Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 24 " Tertusuk "


__ADS_3

"Kenapa meneleponku apa dia kangen sama aku?"batinnya sembari tersenyum." Ya ada apa kenapa kamu meneleponku apa telah terjadi masalah denganmu?"timpal Rasyel yang membalas sambungan telefon tersebut.


"Dokter sekarang ada dimana?"tanya.Celine dengan wajah paniknya.


"Aku ada diperjalanan pulang kenapa memangnya?"tanya balik Dokter Rasyel.


"Dokter mendingan sekarang pulangnya bareng sama orang saja, atau gak ajak teman Dokter untuk pulang bareng Dokter jangan pulang sendirian?"


"Astaga Celine pulang bareng sama orang gimana? Kan kamu juga tau aku sudah biasa pulang sendirian setiap hari?"


Melihat Celine yang menunjuk rasa kekhawatirannya, tanpa sengaja Rasyel ikut menunjukkan senyumannya setelah mendengar sendiri ucapan Celine barusan.


"Astaga Celine apa kamu itu sekarang lagi mengkhawatirkan aku ya?"


"Astaga kamu ini, sekarang bukan saatnya untuk bercanda, ini aku


aku serius!"


"Iya ...iya lagian kamu tumben-tumbenan kaya gini kamu tidak usah khawatir sama aku! Aku baik-baik saja kok, sebentar lagi aku juga akan sampai ya sudah kalau gitu aku tutup dulu telfonnya soalnya aku lagi nyetir sekarang!"


"Astaga dimana ini dia susah dikasih tau apa aku sekarang kerumahnya aja untuk memastikan langsung keadaannya iya aku harus kesana!"


Rasa khawatir yang terus saja menghantuinya mengakibatkan langkahnya bergegas Ketempat yang ingin ia tuju. Sedangkan disisi lain seseorang yang sangat dikhawatirkannya tidak menunjukkan akan rasa curiga sekali pun, fokus pada laju kendaraannya tak lama pandangan Rasyel akhirnya mulai melirik kearah kanan, mencurigai akan mobil hitam yang terlihat terus saja membuntutinya.


"Kenapa dengan mobil itu? Aku perhatiin dari tadi kaya ngikutin aku terus? Aku rasa ada yang tidak beres!"


Mempercepat mobilnya, menghindari kejaran mobil itu yang terus saja membuntuti dengan lihai, susah payah Rasyel menghindari kejaran mobil itu tapi belum sempat ia berhasil sepenuhnya dirinya telah dihadang mobil tersebut, tak ingin buang-buang waktu lantas ia pun keluar dari dalam mobilnya.


"Hei ayo keluar kalian! Apa maksud kalian membuntuti ku ayo keluar!" Emosinya memuncak, kedua pria yang mengendarai mobil hitam lantas pun ikut keluar.


"Banyak omong ayo cepat serang dia!"


Menghindar pukulan penjahat itu, dia berkelahi sendiri melawan 3 penjahat tapi naas tenaganya tidak sebanding dengan tiga penjahat yang terus saja menyerangnya secara brutal. Mengeluarkan pisau dari dalam pakaiannya, menusukkan ke perut Rasyel yang saat itu juga kesadaran Rasyel mulai hilang bersamaan dengan pandangannya yang mulai kabur.


Melihat sasarannya tidak berdaya terkapar diatas aspal dengan berlumuran banyak darah, salah satu penjahat mengeluarkan ponsel dalam sakunya.


"Bos kita sudah berhasil menjalankan perintah yang bis perintahkan!"


"Bagus! Kerja yang sangat sempurna sekarang kalian cepat pergi dari sana sebelum ada yang lihat!"

__ADS_1


"Baik bos ayo kita cabut!"


Para penjahat itu pergi meninggalkan Rasyel yang dalam kondisi tidak berdaya, terkapar di jalanan beraspal, bersimbah banyak darah. Jalanan yang terlihat sepi tanpa adanya kendaraan yang saling berlalu lalang yang mampu mengakibatkan kondisi Rasyel tambah semakin memburuk. Dari kejauhan nampak sinaran cahaya sedikit terang perlahan-lahan mulai mendekati arah dimana Rasyel tergeletak,


"Mas jangan ngebut ini jalanan sepi kalau ada apa-apa gimana!"ucap sang Istri terlihat cemas disamping sang suami yang sibuk pada laju kendaraannya.


"Sudahlah sayang janganlah takut kan ada aku!"celetuk sang suami sembari sedikit bergurau.


Tak lama kemudian ada orang yang lihat. Dan beberapa menit kemudian ambulance pun datang, Rasyel yang dilarikan ke Rumah sakit sedangkan Celine sesampainya sampai dirumah ia mengetuk pintu secara langsung mendengar suara itu pemilik rumah lantas membukanya


" Celine ada apa kenapa kamu kemari?"tanya Bram.


" Kak Bram aku ingin tanya apa Rasyel sudah pulang?"tanyanya dengan wajah panik.


"Kamu mencemaskannya ya?"ledek Bram yang masih bisa bercanda.


"Astaga bukan saatnya untuk bercanda, jika dia belum pulang kenapa bisa sampai selama ini padahal baru beberapa menit dia bilang jarak dari rumahnya tidak terlalu jauh, jadi harusnya dia sudah sampai?"


"Tunggu! memang terakhir kali kalian berbicara dalam telefon selang beberapa jam atau menit?"


"Aku barusan tadi meneleponnya sekitar 20 menit dari sekarang, dia juga bilang kalau dia akan segera sampai coba kalian hubungi dia aku takut telah terjadi sesuatu?"


"Baiklah aku akan menghubunginya!"


"Lah ini Rasyel menghubungiku?"


"Serius? Ya sudah angkatlah!"


"Baiklah!"


"Hey Dokter anda dimana?"


"Maaf apa ini dengan teman saudari dari Dokter Rasyel?"


"Iya benar dengan saya sendiri ada apa? Kenapa handphone teman saya bisa ada dianda?"


"Saya seseorang yang kebetulan menemukan teman anda dalam kondisi terluka parah! Beberapa waktu lalu teman ada kemungkinan mengalami tindakan tindakan kekerasan, saat ini teman anda ada dirumah sakit Citra Medika jadi cepatlah kemari!"


"Apa! Baik-baik kita akan segera kesana sekarang!"

__ADS_1


"Kenapa? Ada apa dengan Dokter Rasyel apa yang terjadi dengannya sebenarnya?"


"Dokter Rasyel, dia baru saja mengalami kecelakaan dan sekarang dia berada dirumah sakit!"


"Astaga ya udah kalo gitu sekarang ayo kita kesana!"


"Baik ayo cepat!"


"Semoga aja operasinya berjalan dengan lancar tapi kenapa operasinya lama banget sih!"


"Kamu tenang saja jangan panik, saya yakin dokter Rasyel dia pasti baik-baik saja kamu yang tenang!"


Tak lama kemudian dokter yang menangani dokter pun akhirnya keluar. Operasi berjalan dengan sangat lancar lalu ia pun dipindahkan keruang biasa."


"Dokter, gimana keadaannya dokter Rasyel apa dia baik-baik saja, tidak ada luka yang serius kan dok?"panik Celine.


"Anda tenang saja, dokter Rasyel dia baik-baik saja untung saja tadi ada orang yang langsung membawanya kerumah sakit, jadi dia cuma mengalami luka tusuk ringan dan pendarahannya juga tidak terlalu banyak, dia baik-baik saja tenanglah!"


"Ya sudah Dok sekali lagi terima kasih!"


"Iya sama-sama ya udah saya tinggal dulu!"


"Silahkan Dok!"


"Untung saja keadaan Rasyel dia baik-baik saja, sekarang keadaan dia sudah membaik apa aku boleh minta bantuan sama kamu!"


"Bantuan? Bantuan apa?"


"Gini kan sekarang aku ada urusan mendadak, ini tidak bisa ditunda lagi saya minta tolong apa kamu bersedia menjaga dokter Rasyel semalaman disini? Saya tidak bisa menjaganya, Verrel dia juga susah dihubungin jadi gimana apa kamu bersedia dan tidak keberatan?"


"Ia tidak masalah saya akan menjaganya ya sudah kamu pergi sekarang, saya akan menjaganya jadi pergilah!"


"Terima kasih Celine! Terima kasih ya udah saya tinggal dulu, kalau ada apa-apa kamu hubungi aku!"


"Iya aku akan menghubungimu nanti!"


"Ya udah saya tinggal dulu permisi;"


"Baiklah silahkan!"

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2