
Disisi lain sehabis Rasyel berziarah ke makam Ayahnya dan sehabis ia mengantar Mamanya pulang dalam perjalannya pulang wajah murungnya tak henti-hentinya terpancarkan dari raut wajahnya, mendapatkan kabar jika perusahaan Celine ikut terancam semakin menambah bebannya untuk ia pikirkan.
Berjalan kaki penuh dengan banyak pikiran pandangannya dikejutkan setelah dirinya tak sengaja melihat seseorang yang telah tergeletak.
Melihat banyaknya darah membuat wajah paniknya semakin tak terkendali.
"Astaga apa yang terjadi?"
Menatap seseorang itu, dirinya terkejut setelah sadar jika Pria inilah yang waktu itu sudah menjebaknya bahkan sampai membuat orang yang sangat disayanginya dalam kondisi hidup dan mati.
"Anda? Anda seseorang yang kemaren yang telah menjebak ku bersama istriku kan?"
"Saya tau anda masih mengingat jelas siapa saya? Bahkan bisa dibilang anda mungkin tidak akan mungkin memaafkan saya, namun kali ini saja aku mohon! Aku mohon selamatkan saya! Selamatkan saya!"
"Setelah anda sekarat seperti ini anda baru sadar atas kesalahan anda! Hanya pria bodoh lah yang akan menolongmu apa anda sadar gara-gara anda menjebak aku dan juga Istriku kemaren apa anda tau apa yang terjadi pada istriku sekarang ini? Dia koma! Dan itu semua gara-gara anda paham! Jadi sudahlah m4ti saja kau jika kau m4ti itu akan sangat membahagiakan buatku!"
"Aku mohon selamatkan aku! Aku mohon selamatkan aku!"
Tak tahan orang itu terus saja meringis kesakitan bersamaan dengan banyaknya darah yang keluar membuatnya tak tega untuk meninggalkannya seorang diri. Segera ia merangkulnya dan memasukkan kedalam mobil milik pria itu. Tak membutuhkan waktu lama keduanya yang hanya membutuhkan waktu 10 menit dan keduanya telah sampai dikediaman Rasyel.
"Apa yang kau lakukan kenapa kau malah membawaku kerumah? Ini rumah siapa?"
"Aku Dokter, jalan ini sangatlah macet kalau pun Ambulans datang kesini mungkin andalah yang terlebih dulu akan m4ti jadi diam biar aku yang menangani mu!"
"Tunggu! Anda Dokter jdi maksud anda? Anda ingin menjahit lukaku tanpa adanya tenaga medis seperti di rumah sakit!"
"Janganlah lebay! Lukamu tidak terlalu parah ini hanya luka kecil jadi diam-lah paham!"
"Sekarang apa yang ingin kamu lakukan?"
"Terlebih dulu aku harus menjahit mulutmu agar kau tidak banyak bicara paham!"
Mulai melakukan tindakan heroiknya, dirinya mulai membersihkan luka itu dengan mengunakan alcohol, ketika alcohol itu berpadu pada luka jeritannya seketika menjadi, mulutnya tak henti berkata bahkan sebutan kasar tak lupa Samuel ucapkan hingga membuat Rasyel merasa geram tak segan-segan ia menyumpal mulut Samuel dengan kasa.
"Astaga kau ini laki-laki perkasa apa banci! Bisa gak sih kamu itu jangan mengumpat? Mulutnya bau jengkol jika sekali anda berani mengumpat ku ataupun berteriak kencang aku akan memukulmu paham!"
"Ini sakit! Apa anda juga tidak akan merasakan sakit jika luka dijahit tanpa adanya obat penenang!"
__ADS_1
Kembali melanjutkan tindakannya tanpa mendengarkan omongan pria itu, dirinya kembali melanjutkan sampai ditahap pengambilan kedua misi tembakan itu didalam luka tersebut lagi-lagi suara kasar sekaligus suara umpatan pria itu layangkan secara spontan, tak tahan lagi Rasyel yang dengan sigap ia langsung memukulnya sampai-sampai seseorang itu pun tidak sadarkan diri.
"Baguslah setidaknya cara ini lebih ampuh ketimbang pakai obat bius? Lagian siapa yang suruh terus mengumpat ku jadi tau kan sekarang?"
Melihat darahnya yang rendah akibat tusukan itu, mengetes golongan darah yang kebetulan sama seperti dirinya tanpa berfikir atau pun mengingat bayang-bayang kejadian itu ia putuskan untuk mendonorkan darahnya setidaknya cara ini mampu untuk menyelamatkannya.
Dalam tahap pengaliran darah yang mengalir ke sisi tangan Samuel kesadarannya mulai terlihat, kedua matanya mulai terbuka dan melihat lelaki tampan yang masih siapa disamping pria itu.
"Kau sudah bangun syukurlah!"
"Apa yang terjadi denganku? Lukaku apa lukaku sudah membaik?"
"Jangan bergerak darahku sedang dalam tahap pengaliran ke tubuhmu jadi diam-lah!"
"Kau mendonorkan darahmu?"
"Seperti yang kau lihat!"balasnya tanpa banyak bicara.
"Kamu sungguh-sungguh melakukan ini? Kamu tidak ingat kejahatan apa yang sudah aku perbuat? Bahkan kalau bukan karena aku, mungkin Istrimu kondisinya tidak akan menjadi seperti ini tapi kenapa? Kenapa kamu masih punya rasa baik hati sampai-sampai mau mendonorkan darahmu untukku? Kalau pun kamu bisa, kamu juga bisa meninggalkan aku bahkan jika perlu anda biarkan saja aku tanpa memperdulikan kondisiku ini dan mungkin dengan sendirinya aku akan mati namun kenapa? Kenapa kamu masih kepikiran untuk menolongku?"
"Aku sadar ternyata aku salah menolong seseorang? Jika aku tidak menuruti permintaan wanita itu mungkin aku tidak akan menjadi manusia sejahat ini?"
"Wanita? Oh iya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan apa benar wanita yang menyuruh mu itu dia namanya Monika?"
"Anda tidak perlu menjelaskannya memang benar wanita itu yang aku bantu, entah aku yang bodoh atau apa tapi jujur aku sedikit nyesel membantunya?"
"Sekarang pertanyaanku apa anda tau dimana keberadaan dari wanita itu? Dia buronan yang masih jadi incaran Polisi, bahkan sebelum dia tertangkap aku tidak akan bisa tenang karena dia bisa jadi ancaman untukku dan juga Istriku, ingatlah anda sungguh sangatlah salah telah menolongnya, aku tidak tau alasan apa yang ia berikan ke-anda sampai-sampai anda dengan mudahnya mau membantunya, namun satu hal yang harus anda tau dia wanita jahat yang tidak pernah anda pikirkan bahkan dia juga orang yang telah membunuh Ayah angkatnya bahkan dia juga yang telah beberapa kali berencana melenyapkan Adik angkatnya jadi anda harus sadar dia Wanita jahat?"
"Saya tau! Bahkan lukaku terjadi juga karena dia! Sekarang aku tidak ingin lagi menolong wanita itu jadi ini ijinkan aku untuk membantu anda untuk menangkapnya aku mohon!"
"Anda sungguh serius dengan perkataan anda tadi?"
"Iya aku serius! Bahkan bila perlu aku juga bersedia mendonorkan satu ginjalku untuk istrimu anggap saja ini sebagai balasan rasa terima kasihku, anda bersedia?"
"Aku tidak akan menyangka jika kesempatan ini akan mampu membuat keadaan lebih baik, aku sangat berterima kasih jika anda sungguh bersedia mendonorkan ginjal anda sekali lagi terima kasih! Terima kasih!"
"Harusnya saya yang berterima kasih pada anda, kalau bukan anda yang menolongku dan memberikan pertolongan ini mungkin aku tidak akan bisa berbicara pada anda, inilah kebaikan anda jadi sudah seharusnya aku membalasnya jadi cepat lakukan pencangkokan!"
__ADS_1
"Baiklah aku akan menghubungi pihak sana!"
Bersedia mendonorkan ginjalnya malam tiba keduanya telah berada dalam ruangan yang sama, dengan cahaya yang sunyi tanpa adanya banyak penerangan.
Keduanya telah mendapatkan obat bius dalam tubuhnya, lalu satu persatu kulit bagian ginjal keduanya dalam masa perobekan, darah seketika keluar dengan derasnya ketika kulit mulus itu mulai bersentuhan dengan benda tajam tersebut.
Seseorang diluar terlihat mondar-mandir perasaan panik, kecemasan berpadu dalam satu, dirinya tak bisa berhenti cemas ketika sang Istri dan juga si Pendonor yang masih berada didalam ruangan tersebut.
Beberapa jam operasi berlangsung, kini para Dokter bergegas keluar, Rasyel yang melihat pintu terbuka dirinya langsung menghampiri Dokter tersebut.
"Gimana Dok apa semuanya baik-baik saja! Istri dan juga Pria itu mereka baik-baik saja kan? Operasi pencangkokan berjalan sesuai rencana kan?"
"Alhamdulillah operasi telah berjalan sangat lancar, keduanya telah dipindahkan keruangan rawat masing-masing namun ..."
"Namun apa Dok? Tidak ada masalah serius yang terjadi kan?"
"Saya harus mengatakan ini Dok?"
"Sebenarnya ada apa Dok? Setelah kedua ginjal Istriku mendapatkan pendonor dari orang lain apa kondisinya tidak akan membaik? Seperti yang anda katakan sebelumnya kondisinya akan kembali membaik jika kedua ginjalnya yang rusak akan mendapatkan pendonor pengganti kan?"
"Memang awalnya saya sempat berkata seperti itu namun itu dulu?"
"Maksud Dokter?"
"Gejala awal yang Istri anda derita memang hanya kerusakan ginjal, namun siapa sangka sel-sel kankernya dengan cepat telah menjalar kebagian yang lain dan mungkin kesadarannya yang sampai saat ini tak kunjung sadar telah berhasil sampai dibagian otak dan sarafnya dan hal inilah yang membuatku takut, kebanyakan seseorang jika penyakitnya sudah menjalar akan sangat sulit untuk disembuhkan, berbagai cara alternatif pun rasanya sudah tidak bisa di harapkan lagi? Mungkin sekarang saatnya anda untuk menyerah dia telah kalah Dok! Dia telah kalah jadi saya rasa perjuangan Dokter akan percuma!"
" Tidak! Tidak ada kekalahan dalam hal ini, setiap orang punya kesempatan untuk hidup, belum lagi penyakit yang diderita istriku terbilang buatan! Jadi aku rasa penyakit ini tidak akan seganas penyakit yang lainnya, dia akan tetap hidup! Istriku akan tetap hidup dan akan tetap mendengar kata hati suaminya aku yakin! Aku sangat yakin?"
"Kenapa Dok? Kenapa sulit bagi anda untuk melepaskannya kenapa? Baiklah terserah Dokter jika Dokter masih bersikeras! Saya harus pergi cepat panggil saya jika ada apa-apa!"
"Baik Dok sekali lagi terima kasih! Terima kasih!"
"Sama-sama Dok, tetap sabar saya balik dulu!"
"Baik Dok!"
BERSAMBUNG.
__ADS_1