
Laju kendaraan yang akhirnya mulai kembali melaju dengan kecepatan sedang, dari arah kiri terlihat tiga polisi yang sedang melakukan razia atas kaburnya tahanan yang diduga ialah Monika. Wajah panik Monika tidak bisa terhindarkan lagi, melihat nasibnya hanya ada ditangan pria itu ekpresi memelas-nya ia tuangkan berharap pria yang sedang berhadapan dengannya benar-benar akan membantu dirinya melewati masalah ini.
"Lihatlah tiga Polisi sudah mulai mendekat apa kamu sudah siap?"
"Aku mohon selamatkan aku! Selamatkan aku, aku mohon!"
"Baiklah aku akan selamatkan kamu, sekarang kamu pakailah jaket yang ada di kursi belakang sekalian kamu pakai topi dan juga masker itu?"
"Baiklah aku akan memakainya!"
Melihat polisi sudah menghadangnya tanpa berfikir pria itu kemudian menghentikan laju kendaraannya. Membuka kaca mobil dan
memperlihatkan satu Pria dan satu Wanita yang ada didalam mobil tersebut, Wanita yang hanya bersandar ke bahu Pria itu tak mencurigai Polisi jika wanita disamping Pria itu dialah buronan yang telah ia incar.
"Maaf apa wanita itu Istrimu?"tanya Polisi tersebut.
"Iya! Dia memang Istriku kenapa Pak?"
"Bisa perlihatkan buku nikah kalian?"
"Buku nikah? Gimana ya ini kan kita lagi dalam perjalanan pulang sehabis liburan jika ditanyai soal buku nikah maaf saya tidak membawanya Pak. Ada apa? Apa yang terjadi kenapa sekarang Polisi yang hendak melakukan penilangan malah menanyai buku nikah segala apa kalian polisi gadungan yang biasa memalak seseorang dengan cara seperti ini?"
"Baiklah malas berhadapan dengan orang seperti anda cabutlah dan ingat kami sungguh-sungguh Polisi. Kami sengaja bertugas malam hari di jalanan ini karena tahanan kami telah kabur, tapi kelihatannya anda tidak berbohong jadi cabutlah!"
"Baiklah untung saya sabar!"
Kembali melajukan kendaraannya, satu polisi menghampiri Polisi yang tadi.
"Gimana? Apa kamu menemukan kecurigaan didalam mobil hitam itu?"
"Aku tidak mencurigai apa-apa pada pengendara mobil itu, tapi dari tingkahnya dia seperti sedang menghindari pembahasan ku. Plat mobil itu sudah aku ingat dengan betul dan aku catat dalam buku ini sekarang kita coba cek apa mobil itu memang membawa wanita itu ataukah dia sungguh-sungguh membawa istrinya?"
"Jika kamu mencurigai mobil tersebut kenapa kamu tidak langsung memeriksanya saja?"
__ADS_1
"Kita hanya bertiga, sedangkan dia? Aku lihat dia bukanlah Pria biasa jadi sangat beresiko jika aku langsung menyergapnya?"
"Baiklah jika itu keputusanmu aku akan mengecek data dari plat mobil tersebut semoga saja ini akan membuahkan hasil! Dan dugaan-mu sungguhlah benar!"
"Iya semoga saja!"
Terbebas dari mara bahaya ketika berpapasan dengan para Polisi itu, dirinya akhirnya mulai membuka masker sekaligus jaket yang ia kenakan, melihat pria disampingnya yang hanya tersenyum dirinya akhirnya mulai membalas senyuman tersebut.
"Gimana apa kamu sudah tenang sekarang?"tanya si Pria.
"Iya aku sudah tenang aku tidak menyangka jika kamu akan membantuku bisa lolos dari polisi-polisi bodoh itu, kamu hebat! Bisa-bisanya kamu terlintas ide cemerlang sampai-sampai menanyakan hal seperti tadi?"
"Soal itu kamu janganlah cemas itu sudah jadi hal biasa yang sering aku lakukan. Oh iya mengenai masalah tadi itu sebenarnya apa yang terjadi kenapa kamu bisa kabur? Apa kamu sengaja kabur dari jeratan hukum akibat perbuatan yang kamu perbuat?"
"Kejadiannya berlangsung dengan cepat! Aku telah difitnah yang seolah-olah akulah pelaku atas kematian yang dialami oleh Papaku. Biarpun dia hanyalah Papa angkat ku, aku tidak akan mungkin sampai-sampai membunuh apalagi menghabisi nyawa Papaku sampai sesadis itu?"
"Sangat disayangkan kalau itu memang sungguh-sungguh tidak kau lakukan. Oh iya kenalin namaku Samuel? Kamu bisa panggil aku dengan sebutan Sam atau pun samuel terus siapa nama kamu?"
"Kamu bisa panggil aku dengan sebutan Monika karena itulah namaku, kamu pribadi yang baik dan aku suka dengan kepribadian mu itu,"ucapnya dengan tersenyum kearah Samuel.
"Kenapa anda sedari tadi aku perhatikan selalu tersenyum kearah ku? Apa ada yang lucu dengan diriku?"
"Anda sangatlah cantik dan manis itulah yang membuatku jadi terkagum-kagum sama kecantikan kamu ini!"
"Kamu serius sedang merayuku aku termasuk tipe orang yang tidak gampang dirayu loh?"
"Syukurlah kalau kamu memang bukan tipe orang yang baperan karena setidaknya kamu tidak akan gampang jika mendapatkan rayuan para lelaki setidaknya kamu juga akan sangat sulit jatuh cinta pada Pria seperti diriku, oh iya jika kamu telah kabur selanjutnya apa yang akan kamu lakukan apa kamu akan kembali kediaman mu bukankah itu terlalu berbahaya?"
"Itulah yang membuatku bingung sekarang ini, aku bisa saja pergi tapi aku bingung dimana tempat selanjutnya yang akan aku pakai untuk bersembunyi nanti?"
"Jika mau aku juga tidak keberatan jika kamu akan tingal di Rumahku? Berhubung aku masih perjaka dan kedua orang tuaku juga tidak tingal bersamaku, aku bisa cari alasan dan mengatakan kalau kamu itu saudara ku aku rasa itu akan aman? Dan kamu pastinya akan terbebas dari kejaran Polisi itu?"
"Iya juga, apa yang kamu katakan memang ada benarnya, aku memang harus tingal ditempat yang berbeda dengan begitu aku akan aman? Termasuk permintaan kamu tadi aku tidak keberatan jika untuk sementara aku harus tinggal bersama denganmu?"
__ADS_1
"Kamu serius, kamu setuju dengan permintaan ku ini?"
"Iya aku setuju aku juga tidak masalah!"
"Baiklah kita pulang sekarang!"
"Baiklah ayo!"
Keduanya hanya membalas senyuman yang sama-sama terukir jelas dari raut wajah mereka. Berlalu senyuman keduanya mulai teralihkan setelah Monika yang mengingat akan penangkapan yang dilakukan Celine kepadanya, wajah senyum merekah yang tadinya berbinar dengan jelasnya kini nampak murung.
"Kenapa? Apa yang membuatmu jadi berhenti tersenyum?"
"Aku baru ingat masih ada satu lagi tugas yang harus aku lakukan. Aku harus membuat perhitungan pada orang yang benar-benar sudah membuat hidupku jadi seperti ini jadi apa kamu tidak keberatan jika aku meminta kamu untuk membantuku?"
"Tidak masalah, aku tidak keberatan jika aku harus membantumu, kenapa? Masalah yang harus aku selesaikan saat ini?"
"Pertama-tama apa aku boleh pinjam ponsel kamu?"
"Baiklah silahkan!"
"Baiklah terima kasih!" Mulai menekan beberapa nomor yang lalu muncul nama seseorang setelah ia menyimpannya, dirinya mulai menekan sambungan teleponnya beberapa menit setelah keduanya mulai teleponan apa yang ia dapatkan akhirnya mulai menunjukkan titik terangnya.
"Baiklah hanya itu yang aku inginkan segera cari tau siapa saja seseorang yang terlibat dalam operasi itu paham!"
"Baik Nyonya, nyonya tingal menunggu beberapa menit kita akan tau siapa saja seseorang yang telah membantu Wanita itu!"
"Baiklah aku suka cara kerjamu, lakukan apa perintahku!"
"Baik Nyonya!"
"Baiklah!" Menutup sambungan teleponnya bersamaan dengan genggaman erat tangan wanita itu mulai ia tunjukkan.
__ADS_1
BERSAMBUNG.