
Segerombolan orang berjalan berbaris membentuk dua barisan satu ke hulu dan satu ke hilir di tengah derasnya hujan yang menimpa seluruh kota Bangka Hulu. Orang-orang ini terlihat berjalan tanpa menggunakan payung atau pun jas hujan namun tidak ada satu dari mereka yang terlihat kebasahan.
Setiap orang memakai baju yang berbeda, sepatu yang berbeda, aksesoris yang juga berbeda beda hanya satu kesamaan dari segerombolan yang hilir mudik ini mereka semua menggenggam sebuah tongkat kecil sebesar telunjuk berbentuk seperti tangkai sebuah payung hujan di tangan kanan mereka.
Jika dilihat dengan sangat hati-hati terlihat bahwa setiap dari mereka diselubungi oleh sebuah gelembung yang menyesuaikan dengan bentuk dan kontur tubuh mereka. Gelembung ini melindungi mereka dari air yang ada di sekitar untuk membuat mereka tetap kering.
Ini adalah abad ke 31 tepatnya tahun 3155 Masehi dimana kehidupan manusia telah mencapai batasnya nya. Bumi telah kekeringan Bahan Bakar Fosil pada tahun 2035 lima tahun lebih lama dari yang telah diperkirakan oleh manusia saat itu. Banyak Negara yang mengalami krisis ekonomi saat setelah Bahan Bakar Fosil dinyatakan punah.
Dan manusia sebenarnya belum siap dengan sumber energi alternatif lain untuk menggantikan Bahan Bakar Fosil, sekalipun ada enegi itu sangat sulit untuk dikatakan mengalahkan kepamoran Bahan Bakar Fosil yang telah digunakan manusia berabad-abad.
Belum selesai dengan masalah energi manusia telah mengalami sebuah bencana besar. Manusia terserang sebuah virus yang bermula di wilayah Asia pada tahun 2019 kemudian menyebar luas dengan cepat ke seluruh dunia. Bencana tersebut adalah sebuah virus bernama Covid-19.
Virus ini awalnya tidak terlalu di perhatikan baru setelah memakan banyak korban jiwa manusia bertindak untuk menanggulanginya tetapi itu sudah terlambat penyebaran virus terlalu ganas kemampuan manusia saat itu tidak mampu menandinginya.
Saat dalam kebuntuan yang panjang semua negara adi daya saat itu saling salah menyalahkan dan pada akhirnya yang menjadi pemicu perang dingin yang melibatkan banyak pihak.
Tahun-tahun berlalu dunia akhirnya mengetahui bahwa Covid-19 adalah sejenis Virus yang muncul dari bumi paling utara yang talah terkubur puluhan juta tahun sebelum manusia ada.
Melalui penelitian yang panjang dan bertahun tahun secara bersama-sama manusia berhasil menemukan sebuah cara yang dapat melawannya. jika saja obat tidak di temukan saat itu bahaya Kepunahan ras manusia sudah ada di depan mata karena saat obat di temukan populasi manusia telah menurun drastis hingga di pangkas lebih dari setengahnya sejak Virus di temukan.
Belum lama berakhir bencana virus yang melanda dunia berakhir manusia kembali menerima sebuah bencana dimana iklim menjadi sangat extreme menjadikan dunia hampir di penuhi oleh es hanya beberapa wilayah di Afrika yang tidak terkena dampak sementara wilayah lain ditutupi oleh es tebal yang kembali merenggut populasi manusia hingga kurang dari lima ratus juta penduduk tersisa di seluruh dunia yang tersisa.
Merasakan bencana ini manusia makin sadar perlu untuk menjaga Bumi mereka dan juga Menghargai perbedaan satu dengan yang lain puncaknya pada abad ke 27 manusia akhirnya membentuk satu kesatuan untuk menyatukan dunia dalam satu negara yang disebut sebagai BUMI.
Sekarang kehidupan manusia telah mencapai puncaknya mereka tidak hanya lagi tinggal di daratan. Banyak dari mereka membentuk koloni di luar angkasa dengan membuat pemukiman di bulan dan sekitar orbit Bumi bahkan telah mencapai mars dengan puluhan juta koloni di sana. Pada abad ke 20 jumlah manusia mencapai 4 miliyar lebih dan sekarang sudah mencapai 3 kalinya dari saat itu dengan mencapai 12 miliyar jiwa.
Sekarang manusia lebih banyak membangun gedung tinggi yang berukuran raksasa seperti gunung di satu untuk di tinggali dan membiarkan lebih wilayah untuk menjadi cagar alam dengan perlindungan yang sangat ketat. Dengan cara ini manusia berharap bumi bisa bersahabat dengan mereka dan bencana yang sudah terjadi tidak lagi terulang.
Selain di daratan dan luar angkasa manusia juga membangun koloni di daerah lautan yang telah di tentukan oleh pemerintah. Di wilayah lautan jumlah populasi manusia adalah yang paling besar ini karena di wilayah tersebut memiliki pemukiman jauh lebih nyaman dari pada di daratan dengan harga tanah yang juga relatif lebih murah dari pada di daratan maupun di luar angkasa.
__ADS_1
Hujan makin deras lalu lalang orang tidak berkurang sedikitpun di sebuah sudut terlihat seorang pria yang berdiri menatap Televisi yang menampilkan narasi sejarah koloni manusia.
Di mata pria itu tidak terlihat sebuah kebanggan sedikit pun ketika mendengar narasi yang di sampaikan oleh pembawa acara di Televisi yang ia tonton.
Pria itu terlihat memakai jas hujan tua warna hitam dengan penuh jahitan di setiap sudut pakaiannya serta kain-kain untuk menambal lubang lubang besar di pakaiannya. sementara itu di sekitarnya banyak orang yang lalu lalang memandangnya dan juga menghindarinya.
‘’Narasi yang baik..’’ puji pria itu melihat ke Televisi besar yang dalam ruangan kaca di depannya.
Pria ini memiliki tinggi 2 meter ia terbilang sangat tinggi dan mencolok dari kebanyakan orang-orang di sekitanya yang berjalan melihat dan juga menghindarinya.
Pria ini tidak peduli dengan tatapan orang pada penampilannya yang seperti pengemis. Sekilas cahaya yang lemah dari lampu yang ada dari dalam ruangan tiba-tiba melewati wajahnya.
Seketika itu orang-orang melihat wajahnya dan menjadi terkejut kemudian menghindarinya lebih jauh beberapa bahkan menutup mulut dan hidungnya kemudian berlari.
Wajah pria itu begitu buruk rupa, hidung dan Bibirnya hancur seperti Zombie di film-film. Tetapi Pria ini tidak peduli dengan mereka semua yang kemudian berbalik meninggalkan tempat dimana sekarang ia berada.
Dalam sebuah gang gelap langkah pria itu yang tegas, lebar dan cepat namun tidak ada suara yang terdengar dari setiap langkahnya bahkan genangan air tidak beriak saat ia menginjaknya disisi lain matanya hanya fokus ke depan seperti binatang buas di alam liar yang mengejar mangsanya.
Sampah didepannya berserakan dan beberapa menumpuk seperti gunung tinggi. Pria ini langsung melangkahinya satu demi satu tumpukan sampah yang menghalanginya tanpa ada empati dimatanya. Seperti akan lupa dengan narasi yang beberapa saat lalu Ia tonton.
Setelah berjalan melalui lorong panjang yang sepi dan kotor ia sekarang berdiri di sebuah pintu besi sambil memegang gagang pintu kemudian memutarnya dan mendorongnya.
Saat pintu dibuka terlihat seorang wanita cantik sedang membersihkan ruangan dengan sapu tua di tangannya. Melihat wanita itu matanya yang ganas seperti binatang buas berubah 180 derajat menjadi penuh kasih sayang.
‘’sayang… sebelum tidur makan dulu’’ suara wanita cantik berambut perak digerai yang panjangnya sampai ke area bawah pinggang memegang sapu tua terdengar penuh kasih.
‘’ya bu aku akan makan nanti.. oh ya apa paman Martin kemari?’’ tanyanya pada wanita cantik yang ia sebut sebagai Ibu.
‘’ya.. dia menitipkan sebuah kardus pada ibu, katanya itu sangat penting jadi ibu letakkan di kamarmu’’ kata wanita yang ia sebut sebagi ibu.
__ADS_1
‘’haha… terima kasih.. aku sayang Ibu’’ Pria itu mencium pipi Ibunya dan pergi ke arah sebuah kamar tapi ketika ia akan berjalan lebih jauh ibunya menarik tangannya menahannya yang besar dengan erat.
‘’Lepaskan dulu jas hujan milikmu, jangan buat ibu membersihkan area sana dua kali’’ mata ibunya menjadi ganas seperti ibu-ibu pada umumnya.
‘’ah… maaf bu ’’ Pria itu melepas penutup kepalanya dan terlihat bahwa ia tidak memiliki rambut dengan kulit kepalnya rusak. perlahan ia kemudian melepas jas hujannya sehingga terlihat bagian lengannya yang tidak kalah rusak dengan bagian lainnya yang terlihat.
Pria ini bernama Lara Hermund ia adalah anak dari Jhon Hermund dan Michel Springfield. Lara meletakkan baju hujannya ke tangan Ibunya dan langsung berlari ke kamar dengan kencang.
Ibunya Michel hanya geleng-geleng melihat tingkah anaknya dan kembali membersihkan ruangan. Beberapa saat berlalu Lara yang sudah di kamarnya segera melepas bajunya naik ke kasur tua yang tampak hangat dan bersih sambil membawa kardus besar yang ada di meja belajar di samping lemarinya.
‘’hoho.. ini dia.. akhirnya datang yang aku tunggu-tunggu… lihat saja aku kan menjadi gamer terkenal dan semua wanita akan berteriak padaku..’’ Lara mengangkat sebuah benda seperti sebuah Helm dengan tulisan GTX 5.0 yang tampak tidak lagi baru.
Yang di pegang Lara sekarang adalah sebuah peralatan Virtual Reality yang menjadi populer sejak lama bahkan sebelum ia lahir. Di dunia sekarang hampir setiap orang memiliki peralatan Virtual reality.
Penggunaan Virtual Reality tidak lagi sederhana seperti hanya untuk bermain game VRMMORPG yang terus menjadi populer sejak pertama peralatan Virtual Reality di perkenalkan.
Sekarang Virtual Reality telah memiliki banyak fungsi di antaranya untuk pengiklanan dan bahkan untuk bekerja, ada banyak perusaahan yang berdiri di dunia Virtual ini.
Bukan karena mereka tidak ingin membuka kantor di dunia nyata tapi untuk membangun usaha di dunia nyata akan menelan biaya yang sangat besar. pemerintah menerapkan aturan yang lebih ketat terkait pembangunan usaha di dunia nyata yang membuat pengurusannya sangat sulit.
Selain itu pajak yang di terapkan pada usaha yang berada di dunia nyata juga sangat tinggi, itulah mengapa perusaahan begitu melimpah di dunia Virtual bahkan mendirikan gedung gedung tinggi di dunia yang mirip dengan Bumi yang disebut dengan Second Earth.
Lara telah memiliki akun Virtualnya yang terhubung dengan data kependudukannya yang telah terdaftar. Setiap orang tidak bisa memiliki lebih dari satu akun Virtual kecuali mereka dapat memanipulasi data kependudukan dan membuat data kependudukan palsu.
Melihat helm Virtualnya Lara begitu senang ia tidak sabar untuk mencobanya. Michel mendengar suara Lara dari luar ia tampak tersenyum dan senang dengan kebisingan yang dibuat Lara yang kemudian berganti dengan keheningan dimana lara telah memakai Helm Virtual tidur di kasur tuanya yang hangat dengan mata terpejam.
Lara melihat cahaya putih mulai kabur ia sekarang ia berdiri dalam sebuah ruangan kecil dengan hanya berisi 1 tempat tidur dan lemari serta meja belajar di sampingnya.
Ruangan ini hanya berukuran 3x3 meter hampir seukuran kamarnya sendiri. Ruangan ini di sebut Lobby, raungan ini adalah ruangan pribadi yang terhubung dengan dunia yang luas seperti bumi yakni Second Earth.
__ADS_1
Lara tidak peduli dengan ruangannya ia hanya melihat ke kaca di lemari dan menemukan wajahnya tidak berubah sama sekali. Wajahnya terlihat mengerikan dengan tubuhnya yang besar dan tinggi membuatnya terlihat semakin mengerikan. Lara bisa saja meminta agar avatarnya di rubah. namun, entah mengapa ia tidak ingin melakukannya.