
Lara duduk dan tidak memperdulikannya ia melihat lembar jawaban yang baru saja di bagikan oleh pengawas. Lembar jawaban yang dibagikan berjumlah 10 lembar serta sebuah pena dan tinta di meja.
Saat semua Student sedang menunggu sambil mendengarkan intruksi pengawas pemuda disamping Lara tampak memejamkan matanya dan tidak konsentarsi pada apa yang ada didepan bahkan ia menggali lubang hidungnya kemudian membuang hasil galiannya pada rambut seseorang yang ada didepannya.
Melihat tingkahnya Lara seperti melihat tingkah anak di dunianya yang sombong, sulit diatur, ceroboh dan paliang penting sangat rapuh.
Penjelasan dari pengawas sudah selesai dan kemudian soal dibagikan. Setalah beberapa saat menunggu pemuda itu akhirnya menerima soal ujian. Pertama ia melihat soal nomor pertama, ia langsung mengerutkan kepalanya disisi lain Lara yang tepat disebelah menulis dengan santai tanpa berhenti dan meliriknya dengan senyum puas.
Pemuda sombong itu selesai membaca soal dari atas kebawah sekarang ia mengigit ujung penanya dan tampak kebingungan. Lara selesai dengan pertanyaan yang ketiga dan ia sudah memenuhi 2 lembar ujian dengan sangat cepat. Tulisan lara sangat rapi dan indah saat dilihat tidak ada tanda ia terburu-buru dalam menulis. Pemuda itu masih membaca soal untuk kedua kalinya dan kali ini ia tampak menggaraukkan kepalanya tampak bingung.
Melihat itu Lara sengaja mendekatkan jawabannya di ujung untuk menguji pria itu. Pemuda itu melirik jawaban Lara kemudian membaca soal di tangannya dan saat ia akan menulis ia terhenti dan menutup jawaban serta soalnya kemudian memejamkan mata.
‘’Maaf, tutup jawabamu sebelum aku berubah pikiran walaupun aku brengsek untuk hal ini aku tidak akan bertindak curang’’ kata pemuda itu membuat Lara sedikit terkejut kemudian tersenyum puas tampak menyukai pemuda sombong dan nakal itu. Pendapat Lara sekarang tentangnya telah berubah baginya walaupun pemuda itu bandel dan suka membully orang tapi ia masih memliki prinsip.
‘’Pikirkan alasamu untuk menjadi Pendeta dan pertimbangkan’’ lara mengujinya lagi
‘’Tidak, aku sudah berjanji untuk melakukannya dengan benar’’ kata pemuda degan tegas
Melihat pemuda itu kukuh pada prinsipnya Lara menutup lembar jawabnnya sementara pemuda itu tampak kesulitan untuk menjawab soal.
Lara memperhatikan hampir semua peserta berbuat curang hanya beberapa saja yang tampak jujur namun karena soal ternyata diluar kemampuan mereka dan desakkan dari waktu yang semakin sedikit mereka akhirnya berbuat curang juga, tapi pemuda di samping Lara tidak ia tidak menulis apapun sehingga lembar jawabannya kosong tanpa ada goresan pena sedikitpun.
Lara perlahan menyelesaikan jawabannya pengetahuannya bisa di samakan dengan pendeta tingkat 5 karena ia belajar dari Igaram yang merupakan Penerus Saintes yang merupakan pangkat tertinggi setelah Anak Tuhan dan Saint.
Selama seminggu Lara membaca banyak buku-buku yang tebal dan original yang ada diperpustakaan Gereja Anggelia hampir 100 buku yang telah dibaca lara ditambah dengan pelajaran dari Igaram yang setara dengan pendeta tingakat 5 atau 6 yang membuat soal di tangannya lara seperti pertanyaan untuk anak sekolah dasar sementara dia ada di sekolah tingkat atas atasu SMA.
__ADS_1
Waktu berjalan terus dan Lara telah meminta tambahan 5 lembar jawaban sementara pemuda disampingnya tidak melakukan apapun ia hanya membaca kemudian kemudian bingung dengan apa yang harus ia tulis.
Melihat apa yang di kenakan pemuda itu Lara mengerti ia kemungkinan berasal dari keluarga miskin dan belajar ketika ada kelas saja. Buku di perpustakaan ada banyak namun pemuda itu tampaknya tidak pernah pergi kesana untuk membaca dan mungkin juga ia tidak punya waktu untuk belajar.
Bel berbunyi tanda ujian telah selesai lara sudah selesai dengan jawabannya langsung berdiri dari posisinya disisi lain pemuda itu juga berdiri ia berjalan keluar dengan perasaan kecewa. Lara yang melihat itu lalu mendekatinya kemudian menepuk bahunya lalu mengatakan sesuatu padanya.
‘’Kau pasti akan lulus’’ kata lara dengan ramah
‘’Kau meledekku, aku bahkan tidak menulis apapun di lembar jawabanku bagaimana aku bisa lulus?’’ katanya dengan nada pasrah dan kecewa
‘’Kau pikir itu ujiannya?.. kau salah soal-soal itu hanya pengalihan ujian sebenarnya bukan itu’’ kata lara
‘’Sudah jelas mereka mengatakan jawabanmu menentukan kelulusanmu’’ Balas pemuda itu pada lara langsung
‘’Benar jawabanmu bukan nilai ujianmu.. pikirkan itu’’ Lara berjalan keluar sementara pemuda itu terdiam seperti menebak sesuatu ia melihat kebelakang.
‘’kupikir kau temn-teman mereka’’ tanya Lara melihat situasi yang terjadi sekarang
‘’Tidak.. kami hanya membuat kesepakatan kebetulan aku agak menonjol di kelas dan mereka berharap aku membantu mereka, tapi sepertinya mereka sudah punya rencana lain selain aku saat ujian’’ kata Pemuda itu yang kemudian memperkenalkan dirinnya.
‘’Aku barbosa dari gerjea dewi Luna… kau?’’
‘’Aku Lara dari gereja anggelia’’
‘’Oh jadi kau pengikut dewi anggelia’’ tebak barbosa
__ADS_1
‘’Tidak… itu gereja namanya anggelia buka dewi angelia aku bukan murid gereja dewi anggelia’’ jelas lara
‘’Oh begitu...jika kau bukan pengikut dewei anggelia lalu kau pengikut yang mana’’
‘’Mungkin sama dengamu’’ kata lara
‘’Benarkah?… tapi aku tidak pernah melhatmu di gereja’’ barbosa bingung
‘’Itu karena aku memang tidak satu tempat dengamu aku belajar digerja kecil di pinggiran kota Duran bagian selatan’’
‘’Aku mengeti maksudmu kuil bukan?’’kata Barbosa dengan takjup
‘’Ya bisa di bilang begitu’’ kata lara tidak ingin melanjutkan
‘’Wow kau sangat cerdas walaupun kau hanya belajar kuil’’ kata barbosa
‘’Aku hanya kebetulan medapatkan soal yang tepat’’ lara merendah
‘’Tetap saja kau pintar setidaknya lebih pintar dari aku… ah liat..liat hasilnya sudah keluar’’ Lara dan Barbosa melihat pengawas keluar dan menempelkan sebuah kertas di papan pengumuman dekat pintu. Banyak orang yang membaca terkejut dan kecewa namun ada satu atau dua yang tampaknya sudah bisa menebak hasilnya.
Barbosa maju pertama ia melihat ada 2 nama disana dan nomor satu adalah Lara dan yang kedua adalah namanya. Barbosa terkejut ia merasa seperti sedang mimpi, sekarang ia benar-benar lulus seperti dikatakan lara sebelumnya. Barbosa melirik lara yang tepat sampingnya kemudian melompat dan memeluknya
‘’Lepakan aku.. aku tidak suak laki-laki’’ kata Lara dengan nada bercanda
‘’Haha... terserah yang penting aku lolos’’ Barbosa bersemangat
__ADS_1
Lara mendorong barbosa yang tampak masih bersemangat. Sementara itu orang-orang melihat mereka berdua hanya bisa memandang mereka dengan rasa benci dan iri.
Barbosa sendiri tidak peduli dengan pandangan orang-orang yang menatap kearahnya dari sisi lain tampak banyak orang yang protes dan tidak menerima hasil ujian, namun tidak ada yang memperdulikan mereka sama sekali. Lara dan Barbosa masuk ke dalam ruang ujian sebelumnya karena itu yang disebutkan didalam pengumuman yang ditempelkan pengawas sebelumnya.