Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 52." Apa Pria itu akan Meninggal."


__ADS_3

"Pria itu telah pergi! Dia pergi dengan membawa video itu dan sialnya aku, aku belum sempat merebut video itu ditangannya jadi apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku sangat yakin dirinya akan terus mengancam ku dengan adanya video itu, pikirkanlah! Ayo pikirkanlah!"


Ponselnya tiba-tiba berdering, tanpa melihat siapa yang meneleponnya dirinya langsung menggangkatnya.


📞"Wah rupanya dirimu sekarang langsung sigap mengangkatnya kenapa? Apa kamu sangat panik sekarang?"


📞" Sudah jangan banyak berkata katakan! Katakan apa maumu?"


📞"Baiklah memang alangkah baiknya aku langsung bicara saja, baiklah aku butuh uang cepat! Uang yang kemaren anda kirimkan sudah habis aku butuh lagi sekarang jadi bisa kan anda mentransfernya lagi?"


📞"Anda gila! Uang yang saya kirimkan nominalnya sangat tinggi apa semudah itu anda menghabiskannya?"


📞"Jangan banyak berkata cepat transfer!"


"Sial! Aku sudah tidak punya banyak uang lagi, uang sepuluh juta itu salah satunya tabungan yang aku punya, dia memintanya lagi jadi dengan cara apa aku memberikan uang itu jika sepeserpun aku sekarang tidak memegangnya?"batinnya yang lalu Samuel memangilnya lagi.


📞"Hey aku masih bicara denganmu! Kamu masih sadar kan?"


📞"Aku kebetulan tidak punya uang di tabungan, jika anda mau aku bakal memberikan uangnya langsung tapi kita harus bertemu apa kamu tidak keberatan?"


📞"Baiklah itu tidak masalah aku akan menemui mu sekarang katakan dimana kita harus ketemuan?"


📞"Nanti aku akan kirimkan alamatnya , kehadiranku tidak boleh sampai diketahui orang jadi aku ada tempat sedikit sembunyi untuk kita datangi?"


📞"Baiklah tidak masalah aku tunggu!"

__ADS_1


Sama-sama memutuskan sambungan teleponnya, tatapan licik tak henti-hentinya wanita itu tunjukkan.


"Ini kesempatan yang tepat untuk aku jalankan! Aku akan mencari tempat yang sepi dan mungkin disanalah aku bisa melancarkan yaitu membunuhnya aku rasa cara ini cara yang tepat untuk aku ambil!"


"


"


"


"Aku kira kamu tidak akan datang syukurlah kalau kamu tepati janji itu."


"Jangan berlagak kita dekat! Cepat mana uang yang aku minta ayo berikan!"


"Orang-orang mu! Maksudnya?"


"Aku lagi kehabisan uang, aku meminta uang mereka yang nanti aku janjikan dengan bunga yang tinggi jadi sudah tunggu saja!"


"Baiklah kali ini aku akan menunggunya!"


Melihat sekeliling yang nampak sepi tanpa adanya seseorang yang berlalu lalang. Setelah beberapa menit keduanya menunggu akhirnya dua pria itu pun datang membawa sekoper yang diduga adalah berisi uang, wajah Samuel nampak berbinar-binar.


"Inilah yang anda mau ambillah!"ucapnya yang langsung sekoper itu pada Samuel, dirinya segera mengambil mengeceknya namun apa yang ia dapat hanyalah yang palsu berkisaran 100 ribuan.


"Ini? Ini apa maksudnya apa kamu berniat ingin membohongiku!"

__ADS_1


Memberikan lirikan kedipan matanya pada kedua pria itu, kedua pria itu tau apa maksud dari kode tersebut, keduanya sigap mencengkram pergelangan tangan Samuel tak tanggung-tanggung keduanya mulai menguncinya dengan genggaman erat tangan mereka.


"Ini apa maksudnya, kau?"


"Pria bodoh! Apa anda pikir aku akan berdiam diri setelah anda menodai ku dan akan berdiam diri setelah anda dengan beraninya mengancamku dengan cara seperti ini?"


"Wanita tidak waras Lepaskan aku! Lepaskan aku brengsek!"


"Aku bakal melepaskan kamu jika aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, melihatmu m4ti mungkin itulah yang sangat aku inginkan jadi rasakan lah ini!"


Menusuk beberapa tusukan tepat mengenai perut Samuel, wajahnya memucat ketika darah yang mulai bercucuran dengan derasnya, hanya menatapnya dengan tatapan licik tak terpikirkan olehnya untuk mau menolong atau pun memberikan kesempatan kedua untuknya.


Tubuhnya mulai tersungkur setelah kedua tangannya mulai dilepaskan kedua anak buah tersebut.


"Lihat apa yang kamu rasakan sekarang kamu sudah kalah kan? Ingatlah di dunia ini tidak ada seorang pun yang akan menandingi kehebatan seseorang bernama Monika bahkan polisi pun dengan mudahnya aku tipu jadi apa mungkin hanya dengan ancaman pria sepertimu aku akan takut?"


"Kau sudah gila tolong aku! Bantu aku pergi ke rumah sakit aku mohon! Aku mohon tolong aku!"


"Dengan cara menolongmu itu sama saja aku memberikan kebebasan terhadap pria sepertimu, inilah rencana-ku jadi untuk apa aku harus susah payah menolong seseorang yang dasarnya sengaja ingin aku bunuh!"


"Kau gila! Kau biadap Monika!"


Darah yang semakin banyak keluar dari luka tusukan itu, rasa sakit yang amat menyakitkan telah ia rasakan, dengan sekuat tenaganya ia mencoba menahannya namun rasa sakit semakin amat menjadi, ketiga orang yang hanya melihatnya dengan tatapan kepuasan keduanya lantas pergi meninggalkan pria itu dalam tidak keberdayaannya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2