Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 53 Arc Dark Eye : Menuju Puncak Platos


__ADS_3

Lara memerintahkan Bonbon mengeluarkan Smash element angin pertama. sementara dirinya sendiri menggunakan Blessing dan mendapatkan efek 10 detik peningkatan efektifitas skill sebesar 1,2 lebih baik atau 120%. Selesai dengan Blessing Lara menggunakan Element api pada anak panahnya dan menargetkan skill Smash yang dilepaskan BonBon.


Anak panah mengenai Smash milik BonBon, seketika itu sebuah telapak tangan api besar muncul dari kekosongan menghantam para Serigala Mata Gelap yang datang mendekat. Eli terkejut sesaat melihat itu, kemudian menyadari itu adalah sebuah skill kombinasi element yang terkenal sangat sulit untuk di lakukan. Bahkan, NPC penyihir tingkat tinggi tidak banyak yang bisa melakukannya, tapi lara dan BonBon melakukannya dengan sangat mudah seperti bukanlah apa-apa.


Lara belum berhenti ia segera meminta bonbon Melemparkan skill Fire Ball dan menggantinya dengan Element Air untuk membuat skill Water Ball. Lara meminta Bonbon menahan skill selama mungkin, dia sendiri menggunakan element petir  pada anak panahnya dengan menusukkannya ke Bola air milik Bonbon.


Ketika Water Ball sudah berada di ukuran maksimalnya, Lara segera memerintahkan Bonbon untuk melepaskan Bola Air ke kerumunan Para Mata Gelap yang sekarang sudah mengepung mereka. Ledakan bola air terjadi ketika menyentuh target dengan petir ikut bersama. Para Serigala Mata Gelap yang terkena ledakan Bola Air langsung terlempar dan tubuh mereka mengejang di tanah tanda efek Paralize element petir aktif.


Ryuta yang merasa kurang berperan langung maju paling depan ia adalah seorang Knight dan tugasnya adalah seorang penahan serangan. Segera Ryuta mengeluarkan sebuah skill yang menarik semua monster di sekitarnya ke arahnya. Michel yang tidak ingin ketinggalan pesta, langsung bergerak maju mengacungkan ke arah kerumunan Serigala Mata Gelap.


Rin sendiri bergerak di belakang mengimbangi Ryuta dan Michel, ia tampak melemparkan suriken kearah serigala dan kemudian pisau di tangannya langung menikam salah satu Mata Gelap yang terbang mendekat ke arah Eli. Tidak ingin terlena melihat situasi Lara yang melihat serigala yang mata ketiganya aktif langsung menandainya.


‘’ Eli kau fokus pada Rin dan Ryuta, aku akan fokus pada ibuku’’ kata lara pada Eli yang berdiri disampingnya


‘’Aku mengerti’’ Eli segera bergerak mengikuti pegerakan Rin yang bergerak mengejar salah satu serigala mata gelap yang mata ketiganya mata aktif. Tidak jauh Di belakang mereka pertempuran sudah pecah, para prajurit Alexandria serta aliansi sudah bergerak menyerang ke arah monster banjir.


Kelompok Lara sudah di kepung oleh para Monster Mata Gelap. Lara terus menggunakan serangan skill kombinasi dengan BonBon untuk membunuh Serigala Mata Gelap. Ia dan Bonbon seperti belut di tangah para monster yang menyerang. lara memerintahkan Bon Bon mengeluarkan Fire Ball dan lara menggunakan panah element ice ketika kedua berlawanan berbenturan segera meledak dan sebuah kabut tercipta. Kabut ini membutakan para Mata Gelap.


Lara segera keluar dari dalam kabut dan menembakan anak panah petir kedalamnya dan Bonbon melemparkan Elektrik Bullet dangan mengubah Element Water Bullet menjadi element petir.


Embun terbuat dari air yang dapat mengantarkan listrik dengan baik. ketika panah dan peluru listrik terkena air seketika monster yang ada di dalam terkena sengatan dari petir itu dan lara belum berhenti ia melepaskan panah es untuk kedua kalinya ke arah embun dan meledakkannya.

__ADS_1


Baru saja petir berhenti para Mata Gelap yang masih hidup segera menjadi kaku dan kedinginan. Lara masih belum berhenti ia segera melepaskan anak panah petir berikutnya membuat para serigala Mata gelap yang berada di dalam kabut segera tersengat listrik untuk kedua kalinya. Serangan kombinasinya membuat banyak korban Lara benar-benar mendominasi dalam pertempuran.


‘’Bon… magma Smash’’ lara memerintah Bonbon saat kabut mulai hilang.


Dengan cepat Bonbon melemparkan mantra nya dan ketika smash terbentuk para serigala melompat menjauh dari serangan. Mereka seperti bisa merasakan bahaya darinya dan Lara tidak membiarkan mereka kabur. Ia memberondong mereka dengan panah petir. sambil akrobat di udara menghindari serangan yang datang.


‘’ Bon, mundur tempat eli gunakan Bola Magma buat sebesar mungkin yang kau bisa’’


‘’Mengerti’’ BonBon berkata


Bon berlari dan menghindari setiap serangan yang datang dengan mudah ia sangat lincah dengan tubuhnya yang mungil. Setelah beberapa saat Lara melihat BonBon sudah melakukan aiming skillnya. Bonbon menguras Mpnya sebanyak mungkin ke dalam bola magma dan membuatnya seperti sebuah bola magma besar. Ketika skill di lepaskan ke langit lara segera menembaknya dengan anak panahnya.


ia berhasil mengenai Bola magma dan segera ledakan terjadi di langit. Sisa magma berhamburan ke bumi, Para Serigala Mata Gelap yang berada di bawah berhamburan untuk menghindari serangan. Bonbon sudah kehilangan semua Mpnya dan staminanya juga sudah terkuras habis hingga pada tahap ia kelelahan.


‘’haha.. bagus kita dapat pertempuran yang bagus’’ Ryuta berbicara pada semua orang melihat rekaman pertarungan mereka


‘’segera edit dan upload ke forum‘’ kata eli


Lara sedang beristirahat ia bersama dengan Bonbon. Ia tidak berhenti memuji BonBon dan pujian yang lara berikan memang sangat pantas. Bonbon memang luar biasa ia bisa mengimbangi dapat lara walaupun ia sendiri mendapatkan banyak serangan akibatnya. Michel juga telah melihat kinerja Bonbon dan salut padanya. bahkan sekarang ia sedikit menyesal memberikan BonBon pada Lara.


Setelah istirahat mereka melanjutkan perjalanan ke arah Duran, kali ini mereka ikut bersama aliansi. Forum Dream Video pertarungan mereka cukup menjadi perbincangan. Jesica yang mengawasi setiap perkembangannya terlihat senang.

__ADS_1


Beberapa Client menghubungi mereka atas Video tersebut, mereka kebanyakan menanyakan tentang logo Perusahaan Sri Ayu Corp di kostum THE FAMILY. Pertanyaan itu tentu menjadi tanda baik, para klien perusaahan mereka sedikit menaikan kepercayaan dengan mereka yang berarti akan menaikan harga saham mereka secara perlahan.


Duran telah hancur, tidak ada lagi tersisa di sana banyak sisa-sia mayat-mayat orang-orang jalan. lara menjalankan tugasnya sebagai Pendeta, ia menguburkan dan banyak orang dalam satu hari dan membuat doa yang sangat banyak. Lara tidak tau siapa mereka, tapi tugas adalah tugas. ia adalah seorang Pendeta sudah tugasnya untuk melakukan itu. Sepanjang 3 hari lara berada di area pemakaman masal terus berdoa kepada dewi yang sudah di ragukan keberadaanya. Lara sedikit lebih mengerti mengapa Anggelia tidak ingin kebenaran terungkap, tapi ia juga mengerti pilihan Igaram juga tidak salah.


‘’kau masih disini Imam’’ seorang dengan pakaian Bishop datang dan berbicara pada lara


‘’melihat apa yang terjadi sekarang aku berpikir bahwa kita sebenarnya agak kejam’’ Komentar Lara


‘’kejam? menurutku kita sudah melakukan hal yang benar’’ kata Bishop, mencoba menghibur Lara


‘’mungkin benar bagi Bishop. Tapi, kenyataanya harapan itu sama sekali tidak ada bagi mereka yang mengetahui kenyataan’’ Kata Lara menatap ke arah kuburan


‘’kenyataan apa yang katakan’’ Bishop bingung


‘’Bishop anda beruntung tidak mengetahui apa kenyataan itu’’ lara berputar meninggalkan Bishop di sana


‘’kebenaran apa yang kau tau?’’ tanya Bishop menghentikan langkah Lara


‘’kebenaran semua dewa dan dewi sudah pergi sejak lama sekali’’ kata kembali lara berjalan. Mendengar itu bishop agak tidak mengerti, ia berpikir dengan keras untuk mencerna apa itu sebenarnya. lara mengenali Bishop itu, ia adalah pendeta yang ia lihat terbatuk darah ketika ia bermimpi di lorong sebelumnya.


‘’Pergilah ke Benua Awal Mula dan kau akan tau kebenaran itu’’ Bishop melihat tulisan di kertas yang di selipkan lara sebelum pergi. Bishop menyimpan kertas kembali ke kantungnya, ia berjalan cepat kembali ke Camp ia mengambil buku di meja dan pergi keluar menggunakan kudanya kembali kekaisaran.

__ADS_1


Lara tidak tau apa yang Bishop lakukan tapi mereka tidak pernah lagi bertemu setelah itu. Lara berangkat bersama Eli dan lainnya mereka menuju ke daratan Philotas. mata gelap terus berdatangan tapi dengan semua aliansi yang telah bersatu para mata Gelap sangat mudah disingkirkan, waktu berlalu dengan cepat lara dan lainya sudah sampai di puncak Platos.


__ADS_2