
"Aku tidak tau apa aku pantas mendapatkan sebutan dengan sebutan tukang egois? Aku tidak tau kenapa kamu sampai punya pikiran seperti itu? Aku tau kamu memang sangat sayang padaku tapi harusnya kamu juga ngerti gimana resiko besar atas keputusan bodoh kamu itu! Kamu seorang dokter kamu juga masih muda apa pantas kamu berkorban merelakan ginjalmu untukku sedangkan disisi lain masih ada mimpi besar yang harus kamu kejar apa kamu pantas?"ucap Celine dengan mata berkaca-kaca.
"Aku tau mungkin keputusan ku ini akan sangat membuatmu ragu, bahkan beranggapan jika aku gila karena memilih mendonorkan ginjalku untuk orang yang aku sayang ketimbang memikirkan kebahagiaan dan masa depanku sendiri? Aku sudah pernah kehilangan seseorang yang paling aku sayang dan kejadian itu aku tidak mau jika kejadian itu sampai terulang lagi!" Membelai wajah Celine yang tanpa sengaja air mata itu pun terjatuh, penasaran akan ucapan Rasyel barusan lantaran ia pun bertanya balik.
"Apa maksudmu memangnya kamu pernah kehilangan seseorang, siapa?"tanyanya kembali.
Keinginanku menjadi seorang Dokter sudah aku impikan sejak sedari lama. Cita-cita ku semakin aku perjuangan setelah dulu lebih tepatnya tahun 2020 dimana Kakakku mengalami kecelakaan parah. Terjadi pembekuan dalam otak jika tidak segera ditangani dengan tindakan operasi akibatnya akan berakibat sangat fatal.
Keluargaku tergolong kurang mampu yang makan sehari-hari pun terbilang sulit. Semakin lama karena kakakku tidak kunjung mendapatkan penangangan pertama. Akhirnya dia dinyatakan meninggal setelah pembuluh darah itu pun pecah.
Dendam ku terjadi kenapa para Dokter itu hanya melayani dengan serius pasien yang bergelar kaya raya, ketimbang menolong pasien miskin yang sudah dinyatakan kritis bahkan nafasnya sudah cukup lambat.
Mereka mengabaikan orang-orang yang benar-benar butuh pertolongan dan memilih memberikan penanganan pertama pada pasien yang kaya dan hal itulah yang semakin membuatku semangat dan lebih semangat lagi untuk masalah seperti ini. Kita memang tidak punya, tapi apa yang namanya memberikan pertolongan kita harus memilih mana yang kaya dan mana yang miskin tidak kan?
Dan kata-kata yang membuatku tambah semakin yakin akan ucapan Kakakku yang bilang jika " USAHA TIDAK AKAN PERNAH MENGKHIANATI HASIL. " itu sungguhlah nyata. Dan usaha yang aku jalankan seperti kerja sambil kuliah akhirnya membuahkan hasil, ditambah lagi mendapatkan bea siswa mahasiswa berprestasi akhirnya menaikkan aku hingga berhasil menjadi Dokter seperti sekarang ini, terbilang lebay tapi inilah yang terjadi dan aku cukup sangat bahagia sekarang.
"Dan sekarang aku tambah semakin tau perjuangan kamu menjadi seorang Dokter tidaklah mudah? Apa setelah kamu mengenal dan mengenal apa itu cinta kamu akan beralih terobsesi pada diriku ketimbang harus memperjuangkan mimpi yang sudah lama kamu impikan? Pokoknya apapun yang sudah aku katakan aku benar-benar akan menolaknya, biarpun nyawaku yang akan jadi taruhannya? Tapi aku lebih lega jika kamu masih berjalan kejalan kamu sendiri, aku tidak ingin hanya gara-gara aku, kamu akan mengorbankan semuanya termasuk mimpi yang sudah kamu perjuangkan. Jika kamu ingin menunjukkan rasa cinta kamu tunjukkanlah gimana agar ginjal ini berfungsi secara normal lagi sadar penyakit ini tidak akan terjadi kalau bukan karena obat itu jadi?"
__ADS_1
"Jadi maksud kamu? Penyakit ini bakalan sembuh kalau aku menemukan penangkalnya? Dan jika itu memang benar pasti cuma Tante Monika yang tau aku bakal bertanya dan suruh dia ngaku?"
"Jangan! Kamu jangan menemui Tante Monika?"
"Kenapa? Dia ada di tahanan jadi mungkin dengan bertanya langsung itu akan mempermudah kita?"timpal Rasyel dengan serius.
"Tapi permasalahannya Tante Monika sudah tidak ada lagi didalam lapas itu?"
"Maksudmu?"timpal Rasyel lagi.
"Beberapa hari yang lalu pihak kepolisan melaporkan jika tahanan atas nama Monika telah berhasil kabur melarikan diri dalam kasus kebakaran yang terjadi disana? Aku tau kebakaran itu bisa terjadi pasti itu ulah dari Tante monika jadi ...."
"Maafkan aku! Kamu sudah banyak membantuku dalam banyak masalah, jadi aku tidak mau jika aku kasih tau kamu soal ini aku akan merepotkan kamu lagi, sadar ini masalah ku jadi tidak seharusnya aku memperberat dirimu hanya gara-gara masalah ku?"
"Aku tau kamu mungkin merasa tidak enak tapi aku pacar kamu? Aku seseorang yang sangat menyayangimu jadi harusnya kamu cerita padaku sadar ini bukan masalah sepele harusnya kamu cerita padaku? Tapi sudahlah itu sudah terjadi terus sekarang perkembangannya gimana apa pihak kepolisian tidak menemukan keberadaan Tante Monika?"
"Sampai detik ini pihak kepolisian masih belum menemukan kabar dimana keberadaan Tante Monika? Aku rasa ada pihak ketiga yang bersangkutan makanya Tante Monika bisa sampai seaman ini bersembunyi dari jeratan polisi, sadar juga kabar pemberitahuan tahanan kabur sudah menyebar kemana-mana jadi ini sudah sangat menunjukkan jika benar ada orang ketiga yang membantunya?"
__ADS_1
"Kalau itu benar terjadi Tante Monika akan tambah semakin susah ditangkap? Dia kabur maka itu artinya kamu akan jadi ancaman besar untuknya, dia akan melakukan banyak cara untuk mencapai apa yang dia inginkan termasuk berniat akan membunuhmu sekali lagi, jadi untuk kali ini kamu harus berhati-hati?"
"Entah kenapa untuk kali ini ketakutan-ku bukan ada pada Tante Monika karena telah mengancam-ku? Tapi ketakutanku adalah? Aku takut jika kamu akan pergi meninggalkan aku. Sadar kamu terlalu banyak menolongku sampai kamu lupa dengan dirimu sendiri?"
"Cinta mungkin mampu membutakan kita? Tapi untuk cintaku ini aku perlakukan dengan baik karena memang sudah sepantasnya aku melindungimu Cel? Kita memang belum sama-sama resmi masuk dalam hubungan serius itu, tapi aku sudah tidak sabar lagi ingin segera meminang mu dan menjadikan kamu sebagai permaisuri ku?"
"Ingin sekali aku menerima kamu sebagai suamiku, melihat kamu pria yang sangat tulus yang jarang didapat dan ditemukan pada jaman sekarang, tapi selama penyakitku masih menguasai ku, aku tidak akan mau menerima permintaan kamu bukan karena aku tidak cinta tapi karena aku tidak ingin menambah lukamu semakin berat jika suatu saat nanti aku akan pergi ninggalin kamu?"
"Lihatlah aku! Selama ada aku? Aku pastikan tidak akan ada yang mampu memisahkan kita entah itu Tante Monika ataupun penyakit yang kamu derita saat ini? Tuhan hanya menguji kita dan aku sangat yakin jika penyakit kamu pasti akan ada obatnya aku yakin?"
"Hal inilah yang membuatku semangat menjalankan kehidupan ini? Kamu pria yang baik dan tulus dan itulah yang membuatku sulit untuk berbohong jika aku memang tidak ingin kehilangan kamu? Jika kita harus berpisah dan tidak disatukan di-dunia ini? Ku ingin diakhirat nanti aku bisa menunggumu di pintu surga dan cinta kita akan kembali disatukan itulah yang aku inginkan?"
Tak mampu banyak berkata lagi, keduanya berlinang air mata dalam pelukan hangat satu sama lain, sesekali Rasyel mengusap air mata Celine yang terus saja terjatuh dan tak membiarkan wanitanya akan jatuh berlinang air mata secara bertubi-tubi dirinya terus saja membekap wanitanya dalam pelukan eratnya tersebut.
SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMANKU YA 👇👇
__ADS_1
BERSAMBUNG