
Mendapat rencana bodoh yang terlintas dalam benak pikirannya, ia secara diam-diam akhirnya mulai menyusunnya dan target pertama yang tak lain adalah Samuel sendiri. Sedangkan Samuel yang pada saat itu akan menghampiri langsung Monika untuk memberikan lokasi tersebut dirinya tak sengaja mendengar percakapan Monika dari telefon yang dengan jelasnya menyebutkan namanya. Merasa dikhianati raut wajah emosinya kembali meluap, ingin mendatanginya langsung namun cara itu tak akan mampu menyelesaikan amarahnya ini.
"Sial jadi dia menjadikan aku sebagai umpan dalam Rencananya ini? Gila! Sangat gila dia lupa dengan siapa dia berhadapan sekarang ini baiklah kita lihat siapa yang akan menang sekarang!"
Berjalan dengan arah yang berlawanan. Dokter Rasyel yang pada saat itu pandangannya masih fokus ke depan, sedangkan Samuel sendiri yang sudah memperhatikannya dirinya lantas sengaja menabraknya, keduanya jatuh tersungkur kelantai bersamaan.
"Astaga maafkan saya Mas! Maafkan saya!"
"Astaga ponselku? Ponselku rusak gimana ini?"
"Sekali lagi maafkan saya mas! Maafkan saya, saya bisa bantu Menganti ponsel baru kalau mas mau sekali lagi maafkan saya!"
"Tidak apa-apa mas ini hanya ponsel lama jadi maklum kalau sudah rusak, tapi ...."
"Tapi apa?"
"Saya harus menjemput adik saya, tapi dengan keadaan telat seperti ini aku harus menghubunginya melihat ponselku rusak gimana caranya aku untuk menghubunginya?"
"Pakai handphone saya aja mas?"
"Mas serius tidak apa-apa?"
"Iya mas saya tidak apa-apa kok pakai saja?"
"Baiklah sekali lagi terima kasih!"
__ADS_1
"Iya sama-sama mas!"
Ponsel yang diinginkannya sudah berhasil ada di genggamannya, dirinya lalu bertanya apa kode sandinya setelah dapat dan berhasil terbuka dirinya mencari nama Celine yang bertuliskan sang kekasih, dirinya lantas mengetik pesan pada Celine. CELINE CEPATLAH KEBELAKANG HOTEL INI AKU MENEMUKAN TANTE MONIKA SEDANG MEMATA-MATAI KITA DISINI CEPATLAH KESINI.
Beberapa kata yang berhasil ia kirimkan padanya. Setelah mengetik pesan itu ia langsung menghapus untuk dirinya sendiri.
"Gimana mas apa mas sudah menemukan nomor dari Adik mas?"
"Iya mas saya sudah memberikan pesan itu, dia juga sudah melihatnya sekali lagi terima kasih mas! Terima kasih!"
"Iya mas sekali lagi maafkan aku gara-gara aku ponsel mas harus rusak?"
"Iya tidak apa-apa mas, mas janganlah khawatir saya baik-baik saja kok ya sudah saya permisi!"
Sedangkan Celine yang mendapatkan pesan itu tanpa rasa curiga ia segera mendatangi lokasi itu. Dia yang sudah berada dibelakang hotel yang ditujukan oleh Rasyel pada pesan barusan, Celine nampak bingung lantaran setibanya ia melihat tidak ada siapa-siapa disini.
"Dimana Rasyel? Tadi dia menyuruhku untuk datang kesini tapi mana dia?"ucapnya dengan pandangannya yang melirik kesana kemari, tapi apa yang ia cari tak membuahkan hasil.
"Lagi cari siapa neng?"tanya seseorang yang tiba-tiba ada dibelakangnya. Terkejut akan suara itu, spontan pandangan Celine beralih melihatnya.
"Kalian? Siapa kalian kenapa kalian bisa ada disini?"tanya Celine dengan wajah paniknya.
"Kamu benar-benar sangatlah bodoh! Bisa-bisanya anda percaya dengan tipuan ini. Anda kesini karena habis menerima pesan Pria bernama Rasyel kan?"
"Apa maksud kalian jadi ini jebakan?"
__ADS_1
"Iya cantik, ini hanya jebakan cepat kalian tangkap Wanita ini, tunggu apa lagi ayo cepat tangkap!"
"Baik!"
"Kalian jangan mendekat pergi!"Tanpa memberikan aba-aba kedua pria itu langsung mendorongnya hingga Celine pun terjatuh kedalam sumur tanpa adanya air tersebut.
Melihat sasaran sudah berhasil masuk ketempat yang diinginkan ketiga Pria nampak tertawa terbahak-bahak melihat rencananya berhasil sesuai diinginkannya.
"Apa yang kalian inginkan kenapa kalian malah menjebak-ku kesini tolong aku ... Tolong aku ...."
"Lihat Wanita ini berteriak meminta tolong, tapi sadarkah jika disini tidak ada siapa-siapa selain kita apa mungkin ada seseorang yang akan menolongnya?"
"Sudahlah alangkah baiknya kita pergi dari sini, disini sangatlah sepi belum lagi awan mendung akan segera turun jadi cepat pergilah biarkan Wanita ini bermalam disini ayo pergi!"
"Kalian mau kemana tolong aku ... Tolong aku ...."
Tak memperdulikan teriakan yang dilontarkan oleh Celine sejak sedari tadi, kedua Preman itu pun pergi meninggalkannya tanpa ada rasa kasihan sedikit pun.
Sedangkan Samuel sendiri wajah liciknya ia tunjukkan berhasil menyelesaikan misi ini kini dirinya tingal menjebak Rasyel untuk ikut masuk kedalam sumur tersebut.
SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMANKU YA 🥰👇👇
BERSAMBUNG.
__ADS_1