
Setelah perginya Monika, Rasyel yang berniat ingin bertanya pada Celine. Dan seketika wajah Rasyel menjadi terkejut setelah Celine yang tiba-tiba menatapnya dengan tatapan tajam dengan mata melotot.
"Astaga kamu tuh apa-apaan sih, ngapain kamu melototi aku kaya gitu, serem tau?"
"Hei kamu itu dari tadi panggil aku dengan sebutan hah, hei saja aku juga punya nama jadi lebih baik kamu panggil aku dengan sebutan namaku aja biar lebih nyaman!"
"Iya-iya. Aku akan panggil kamu dengan sebutan nama kamu, tapi kamu juga harus panggil aku dengan sebutan nama aku juga, kenalin nama aku Rasyel Algantara Pria paling tampan dan paling setia dimuka bumi ini?"
"Baiklah aku akan panggil kamu dengan sebutan Dokter Rasyel, tapi jika menyebut kamu setia dan tampan kayaknya monyet-monyet di kebun binatang juga akan menertawakan kamu, oh iya nama aku..
"Sudah! Jika tujuan kamu hanya meledek jangan diteruskan! Dan untuk namamu kamu juga tidak usah sebutin nama itu aku tau siapa namamu, nama kamu itu Celine kan?"timpal Rasyel.
"Jadi kamu udah tau nama ku? Terus kenapa dari tadi kamu itu panggil namaku dengan sebutan lain?"kesalnya.
"Sudahlah itu tidak penting membahas masalah itu, yang terpenting sekarang bagaimana caranya nya kamu itu bisa pergi dari Rumah sakit ini, biar hidup aku tidak terancam lagi itu yang terpenting. Tapi ngomong-ngomong kenapa sekarang aku malah jadi terjebak di masalah kamu sih?" ucapnya dengan menggaruk-garuk kepalanya.
"Ya mana aku tau, kan kamu sendiri yang menginginkannya. Tapi kenapa juga harus kamu sih yang menolongku, kenapa tidak laki-laki lain aja ya setidaknya lebih ganteng dan tampan biar betah gitu sekali dipandang , kenapa juga aku harus ketemu Dokter nyebelin kaya kamu?"
"Astaga kamu tuh ya lagian siapa juga yang mau berdekatan sama kamu kalau bukan karena rasa penasaranku aku juga ogah kali! Dan kalau bukan soal cuan ya gila kali aku mau menjaga Putri tidur dan sekarat sepertimu! Tapi kayaknya kamu itu harus berhati-hati?"
"Berhati-hati sama siapa?"tanya Celine yang merasa penasaran.
__ADS_1
"Ya sama aku lah, kan aku ini memiliki wajah yang sangat tampan melebihi aktor Korea. Bahkan ketampanan ku ini sudah banyak orang yang memujinya jadi harusnya kamu tuh sadar!"
"Siapa yang bilang tampan? Aku ingin tau?"
"Ada? Ada pokoknya bahkan sangking banyaknya aku tidak bisa menghitung berapa jumlahnya. Dan lebih banyak lagi wanita yang terpesona sama ketampanan ku ini, jadi kamu jangan sampai tergoda sama kegantengan ku ini," ledeknya.
"Astaga kamu itu ternyata kepedean banget ya jadi laki-laki, ya gak mungkinlah aku itu sampai naksir sama kamu yang benar saja," balasnya dengan mengalihkan pandangannya.
"Ya sudahlah kalau gitu karena sekarang jam kerja aku udah selesai, jadi aku harus istirahat sebentar jadi aku akan tinggal kamu sendiri di sini. Dan kamu gak perlu cemas selain aku, tidak akan ada orang yang akan menyuntikkan cairan itu ke tubuhmu . Jadi kamu tidak perlu takut. Ya sudah aku tinggal dulu, ingat kamu harus tetap berpura-pura masih mengalami koma sekarang," ucap Rasyel.
"Tenanglah membantuku agar aku keluar dari dalam ruangan ini saja ini sudah sangat membantuku, jadi selain rencana yang kita atur aku tidak akan pernah melakukan hal lain lagi percayalah!"
"Iya paham kamu tenanglah!"
"Baiklah, aku ikuti saran kamu!"
"Baguslah kalau gitu!"
"Dokter itu lucu juga ternyata," batinnya dengan tersenyum manis?"
Keluar dari ruangan ini, pandangan Celine terus saja memperhatikannya hingga punggung dari dokter Rasyel sudah tidak nampak lagi, melihat sekeliling sangatlah sepi dan sekejap menjadi sunyi rasa kesepiannya pun sekejab muncul
__ADS_1
"Tadi ketika dokter Rasyel masih ada ruangan ini sedikit ramai tidak se'sunyi seperti ini tapi kenapa giliran dia pergi ruangan ini sekejap menjadi sunyi tidak ada seseorang yang bisa aku ajak bicara ya sudahlah mendingan aku diam saja takutnya ada seseorang yang tiba-tiba masuk!"
Selang beberapa hari cairan itu tidak masuk kedalam tubuhnya perlahan-lahan energinya mulai kembali pulih, biarpun kakinya masih terasa kaku.
Berbeda dari suasana ruangan ini yang sangat sunyi bagaikan penjara. Disalah satu kediaman besar lan mewah seseorang terduduk di kursi kuasanya, dihadiri beberapa orang yang menunggu akan keputusan dari pria berjas hitam tersebut, salah satu wanita berambut pirang perlahan-lahan mulai menghampirinya.
"Papa Ada apa? Apa maksud Papa menyuruh kita semua untuk berkumpul apa ada sesuatu yang ingin Papa katakan pada kami?"
"Iya sayang papa memang sengaja menyuruh kalian kemari karena ada sesuatu yang ingin papa katakan termasuk Papa ingin mewariskan semua aset kekayaan Papa atas nama Celine, kamu tau sendiri keadaan papa perlahan-lahan mulai termakan akan usia tua papa jadi sebagai penjagaan Papa sengaja mempercepat warisan itu, tapi kamu janganlah cemas bukan hanya Celine yang mendapatkan warisan itu saja tapi kamu juga papa hadiahkan kediaman ini agar masa tua nanti kamu tidak terlunta-lunta?"
"Tapi Pa bukannya ini terlalu kecepatan untuk Papa putuskan? Belum lagi sampai detik ini keadaan Celine masih belum pulih. Bahkan aku sendiri tidak tau sampai kapan dia akan pulih jadi bagaimana nasib perusahaan jika Papa menyerahkan semuanya padanya? Apa Papa berencana ingin menghentikan rencana awal yang papa lakukan pada Celine?"
"Sudah hampir 3 tahun Celine terbaring dalam tidak keberdayaan? Dan selama itu Papa yang terlalu egois jadi ini sudah jadi keputusan Papa besok Papa akan datang kesana dan menyuruh pihak dokter untuk menghentikannya?"
"Tapi jika rencana Papa hentikan apa tidak ada resiko besar yang akan terjadi? Jika nanti Celine sadar dia berusaha menyakiti dirinya sendiri gimana Pa? Monika Tidak mau kehilangan Celine tidak mau!"
"Sayang kamu janganlah cemas! Papa yakin itu semua tidak akan terjadi, Papa yakin selama 3 tahun lamanya pasti Celine akan lupa dengan kejadian itu jadi papa pikir dia tidak akan mungkin lagi melakukan tindakan bodoh jadi janganlah cemas!"
"Ini tidak adil! Bagaimana bisa aku cuma mendapat warisan berupa kediaman mewah ini? Selama ini aku sudah bersusah payah membantunya agar bisa membangkitkan perusahaan ini tapi kenapa setelah maju dan sukses aku cuma dapat setengah dari warisan ini? Ini tidak adil! Tidak adil!"
BERSAMBUNG.
__ADS_1