
Dalam perjalanannya yang sedang menuju kerumah sakit dimana ia bekerja, wajah sedihnya tampak jelas jika seseorang yang berada di kursi penumpang terlihat banyak pikiran yang menyerangnya. Sang supir dari taksi itu sendiri tak mampu banyak bicara dirinya sesekali hanya melihat dan memperhatikannya.
"Apa seseorang sepertiku memang sangatlah sulit untuk bisa bahagia? Aku baru saja merasakan bahagia setelah berhasil menikahi dengan wanita yang sangat aku sayangi, tapi kenapa belum rasa bahagia sepenuhnya aku rasakan bersamanya, lagi-lagi aku harus mendapatkan musibah ini? Kenapa juga orang-orang mudah sekali terprovokasi hanya dengan satu foto?"batinnya yang tak henti-hentinya mengalihkan kesedihannya.
Ditengah-tengah perjalanan ada sebuah kejadian besar yang terjadi dengan sangat tiba-tiba. Setelah adanya sebuah truk yang mengangkut pasir yang diduga remnya blong yang tanpa sengaja telah menabrak sebuah Mobil hitam yang akhirnya mobil tersebut pun terpelanting kesamping dan terguling setelah menabrak pembatas jalan.
Kejadian tersebut yang tepat terjadi dihadapan Rasyel membuat dirinya yang mengendarai Mobil yang ditumpangi pun berhenti secara tiba-tiba.
"Astaga!"
Matanya seketika terbelalak kaget melihat kejadian kecelakaan yang terlintas langsung didepan matanya. Dirinya tanpa berkata ia pun bergegas keluar dari dalam mobil dan menghampiri lokasi kejadian.
Menghampiri lokasi tempat kejadian dan mendapati mobil yang sudah dalam keadaan terguling dengan korban yang dalam keadaan terjepit dan jatuh pingsan disalah satu pintu mobil. Dirinya dengan beraninya ia langsung menarik tubuh Wanita itu bersamaan bantuan seseorang yang ikut datang membantunya, tarikan yang mereka lakukan pun berhasil menggeluarkan tubuh korban yang dalam keadaan terperangkap tersebut.
Sesaat mereka berhasil menggeluarkan korban, mobil hitam tersebut pun seketika meledak.
"Alhamdulillah hampir saja Korban ini meninggal kalau tidak segera kita menolongnya tadi."
"Pak bisa bantu saya untuk mengangkat korban ini pinggir jalan sana?"
"Baik mas saya akan mengangkatnya."
"Makasih Pak."
Melarikannya dan membawanya kepinggir jalan Rasyel pun lantas langsung memeriksa kondisi detak jantung korban tersebut.
"Apa yang anda lakukan?"
"Saya kebetulan seorang Dokter, saya hanya ingin memastikan apa korban itu tidak mengalami luka dalam?"
"Baik Dok kalau gitu!"
"Gimana Dok. Apa Korban masih bernafas dengan sempurna?"tanya pria itu.
__ADS_1
"Korban masih bernafas sedikit-sedikit dan detak jantungnya juga berjalan kurang normal tapi Korban kesusahan untuk bisa bernafas , jadi kenapa korban bisa sampai kesulitan bernafas padahal ia terlihat sangat baik-baik saja, hanya keningnya saja yang terluka bahkan tidak darah yang keluar pun?"gumamnya yang merasa terheran sendiri.
Rasyel yang memeriksanya kembali, ia pun dibuat terkejut setelah mengecek di bagian dekat organ jantung Korban yang ada bercak warna merah dan hawa kulit yang terasa panas atau hangat maka tidak salah lagi jika korban menggalami pembengkakan di bagian tersebut.
Bahkan akibatnya tubuh pasien mulai berwarna kebiruan setelah adanya penggumpalan darah yang tidak bisa bekerja dengan secara normal dan mengakibatkan pembengkakan itu pun terjadi.
"Sial Korban menggalami pembengkakan dan penggumpalan darah, jika masalah ini tidak segera ditangani Korban akan meninggal? Maaf kalau boleh tahu jarak kesini menuju Kerumah sakit yang jaraknya lumayan dekat membutuhkan waktu berapa jam pak?"
"Kalau yang saya tahu dari sini tidak ada Rumah sakit dekat? Jika pun ada itu masih membutuhkan jarak dan waktu sekitar 2 jam'an, tapi yang jadi masalah jakarta rawan macet apa itu akan mampu menyelematkan keadaannya?"
"Waktu sedikit itu tidak akan mampu! Jadi itu artinya kita tidak ada waktu lagi. Dan yang perlu kita lakukan sekarang, kita perlu melakukan tindakan operasi darurat sekarang juga?"
"Operasi darurat, di jalanan yang rame ini Dok?"tanya pria itu yang tidak percaya.
"Iya Pak karena kita tidak ada waktu lagi, semakin lama korban tidak ditangani dengan langsung, maka taruhannya nyawa Korban sendiri yang tidak akan selamat karena terjadi pembengkakan di bagian perut korban yang nantinya akan menjalar kebagian organ dalam yang lainnya dan itu jika tidak segera ditangani pembengkakan itu akan sangatlah berakibat fatal, jadi bapak bersedia kan membantu saya menjalankan operasi ini. Sekarang aku minta tolong ambilkan beberapa alat medis yang aku taruh dikotak darurat yang berada kursi belakang?" pinta Rasyel yang kemudian supir dari takdir itu pun bergegas langsung mengambilnya.
"Ini Dok!"
"Makasih pak!"
"Kalian jika tidak inggin melihat pemandangan yang langkah seperti ini, maka kalian boleh menutup kedua mata kalian."
"Ba...baik Dok!"
"Ini adalah tindakan pertama kalinya bagiku melakukan tindakan operasi darurat seperti ini. Dan tidak ada cara lain lagi jika aku tidak segera melakukan tindakan nekat ini maka taruhan pertama adalah nyawa dari korban itu sendiri. Tuhan bantu aku menyelesaikan niatku untuk menolong nyawa pasien ini, apa pun resikonya nanti aku sudah berpasrah menerima resiko besar yang akan aku hadapi nanti, jadi hamba mohon tolong bantu hamba..bantu hamba,"batinnya yang kemudian ia pun memulainya.
Dengan langkah berhati-hati dan semua perasaan yang tiba-tiba menyerangnya, Rasyel pun berusaha sekuat tenaga dan tetap tenang agar ia berhasil menjalankan operasi ini. Langkah pertama setelah ia memasang infus dan menyuntikkan obat bius sekaligus menyiram alcohol itu pada luka itu. Rasyel pun meminta bantuan pada salah satu seseorang.
"Pak bisakah saya meminta tolong pada bapak, tolong pegang infus ini?"
"Baik Dok!"
"Bismillahirrahmanirrahim."
__ADS_1
Dengan langkah berhati-hati akhirnya Rasyel pun mulai melakukan pembedahan awal pada bagian titik setelah awal pertama ia tadi yang menyoret titik tersebut. Setelah berhasil merobeknya dengan menggunakan pisau bedah kecil yang terlebih dulu ia siramkan alcohol tadi.
Darah merah segar pun mengalir dengan sangat deras dari bagian pembedahan tersebut. Dan orang-orang yang pada melihatnya mereka pun tidak berani untuk melihat pemandangan yang sangat langka terjadi seperti ini, dimana ada tindakan operasi yang dilakukan di jalanan umum. Dan ramai banyak orang. Ponsel dari banyaknya orang yang melihat langsung kejadian ini tak luput untuk mereka menvideokannya.
Selama satu jam tindakan operasi darurat ini berjalan dengan sangat sempurna dan korban pun akhirnya bisa bernafas kembali.
Dan kemudian Mobil Ambulance pun datang.
"Alhamdulillah Korban bisa bernafas?"
"Apa yang terjadi ini?"tanya petugas Ambulance yang sekejap datang.
"Bukan saatnya untuk bertanya, sekarang cepat larikan Korban ke Rumah sakit, aku akan ikut mendampingi korban ini. Karena aku orang yang sudah nekat menggambil tindakan operasi ini, jadi apapun yang terjadi, resikonya aku sudah menerimanya!"
"Baiklah cepat tunggu apa lagi masukkan korban ke mobil Ambulans!"
Korban yang dimasukkannya kedalam mobil putih itu, Rasyel lantas ikut masuk untuk memeriksa lanjutan dari kondisi korban yang barusan ia bedah.
Melakukan pemeriksaan lanjutan Rasyel beserta Dokter lain yang ikut membantu, keduanya bertatapan satu sama lain, melakukan pemeriksaan yang hasilnya mulai membaik dari kondisi pasien yang barusan ia tangani wajah cerita Rasyel kembali terlihat nampak bahagia tindakannya kembali membuahkan hasil.
"Selamat Dok! Selamat berkat anda kondisi pasien ini kembali pulih seperti sedia kala. Aku sendiri tidak bisa bayangkan jika Dokter Rasyel tidak memberikan penangangan itu langsung, tidak tau apa yang akan terjadi pada pasien ini sekali lagi terima kasih atas perjuanganmu!"
"Iya sama-sama Dok, ini sudah jadi tanggung jawabku sebagai dokter untuk menyelamatkan nyawa pasien, dia juga pasienku jadi sudah seharusnya aku menyelamatkannya?"
"Terus dengan keadaan Istrimu sendiri apa kamu masih percaya jika keajaiban akan berpihak pada hubungan kalian? Ingatlah seseorang tidak akan mungkin sembuh jika tanpa adanya mukjizat dari Tuhan, sedangkan istri anda? Jika istri anda mendapatkan salah satu mukjizat itu harusnya dia mendapatkannya sekarang?"
"Aku percaya Tuhan akan selalu mendengar akan doaku, jika kali ini Tuhan belum mendengarkannya masih ada besok, lusa, bulan bahkan tahun-tahun berikutnya, jadi seperti doa yang aku panjatkan setiap harinya aku yakin Tuhan suatu saat nanti pasti akan mendengarnya aku yakin?"
"Aku sangat kagum akan kesabaran yang Dokter rasakan selama ini? Dokter masih sangatlah muda, karir Dokter juga masih sangatlah lama untuk anda kejar jadi semangat dan tetap gencarlah untuk berdoa aku yakin Tuhan akan mengabulkan permintaan dari seorang baik hati, tulus seperti anda aku yakin tetap semangatlah!"
"Iya Dokter sekali lagi terima kasih! Terima kasih!"
"Iya sama-sama Dok, ya sudah saya pamit tingal dulu!"
__ADS_1
"Baik Dok!"
BERSAMBUNG.