
Segera dilarikannya ke Rumah sakit, Celine yang segera ditangani Dokter Spesial penyakit dalam wajah cemas Rasyel tak henti-hentinya menunjukkan tidak kepanikan, kesana kemari mondar-mandir didepan pintu ruangan itu dirinya nampak tak tenang sesaat kemudian Dokter tersebut pun keluar sehabis memeriksanya.
"Dokter Rasyel?"
"Dokter gimana keadaan Celine apa dia baik-baik saja?"tanyanya dengan wajah kecemasannya.
"Untung saja kamu langsung membawanya kerumah sakit, coba aja kalau telat sedikit saya tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya tapi itu sudah tidaklah penting yang terpenting sekarang dia harus segera mendapatkan pendonor ginjal yang tepat kita sudah tidak ada waktu lagi!"
"Maaf dok kalau saya boleh tau Celine bisa bertahan sampai kapan dengan kondisi seperti ini? Apa dia punya waktu lebih lama lagi?"
"Tapi kalau dilihat dari keadaannya sekarang dia tidak punya waktu lebih lama, melihat kerusakan yang cukup fatal pada bagian ginjalnya dan mukjizat lah yang mampu menolongnya
"Baik dok terima kasih!"
"Iya sama-sama ya sudah saya permisi dulu!"
"Baik silahkan dok!"
__ADS_1
Terbaring dengan kondisi tidak berdaya, mata cantiknya yang masih terpejam dengan sempurna langkah Rasyel mulai menghampirinya. Perasaan campur aduk jadi satu antara cemas dan rasa khawatir yang sedari tadi terus menghantuinya. Wanita cantik berambut panjang itu masih saja tertidur manis lantas Rasyel menggenggam erat tangan wanitanya sesekali ia memberikan satu kecupan pada telapak tangan tersebut.
"Aku disini Cel! Aku disini aku mohon sadarlah ini aku! Ini aku sadarlah aku mohon! Aku mohon sadarlah!"
Air matanya mulai berjatuhan pada kedua sudut matanya. Tak tega melihat kondisinya seperti ini dengan perasaan tabah dirinya berusaha sekuat tenaga untuk tetap tenang berfikir hal lain tidak akan mungkin pernah terjadi.
Tetesan air mata yang tanpa sengaja terjatuh dari telapak tangan Celine, sesaat kemudian mata cantik itu mulai menunjukkan akan reaksi bersamaan dengan gerakan salah satu hari Celine yang menunjukkan akan tanda-tanda kesadarannya.
Menyadari hal itu sigap Rasyel segera memeriksanya, sesaat itu kedua mata Celine perlahan-lahan mulai terbuka, melihat siapa seseorang disampingnya dirinya yang berniat akan pergi namun usahanya tak mengkhianati hasil lantaran tubuhnya yang terasa masih lemas.
" Celine akhirnya kau sadar juga! Aku lega sekarang mana yang sakit? Mana!"
"Kenapa? Kenapa kamu tidak jujur sama aku soal penyakit kamu ini?"
"Kamu? Kamu sudah tau?"
"Iya, aku udah mengetahui semuanya tentang kondisi kamu sekarang. Dan kenapa? Kenapa kamu tidak mau berterus terang denganku kenapa?"
__ADS_1
"Aku sengaja merahasiakan semua ini karena aku tidak mau merepotkan Dokter. Dokter sudah banyak membantuku jadi aku tidak mau dokter Rasyel ikut dalam penderitaan aku?"
"Celine bukannya aku sudah pernah bilang sama kamu aku cinta sama kamu! Walaupun kemaren kamu sudah menyakiti perasaan aku sampai sekarang ini pun aku masih belum bisa melupakanmu. Dan kamu tidak pernah sekali pun merepotkan aku kamu itu penyemangat buatku jadi aku mohon tolong berjuanglah demi aku kamu harus bisa hadapi penyakit kamu ini karena kamu tidak sendiri sekarang ada aku yang akan selalu mendukungmu, kamu harus semangat!"
"Terima kasih dokter! Sekali lagi terima kasih dokter sudah setia menunggu ku walaupun aku pernah menyakiti perasaan dokter, dokter masih setia menungguku terima kasih!"
Air mata yang terjatuh dari kedua sudut mata Celine, membekap tubuh wanitanya dalam dekapan pelukan hangatnya, Rasyel tak mengijinkan jika air mata itu akan terus terjatuh, dirinya akan tetap berusaha memberikan semangat untuknya.
Dua hari sejak Terbongkarnya kejahatan licik yang dilakukan sang saudara angkatnya. Dan selama itu yang mampu Celine pandang hanyalah tembok polos yang setiap harinya selalu ia pandang, bosan! Iya mungkin kata itulah yang tepat untuk ia gambarkan ketika berada didalam ruangan rawat yang membosankan ini pada setiap harinya.
"Dua hari aku dirawat disini dan kelihatannya itu waktu yang terbilang cepat, tapi jika aku yang merasakannya kenapa aku berada ditempat ini hal yang aku rasakan malah selama ini? Jika aku disuruh meminta ingin sekali aku pergi dari ruangan ini, tapi sadar Dokterku mungkin tidak akan pernah membiarkan ku untuk pergi sungguh malang sekali nasib kamu Cel?"
Langkah seseorang mulai mendatangi ruangan ini, kenop pintu yang terbuka tidak terlalu lebar telah menampakkan sesosok kaki bersepatu hitam rapi perlahan mulai menghampirinya.
SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMANKU YA 😊 BERIKUT BLURNYA
__ADS_1
BERSAMBUNG.