Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 25 Arc Dark Eye : Desa Mor II


__ADS_3

Lara menuju kantor desa dia ingin melihat bagaimana kondisi kantor desa Mor terlebih dahulu untuk memulai rencananya. Ketika Lara sampai di kantor Desa, tidak terlihat satupun orang yang berjaga di sana yang berarti tidak ada tentara Desa atau tentara bantuan dari kota terdekat apalagi dari Kerajaan Philotas yang berjaga untuk menjaga ketertiban desa.


Lara berjalan ke lorong kosong nan sepi kemudian dengan segera menemukan lokasi kantor kepala Desa tepat di ujung lorong. Lara mengetuk pintu karena ia mendengar seseorang didalam berbicara mempersilahkan dia masuk.


‘’Masuk’’ suara terdengar dari dalam dan itu adalah suara wanita muda


‘’Permisi..’’ Lara dengan sopan masuk karena orang yang menyambutnya juga terlihat sangat sopan


‘’Anda?’’ wanita itu bertanya pada Lara namun dia tidak sendiri ia bersama seorang pria muda dan mereka berdua adalah player bukan NPC. Lara sedikit terkejut ternyata kepala Desa di Desa Mor adalah seorang player tidak hanya itu dia juga seorang adalah wanita.


‘’Saya seorang Pendeta senior yang baru datang kesini diberi misi oleh paus untuk membangun kembali sebuah kuil di desa ini’’ kata Lara dengan tenang dan sopan


‘’Kuil ?.. sebenarnya kami sangat berharap ada kuil disini namun.. tunggu kamu seorang player?’’ wanita itu tiba tiba tersadar dan menghentikan pembicaraannya sebelumnya


‘’Benar, saya adalah player’’ Jawab Lara dengan santai


‘’Sangat langka untuk menemukan seorang player dengan pekerjaan  sebagai Pendeta’’ ketika ia kan melanjutkan kata-katanya dengan semangat. Tiba-tiba ia dipukul dengan keras dari belakang oleh seorang pria yang tampak sangat akrab dengannya.


Lara memperhatikan mereka berdua dan sedikit menyukai dua pria dan wanita yang ada didepannya sekarang. Dari sudut pandang Lara keduanya adalah orang yang cukup baik dan mudah di ajak bicara.


‘’Maaf, kakakku memang tidak sopan. Aku Ligar dan ini kakakku Mira’’ kata pria itu sopan


‘’Tidak apa, silahkan jangan ragu untuk bertanya dan aku Lara’’ kata Lara masih tetap tenang dan sedikit tersenyum


‘’Tuh kan tidak apa…’’ Mira menatap adiknya yang memukul kepalanya sambil memegang bagian kepalnya yang sakit lalu kemudian kembali menatap Lara


‘’Apa beda Priest dari seorang Pendeta dengan Priest dari seorang Claric?’’ tanya Mira dengan mata berbinar


‘’Emmm.. bedanya terdapat pada perubahan kelas selanjutnya jalur Pendeta memiliki jalur yang lebih panjang dan lebih rumit dari pada jalur dari  Claric, singkatnya Claric tidak bisa menjadi seorang Bishop, Paus apalagi Saint Utama seperti yang dimiliki jalur Pendeta…’’ Jawab Lara dengan terperinci


Mira mendengarkan dengan sangat erat tapi ia tidak mengerti sama sekali, ia ingin menghentikan Lara berbicara dan menanyakan kebingungannya tapi ia memilih untuk menunggu hingga selesai dan baru setelah itu ia bertanya kembali.

__ADS_1


‘’Jalur Pendeta pada  mencapai tingkat saint mereka di sebut saint utama sementara saint dari jalur Claric baik paladin atau priest disebut dengan saint pembantu. Posisi Saint Pembantu sendiri disejajarkan paus  dan lebih rendah dari seorang penerus saint utama’’terang Lara


‘’Saint? Penerus Saint? Pekerjaan apa itu?’’ Mira langsung memotong karena tidak tahan


‘’Saint Utama adalah salah satu pekerjaan khusus dan salah satu yang paling berpengaruh dalam kegerejaan sementara penerus saint adalah orang yang paling dekat dengan saint atau bisa dibilang wakil saint utama dan akan menggantikan posisi Saint Utama jika ia tidak ada atau mangkat sebelum saint utama yang baru naik tahta’’ kata Lara dengan sangat jelas


‘’ Disisi lain Penerus Saint juga dapat menjadi seorang Saint tapi tentu ia harus lulus syarat untuk menjadi seorang Saint Utama’’ tambak Lara singkat


‘’Saint Pembantu disisi lain adakah sebuah pekerjaan Khusus bagi para Paladin dan Priest yang telah melewati tingkat seorang Grand Master’’


‘’Kenapa posisi saint pembantu lebih rendah dari penerus saint?’’ tanyanya lagi


‘’saint pembantu hanya sebuah gelar yang diberikan, pada dasarnya saint Pembantu tidak bisa disebut sebagai Saint tingkat. secara kekuatan dan pengaruh dalam kegerejaan mereka hanya setara dengan seorang paus sementara itu paus sendiri berada di bawah Penerus Saint utama’’ Lara sangat jelas menggambarkan apa yang ia ketahui tentang masalah kegerejaan.


‘’Begitu, lalu mengapa Pendeta tidak bisa mengganti senjata mereka seumur hidup?’’ tanyanya lagi


‘’Senjata Pendeta tidak benar-benar tidak bisa diganti,pada tingkat Bishop seorang Pendeta dapat mengganti senjatanya dengan senjata jenis lain tapi dengan resiko ia harus kembali menjadi seorang Pendeta tingkat Satu atau Pendeta Muda dan yang paling penting ia tidak akan bisa lagi menggunakan sumber daya Gereja’’ Lara berbicara sangat lancar menjawab pertanyaan


‘’Karena ia lebih bodoh dari keledai’’ Jawab Lara singkat, ia tau siapa yang dibicarakan Ligar yang tidak lain kakak perempuannya sendiri.


‘’Haha…’’ Ligar tertawa terbahak-bahak


‘’Diam!!’’ Mira tidak suka mendengar itu dan berteriak pada Ligar


‘’Baik…baik… teman, kami bukannya tidak mau membantu tapi kondisi keuangan desa ini benar-benar tidak memungkinkan untuk membangun sebuah kuil’’ kata Ligar kembali ke topik pembicaraan awal


‘’ Aku tidak menginginkan uang kalian untuk membantu membangun kembali kuil, aku hanya ingin minta surat izin untuk pembangunan kembali kuil’’ kata Lara dengan tenang


‘’Jika itu masalahnya kembalilah lusa, besok kami akan mensurvei lokasi dan menyelesaikan surat izin yang kau inginkan’’ kata Mira dengan cepat menyelesaikan pembicaraan namun Lara masih belum selesai dengan tujuan datang. Jadi, ia berbicara


‘’Baik, tapi aku ingin sebuah permintaan, untuk lokasi dari kuil harus tepat disebelah dan menjadi satu bagian dengan lokasi kantor desa’’

__ADS_1


‘’Itu…’’Mira tampak ragu dengan permintaan Lara dan kemungkinan besar akan menolak permintaan Lara


‘’Aku akan membayar 50 Gold untuk itu’’ Lara melemparkan sekantong uang dengan jumlah yang ia sebutkan ke meja dari tempat duduknya yang berjarak 2 meter dari meja Mira .Disisi lain Mira melihat bagaimana kantong uang itu mendarat di mejanya dengan sangat mulus dan kemudian setelah kantung uang berhenti bergerak ia melihat mata Lara dengan erat.


‘’Maaf tapi kami…’’ Ligar berbicara dengan agak kaku


‘’100 gold’’ Lara melemparkan 50 gold lagi kali ini mata Ligar dan Mira tertuju pada uang yang terbang perlahan ke meja dan seketika itu ruangan menjadi hening sesaat. Ligar dan Mira saling menatap satu sama lain dan kemudian mereka melihat Lara yang mulai beranjak dari tempat duduknya.


‘’Jika tidak ingin maka aku akan pergi mengambil uang itu kembali’’ Lara berdiri dan berjalan perlahan


‘’Tunggu, sepakat’’ Mira meraup uang dimeja dan memeluknya erat disisi lain Ligar terkejut tapi kemudian sadar bahwa tidak ada yang bisa ia lakukan untuk menghentikan kakaknya yang sudah diperbudak oleh uang.


‘’Baik, aku tunggu lusa surat izinnya’’ Lara berbalik dan keluar dari ruangan itu. Ligar melihat Mira yang memeluk uang sogokkan Lara di dadanya kemudian bertanya padanya


‘’Kenapa kau menyepakatinya?. Itu sangat berbahaya, dia jelas bukan Pendeta yang baik’’ kata Ligar menegur kakak perempuannya


‘’Tidak apa, saat ini kita membutuhkan dia, Desa ini butuh banyak hal untuk kembali bangkit dan itu termasuk juga kuil. Kita beruntung sekarang dia disini mendirikan kuil bahkan tanpa harus menggunakan uang kita. Dengan begitu sat masalah sudah selesai’’ kata Mira dengan tatapan serius pada adiknya


‘’Huh.. terserah apa yang kau rencanakan. Tapi, hati-hati dia bukan orang baik’’ kata Ligar


Lara yang telah keluar segera membuat surat misi dan di tempelkan di papan misi di depan kantor Desa. Tidak ada misi apapun di sana kecuali misi yang Lara buat yang berarti desa sekarang desa berada dalam krisis besar sehingga bahkan pekerjaan pun tidak ada.


Ini adalah fitur istimewa dalam Dream di mana bukan hanya NPC yang bisa memberikan misi atau pekerjaan melalui papan misi ataupun secara langsung, tapi player juga bisa membuat misi di papan misi atau bisa menyerahkannya secara langsung pada orang yang ingin di tugaskan.


Untuk menerbitkan sebuah misi mereka harus membuatnya  sendiri misi yang mereka inginkan dalam kertas misi yang bisa di beli di toko serba-serbi manapun dalam Dream.


Misi tentu tidak bisa dibuat sembarangan. Setelah misi dibuat di kertas misi sistem akan menilai apakah misi layak atau tidak untuk diterbitkan, jika layak maka misi akan terwujud dan hadiah misi akan disimpan oleh sistem untuk mencegah pemberi misi tidak membayar.


Lara memberikan 300 gold untuk membangun kembali kuil dengan limit waktu satu bulan serta meminta tukang yang bekerja haruslah sangat berpengalaman dalam membuat sebuah kuil. Disisi lain Lara juga menetapkan bahwa bahan akan ditanggung oleh tukang jika Kuil di bangun lebih dari limit waktu Lara tidak akan membayar.


Namun untuk membantu para tukang yang tidak bermodal Lara akan memberikan 100 Gold sebagai uang muka dan sisanya akan dibayarkan setelah misi selesai dan juga harus tepat waktu.

__ADS_1


Setelah sesaat misi itu di sana terlihat seorang pria tua berjalan dan melihat papan misi dan melewatinya. kemudian sesaat ia terkejut dan seperti kilat berbalik arah ke papan misi dan membacanya dengan jelas.


__ADS_2