"Ya sudah hapus air mata kamu?"


"Baik Ma!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2