
"Apa kamu serius?"
"Iya aku serius! Aku tidak apa-apa kok ya sudah cepat kamu pergi sana katanya kau ingin pergi?"
"Baiklah aku akan pergi!"
"Untung saja dia sama sekali tidak curiga, ahh aku harus kuat! Iya aku harus kuat, aku juga tidak bisa terus berada disini aku harus segera pergi dari rumah sakit ini!"batinnya dengan menahan rasa sakit itu.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi dengannya apa dia benar-benar tidak apa-apa? Kenapa aku ngerasa tadi Celine seperti sedang menahan sakit sebenarnya apa yang telah terjadi dengannya?"
Tak ingin jika penyakitnya akan diketahui Rasyel, ia memutuskan pergi tanpa adanya ucapan pamit yang ia tunjukkan pada Rasyel. Sedangkan Rasyel beberapa jam kemudian dia yang hendak akan melihat kondisi Celine sekaligus melakukan pemeriksaan sesampainya ia di ruangan itu tidak nampak akan batang hidung dari wanita yang ingin ia periksa yang ada hanyalah suster yang kebetulan mulai merapikan tempat tidurnya itu.
"Sus! Kemana perginya pasien yang ada di ruangan ini apa dia dipindahkan ke tempat lain?"tanyanya yang mulai panik.
"Maaf Dok pasien tadi minta dipulangkan dengan cepat, dia berkata jika kondisinya sudah mulai pulih dan tidak merasakan sakit?"
"Baik Sus terima kasih!"
"Sama-sama Dok!"
"Terus kemana dia sekarang kenapa dia kabur dari sini? Kenapa juga sekarang aku ngerasa ada sesuatu yang dia sembunyikan dari aku tapi soal apa?"
Memutuskan untuk pulang cepat dan menolak rawat inap, dengan wajah pucat ia mulai memasuki kediamannya, sesampainya ia masuk sudah ada asisten rumah tangga yang nampak panik dengan wajah pucat nyonyanya itu.
"Nyonya? Apa nyonya baik-baik saja kenapa wajah nyonya pucat sekali?"
"Iya saya baik-baik saja maaf bik apa bibik boleh ambilkan aku minum?"
__ADS_1
"Baiklah nyonya tunggu sebentar!"
Tanpa adanya rasa curiga yang hadir dalam dirinya, Celine meminta Bibik untuk mengambilkan air minum setelah asisten rumah tangga yang mengambilkan segelas air putih jernih itu lalu ia kasihkan pada Celine, tapi belum ia meminum dering ponsel tiba-tiba terdengar dalam genggaman tangan Celine.
"Tunggu dulu bik aku angkat dulu telfonnya!"
"Baiklah yahh sedikit aja dia akan berhasil meminumnya?"batinnya.
" Ternyata dokter Rasyel?" gumamnya. " Iya ada apa dokter kenapa kamu meneleponku?"tanyanya.
"Celine apa maksud km tiba-tiba pergi dari sini? Apa yang sebenarnya terjadi ayo katakan kamu tidak lagi menyembunyikan sesuatu dariku kan?"
"Apa yang kau katakan aku tidak kenapa-kenapa lagian keadaan aku juga udah membaik. Alasan aku pergi dari rumah sakit karena aku agak takut jika aku akan dibuat koma seperti dulu jadi aku putuskan untuk pergi dari sana!"
"Baiklah karena aku sudah mengasih tau semua alasannya maaf aku tidak bisa lama-lama telponan sama kamu aku masih ada tugas yang harus aku kerjaan saat ini, jadi maaf aku tutup telfonnya sekarang dah.
"Maafkan aku Dokter Rasyel maafkan aku!"
"Nyonya ini airnya katanya nyonya tadi sedang haus ini.
"Maaf bik aku tidak haus sekarang aku mau masuk kekamar aja permisi!"
"Baiklah Nyonya ya rencana ku kali ini gagal ya sudahlah nanti aku akan berusaha lagi!"batinnya dengan rasa kesal.
Dan setelah masuk kedalam kamar Celine merasa sakit lagi.
"Kenapa ini? Kenapa sekarang ginjal ku sering sakit? Apa yang harus aku lakukan sekarang obat? Dimana obatku?"
__ADS_1
Sudah payah ia mencari keberadaan obat yang dimana ia menaruhnya. Dan setelah beberapa menit sibuk mencari obat itu ia akhirnya menemukan obat tersebut. Mengambil beberapa kapsul lalu ia meminumnya.
Dan tak berapa lama setelah ia meminum obat itu rasa sakitnya mulai mereda, disisi lain Rasyel yang masih memikirkan akan kondisi Celine yang menurutnya ada yang kurang tidak beres, ia yang berada dalam ruangan kerjanya salah satu Suster menghampirinya.
"Iya Sus kenapa apa ada yang bisa saya bantu!"
"Ini dok saya cuma mau menyampaikan hasil lab kemaren yang dokter minta pasien yang bernama Celine?"
"Oh iya Sus terima kasih!"
"Sama-sama dok mari saya tinggal dulu!"
"Iya silahkan iya aku sampai lupa sama hasil ini,ya sudah aku baca dulu sekarang
Dia pun membuka dan juga membaca hasil tersebut. Setelah membacanya betapa kagetnya dia lihat hasil dari pemeriksaan keseluruhan tersebut. Kakinya terasa lemas bahkan tubuhnya seketika melemah tak percaya akan adanya surat yang saat ini masih ada digenggaman tangannya.
"Apa gagal ginjal? Gak! Ini tidak mungkin pasti ini telah tertukar dengan hasil pasien lain aku harus bertanya!"
"Suster tunggu! Aku mau tanya apa benar kalau ini hasil lab wanita kemaren yang aku minta?"
"Iya memang benar dok, itu hasil lab dari pasien yang kemaren kenapa dok apa telah terjadi sesuatu?"
"Tidak! Tidak apa-apa ya sudah terima kasih!"
"Apa jadi ini beneran? Jadi ini yang dia sembunyikan dariku? Aku harus menemuinya sekarang juga!"
BERSAMBUNG.
__ADS_1