Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 46 Arc Dark Eye : Pertengkaran Igaram dan Anggelia


__ADS_3

Lara merebahkan tubuhnya di tempat tidur, ia telah menghidupkan semua lampu sihir yang ada sesaat setelah masuk kedalam kamar. Tidak ada yang banyak berubah di kamar tersebut setelah ia pergi. Lara terlelap setelah beberapa sat memejamkan matanya.


Setelah Beberapa Jam berlalu Lara akhirnya membuka matanya dan berniat untuk offline sesaat ia beranjak dari tempat tidurnya. Lara bingung sebenarnya apa yang telah terjadi karena sekarang ia tidak bisa mengeluarkan menu ataupun memeriksa inventorinya sendiri. Karena tidak ada yang bisa ia lakukan, Lara memutuskan untuk keluar dari kamar.


Ketika Ia membuka pintu, ia sekali lagi terkejut karena ia tidak merasa berada ditempat yang sama terkejut. ketika Lara berbalik ia menemukan pintu kamar di belakang hilang di gantikan dengan lorong panjang. Lara berbalik, kemudian maju ke depan dengan perlahan, setelah cukup lama berjalan Lara tidak menemukan apapun sepertinya ia berjalan dalam lorong yang panjang.


Selain itu Lara menemukan bahwa terdapat tanda-tanda di setiap pintu yang ia lewati. Lara tidak tau pintu-pintu apa itu, tapi kemudian setelah beberapa lama ia menemukan tanda pintu yang sama. Lara melihat tanda lainnya ia segera sadar sebenarnya ia telah kembali lagi tanpa ia sadari. Karena hal ini Lara memberanikan diri untuk membuka salah satu pintu


Ketika pintu terbuka terlihat ada seorang pria paruh baya di dalamnya. ia sedang menulis di meja belajar, dari pakaiannya terlihat jelas ia adalah seorang pendeta dari pengikut Luna yang cukup berpengaruh.


Pendeta itu melihat ke arah pintu dan lara terkejut sesaat tapi kemudian ia menemukan arah pandangan pria itu bukan pada dirinya melainkan ke arah yang lain. Lara berbalik untuk melihat apa yang sebenarnya ia lihat dan menemukan seorang suster tepat di depannya berjalan menembus tubuh Lara seperti tidak ada apa-apa.


Ketika melihat lebih jelas, suster itu ternyata tidak memakai selembar kain pun di bagian bawah tubuhnya, suster itu sebenarnya setengah telanjang. lara membenci adegan yang terjadi setelah suster itu masuk dan segera menutup pintu dengan keras


Lara mencoba pintu lainnya, sekarang ia menemukan seorang seorang pendeta lain. kali ini pendeta itu duduk dengan terbatuk-batuk. Lara melihat tangannya ternyata yang keluar dari mulut pendeta itu bukanlah dahak melainkan darah. sekali lagi adegan di mana suster masuk kedalam ruangan.


Tapi kali ini adegan berbeda dari sebelumnya, suster itu hanya menuangkan teh pada pendeta paruh baya dari kuil Morgana tersebut. Tapi dengan posisi dan cara suster itu menuangkan tes jelas ia sedang mencoba menggoda Pendeta untuk membawanya naik ke ranjang. Melihat reaksi pendeta itu, lara cukup senang, ia benar-benar pendeta yang cukup baik. Dia tidak tergoda dengan penampilan suster yang cantik dan bahkan tidak ada jejak penghianatan di matanya. ia begitu teguh dan  terus menolak pikirannya terhadap godaan yang jelas ada didepannya sekarang.


Lara menutup pintu kemudian ia pindah ke pintu lain, kali ini lara terkejut dengan apa yang ia lihat. Karena sekarang yang ia lihat adalah Penerus Saint Igaram, guru pertamanya di Game. Walau pun ia terlihat muda garis wajahnya masih tidak berubah sehingga Lara dengan segera mengenalinya ketika melihatnya. Igaram tidak sendiri, ada seorang wanita yang bersamanya.

__ADS_1


lara melihat wanita bersama Igaram sesaat dan kemudian segera mengetahui siapa wanita itu dari percakapan yang ia dengar. Wanita yang sekarang dilihatnya adalah Saintes Anggelia Shooting Star, merupakan salah satu orang terkuat di benua yang kini hilang dan sangat Igaram cari. Lara menemukan sekarang Igaram dan Angelia saling bersitegang satu sama lain.


‘’tidak, kita tidak bisa membiarkan kebohongan ini berlanjut, kita harus mengatakan kebenaran. Itu memang pahit sekarang, tapi perlahan semua pasti akan mengerti. Igaram berbicara dengan suara keras


‘’Tidak bisa, kita tidak bisa membiarkan kebenaran bocor keluar, benua akan kacau jika itu terjadi. aku takut ini perangkap musuh untuk memecah belah kita’’ Bantah Anggelia pada Igaram


‘’Perangkap?… tidak… itu tidak mungkin, semua sangat jelas. Aku tahu dalam hati guru juga berkata sama’’ Igaram melawan balik perkataan Anggelia


‘’cukup Igaram, aku tetap pada pendirian ku untuk tidak akan mengatakannya’’ Anggelia memukul meja dengan keras hingga hancur


‘’ Maaf, jika itu keputusan guru. Maka, aku tidak bisa lagi bersama guru. Aku sudah muak dengan semua kebohongan ini’’ kata Igaram dengan jelas dan tegas menatap mata Anggelia


‘’aku tidak akan membiarkanmu melakukannya’’ Anggelia maju selangkah hingga membuat wajah Igaram dan Anggelia hampir bersentuhan. Mata Anggelia sangat  tegas mengatakan untuk menghentikan Igaram melakukan rencananya dan disisi lain Igaram segera berbalik sesaat setelah menatap mata Anggelia.


‘’itu berbeda,… ini tidak sama, Igaram cobalah mengerti. Saat ini waktunya belum tepat’’ kata Anggelia mencoba membujuk Igaram


‘’Belum tepat?, lalu bagaimana dengan anak itu. Apakah waktunya tepat. Kau yang mengajariku untuk berbicara kebenaran walaupun pada akhirnya menjadi berakhir tragis’’ Igaram berkata lemah


‘’…’’ Ketika mendengar itu tangan Anggelia tampak gemetar, bukan karena marah tapi lebih seperti sebuah penyesalan

__ADS_1


‘’Guru..., selamat tinggal’’ Igaram menghilang seperti kilat


‘’Igarammm’’ Anggelia terduduk di di kursinya dan ketika itu terjadi lara di dorong menjauh oleh sesuatu yang tidak di ketahui dan pintu kembali tertutup


Lara sekarang telah melihat adegan pertengkaran Igaram dan Anggelia sesaat sebelum pertempuran. Melihat itu Lara kemudian berpikir dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Lara bingung mengapa Igaram tidak mengatakan kebenaran yang sebenarnya setelah pertengkaran itu.


Lara tidak berpikir Igaram takut mati. Tapi, sepertinya ada sesuatu yang membuat Igaram berubah pikiran saat di tangah jalan. Kemudian jika Igaram tidak mengatakannya mengapa harus ada pertarungan itu. Apa niat Igaram sebenarnya dengan pertarungan itu dan mengapa Anggelia mengkhianati perjanjian pertempuran 1 lawan 1 melawan Igaram.


Lara menyingkirkan pikiran itu dan kemudian ia maju ke depan. sekarang lorong telah digantikan dengan sebuah ruangan berbentuk bulat dengan bangku-bangku di sisi kanan da kiri tersusun rapi. Lara melihat ada sebatang pohon di depannya tepat di antara jejeran kursi kiri dan kaman. pohon itu subur, daunnya bergemerisik seperti di tiup angin. lara melihat ada sebuh patung wanita berdiri kokoh di depan pohon.


 Lara tidak mengenai patung siapa itu karena patung terlihat sudah tidak lagi sempurna. Sesaat setelah menatap patung, lara tiba-tiba melihat sinar biru di dalam tubuh patung terpancar keluar. Setelah terkena sinar biru itu entah mengapa perasaan menjadi sangat nyaman dan aman .


Ketika lara maju untuk memeriksa, ia terkejut karena tiba-tiba lantai yang ia injak runtuh. Lara terbangun ternyata itu semua hanyalah mimpi. ia melihat jam dan  menemukan bahwa waktu terlihat sama persis seperti dalam mimpinya. Lara memeriksa menu kemudian ia lega karena tombol menu masih ada.


Lara beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu ia berjalan ke ruang utama. Melihat patung luna berdiri di sana dengan kokoh. Entah mengapa Lara tiba-tiba mempunyai keinginan untuk menghancurkan patung itu di hatinya. Lara tidak tau apa yang menggerakkan hatinya tapi kemudian mengikuti hatinya dan langsung memukul patung dengan tinjunya yang besar


Setelah 3 pukulan patung itu pun hancur lebur dan terlihat ada bola di dalam dalam patung. lara mengambil bola hitam itu dan ketika ia melihat ke dalamnya terlihat ada sinar biru kecil di dalamnya.


Lara mencoba mengalirkan MP miliknya kedalam dan seketika itu MPnya langsung kering tersedot dan lara sekarang kembali berada dalam lorong panjang sebelumnya. Setelah beberapa detik lorong itu, ia pun kembali ke ruangan utama kuil sebelumnya

__ADS_1


‘’aku harus menyembunyikannya, benda ini pasti memiliki asal usul yang luar biasa’’ pikir Lara


Lara menyimpan bola hitam itu segera setelah ia tidak bisa mengidentifikasi bola itu dengan skill miliknya.


__ADS_2