
"Baik sekali Pria itu dan untungnya dia tidak minta bantuan padaku?"
Melanjutkan jalannya kembali, pesan kembali masuk lantas ia pun membaca isi dari balasan pesan itu.
" RASYEL KAMU DIMANA KATAKAN BELAKANG HOTEL MANA KAMU MENEMUKAN TANTE MONIKA AKU TIDAK MENEMUKANNYA?"
"Tunggu! Ini pesan apa? Apa maksud dari Celine menuliskan pesan ini? Sebelumnya aku tidak mengatakan apa-apa? Tunggu! Pria tadi apa pria itu yang telah mengirimkan pesan ini? Aku harus kebelakang hotel sekarang!"
Beberapa teriakan Rasyel lontarkan namun hasilnya nihil.Sedangkan Celine sendiri yang berada didalam kedalaman sumur itu, rasa sakit tak bisa ia tahan, sesekali ia menitihkan air matanya akibat kaki yang tadinya dikira telah keseleo namun yang terjadi malah sebaliknya.
Dirinya yang tanpa sengaja menginjak ranting kayu yang membuat kakinya yang mengalami pendarahan dengan hebat dan terlihat mulai membengkak. Dan juga adanya tusukan dari perut kirinya yang sedari tadi tidak ia rasakan, kini cairan merah kental telah mengotori pakaiannya.
"Tuhan apa yang akan terjadi pada hamba selanjutnya apa hamba akan terus terjebak didalam sini hingga tubuh hamba membusuk selamanya? Apa yang harus hamba lakukan? Jika hamba tidak segera pergi aku yakin mungkin nyawa hamba yang akan jadi taruhannya akibat tusukan ini apa yang harus hamba lakukan tolong hamba Tuhan tolong hamba."
Merasa putus asa dan hanya bisa berpasrah dengan apa yang terjadi saat ini, dirinya sesekali menatap langit melihat awan hitam yang mulai menghitam lekat yang menandakan akan turunnya turun yang akan segera turun.
"Awan mendung mulai pekat dan tidak akan lama pasti akan turun hujan? Jika aku tidak segera keluar dari lubang ini aku mungkin akan mati karena bisa terendam dalam kedalaman air yang nantinya akan menyenangi lubang ini apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Beberapa teriakan memangilnya telah berhasil terdengar dari telinganya. Wajah putus asanya yang tadinya terlihat hanya bisa berpasrah, kini wajah itu terlihat merekah setelah mendengar akan suara seseorang yang memangil namanya.
"Celine ... Celine ...
"Suara itu? Itu suara Rasyel iya aku tidak salah lagi itu suara Rasyel aku harus memangilnya."
"Rasyel ... Tolong aku ... Aku disini Dokter tolong aku ...."
Teriakan jelas telah berhasil terdengar dari telinga Rasyel, Rasyel yang tadinya ikut putus aja lantaran sedari tadi mencarinya tak membuahkan hasil. Dirinya yang berniat akan pergi, tapi belum juga ia pergi dari langkah ia menginjakkan kakinya sekarang, ia mendengar suara teriakan jelas yang memangil namanya.
Mengikuti arah suara itu berasal, ia kemudian mendapati suara itu yang berasal dari lubang yang cukup dalam pada depan pandangannya.Terkejut akan siapa seseorang yang ia lihat.
"Celine kamu?"
Telah sampai diatas lubang dimana Celine terjebak, Rasyel yang bingung harus berbuat apa dirinya berniat ingin mencari bantuan.
Sedangkan Celine yang melihat seseorang yang berada dibelakang Rasyel, teriakan Celine akhirnya ia lontarkan untuk memberitahu pada Rasyel akan bahaya yang akan terjadi pada dirinya.
Akan tetapi belum juga ia berhasil memberitahunya, pria itu sudah terlebih dulu mendorongnya hingga membuat Rasyel ikut terjatuh dalam lubang dalam tersebut, untungnya tak sampai ia menindih Putri atau pun menginjak ranting dan hanya tergores akan tangannya ia menatap kearah atas melihat dua Pria tersenyum dengan puasnya.
"Akhirnya kita berhasil menjebak keduanya akhirnya ..."
Tertawa dengan puas setelah melihat keduanya sama-sama terjebak didalam lubang sana, Rasyel yang melihat tatapan pria itu penuh kelicikan, suara bentakan Rasyel ia lontarkan akan tetapi bagaikan angin yang tersapu, apa pun yang dikatakan Rasyel hanya menjadi angin kabut yang telah terbawa angin yang hanya akan ikut terhempas pergi.
"Anda Pria tadi lepaskan kami! Lepaskan kami!"
__ADS_1
"Nikmatilah malam-malam kalian bay!"
Dirinya bergegas pergi tanpa memperdulikan ocehan dari dua orang didalam sana, tak lama dua seseorang mulai muncul lagi untuk memastikannya.
"Didalam sana sudah ada satu Pria apa pria ini yang dimaksud nyonya Monika? Apa dia yang sudah menerjunkan pria itu secara dulu?"
"Kayaknya memang nyonya sendiri yang mengerjakannya sudahlah biarkan saja mereka terjebak didalam sana, tugas kita sudah selesai pastinya bos sangat senang dengan semua ini."
"Hey kalian jangan pergi naikkan kita keatas hey jangan pergi!"
"Sudahlah kamu jangan membuang-buang waktu kamu untuk meminta bantuan pada mereka, mereka yang telah menjebak kita jadi mana mungkin mereka akan mau menolong kita,"ucap Rasyel.
"Ini gimana caranya kita agar bisa keluar dari sini? Kita terperangkap dalam lubang seperti ini kita akan m4ti disini kita akan m4ti jika tidak segera keluar dari sini!"timpal Celine yang dipenuhi wajah paniknya tanpa menyadari akan bahaya yang dialami Celine akan kondisinya yang cukuplah parah akibat tusukan tersebut.
"Kamu jangan khawatir kita pasti akan bisa keluar kamu jangan cemas?"
"Bagaimana aku tidak cemas kita bukan lagi terperangkap didalam gedung atau gudang tapi kita terperangkap didalam lubang, jika tidak ada pengait untuk kita panjat kita tidak akan bisa keluar kita tidak akan bisa!"
"Ternyata sedari dulu kamu tidak pernah berubah ya? Disaat kamu lagi cemas dan ketakutan kamu masih sama seperti ini yaitu suka ngelantur kalau ngomong dan pastinya ... Sudahlah lupakan saja!"
"Sekarang bukan saatnya untuk bercanda apa kamu bawa ponsel?"tanya Celine
"Aku memang membawanya tapi aku lupa tidak mengisi daya tadi?"
"Ponselku tertinggi didalam hotel."
"Tuhan hamba masih mampu menahan rasa sakit ini sendiri tapi jika dihadapannya hamba tidak sanggup untuk menahannya apa yang harus hamba lakukan?"batinnya yang terasa tak tahan dengan rasa sakitnya, sesekali ia bersikap tegar agar Rasyel tidak mencurigainya akan tetapi melihat wajah Celine yang memucat pandangan dan fokus Rasyel akhirnya tuju pada Celine.
"Kamu kenapa? Apa kamu ada yang terluka?"tanya Rasyel tapi tak mendapatkan balasan jujur dari Celine.
"Apa kamu terluka kenapa wajah kamu memucat? Apa akibat kaki kanan kamu yang terluka kamu merasakan kesakitan seperti ini? Kamu tadi sudah meminum obat?"
"Sekarang bukanlah saatnya untuk memikirkan keadaan-ku? Yang terpenting sekarang kita harus memikirkan cara agar kita bisa keluar dari sini hanya itu apa kamu paham!"
"Jika kamu ingin aku memikirkan cara untuk keluar dari sini? Apa kamu tau caranya kita keluar tidak kan?"
Melihat jam tangannya yang mengarah pada jarum jam pukul 20:00 malam, maka akan sangat sulit mendapatkan bantuan apalagi dirinya terjebak dalam hutan seperti ini.
Wajah Rasyel yang dipenuhi rasa cemasnya untuk memikirkan cara agar bisa keluar dari dalam sini. Berbeda dari Celine yang sedari tadi nampak diam menahan rasa sakitnya yang sedari tadi ia tahan, beberapa menit bahkan jam ia menahan rasa sakitnya sendiri, kini kelopak matanya mulai terlihat sayup-sayup bahkan pandangannya mulai buram. Dan tidak menunggu waktu lama kedua kelopak mata yang tadinya terlihat segar bugar kini kelopak mata itu mulai tertutup dengan rapat setelah Celine yang tak tahan lagi dan akhirnya jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
Rasyel yang sedari tadi tidak cukup memperhatikan Celine, kini fokusnya telah berpaling pada Celine yang tiba-tiba dirinya merasa curiga lantaran Celine yang hanya diam tanpa berbuat sesuatu.
Memandang kesamping melihat Celine yang nampak tertidur dengan pulas-nya, ia berfikir jika apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi, tapi nyatanya setelah tangan Celine yang ia gunakan menekan luka akibat tusukan tadi tergeletak dengan berdecak banyak darah ditangannya. Wajahnya terkejutnya seketika menghampirinya.
__ADS_1
Menepuk beberapa kali kedua pipi mungil Celine, nyatanya tak mampu menyadarkan akan kesadaran Celine.
"Celine bangunlah! Bangunlah kamu tidak bisa pingsan dalam keadaan seperti ini Celine bangun! Bangun!"
"Pendarahannya semakin banyak jika aku tidak segera mengeluarkan Celine dari dalam sini dan tetap terjebak kita berdua terperangkap didalam sini sampai besok aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi besok, Celine bangunlah aku tau kamu pasti mendengar-ku bangunlah aku mohon bangunlah!"ucap Rasyel dengan perasaan cemasnya, sembari menepuk kedua pipi Celine dan memangkunya, wajah cemasnya tak juga teralihkan, melihat darah segar yang tambah semakin bercucuran akibat tusukan yang semakin parah dan membuat wajah pucat nya terlihat sangatlah jelas tak membuat Rasyel bisa bersikap santai tanpa menunjukkan kecemasannya.
Dengan membekap tubuh Celine dalam pelukannya, Rasyel akhirnya menitihkan air matanya berharap kesempatan kedua berhak untuk ia dapatkan.
Mendengar akan suara yang tiba-tiba terdengar memangil namanya, ia melihat jari Celine mulai bergerak tak lama ia melihat mata Celine mulai terbuka secara perlahan. Tersadar dari pingsannya dalam keadaan dirinya yang masih berada dalam pelukan Rasyel, Celine lantas membelai wajah Rasyel dengan tangannya yang masih berlumuran banyak darah yang mengakibatkan wajah Rasyel pun ternoda akan darah tersebut.
"Dokter Rasyel?" Dirinya memangil nama Rasyel berbarengan dengan rasa sakit yang masih menyiksanya. Menggenggam dengan erat tangan Celine, Rasyel mencoba menenangkannya biar pun cara itu tidaklah mungkin akan berhasil.
"Celine? Syukurlah kamu sudah sadar kamu harus tahan aku akan membebaskan kamu dari sini! Kamu harus tahan!"balas Rasyel dengan menggenggam erat tangan Celine.
"Jangan! Aku tau tindakan kamu tidak akan membuahkan hasil, jika hari ini adalah hari terakhir aku menatap kamu dan berada di dunia ini aku ingin kamu kabulkan permintaan-ku?"
"Kamu kenapa berkata seperti itu? Kamu masih akan bisa bertahan aku yakin kamu pasti akan bertahan jadi tidak seharusnya kamu berkata seperti itu?"
"Tapi itulah nyatanya aku memang tidak akan selamat! Lubang sumur ini terlalu dalam, kamu naiklah keatas dan biarkan aku sendiri disini kamu harus hidup! Kamu harus hidup tanpa memperdulikan kondisiku kamu harus pergi!"
"Kita pergi dan melangkah bersama apa mungkin aku akan pergi ninggalin kamu disaat kondisi kamu seperti ini? Jika hari ini kamu harus m*ti, aku juga harus mati, aku tidak mau menjadi lelaki egois yang memikirkan dirinya sendiri dan memperdulikan dirinya sendiri aku tidak mau! Jadi jangan paksa aku! Jangan paksa aku!"
"Aku mohon bertahanlah aku mohon! Aku janji jika kamu bertahan aku janji tidak akan melepaskan kamu lagi untuk yang kedua kalinya aku mohon Bertahanlah! Tolong ... Tolong ....
"Rasyel?"
"Apa ada orang disana?"
Suara seseorang telah terdengar, menghadap keatas melihat, dua orang yang sudah ada ditempat kejadian bersama beberapa tim penyelamat.
"Kalian? Aku minta cepat tolong kami kami tidak cukup banyak waktu cepat!"
"Baiklah menyingkir'lah tim penyelamat akan turun!"
Beberapa regu tim penyelamat telah turun, sedangkan yang lain menurunkan tali untuk mengangkat keduanya dari dalam lubang sumur tersebut. Celine mau pun Rasyel yang sama-sama berhasil dikeluarkan dari dalam lubang itu, setibanya berhasil terangkat keatas.
"Apa yang terjadi dengannya?"Panik seseorang itu.
"Dia tertusuk, dia sudah seperti beberapa jam yang lalu kita harus membawanya ke Rumah sakit, ayo cepat!"
"Baiklah cepat angkat dia!"
SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMANKU YA 👇👇
__ADS_1
BERSAMBUNG.