Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 38 ." Mencoba Menggoda."


__ADS_3

Tak memperdulikannya lagi setelah mendapatkan ancaman darinya. Rasyel mau pun Celine segera pergi dari pandangan Bibik tanpa adanya ucapan lagi yang mereka ucapkan. Berlalu keduanya berada dalam mobil, lirikan Celine terus saja tertuju pada kekasihnya tak menyangka jika kekasihnya ini akan mampu mendapatkan ide cemerlang seperti tadi. Beralih pandangan Rasyel yang melirik balik kearah Celine dan memergoki kekasihnya terus saja memandangnya, Rasyel lalu mencubit hidung Celine beralih tatapan Celine berubah mengemaskan.


"Aw! Kamu kenapa mencubit ku?"tanyanya dengan memegang hidungnya itu.


"Lagian kamu kenapa terus memandangku? Jika kamu terpesona sama ketampananku kamu kan bisa sepuasnya memandangku ketika kita sudah jadi Suami-istri nanti. Kenapa? Apa yang membuatmu menatapku dengan tatapan seperti itu?"


"Aku tau ucapan yang kamu katakan barusan hanyalah tipuan kan? Kejahatan yang dilakukan Bibik tidak sungguh-sungguh akan jatuh kehukuman mati kan?"


"Astaga sayang kamu itu ternyata sama b0d0hnya seperti Bibik ya?"


"Kamu bilang apa tadi? Sayang? Sudah jangan lanjutkan katakan saja soal hukuman itu tidak benar-benar kan jika hukuman akan jatuh ke hukuman m4ti?"


"Iya! Yang kamu katakan memang benar! Hukuman m4ti yang barusan aku katakan pada Bibik hanyalah tipuan untuk menakut-nakutinya dan kamu lihat kan rencana yang digunakan pacar kamu ini sungguhlah terbukti kan?"


"Aku baru sadar ternyata Dokter yang sudah menjadi kekasihku ini bukan hanya lihai dalam penaklukan hati seorang wanita? Tapi dia juga lihai dalam hal tipu menipu sangatlah keren ternyata?"ucapnya dengan ledekan-nya.


Menatap balik kearah Rasyel yang hanya memandangnya dengan senyum manisnya. Mulutnya mulai angkat bicara bersamaan dengan ekpresi takutnya ketika mendapatkan tatapan dari sang kekasih berbeda dari tatapan yang diberikannya selama ini.


"Ka ...kamu kenapa? Apa di wajahku ada noda kenapa kamu memandangku dengan tatapan seperti itu? Kamu tidak lagi mengerjai-ku kan?"


"Aku perhatikan ada yang tidak beres dengan wajah kamu saat ini?"


"Maksud kamu?"


"Iya noda besar, merah seperti jerawat tapi ini lebih besar lagi telah tertempel pada kening kamu aku rasa itu akan sakit coba aku lihat!"

__ADS_1


Mendekati wajah Celine dengan pandangan dan jarak sangat dekat, dirinya mulai mendekatkan lagi dan lagi. Sedangkan tatapan Celine nampak cemas jika apa yang dikatakan Rasyel sungguhlah benar namun nyatanya itu semua hanyalah gurauan yang diberikan Rasyel untuknya.


Kedua tatapan saling berpadu dengan jarak yang sangatlah dekat, tatapan mata yang tak mereka tunjukkan untuk memberikan satu kedipan mata satu sama lain, pandangan Rasyel beralih turun memandang bibir manis berwarna pink muda yang terlihat mempesona dan sangat sayang untuk dilewatkan.


Tatapannya ia tunjukkan secara licik, sadar akan tindakan apa yang akan dilakukan Rasyel padanya satu gigitan dari Celine ia layangkan setelah dengan beraninya Rasyel berniat ingin mengecupnya. Meringis kesakitan setelah hidungnya mendapatkan gigitan dari sang kekasih malah berbalik mampu membuat sang kekasih menunjukkan akan tertawanya.


"Kamu kenapa menggigitku ini sakit?"


"Biarin lagian siapa suruh kamu cari kesempatan dalam kesempitan jadi rasakan itu!"


"Astaga ternyata pacarku ini bisa juga ya ngambek? Senyum dong?"ledeknya yang akhirnya mampu membuat wanitanya kembali tersenyum.


"Gitu dong senyum kalau gini kan cantik jadi aku seneng lihatnya?"


"Gombal!"ucapnya tanpa memalingkan pandangannya dari Rasyel.


Disalah satu kediaman Seseorang, wanita yang bersantai duduk diatas sofa dengan membaca koran, kedatangan seseorang akhirnya memalingkan pandangannya ke Pria tersebut.


"Ada apa kenapa kamu kemari? Kamu ada kabar bagus?"tanya wanita itu yang tak lain ialah Monika.


"Iya! Tadi kan kamu menyuruhku untuk memata-matai wanita bernama Celine itu? Apa kamu tau apa yang aku temukan?"timpal Pria tersebut.


"Enggak! Aku tidak tau kamu menemukan apa?"


"Dalam pembicaraan mereka aku mendengar jika Bibik bilang penangkal yang akan memperlambat penyakit Celine yaitu sejenis tumbuhan sarang semut entah apa bentuknya apa itu benar mampu jadi penangkal penyakitnya?"

__ADS_1


"Sial! Pembantu itu kenapa harus memberitahunya bisa gagal rencana-ku?"


"Jadi benar jika tumbuhan itu benar-benar mampu memperlambat penyakit Celine?"


"Iya yang kamu katakan memang benar! Bodohnya aku kenapa aku harus pake mengatakan pada pembantu sialan itu! Sekarang rencana-ku akan gagal jika mereka sampai benar-benar akan menemukannya, belum lagi Dokter itu aku rasa bukanlah Dokter biasa jadi pasti akan gagal rencana-ku kalau gini?"


"Kamu tenang saja kita mampu menghalangi mereka jika kita mau ikut menyusul kesana?"


"Maksudnya? Jika kita menyusul maka itu artinya aku akan menunjukkan diriku pada Celine? Belum lagi Polisi juga mencari ku apa kamu yakin cara ini akan berhasil untuk menggagalkan mereka? Atau malah sama aja aku menyerahkan diriku ke Polisi?"


"Ingat tidak ada yang tidak mungkin jika kamu bersamaku! Aku mampu mengelabui semua orang, bahkan pada polisi pun aku berhasil mengelabuinya apa kamu sungguh-sungguh tidak yakin kepadaku?"


"Aku melihat wajah keseriusan dari raut wajahmu aku rasa apa yang kamu katakan sungguh-sungguh akan berhasil? Baiklah aku bersedia? Kapan kita akan pergi?"


"Dokter itu sangat menginginkan kekasihnya sembuh jadi aku rasa besok mereka sudah pasti akan kesana jadi tunggu apalagi besok kita kesana aja!"


"Itu ide bagus, semakin cepat semakin baik!"


"Iya betul baiklah cepat siapkan barang-barang yang ingin kita pakai?"


"Baiklah!"


"Aku ingat dengan berlibur kesana bukankah kesempatan ini mampu aku gunakan untuk menjebak mereka sekaligus? Ini ide yang sangat cemerlang dan aku sangat suka itu?'batinnya yang lagi-lagi menunjukkan senyum sinisnya.


SEKALIAN JANGAN LUPA UNTUK MAMPIR DI KARYA TEMANKU YA 👇👇

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2