Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 22 " Mulai Berulah "


__ADS_3

"Kalian serius mereka ikut terlibat dalam tindakan operasi waktu itu?"


"Iya nyonya kita sangat yakin, aku melihatnya secara langsung kemaren, sekarang apa? Apa nyonya punya rencana lain untuk masalah ini?"


"Orang yang sudah dengan berani ikut campur apalagi menggagalkan rencana-ku tidak semudah itu akan aku lepaskan! Akibat Tindakan mereka rencana yang telah aku atur secara matang terbuang dengan sia-sia, mereka harus mendapatkan hukuman jadi aku tugaskan ke kalian terserah apa yang ingin kalian lakukan pada mereka yang jelas aku ingin mereka celaka bahkan kalau perlu nyawa mereka yang jadi taruhannya paham!"


"Nyonya tenang saja kamu akan melakukan perintah yang nyonya inginkan tunggulah kabar selanjutnya!"


"Baiklah sekarang cepat jalankan perintahku!"


"Baik Nyonya!"


Berada dalam mobil seorang diri, Pria yang tak lain Dokter Andre terlihat raut wajahnya sangatlah bahagia, mendapatkan kesempatan untuk pulang cepat dan berkumpul dengan keluarga yang sangat dicintainya bukankah itu sudah jadi kebahagiaan terbesar untuknya.


Melajukan kendaraannya dengan kecepatan cukup sedang. Tak ingin saling adu menyalip dengan kendaraan lain sadar jika keselamatan nomor satu.


Lalu dirinya sekilas melihat dari spion mobil terdapat mobil hitam yang ia rasa sedari tadi terus saja membuntutinya tanpa memberinya ruang.


"Mobil ini kenapa? Kenapa aku perhatikan sedari tadi ia tidak kunjung menyalip kendaraan ku apa dia orang jahat? Aku harus percepat mobilku!"


Menambah kecepatan laju kendaraannya agar mampu terbebas dari kejaran pria bertopi hitam itu, belum sepenuhnya ia berhasil menghindari, seseorang terpampang jelas berniat ingin menyebrang dengan kondisi jalannya yang tidak seimbang, Dokter Andre yang ingin mengerem tanpa diduga mobil mengalami rem blong yang secara langsung merubah wajah Dokter menjadi kepanikan yang amat sekejap menghantuinya.


Menyadari bahaya besar dihadapannya setelah sebuah mobil mendadak belok arah, dirinya yang hilang kendali dan gagal fokus lantas ia membanting setir ke kanan dan tanpa sengaja malah menabrakkan mobilnya disalah satu pohon yang berdiri tegak alhasil kecelakaan tidak bisa ia hindari lagi, terkapar dengan luka pada keningnya kesadarannya mulai menghilang. Sadar kecelakaan telah terjadi beberapa orang berbondong-bondong menolongnya.


Disisi lain Dokter Rasyel yang pada saat itu masih dikediaman lantaran mendapatkan siv malam, dengan santainya ia menonton tv sadar handphone telah berbunyi ia lantas mengangkatnya.

__ADS_1


"Dokter Andre ada apa kenapa tumben Dokter menghubungiku?"


"Maaf! Saya hanya warga yang kebetulan menolong saudari anda, kamu menemukan saudari anda mengalami kecelakaan segeralah kerumah sakit!"


"Apa! Dokter Andre kecelakaan ya sudah aku akan segera kesana sekarang!"


Keluar dari ambang pintu kedatangan Celine menghentikan langkah panik Rasyel.


"Dokter Rasyel kenapa? Apa yang terjadi kenapa aku lihat Dokter sangat panik?"


"Itu! Dokter Andre kecelakaan aku harus kesana!"


"Astaga Dokter Andre kasihan dia, dokter kalau mau kesana aku ikut ya!"


"Baiklah kita pergi sekarang!"


"Gimana Dok apa yang terjadi Dokter Andre dia baik-baik saja kan?"tanya Rasyel dengan paniknya.


"Saat ini kondisi dokter Andre belum bisa dikata baik, akibat benturan yang dialaminya, kami sudah memberikan pertolongan pertama jika lebih dari 3 jam beliau tidak sadar dirinya dinyatakan koma, tapi jika beliau sudah siuman beliau berhasil melewati masa kritisnya, ya sudah saya permisi dulu!"


"Baik Dok!"


" Astaga Dokter Andre bagaimana bisa dokter bisa seperti ini apa yang sebenarnya terjadi?"


"Memang dokter Andre dia bukan siapa-siapa aku tapi aku berhutang banyak sama dokter Andre karena kalau bukan berkat beliau aku sekarang mungkin tidak akan bisa menghirup udara kebebasan, beliau orang baik semoga dia bisa melewati masa kritisnya ini?"

__ADS_1


"Iya semoga aja, oh iya ini sudah malam kamu pulang aja kalau nanti dokter Andre sadar aku akan kabarin kamu!"


"Ya sudah kabarin aku ya nanti!"


"Tapi aku minta maaf karena tidak bisa nganter kamu pulang aku harus tetap disini menjaga dokter, kamu tidak apa-apa kan pulang sendiri?"


"Iya aku gak papa ya sudah aku pulang dulu dah!"


Pergi seorang diri setelah dari Rumah sakit, dirinya yang lalu masuk kedalam mobil mulai melajukan laju kendaraannya namun belum kendaraannya nyala dering ponsel tiba-tiba berdering. Melihat nama yang tertera seperti tak asing ia lantas mengangkatnya.


"Maaf Pak iya ini dengan saya ada apa?"


"Maaf Nona kami dari kantor kepolisian hanya ingin mengatakan jika tahanan atas nama Monika telah berhasil kabur. Setelah kantor kami mengalami kebakaran. Kami akui lalai jadi maafkan kami! Maafkan kami!" Seraya jantungnya akan berhenti berdegup kenyang setelah dirinya dengan pernyataan tersebut.


"A ...apa Pak? Tahanan atas nama Monika telah kabur?"


"Iya telah kabur, kami lalai maafkan kami! Maafkan kami!"


"Baiklah tidak apa-apa pak, aku tau semua ini terjadi karena kecelakaan jadi tidak apa-apa aku maafkan kalian kabari aku kalau suatu saat nanti tahanan itu kalian tau keberadaannya?"


"Baik nona ya sudah kamu tutup dulu sambungan teleponnya!"


"Baik Pak!"


JANGAN LUPA UNTUK MAMPIR 👇👇👇

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2