Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 13 " Sandiwara Kematian "


__ADS_3

Berjalan tanpa pandangan yang fokus, sekaligus pikiran yang sedang memikirkan sesuatu. Dokter yang memperhatikannya sedari tadi ia berlalu menghampirinya.


"Dokter ada apa kenapa Dokter mukanya terlihat murung. Apa Dokter ada masalah?" tanya Dokter akan tetapi Dokter Rasyel engan menjawab.


"Tidak apa-apa kok Dok, saya baik-baik saja," balasnya dengan memanyunkan bibirnya.


Baru selangkah Dokter Rendy menghampiri Dokter Rasyel dan bercanda-canda sebentar. Tiba-tiba suasana di Rumah sakit menjadi mencekam, bahkan kumpulan pria berjas tiba-tiba datang dan menghalangi setia orang untuk hendak memasuki ruangan yang arahnya mendekati ruang rahasia.


Bahkan para pasien yang tadinya berada diluar untuk mencari udara segar kini dalam hitungan detik mereka didorong paksa agar masuk kembali ke ruangannya. Rasyel dan Dokter Rendy yang tadinya santai dalam hitungan menit rasa penasaran mereka telah menjadi.


"Ada apa Dokter kenapa orang-orang pada panik semua. Dan siapa para Pria berjas itu? tanya Dokter Rendy.


"Iya Dokter Rendy saya sendiri juga kurang ngerti, ya sudah kita periksa dulu.


"Baiklah ayo Dok," selangkah ia akan pergi, seseorang pun datang.


"Dokter ada apa?"


"Itu Dokter , pasien atas nama Celine dia tadi sudah tersadar dari komanya, tapi setelah itu dia melukai dirinya sendiri dengan menggores tangannya dengan pisau.


"Apa! Celine melukai dirinya sendiri?" tanya Rasyel yang merasa tidak mempercayainya.


Dan kemudian Rasyel sendiri pun bergegas berlari menuju keruangan itu. Betapa terkejutnya ia melihat Celine yang sudah berlumuran banyak darah di bagian tenggorokannya. Dengan didorong dengan menggunakan brangkar, bergegas brangkar itu pun dimasukannya keruang operasi.


"Astaga bagaimana mungkin ini bisa terjadi terus kenapa kalian semua pada diam ayo tunggu apa lagi kita harus melakukan operasi secepatnya!"perintah Rasyel.


"Tunggu dulu Dok! Kita harus menunggu Dokter yang nyonya perintahkan supaya kita bisa melakukan operasi itu secepatnya?"


"Terus sekarang dimana Dokter itu apa dia sudah datang kesini?" tanya Rasyel akan tetapi tanggapan mereka hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Dia belum datang apa kita harus menunggunya. Dan membiarkan Pasien ini meninggal dunia baiklah jika kalian tidak ada yang berani melakukan semua ini biar saya yang melakukannya. Dokter Rendy saya butuh bantuan Dokter sekarang, jadi Dokter bersedia kan membantu saya? tanyanya.


"Baiklah Dokter bersedia membantu Dokter, mari kita laksanakan operasi itu sekarang!"


"Baik Dok!"


Beberapa alat medis sudah berhasil disiapkannya. Dan Dokter Rendy mau pun Dokter Rasyel sudah bersiap-siap melakukan penjahitan pada bagian leher Celine yang sudah penuh dengan bercak darah.


Ruangan yang terlihat sedikit redup dengan adanya sinaran cahaya dari beberapa lampu yang menyala tepat diatas berlangsungnya operasi yang dilaksanakan pada hari ini.


Beberapa Dokter yang menggunakan seragam hijau pun terlihat sangat sibuk, dan tidak bisa diganggu membuat suasana terlihat mencekam dan sedikit tegang.


Sedikit demi sedikit Suster pun membersihkan percakan da*ah yang sudah memenuhi hampir seluruh tubuh Celine, mulai dari lehernya hinga wajahnya dan kemudian Dokter pun menjalankan operasinya dibagikan leher depan Celine. Setelah hampir 6 jam lamanya, akhirnya operasi pun berjalan dengan sangat lancar tanpa ada hambatan.

__ADS_1


"Karena sekarang kondisi pasien sudahlah normal aku akan memberitahukan kabar ini pada Nyonya.... dia pasti sangat cemas dengan kondisi putrinya?"


"Jangan!" cegahnya dengan menarik tangan Dokter Rendy.


"Kenapa Dok, kenapa Dokter menghalangi saya?" tanyanya lagi.


"Semua yang terjadi sekarang atas rencananya? Tidak tau pasti apa alasan utama kenapa dia sangat menginginkan semua ini, tapi percayalah Wanita itu sangat menginginkan jika Celine ma*i ditangannya, dengan memutuskan cara ini bahkan ia membuat berita yang mengatakan jika Celine sudahlah meninggal. Bahkan semua masalah ini apa yang terjadi pada hari ini aslinya bukanlah Celine yang melukai dirinya akan tetapi nyonya sendirilah yang melakukannya dan ini buktinya.


Menunjukkan bukti berupa rekaman video gimana Monika dengan sengaja telah menggores sedikit leher Celine menggunakan pisau. Sekejap pandangan Dokter Rendy pun sangat tidak mempercayai akan tindakan yang dilakukannya.


"Astaga apa dia sudah gila, jadi selama ini kita hanya dipermainkan?"


"Iya seperti itu. Jadi yang perlu kita lakukan sekarang kita harus membantu Celine untuk bisa keluar dari perangkap ini, yaitu dengan ikut bersandiwara dengan caranya seolah Celine memang telah meningal dalam operasi ini!"


"Tapi bagaimana caranya Dokter?" tanya Dokter Rendy.


"Entahlah," balas Rasyel yang masih memikirkan sebuah ide.


Keluar dari ruangan operasi keduanya hanya menunjukkan ekpresi yang tak mengenakkan jika dipandang. Salah satu seseorang lantas menghampirinya.


"Gimana keadaan pasien apa dia selamat?"


"Maaf kami sudah semaksimal mungkin berusaha menyelematkan nyawa pasien tapi Tuhan berkehendak lain, pasien itu tidak bisa kami selamatkan karena kehilangan banyak darah yang dialaminya pasien dinyatakan meninggal pukul 18:00 tadi, pasien menghembuskan nafas terakhirnya!"


"Astaga kasihan sekali dia sudah kalau gitu cepat kabarkan yang lainnya. Dan saya minta kalian bantu saya untuk menyiapkan prosesi pemakamannya?"


"Selama ini aku merasa sangat bersalah karena sudah mengurung orang dengan cara seperti ini? Aku tidak mau melukai orang dengan cara seperti ini lagi tidak akan!"


"Apa yang sudah terjadi tidak akan mungkin kembali seperti sedia kala Dok, sekarang yang terpenting bagaimana cara kita mengeluarkan Celine dari dalam rumah sakit ini dan menggantinya dengan jasad orang lain tapi itu sangat mustahil?"


"Benar yang kamu katakan, terus jika semua orang pada mengira kalau Celine sudah meninggal sekarang apa yang harus kita lakukan untuk menyembunyikannya supaya ia tidak ketahuan jika dirinya masih hidup?"


"Kenapa kamu malah bertanya balik bukannya tadi aku barusan ngomong seperti itu?"


"Dokter sungguh-sungguh tidak tau?"


"Maksudnya?" Hanya menunjukkan senyumannya pada Dokter Rendy, Rasyel terbayang-bayang akan kejadian sebelum kejadian ini.


FLASHBACK


Berjalan disertai lamunan yang terus saja menghantuinya. Langkahnya sekejap terhenti sesaat dirinya melihat salah satu Suster yang hanya murung dengan wajah lemah lesunya.


"Suster? Suster kenapa? Apa anda ada masalah anda terlihat sedih?"

__ADS_1


"Itu Dok barusan saja ada pasien mengalami luka kebakaran hebat tidak bisa kami selamatkan, bahkan lebih ironisnya lagi dia yatim piatu tidak memilki kerabat atau pun saudara terdekatnya jadi kemungkinan besar kita akan memakamkannya secara layak!"


"Astaga kasihan sekali ngomong-ngomong korban itu laki-laki apa perempuan?"


"Korban perempuan Dok!"


"Korban perempuan apa dia masih muda?"


"Iya kelihatannya memang masih muda Dok!"Senyuman yang kembali merekah, Suster yang melihat ekspresi Dokter Rasyel dirinya tak habis pikir dan bergegas meninggalkannya.


FLASHBACK


"Dokter sudah gila! Jika ada orang yang tau gimana?"


"Soal itu Dokter Rendy tenang saja ini akan aman kok!"


"Selanjutnya apa rencana Dokter?"


"Ya itu yang masih dalam pemikiran ku, tapi ada sedikit ide yang terlintas oh iya apa saat ini dia masih berada didalam ruang jenazah?"


"Iya dia masih berada disana tapi dia belum sadar kan diri?"


"Dia hanya butuh waktu sekitar 2 jam untuk pergi!"


"Dia jam maksudnya?"


"Sudahlah Dokter nanti juga akan tau!"


Terbaring lemas tanpa adanya nafas yang terlihat, gadis cantik lan manis itu sudah berhadapan dengan seseorang yang mungkin sangat bahagia mendengar akan kabar meninggalnya.


Hanya memandangnya dengan tatapan kebencian, air mata palsu wanita itu ia tunjukkan berpura-pura sedih disaat banyaknya orang yang menunggu akan proses kepulangannya.


"Gadis yang sangat malang tidak disangka nasib kamu akan strategis ini ya sayang?"batinnya dengan licik. Lantas beberapa orang mulai berdatangan.


"Gimana Nyonya apa semuanya sudah siap?"


"Iya sudah siap Dok mari lanjutkan!"


Tak bisa berfikir secara jernih, padangan Dokter Rendy tak henti-hentinya hilang fokus melihat seseorang terbaring yang tak lain Celine sendiri dibawa beberapa orang itu keluar dari ruangan rahasia ini. Melihat brangkar yang ditumpanginya hendak menuju keluar lantai dirinya hanya menatap kearah dokter Rasyel yang tak terlihat akan wajah kecemasannya.


"Sebenarnya apa yang direncanakan Dokter Rasyel? Jika dia memang berniat ingin menolongnya kenapa dia malah membiarkan Celine dibawa pergi tanpa melakukan tindakan sesuatu yang lain?"batinnya yang tak mampu menghentikan kecemasannya.


Brangkar yang ada Celine terbaring didorong dengan cepatnya, dari arah berlawanan hampir hantaman terjadi antar sama-sama brangkar tersebut, sama-sama lengah brangkas yang ditumpangi Celine dengan cepatnya berpindah tangan pada seseorang yang barusan mendorong brangkar yang juga sama-sama membawa seorang jasad. Tanpa kecurigaan brangkar yang satunya pun mereka dorong kembali menuju keluar rumah sakit berlalu menuju ke salah satu ambulance. Dirasa tidak ada kecurigaan brangkar itu lalu dimasukkannya disalah satu ambulance itu.

__ADS_1



BERSAMBUNG


__ADS_2