Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 39 " Memberikan Bantuan. "


__ADS_3

Berada didalam awak pesawat, Rasyel dan Celine yang sudah berada dalam tempat duduk sama-sama bersebelahan, Celine tak henti-hentinya menunjukkan raut wajah bahagianya mengetahui ada obat herbal yang mampu menangkal penyebaran kanker yang dialaminya.


Diam-diam memandanginya dengan tatapan senyum manisnya. Celine yang berbalik menatapnya ia merasa canggung ketika dipandanginya dengan cara seperti ini.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan kenapa kamu terus saja menatap ku dengan tatapan seperti itu? Kamu tidak lagi berfikir yang macam-macam seperti kemaren kan? Ingat kita berdua bukan untuk berkencan atau yang lainnya jadi dengan cara berduaan jangan mengira kalau kamu bisa mencari kesempatan dalam kesempitan ingat?"


"Iya ... Iya kali ini aku hanya terfokus akan tumbuhan sarang itu, jadi selain itu kamu juga jangan berfikiran ke'lain hal karena itu gak akan mungkin ingat? Oh iya kita bakal ke Papua apa kamu sudah hafal dengan bahasa disana bukankah disana bahasa yang mereka pakai bukan bahasa Indonesia seperti kita?"tanya Rasyel yang akhirnya menyadarkan Celine.


"Oh iya aku kenapa bisa sampai lupa, kita sama-sama tidak hafal dengan bahasa Papua yang mereka pakai jadi gimana caranya kita dapat berinteraksi dengan seseorang disana?"


"Kamu tenang saja aku punya teman yang juga dia juga aslinya berdarah Papua, tapi karena adanya hal dia menetap di Jakarta aku rasa kita bisa minta bantuan ke temanku itu untuk berinteraksi disana?"


"Tidak masalah cepat kamu hubungi dia,"pintanya.


"Iya ... Iya kamu tenang saja aku akan menghubunginya tapi jika kita sudah sampai di Jakarta, kita masih berada didalam pesawat apa kamu ingin hal lain terjadi?"


"Baiklah aku hampir lupa tapi ingat jangan lupa kamu!"


"Tenanglah biarpun aku lupa kan ada seseorang yang bakal mengingatkan ku, apalagi seseorang itu sangatlah cantik jadi bagaimana bisa aku lupa,"ledek Rasyel dengan memandang Celine hinga membuat Celine merasa sangat tersipu akibat tatapan manis yang Rasyel tunjukkan.


"Dasar gombal lagi ...gombal lagi!"


Sesampainya disana, seseorang yang sedang ia ingin minta bantu sudah terlebih dulu menunggunya di bandara, Rasyel mau pun Celine akhirnya menghampiri Pria tampan tersebut.


"Hay gimana kabarmu apa kamu baik-baik saja?"tanya Pria itu.

__ADS_1


"Seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja, kamu sendiri?"tanya balik Rasyel.


"Alhamdulillah aku juga baik senang bisa bertemu denganmu lagi?"


"Iya aku juga senang bisa kenal dan bersahabat denganmu?"


"Dia siapa?"tanyanya beralih memandang Celine, lantas tanpa berkata banyak Rasyel mengalihkan pada pembicaraan lain.


"Terima kasih ya Van karena kamu sudah mau membantu kita. Maaf jika aku merepotkan kamu kali ini maafkan aku,"


"Tenang lagi Syel, kita kan berteman sejak lama jadi bagaimana bisa aku lupa akan dirimu yang biasanya juga sering membantuku. Oh iya dia siapa kamu belum jawab pertanyaan ku?"tanyanya kemudian melirik kearah Celine lagi.


"Kenalin aku Celine,"sahut Celine yang langsung menjabat tangannya Evan yang belum menjabat tangannya, lalu jabat tangan itu diterima oleh Evan.


"Ih biarin aja lagi kan dianya aja gak sewot kan Mas Evan?"


"Mas?"tanya Rasyel dengan wajah terkejutnya.


"Iya Mas kenapa apa aku salah memangilnya dengan sebutan Mas? Kamu ini punya teman setampan dan sekekar ini kenapa gak pernah ngenalin ke aku sih tega,"balasnya yang hanya tersenyum menatap Evan, sedangkan Evan yang dipandang ia hanya senyum malu-malu.


"Hey sadarlah dia ini sudah beristri jadi bagaimana bisa aku ngenalin kamu ke dia yang benar saja!"


"Sudah beristri?"


"I ... Iya aku memang sudah beristri,"balas Evan dengan pandangannya yang mengarah kearah Rasyel, sembari Rasyel sendiri yang mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Yah aku kira masih singel baiklah tidak jadi kenalan yuk mari kita mulai mencari tumbuhan itu,"balas Celine lalu dia pergi dari hadapan keduanya.


"Hey apa yang kamu bilang tadi kenapa kamu bilang kalau aku sudah beristri?"bisik Evan pada Rasyel yang jaraknya agak jauh dari Celine yang didepannya.


"Terus maksud kamu? Kamu ingin aku mengikhlaskan dia hanya untukmu gak lagi! Susah-susah aku mencari banyak cara untuk mendapatkannya apa setelah kamu datang kamu tingal ngambil dari hasil kerja keras orang lain gak lagi, bodoh kali aku!"


"Astaga ternyata si Rasyel ku ini sudah bisa bucin ya sama cewek?"ledek Evan yang menyenggol-nyenggol bahu Rasyel.


"Syukurlah kalau kamu paham ya sudah kita jalan,"ajaknya.


"Baiklah mari ayo!"


"


"


"


"Ini seperti tumbuhan pada gambar yang ditunjukkan dokter tadi kayaknya memang beneran ini tumbuhan sarang semut itu Alhamdulillah akhirnya kerja keras kita tidak sia-sia,"ucap Rasyel yang merasa sangat lega.


"Ya sudah karena kita sudah menemukan dengan mudah tumbuhan yang kalian cari, biar aku yang ngomong sama mereka untuk meminta ijin pada pemiliknya kalian disinilah dulu,"ucapnya Evan.


"Baiklah,"balas Rasyel.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2