
‘’Kota Duran tidak selemah kota lain, mereka adalah kota yang sangat tua dan memiliki sejarah yang besar sejak era purba sampai akhir era kegelapan, di sana juga ada pria bernama Harun yang mengaku sebagai keturunan seorang legenda yang di kanal sebagai Duran sang pahlawan benua. Dengan memperhatikan hal ini aku yakin para Mata Gelap tidak berani mengusik kota Duran tanpa rencana yang cukup matang’’ kata lara dengan santai
‘’Kota Cimir disisi lain adalah kota baru yang baru berdiri beberapa ratus tahun para monster Mata Gelap tidak memandang mereka sebuah ancaman karena tidak ada orang seperti Duran. Philotas juga sama walaupun mereka adalah sebuah wilayah tingkat kerajaan. Tapi, pada dasarnya mereka jauh lebih muda dari pada Kota Duran bahkan jauh lebih muda dari kota Cimir sendiri’’ Lara santai mengatakan
‘’Disisi lain sebenarnya dengan melihat perkembangan sekarang, desa ini sudah ditakdirkan jika dalam waktu 3 atau 4 hari ke depan tidak ada pasukan dari kekaisaran membentuk pertahanan kesini. Walaupun atasanmu bisa sampai kemari bersama dengan seluruh orang-orang dengan selamat mereka pada dasarnya sudah terlambat’’
Lebih dari itu Duran sekarang sudah dikepung oleh Monster Mata gelap dua Desa terdekat Kota Duran dikabarkan menerima serbuan banjir monster Mata Gelap dan prajurit kota Duran mulai bertarung mempertahankan kedua Desa itu besama-sama dengan para Player yang ada di kota Duran. Aku pikir sekarang para prajurit dan Player yang membantu mulai terdesak dan memutuskan untuk mundur ke tembok kota Duran. Pertarungan malam ini akan jadi berat bagi kota Duran dan setelah besok pagi dengan terus berdatangannya monster Mata Gelap. Jika orang yang dikabarkan keturunan Duran itu tidak menunjukan kekuatannya maka Duran akan dipastikan Runtuh dalam dua hari ke depan’’ tidak ada keraguan dari perkataan lara membuat Giezmen benar-benar tidak berkutik dan terpaku hanya menatap.
Lara berbicara berdasarkan fakta yang ia temukan. Tapi, tidak semua dikatakannya adalah kebenaran. Disisi lain Giezmen yang tidak mengerti tampak diam tanpa kata kemudian berbalik lalu kemudian keluar dari ruangan. Lara benar-benar memukul kepercayaan dirinya sebagai kapten. Baru saja Giezmen keluar, Mira masuk dengan membawa sepotong surat dari kekaisaran. Lara membaca surat dengan perlahan dan dari ekspresinya tidak ada jejak ia terkejut membuat Mira berpikir bahwa Lara sudah memperhitungkan semuanya
Sebelumnya Lara memperkirakan bahwa mereka bisa bertahan dengan membuat pertahanan. Tapi, sepertinya itu mustahil setelah lara memperhatikan perkembangan yang ada. Ia sudah melihat bagaimana para monster tidak berhenti meletus keluar dari Gunung Platos dan itu akan terus bertambah bahkan melebihi ekspektasi Lara. Kekuatan yang dimiliki mata gelap tidak lagi setara dengan sebuah kerajaan seperti perkiraan lara sebelumnya melainkan sebuah mencapai kekuatan sebuah benua.
‘’Philotas telah membuat keputusan untuk mundur setelah Ibukota kerajaan mereka tidak lagi bisa membendung banjir monster. semua pasukan kerajaan Philotas serta seluruh aliansi mereka yang berada di Duran akan segera membentuk barisan mundur menuju Garis pertahanan pertama Alexandria. Tanpa prajurit dan seluruh aliansi guild serta pasukan kegerejaan, Duran akan runtuh’’
‘’Rencana awal kita sudah gagal, para Mata Gelap yang sudah mengarahkan taringnya ke arah Duran akan segera memasuki Kota. Kita juga pasti akan segera menerima imbasnya. Segera bentuk pertahanan sementara dan buat kumpulkan semua anak-anak dan wanita untuk rencana mundur ke Hutan Mor segera’’ Lara membuat perintah bukan usulan
__ADS_1
‘’Hutan Mor?, itu tidak bisa, di sana berbahaya…’’ Mira segera menyangkal
‘’Tidak ada guna memikirkan itu bahaya atau tidak, kita tidak punya cukup waktu untuk mundur ke Kekaisaran melalui Duran kecuali kita bisa melewati Hutan Kabut Mor’’ terang Lara
‘’Tidak, aku tidak akan membiarkan warga desaku masuk ke Hutan Mor apalagi Hutan Kabut Mor. Sangat berbahaya, ada jalan yang lebih baik untuk ke Alexandria adalah melalui sebuah gua bawah tanah Desa Mor’’ Mira berkata yang membuat Lara sedikit terkejut kemudian berbicara membalas
‘’Apakah kau tau seberapa besar gua itu?, berapa panjangnya?, keadaannya?, atau semacam bahaya yang tersimpan di dalamnya?. jika kau tau segera katakan’’ Lara menatap Mira dengan sangat tenang
‘’Aku tidak punya gambaran jelas. Tapi, aku menemukan catatan dalam buku tua di desa ini terkait gua khusus yang terhubung langsung ke Morgana ibu kota Alexandria, tidak ada yang tau asal usul goa ini’’ balas Mira dengan gamblang sebelum melanjutkan lagi
‘’Aku sudah memeriksa beberapa kali memang di gua itu sangat terang, monster di sana juga tidak berbahaya hanya segerombolan Tikus Gua dan beberapa monster tipe serangga yang tidak begitu kuat. Kita memiliki banyak player disini dan tidak mungkin kita akan kalah dengan segerombolan Tikus Goa’’ jelas Mira pada lara untuk lebih menyakinkan nya
‘’Aku meminta membangun tembok diawal karena aku pikir bahwa Philotas bisa bertahan dan kita tidak akan menerima dampak yang serius dari banjir monster. Tapi, setelah melihat perkembangan kita hanya bisa memilih pilihan lain yakni mundur ke Hutan Mor’’ Lara memulai kata-katanya
‘’Aku sudah menemukan cara untuk bertahan di hutan Mor dengan aman. di sana ada sebuah pohon yang kita bisa lihat dari sini. Pohon itu di sebut pohon dunia itu adalah salah satu rahasia besar Hutan Mor. Pohon dunia adalah tempat tinggal bagi para Elf pohon mereka memang tidak menyukai manusia tapi tidak juga bermusuhan dengan manusia. kita bisa mencoba untuk meminta perlindungan dengan mereka.’’
__ADS_1
‘’Kekuatan mereka di luar perkiraan kita, menurut perhitunganku bersama mereka jauh lebih aman daripada kekaisaran sendiri dan aku yakin kita bisa hidup bersama mereka dengan aman’’ jelas lara dengan gamblang tentang gambaran besar rencananya.
‘’itu…’’ Mira merasa ia tidak tau apa tentang apa yang dikatakan lara ia tidak tau apa itu Elf pohon dan mengapa lara begitu yakin dengan kekuatan mereka.
‘’Oh benar juga, aku lupa satu hal. Mereka tidak suka pria dewasa karena suatu hal. Jadi, menurut rencana aku sebelumnya untuk akan menggunakan para pria sebagai tameng bersama para player dan memberi jalan bagi para wanita dan anak-anak ke hutan Mor untuk berlindung’’
‘’Tapi, sekarang aku punya rencana lain untuk para pria desa Mor, mereka bisa dibawa kekaisaran melalui gua bawah tanah. begini saja… Ligar akan membawa para pria kekaisaran melalui jalur gua bawah tanah dan kamu membawa para wanita dan anak bersama dengan Michel ke Pohon dunia meminta perlindungan Elf Pohon. untuk menjamin keberhasilan, aku akan memberikan ini untukmu’’ lara menarik sebuah cincin kayu dari kantung inventori miliknya yang sebenarnya secara tidak sengaja di temukan oleh Lara dalam Toko Antik Desa Platos dengan harga 10 Gold.
Lara sempat ragu awalnya saat menemukannya. Tapi, kemudian ia yakin cincin itu adalah sebuah cincin milik Adam yang merupakan Elf Pohon pertama di dunia setelah memastikan langsung dengan mencocokkannya dengan ilustrasi dengan yang ada di buku Anggelia.
‘’Apa ini? ’’ Mira tidak dapat mengindentifikasinya dan kemudian menanyakannya pada lara
‘’cincin Adam, itu dalah milik nenek moyang Elf Pohon. Aku sedikit punya keyakinan bahwa mereka akan bisa mentolerir pria untuk masuk ke sana dengan menunjukan cincin itu pada mereka. Tapi, aku sedikit buruk dalam pertaruhan…’’ terang Lara lebih detail lagi tentang rencananya
‘’Sudah larut, segera bentuk pertemuan dengan orang desamu dan ceritakan apa yang sebenarnya’’ terang lara memberi perintah setelah mengatakan rencananya secara keseluruhan pada Mira
__ADS_1
Lara yang selesai urusannya, segera kembali ke meja belajarnya. Sementara itu, Mira keluar dengan mempertimbangkan banyak hal. Ia memiliki pilihan yang tampak mudah di permukaan. Tapi, sebenarnya sangat lah beresiko.
Jika ia salah mengambil pilihan akan ada banyak korban yang akan jatuh. Jika yang jadi korban para player Mira tidak begitu peduli. Tapi, jika warganya, ceritanya lain. Mereka akan benar-benar mati jika terbunuh, tidak seperti player yang bisa membuat akun baru dan mengulang lagi dari awal ketika mereka mati.