Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 30 " Akan Semakin Parah kah."


__ADS_3

"Kasihan mereka aku tidak boleh tinggal diam!" batinnya". Dokter mendingan sekarang dokter lakukan operasi secepatnya, soal biaya biar saya yamg tangung semuanya yang terpenting sekarang putri mereka harus segera diselamatkan.


"Nyonya! Tapi nyonya?"


"Sudah pak, bapak tenang aja aku ikhlas kok menolong kalian cepat lakukan sekarang juga!"


"Baik operasi akan segera kita lakukan sekarang, sus mari siapkan semuanya


"Baik Dok!"


"Terima kasih nyonya terima kasih saya tidak tau harus berterima kasih dengan cara apa.


"Ibu gak perlu berterima dengan cara yang lain. Aku ikhlas melakukan semua ini karena selama ini saya sudah menganggap bapak sudah seperti ayah saya sendiri tidak mungkin saya akan tinggal diam melihat situasi yang seperti ini.


"Sekali lagi terima kasih nyonya, terima kasih!"


"Iya sama-sama pak!"


Kecemasan terlihat jelas dari raut wajah kedua orang tua dari gadis itu, ber'bolak-balik kesana kemari menunggu akan proses operasi yang membuat ketiganya diselimuti kecemasannya. Setelah beberapa jam Dokter sibuk menjalankan operasi itu, Dokter lantas keluar bergegas keduanya pun langsung menghampirinya.


"Dokter, gimana operasinya?"


"Alhamdulillah operasi berjalan dengan sangat lancar, Putri bapak berhasil melewati masa kritisnya


"Syukurlah!"


"Syukurlah kalau gitu."


"Tapi pasien belum bisa dijenguk untuk saat ini, jadi bersabarlah!"


"Iya dok terima kasih


"Ya sudah saya tingal dulu!"


"Iya silahkan dok!"


Rasa cemas yang tadinya ikut serta pada ketiganya, kini kecemasan itu mulai reda setelah Dokter mengumumkan akan kondisi gadis itu. Celine yang terlihat bahagia tak terlihat akan kecemasannya begitu juga yang dirasakan kedua orang tua gadis, entah apa yang terjadi lagi dan lagi rasa sakit itu mulai muncul menyerang tubuh gadis cantik yang dirasa sudah tidak tahan dengan penderitaan ini.

__ADS_1


"Astaga nyonya? Nyonya kenapa apa nyonya baik-baik saja?"


"Pak mendingan bapak panggil dokter saja sekarang!"perintah sang Istri.


"Tidak usah pak, buk saya baik-baik saja saya cuma sakit sedikit aja mungkin karena kecapean ya sudah saya mau pulang aja saya pamit ya buk,Pak!"


"Ya sudah saya anterin nyonya dulu, buk, bpk anterin nyonya dulu ya kabarin bapak kalau putri udah siuman.


"Baik pak!"


"Ayo nyonya.


Setelah mengantarnya pulang. Sesampainya di rumah pak supir pun langsung mengantar Celine kekamar.


"Terima kasih pak bapak sudah mau repot-repot anterin saya?"


"Harusnya saya yang berterima kasih sama nyonya, tanpa bantuan nyonya tadi saya tidak tau apa yang akan terjadi dengan putri saya saat ini? Oh iya saya perhatikan nyonya seperti sedang haus apa mau bapak ambilkan ?"


"Iya pak tapi tidak apa-apa kok nanti aku ambil sendiri.


"Tidak perlu nyonya, biar sekalian saya saja yang ambilkan untuk nyonya aja, nyonya kan lagi sakit?"


"Iya sama-sama non!"


Supir pun pergi ke dapur, sesampainya ia di dapur tidak ada akan keberadaan pembantu rumah tangga itu.


"Kemana asisten rumah tangga itu ya udahlah biar aku sendiri yang mengambil airnya?"


Mengambil gelas dan menuangkan air pada gelas itu, seseorang dengan sigap menghentikan akan tindakan yang dilakukan supir tersebut, alhasil supir yang tidak tau akan kedatangan seseorang itu dirinya seketika terkejut setelah melihat pembantu itu yang tiba-tiba datang.


"Astaga kau ini ngagetin aku aja dari mana saja kau?"


"Ada urusan apa kau datang ke dapur, ini minuman buat siapa?"


"Oh ini buat nyonya dia sedang kehausan jadi aku mau mengantarkannya?"


"Jangan! Jangan air yang itu?"tegasnya.

__ADS_1


"Kenapa memangnya apa air ini ada masalah ataukah ini sudah kadaluarsa?"


"Tunggu dulu biar aku ambilkan lagi yang baru, iya benar air itu sudah kadaluarsa nyonya juga tidak terbiasa minum air merek yang itu aku ambilkan dulu!"


Asisten rumah tangga pun menukar minuman yang diambilkan oleh sang supir dengan minuman yang telah dia kasih cairan itu.dan papa saat asisten rumah tangga itu menuangkannya sang supir pun merasa curiga akan tindakannya saat ini.


"Apa yang dia kasih ke dalam minuman itu?"


"Ini ambilah dan berikan kepada nyonya!"


"Apa yang kau masukkan tadi ke dalam minuman ini?"tanya Supir dengan raut wajah penasarannya.


"Itu ... itu cairan vitamin, iya vitamin buat nyonya sudah sana cepat kamu berikan kepada nyonya sekarang!"


"Baiklah!"


Setelah supir pergi asisten rumah tangga pun berkata.


"Hampir saja dia mengetahui semuanya dan untung saja aku pintar untuk mencari alasan tadi?"


"


"


"


"Ini nyonya airnya!"


"Oh iya terima kasih pak karena aku udah merepotkan bapak?"


"Iya tidak apa-apa kok nyonya ya udah saya permisi pamit pulang dulu yang non semoga non cepat sembuh.


"Iya terima kasih pak!"


"Mari?"


"Silahkan pak, berhati-hatilah!"

__ADS_1


Tak berfikir lama dirinya lantas mulai meneguk air putih yang barusan diambilkan Supir. Setelah berhasil meneguk beberapa cegukan pandangan matanya mulai buram, bersamaan dengan dirinya yang menguap menunjukkan jika rasa kantuk telah dia rasa. Tak ingin menunggu lama ia lantas membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


BERSAMBUNG.


__ADS_2