Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 45. " Kesetiaan Sang Suami. "


__ADS_3

Beberapa Minggu kemudian sejak Celine dinyatakan koma pria tampan yang berstatus Suaminya itu pun hanya mampu memandang sang istri yang masih sama betah untuk terbaring dalam tidurnya.


Ikut duduk disamping Celine terbaring, Rasyel menatapnya dengan tatapan ketulusan, ia sesekali mengecup telapak tangan Celine dan menggenggamnya dengan erat.


"Sudah hampir satu bulan kamu terbaring tidak berdaya seperti ini? Dan sudah satu bulan juga aku tidak pernah mendengar akan suara kamu ...amarah kamu sayang? Kamu gak kangen sama suami kamu ini? Kamu gak kangen ingin menatap wajah suami tampan kamu ini apa kamu ingin terbaring seperti ini berterus menerus? Kapan kamu akan bangun dan berkumpul, bercanda dengan kita semua kamu tidak kangen dengan gurauan dengan kita semua?"


"Apa kamu tau ... ingin rasanya aku mencabut semua alat-alat ini? Ingin rasanya aku melepaskan mu biar kamu tidak menderita berangsur-angsur lama seperti ini tapi, tapi entah kenapa hatiku berkata dan melarang-ku untuk tidak melakukan itu. Aku tidak tau apa aku egois karena membiarkan kamu terbaring seperti ini tapi aku jujur aku tidak bisa sayang? Aku tidak bisa jadi maafkan aku kalau aku terus saja menahan mu maafkan aku ... Maafkan aku! Baiklah sekarang saatnya kamu aku memberikan ramuan dari sarang semut ini. Dan mungkin dengan cara memberikan Nutrisi dengan cara PARENTERAL ini, cara ini akan mampu membuat kondisimu mulai membaik, entah berhasil atau tidak aku sangat berharap kamu akan benar-benar sembuh sayang! Aku tidak perduli berapa banyak yang aku butuhkan sarang semut ini diujung dunia pun akan aku cari asal aku mampu untuk memberikannya padamu!"


Memasang salah satu infus yang lain. Dan cairan di dalamnya ia ganti menjadi rebusan sarang semut yang sudah ia rebus beberapa menit. Sama halnya seperti infus pada umumnya cairan itu akan mengalir sedikit demi sedikit kedalam tubuh Celine.


"Maaf hanya ini yang bisa aku lakukan maaf! Aku harus pergi ada pekerjaan lain yang harus aku jalankan." Mengecup keningnya dirinya lalu pergi dari ruangan ini.


Hendak akan pergi memeriksa pasien yang lain, dirinya dikejutkan dengan kehadiran Bram yang hadir untuk menjenguk kondisi Celine.

__ADS_1


"Bram kamu tidak kerja?"


"Iya kebetulan aku searah jadi aku sempatkan untuk mampir kesini melihat kondisi Celine. Gimana? Gimana kondisi Celine saat ini apa dia sudah mulai menunjukkan akan tanda-tanda kesadarannya?"


"Seperti yang kamu lihat hanya seperti inilah perkembangannya, dia sama sekali tidak menunjukkan akan perkembangan itu?"


"Maaf! Bukan maksud aku ingin menentang kamu tapi haruskah kamu melakukan semua ini? Dia sudah cukup menderita karena hidupnya selalu jadi taruhan? Bahkan penyakitnya ini juga terjadi karena penyebab dari seseorang apa kamu sungguh-sungguh tidak ingin melepaskannya setidaknya biarkan dia untuk pergi dengan ketenangan kamu tidak bisa memaksanya seperti ini, tindakan kamu akan percuma!"


"Bagiku apa yang aku lakukan tidak ada sama sekali kata percuma! Terbilang b0d0h! Iya aku akui aku memanglah b0d0h tapi inilah jalanku, aku melakukan semua ini karena aku yakin dia pasti akan selamat! Dia akan selamat!"


"Aku tidak pernah mengorbankan apapun termasuk cita-citaku? Aku hanya menjalankan tugasku hanya itu saja?"


"Syel! Dengar aku baik-baik, dengan Menikah dengannya kamu akan kena masalah! Dia anak orang kaya dan kekayannya kamu juga tau seperti apa? Ini bukan soal cinta atau apapun itu tapi ini soal ketenangan! Apa kamu mau berita yang akan beredar nanti akan memojokkan kamu dengan dalih nama kamu yang akan tercemar karena orang-orang hanya akan melihat satu sisi. Dan pastinya orang-orang juga akan berfikir jika kamu menikah dengannya hanya untuk merebut kekayannya apa kamu mau?"

__ADS_1


"Sekarang ini aku tidak berfikir sampai sejauh itu? Jika orang-orang akan mengecap ku seseorang yang hanya ingin menguasai kekayannya aku tidak perduli! Aku tidak perduli jika itu pikiran mereka karena yang sesungguhnya itu sangatlah tidak benar. Dan untuk apa aku harus takut orang-orang akan membenciku jika semua itu tidaklah benar! Aku tidak perduli jadi sudahlah jangan bahas soal itu!"


"Baiklah jika ini sudah jadi keputusan terbesar kamu! Kamu sudah tau resiko terbesarnya aku tidak bisa apa-apa sekarang, yang jelas aku sudah memberitahumu jadi ya sudahlah! Baiklah aku harus pergi jaga diri kamu baik-baik!"


"Baiklah, sekali lagi terima kasih atas kunjunganmu kesini!"


"Iya sama-sama ya sudah aku cabut dulu!"


"Baiklah, berhati-hatilah!"


"Oke!"


"Kali ini aku tidak perduli apa tanggapan orang-orang, yang aku pikirkan sekarang gimana cara agar aku mampu membuat kondisimu pulih! Hanya itu, hanya itu!" Dirinya lalu menyusul Bram keluar dari ruangan dimana Celine dirawat.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2