Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 34 " Kebahagiaan yang kembali terpancar."


__ADS_3

Langkah seseorang mulai mendatangi ruangan ini, kenop pintu yang terbuka tidak terlalu lebar telah menampakkan sesosok kaki bersepatu hitam rapi perlahan mulai menghampirinya. Langkahnya semakin dekat hingga pria bersepatu hitam itu membelai rambut sang wanita.


"Kenapa muka kamu kelihatan lemes gitu kamu merasakan sakit lagi?"tanyanya sesekali memegang kedua pipi sang kekasih.


"Tidak! Aku cuma bete aja jika terus berada disini. Aku mau pulang kan keadaanku sudah membaik kan jadi tolong ijinkan aku untuk pulang ya, aku mohon?"


"Tidak bisa Celine kamu masih harus melewati pemeriksaan kedua nanti, jadi dokter belum mengijinkan-mu untuk pulang kamu yang sabar ya?"


"Yah jadi aku akan terus terkurung disini? Ya sudahlah!"


Melihat wanitanya hanya menunjukkan tatapan memelas-nya, hati Dokter itu pun mulai luluh dan mengasihaninya.


"Baiklah jika kamu


merasa bosen aku akan mengajakmu untuk jalan-jalan tapi cuma sebentar, apa kamu mau?"


"Oke baiklah aku tidak masalah! Dokter tampanku memang paling tau apa yang wanitanya ini mau?"


"Dokter tampanku? Itu sungguh-sungguh kamu berencana menggodaku?"ledeknya.


"Bercanda lagi sudah ayo kita berangkat aku bosan nih!"


"Baiklah kita akan berangkat sabarlah!"


"


"


"


"Dokter sebenarnya mau bawa aku kemana sekarang?"


"Sudahlah nanti kamu juga akan tau kemana kita akan pergi!"

__ADS_1


Waktu tidak menunggu lama, setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit keduanya akhirnya telah sampai disalah satu tempat yang ingin mereka tuju, sesampainya pandangan mata Celine tidak henti-hentinya berpaling memandang taman bunga yang begitu indah, bersamaan dengan dari arah barat mulai terbenamnya sinar matahari pemandangan yang amat sulit Celine temukan disaat dirinya telah keluar dari ruangan rahasia tersebut.


"Astaga ini indah sekali...


" Aku sudah menduga kamu pasti akan menyukai tempat ini, ya sudah ayo kita kesana sekarang disana lebih bagus lagi pemandangannya!"


Mengangkat tubuh Celine, dan mendudukkannya disalah satu kursi taman yang telah tersedia.


"Kita duduk disini aja, kan kamu tidak boleh banyak gerak dan banyak berjalan!"


"Iya tidak apa-apa kok tapi ngomong-ngomong sejak kapan kamu tau tempat seindah ini?"


"Jujur aja ya sebenarnya ini tempat favoritku! Dimana pada saat aku sedang ada masalah atau pun masalah yang menganggu pikiranku aku selalu mendatangi tempat ini karena menurutku dengan mendatangi tempat ini aku bisa lebih lega. Dan ada satu lagi yang bikin tempat ini lebih banyak lagi di gemari oleh banyak orang?"


"Apa itu?"


"Karena disini selain bisa lihat pemandangan yang sangat indah disini juga kamu bisa melihat matahari terbit dan juga terbenam dengan sangat jelas jadi sungguh indah bukan?"


"Apa! Apa kamu serius? Jadi disini juga bisa melihat matahari terbit atau pun terbenam?"


"Ya sudah dimana kalau nanti kita lihat matahari terbenam disini? Ini kan sudah jam 4 jadi tinggal sebentar lagi matahari akan terbenam kan?"


"Iya aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan termasuk melihat matahari terbenam itu? Tapi itu tidak sekarang kan kondisi kamu belum pulih betul jadi lain kali aja ya?"


"Aku kan maunya sekarang bukan nanti, kan kamu sendiri tau kondisiku sekarang seperti apa? Aku tidak mau melewatkan kesempatan ini karena aku sendiri tidak tau apa nanti aku akan bisa melakukan semua itu? Dengan kondisiku yang seperti ini aku yakin kalau aku tidak akan bertahan lebih lama lagi jadi aku mohon?"Merasa hancur ketika wanitanya berkata seperti itu, lagi-lagi air matanya inggin tumpah namun ia tahan agar tidak menunjukkan kelemahannya.


"Kamu itu ngomong apaan sih yang namanya orang yang lagi sakit dia pasti ingin sembuh kenapa kamu malah berkata seperti itu? Aku yakin kalau kamu akan sembuh jadi semangatlah! Ada aku jadi aku mohon semangatlah aku mohon!"


"Baiklah aku akan bersemangat jika kamu mau mengijinkan ku untuk melihat terbenamnya matahari itu kamu bersedia?"


"Baiklah sekarang aku akan menemani kamu untuk melihat matahari terbenam itu?"


"Kamu serius?"

__ADS_1


"Iya aku serius!"


"Terima kasih!"


Masih setia berada di taman ini, bersandar pada bahu Rasyel dengan kedua pandangan mereka yang fokus kearah barat menunggu akan terbenamnya matahari itu, Rasyel yang merangkul pundak Celine membuat suasana romantis dan mesra terpikat jelas diantara keduanya.


"Dokter apa aku boleh bertanya sesuatu sama dokter?"


"Tanya apa?"


"Kenapa kamu menyukaiku? Kan diluar sana masih banyak wanita yang cantik dan juga lebih sempurna dariku tapi kenapa kamu malah mencintaiku? Bukankah wanita sepertiku yang jelas-jelas aku ini lemah dan wanita penyakitan tidak pantas untuk dicintai?"


"Siapa yang bilang seperti itu? Haruskah aku jujur dengan pertanyaan yang kamu lontarkan itu?"


"Iya kamu memang harus jujur!"


"Aku tau memang di dunia ini ada banyak wanita yang cantik tapi aku memilihmu karena kamu memang jodohku. Dan aku tidak mengganggap kalau kamu itu lemah malah menurutku kamu itu wanita yang sangat kuat karena bisa menghadapi setiap masalah yang menimpamu dan aku tidak menyesal jika aku harus mencintai wanita seperti kamu, malah aku bersyukur karena bisa dipertemukan dengan wanita sepertimu?"


"Mendapatkan laki-laki setulus Dokter menjadikan kebahagiaan sendiri untukku Dok? Aku tau Dokter sangat tulus bahkan ketulusan Dokter aku tidak tau lagi dengan cara apa aku mampu membalasnya?"


"Kamu tidak perlu membalas apapun padaku. Dengan mencintaiku dan berjuang untukku aku sudah merasa bahagia mampu mendapatkan hati wanita seperti dirimu jadi aku mohon bertahan dan berjuanglah untukku aku mohon!"


"Demi Dokter aku akan berjuang melawan penyakit ini, belum lagi Dokter yang sedang merawat ku juga sangatlah tampan jadi aku rasa tidak akan lama aku juga akan sembuh!"


"Sudahlah kamu jangan memuji kegantengan ku ini karena aku sudah ganteng dari lahir dan pastinya setiap ada wanita yang melihatku dia pasti bakal terpesona termasuk dengan dirimu ini?"


"Ihh kau ini..


"Ahh sakit kenapa kamu mencubitku sakit tau?"


"Biarin oh iya kamu lihat itu kayaknya sebentar lagi matahari bakal terbenam?"


"Oh iya!"

__ADS_1


"Apa kamu sangat menantikan kesempatan ini?"Mendengar ucapan Rasyel, Celine hanya mengangguk bersamaan dengan senyum merekahnya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2