
Memperhatikan dengan cermat tumbuhan itu, keduanya memperhatikan dengan seksama memuji akan keindahan tumbuhan tersebut.
Sedangkan Evan yang lagi sibuk berbicara pada salah satu pemilik tumbuhan itu nampak niat mereka berhasil terlaksana dan dapat ijin dari seseorang itu untuk membelinya.
"Tumbuhan ini benar-benar sangat berbeda pada tumbuhan yang lain, aku kira hanya namanya saja yang seperti sarang semut tapi ternyata batang dari tumbuhan ini sama percis berbentuk seperti sarang semut asli?"
"Iya bahkan yang lebih indahnya lagi, tanaman ini terlihat hampir mirip seperti anggrek yang bisa menyatu pada pohon yang lain, tapi bedanya tumbuhan ini lebih besar pada batang bawahnya nya terima kasih tanaman,terima kasih karena kamu sudah mau membantu ku menyelesaikan masalah ini terima kasih,"ucap Celine dengan memegang tumbuhan itu.
"Kamu ngomong sama tanaman ini apa mungkin yang kamu ajak bicara bakal menjawab perkataan kamu?"tanya Rasyel tapi Celine tak menghiraukannya.
"Aku sudah meminta ijin pada mereka untuk meminta dan mengambil baik-baik tanaman ini jadi sekarang kalian ambillah mengunakan pisau ini,"ucap Evan dengan menjulurkan pisau besar untuk Rasyel.
"Baiklah akan aku mengambilnya."
"Pelan-pelan saja?"
"Iya ... Iya ...
"Ya sudah karena kita sudah mendapatkannya apa yang kita mau kita balik lagi ke Jakarta? Kira-kira apa balasan buatku setelah mendapatkan tumbuhan ini? Atau mungkin kamu bersedia untuk menikah denganku?"
"Kenapa aku harus menikah denganmu? Bukan karena aku tidak cinta tapi kamu juga tau kalau aku ...
"Tidak! Aku tidak tau kamu kenapa? Yang aku tau aku cinta dan sayang sama kamu hanya itu! Biar pun kamu belum mau menikah denganku tahun ini. Aku sendiri yang akan menunggumu sampai kamu siap untuk menjadi Istriku. Dan pastinya biar pun sampai lamanya 10 tahun aku masih akan tetap menunggu cintamu apa kamu paham!"ucapnya dengan mendekatkan wajahnya kepada Celine. Evan yang melihat kelakukan temannya lagi berusaha merayunya tepukan pundak ia lontarkan pada punggung keduanya.
"Ingat aku yang disini bukanlah nyamuk yang tidak dianggap, tapi sudahlah aku cukup senang dengan kalian. Dan kamu Rasyel? Kejar yang ingin kamu miliki selama belum ada janur yang melengkung tetap kejarlah dia sampai dia menjadi milikmu paham!"
"Thanks ya ini semua berkat kamu juga Van, sekali lagi terima kasih atas bantuan kamu kami sangat-sangat banyak berterima kasih padamu terima kasih!"
"Iya sama-sama dan untuk kamu? Aku doakan semoga kamu bisa sembuh melewati penyakit ini. Yakinlah Tuhan tidak pernah tidur dan banyaknya berdoa agar kamu mampu bertahan dengan penyakit yang setiap hari menyerang-mu. Aku dengar dari penjelasan mereka sarang semut ini sangatlah banyak manfaat untuk mengobati kanker. Dan aku doakan semoga ini mampu menyelematkan kamu,"ucapnya yang terus saja memberikan dukungannya.
"Iya terima kasih atas dukunganmu. Aku juga sangat berterima kasih atas bantuan kamu, dan semoga
__ADS_1
doamu Tuhan mendengarnya. Aku mampu terbebas dari penyakitku ini ya sudah kami pamit kembali sampaikan salam untuk Istrimu dariku,"timpal Celine.
"Iya nanti kalau aku sudah ada calon dan istri aku bakal sampaikan ke dia,"balasnya dengan menahan tawa, sesekali ia melirik kearah Rasyel.
"Kamu belum beristri?"tanya Celine dengan wajah terkejutnya, Rasyel yang sadar ia langsung menarik tangan Celine dan membawanya untuk jalan terlebih dulu.
"Sudah, sudah ada hati yang sedang menantimu ayo pergi thanks ya Van, sekali lagi terima kasih!"ucap Rasyel.
"Iya sama-sama Syel semoga bersatu ya,"balasnya dengan melambaikan tangannya.
"Siap!"balas Rasyel dengan semangat.
"Kamu? Kelihatanya kamu senang sekali mengerjai-ku seperti tadi?"
"Iya aku memang senang karena tidak ada laki-laki lain lagi yang akan mengodamu ya sudah kita pergi!"ajaknya yang langsung mengandeng tangan Celine. Keduanya yang tak sadar jika dari kejauhan keduanya mulai diperhatikan oleh Samuel.
"Mereka sudah menemukannya sekarang gimana caranya aku mendapatkan tumbuhan itu ditangan Pria itu?"gumamnya.
Kemudian dirinya hendak akan pergi dan tak sengaja ia berpapasan dengan dua orang yang sedang berbicara mengenai soal sumur kosong.
"Iya aku sudah memasangnya aku rasa tidak akan ada lagi kejadian serupa yang akan terjadi jika aku sudah memberikan tanda pemberitahuan itu,"timpal teman yang satunya.
"Syukurlah kalau gitu, kita memang harus setiap hari mengecek agar kejadian serupa tidak terjadi lagi ya sudah kita cabut!"ajak seseorang itu kemudian langkah mereka terhalang akan kedatangan Samuel yang secara mendadak dan menghalangi langkahnya.
"Tunggu? Maaf saya boleh bertanya sesuatu?"tanya Samuel pada kedua orang tersebut.
"Bertanya? Baiklah ada apa Mas?"tanya salah satu temannya.
"Maaf saya barusan tidak sengaja mendengar kalian berkata ada sumur mengering maksudnya sumur apa ya?"
"Oh itu Mas, didalam hutan sama ada sumur yang sudah lama tidak terpakai, lebih tepatnya itu sih bukan sumur sungguhan, dulunya ada pengali proyek yang berencana mengali lubang itu untuk dijadikan sumur dalam proses proyek pembangunan, tapi berhubung letaknya didalam hutan dan proses pembangunannya tidak dilanjutkan akhirnya sumur itu menjadi mangkrak dan apesnya sudah ada beberapa korban yang menjadi korbannya dan diantaranya dua seseorang pernah tewas karena bertepatan pada air hujan yang menggenangi sumur itu hinga beberapa meter,"balas salah satu dari mereka secara menjelaskan.
__ADS_1
"Astaga kasihan sekali orang itu, saya dan juga teman saya kebetulan pendatang disini. Kami memutuskan untuk berlibur sejenak disini. Dan syukurlah saya mengetahui kabar ini jadi saya bisa memberitahukan yang lain ya sudah sekali lagi terima kasih kak atas infonya, ini sangat membantu buat kami,"timpal Samuel dengan sok polosnya.
"Iya mas ya sudah kami pergi dulu,"balasnya.
"Baik Pak,"balas Samuel.
Pergi dari pandangan mereka, wajah Samuel yang tadinya hanya menunjukkan ekpresi pedulinya, kini ekpresi itu berubah sinis setelah tau akan rencana apa yang akan ia rencanakan.
"Monika harus tau soal ini?"Lantas ia menghubunginya.
📞" Iya Samuel ada apa?"
📞" Aku ada kabar baik untukmu? Aku menemukan salah satu sumur tua mungkin kamu ada rencana dalam sumur itu?"
"Kenapa bisa tepat gini? Baru juga aku berencana ingin mengerjai Celine dan juga dirinya, aku rasa jika aku memberinya pelajaran dengan menjebak keduanya didalam sana aku rasa ini ide yang sangat tepat, dibayangkan saja kalau seumpama satu hari mereka terjebak didalam sana otomatis mereka akan tidur bersama dalam keadaan terpaksa sekali pun dan Dokter itu? Aku sudah tidak sabar seperti apa reaksinya nanti setelah melihat Kekasihnya dan Pria lain tidur bersama dalam tempat seperti itu?"batinnya dengan senyum liciknya.
"Aku harus menjalankan rencana-ku selanjutnya maaf ya Samuel aku gunakan kamu dalam rencana bodoh ini maafkan aku!" batinnya yang terus berkata, tak sadar sambungan teleponnya masih tersambung, lantas Samuel ia memangil namanya.
📞"Monika?"
📞" Iya maafkan aku! Aku terlalu cepat mendapatkan ide sekali lagi terima kasih!"
📞" Kira-kira apa ide kamu apa kamu tidak ada niatan untuk membocorkannya padaku?"
📞" Kamu sudah terlalu banyak membantuku jadi biar aku sendiri yang mengatasinya?"
📞" Kamu serius?"
📞" Iya aku serius!"
📞" Baiklah kalau gitu! Aku serlok lokasinya!"
__ADS_1
📞" Baiklah!"
BERSAMBUNG.