
Lara memalingkan wajahnya kemudian berbalik dan menggerakkan mulutnya.
‘’Menu’’ kata Lara dengan suaranya yang berat
Dalam sekejab mata sebuah layar hologram muncul di depannya yang terlihat seperti tampilan OS Handphone canggih terbaru saat ini. Layar tersebut transparan sehingga pengguna masih bisa melihat apa yang ada dibalik layar mereka. Selain itu layar juga bisa di lebarkan, dikecilkan atau di geser sesuai yang pengguna inginkan.
Lara tampak tidak kaku memainkan layar hologram didepannya, ia terlihat seperti sudah sangat berpengalaman dalam menggunakan fitur-fitur yang ada di dalamnya.
Lara pertama sedikit membuat beberapa pengaturan terkait dengan privasi akunnya selanjutnya ia mengatur beberapa pengaturan terkait dengan tingkat sensitivitas sensor gerak, pencahayaan dan sebagainya.
Setelah puas dengan beberapa pengaturan yang ia buat, tanpa pikir panjang Lara memilih menu Game yang berbentuk Icon controler playstation di pojok kanan atas layar dan kemudian terlihat ada tiga pilihan game yang bisa di mainkan di sana.
Dulu ada banyak pilihan game yang bisa mainkan. Bahkan, banyak orang yang bingung harus memainkan yang mana. Tapi, sekarang hanya ada tiga game VR saja yang bisa di mainkan oleh orang di seluruh dunia. Ini bukannya karena tidak ada perusahaan game lain yang tidak mau membuat game Virtual Reality.
Namun, ada aturan batas kuota jumlah pada Game tipe Virtual Reality yakni hanya terbatas 3 Game saja. Aturan ini di buat 50 tahun lalu oleh pemerintah karena sesuatu masalah yang tidak di ketahui.
Tiga pilihan game di depan Lara yakni E-sport ,Point Blank, dan terakhir Dream Online. Ini adalah 3 game yang bisa di mainkan dalam Virtual reality sekarang
E-sport adalah permainan olahraga seperti sepak bola, kriket dan sebagainya. E-Sport telah berdiri sangat lama dan masih bertahan sampai sekarang
Di dalam E-sport kebanyakan pemain adalah pensiunan Atlet di dunia nyata yang telah kehilangan masa jayanya.Tapi ada juga atlet masih aktif yang bermain di dalamnya.
Di E-sport berbeda dengan dunia nyata, didalam game semua orang berada di performa terbaik mereka, sementara di dunia nyata tidak mungkin bisa melakukannya.
Yang menjadi menarik di E-sport adalah dimana para legenda-legenda besar dunia olahraga saling beradu kemampuan mereka di lapangan, sekarang bahkan E-Sport sendiri menjadi lebih populer dari olahraga yang ada di dunia nyata sekarang.
Disisi lain Point Blank adalah game perang kerja sama team yang juga sangat populer, game ini terbilang baru namun juga bisa di katakan lama karena merupakan hasil remested Game Online tua yang juga sangat populer di abad ke 20an.
Point Blank Virtual reality baru diluncurkan 5 tahun dan terbilang cukup sukses bahkan sudah menjadi salah satu dari cabang olahraga yang di pertandingan di Olimpiade di tahun sebelumnya bersama dengan E-Sport. Jumlah penonton dan penggemar mereka sekarang bahkan mengalahkan E-Sport .
Kemudian terakhir adalah Dream Online game ini benar-benar baru release beberapa hari dan menjadi paling populer dengan jutaan pemain yang masuk dan keluar setiap beberapa puluh menit.
Tanpa berfikir Lara langsung memilih Dream Online bersamaan dengan itu pandangan Lara kembali memutih kemudian berubah lagi dengan cepat.
Lara melihat sebuah Cristal besar Berputar berwarna Biru tepat tidak jauh di depannya karena Lara termasuk penyuka game lawas ia berfikir Cristal itu hampir sama dengan game yang dulu sangat populer di abad ke 20 yakni Final Fantasy yang di sebut Cristal Croconiels.
Lara berjalan mendekat ke arah Cristal mencoba untuk melihat lebih dekat namun ketika ia kan mencoba lebih mendekat ke arah Cristal seorang wanita muncul dari kekosongan dengan melayang tepat di depan Cristal, Lara menghentikan langkahnya dan menatap wanita cantik berambut biru dengan mata cristal itu yang kemudian berbicara.
‘’Siapa kamu?’’ tanya Lara yang entah mengapa Lara merasa ia mengenalinya. wanita itu tidak membuka mulutnya tapi Lara mendengar suaranya di kepalanya bersamaan dengan itu sebuah layar muncul di depannya.
Dia diminta untuk menuliskan namanya dalam kolom dengan kursor yang berkedip kedip. Melihat itu dengan segera Lara mengetahui maksudnya. Tapi, Lara tidak memperdulikan itu dan berbicara pada wanita itu langsung.
‘’Aku Lara.. kamu siapa?.. apa kita pernah bertemu?’’ tanya Lara dengan sangat penasaran pada wanita yang tampak akrab dengannya
‘’Lara… aku akan mengatakan apa yang ingin kau ketahui jika kita bertemu lagi suatu saat nanti’’ wanita itu akhirnya membuka mulutnya .
Lara ingin bertanya lebih jauh tapi ia tidak lagi bisa berbicara apapun. Semua pandanganya telah kembali menjadi putih kemudian perlahan memudar.
Lara ditransfer ke suatu tempat yang menjadi pijakan awalnya dalam game Dream Online. Lara merasakan pandanganya mulai berubah digantikan dengan penampilan sebuah keramaian seperti pasar dengan berbagai keributan.
__ADS_1
‘’Selamat datang di Dream Online’’ suara di kepala Lara terdengar sangat jelas
Lara telah melakukan browsing di internet tentang Dream Online dan ia mengenali tempat ini sebagai Kota Duran. Sebuah kota yang cukup terkenal yang ada di daerah paling selatan kerajaan Philotas.
Kemudian setelah sadar ia telah menjadi pusat perhatian orang-orang disekitar. Lara sadar bahwa penampilannya tidak berubah sama sekali. ia masih sama seperti dirinya yang asli tanpa sedikitpun perubahan.
Tetapi seperti sudah kebal terhadap semua tatapan takut dan jijik orang-orang Lara langsung berjalan seperti tidak ada yang terjadi. Kakinya dengan pasti menuju ke arah keramaian dengan tubuhnya yang besar tinggi mencapai 2 meter.
Dia begitu besar dan mengerikan seperti monster dimata orang orang yang melihatnya. Lara sekarang telah berumur 30 tahun ia telah berada dalam kondisi ini lebih dari setengah kehidupannya. Masa awalnya ketika ia dalam keadaan seperti itu, kehidupannya sangat sulit. Tapi, waktu yang membuat ia mengerti dan menerima segala apa yang telah terjadi di masa lalunya.
‘’lihat..lihat pria itu dia sangat jelek, wajahnya begitu menjijikan aku ingin muntah melihatnya’’ suara wanita terdengar di kerumunan yang sedang menatap Lara yang berjalan dengan matanya fokus ke depan
‘’hush… jangan suka mengatakan orang lain’’ yang lain menegur wanita itu
Pandangan Lara sekarang fokus pada gerbang sebuah dojo yang merupakan tempat pelatihan bagi seseorang yang ingin menjadi seorang Warior dan ketika ia berdiri tepat di bawah gerbang untuk mencoba masuk penjaga pintu menghentikan langkahnya.
‘’Kamu tidak bisa masuk kemari’’ penjaga berbicara kasar padanya dan bahkan tidak segan-segan menodongkan senjata padanya
‘’aku ingin belajar,.. yang lain bisa masuk kenapa aku tidak?’’ Lara mempertanyakan dengan suaranya yang berat.
‘’lihat dirimu, apa kau yakin kau manusia?’’ tanya penjaga yang merupakan seorang NPC. Lara terkejut melihat NPC di depannya yang menghinanya. Lara tidak marah ataupun kesal karenanya dan ia malah terlihat agak senang karena kerealistisan Game Dream Online yang bahkan menampilkan sifat sejati seorang manusia pada umumnya.
Lara telah melihat beberapa Game serupa sebelumnya dan ia sadar bahwa di bandingkan dengan game sebelumnya Dream Online lebih baik dari sudut Emosi NPC sementara untuk aspek lainnya Lara belum memperhitungkannya.
Lara mundur cukup jauh ia tidak ingin memancing keributan dan kemudian memeriksa statusnya
Nama: Lara
Job:tidak ada
Guild: tidak ada
Kedekatan Element
Cahaya 200
Gelap 200
HP:100%
MP: 100%
Kelaparan :90
Kehausan: 95
STR:B
AGI:C
__ADS_1
VIT:B
INT:B
LUCK:F
Resitensi
Element cahaya 200
Elemen Gelap 200
Stun 200
Ilusi 200
Buff
Debuff
Kelebihan
- Memiliki Fisik yang kuat dan bisa bertahan dalam berbagai kondisi Iklim Sulit
- memiliki resistensi pada serangan kejutan yang akan membuat efek Stun pada pemain dan berbagai efek Ilusi
-setelah melewati kesulitan dan kesialan ia sering mendapat kejutan tak terduga
Kekurangan
- penampilan yang buruk rupa akan membuat pemain sulit mendapatkan kepercayaan dari orang lain
- pemain akan cendrung dijauhi banyak orang karena penampilannya
-keberuntungan pemain yang buruk akan membuat pemain sering kali terlibat masalah
Tinggi : 201 cm
Berat : 100 Kg
Kondisi kesehatan
-sehat
Lara kembali dikejutkan dengan apa yang ditampilkan di layarnya kemudian ia tertawa karena setelah membaca informasi di statusnya terkait kelebihan dan kekurangan karakternya yang seperti berkaca pada dirinya sendiri.
Selesai dengan melihat status karakternya dan cukup puas ia memilih untuk mengecek Inventorinya ada 1 botol air dan beberapa potong roti gelap didalamnya.
Setelah puas memeriksa setiap menu yang ada ia pergi menuju ke gereja. Saat ia membaca status karakternya ia memiliki kedekatan pada element cahaya yang baik, Lara juga punya fisik yang kuat serta tubuh yang tinggi.
__ADS_1
Lara telah membaca dan belajar dari berbagai media maupun dari pengalamanya bermain game dulu. Lara berfikir bahwa dengan tubuhnya dan kekuatannya ia paling cocok menjadi seorang Paladin.
Seorang yang memegang tameng berdiri di posisi terdepan menghalau setiap serangan itulah yang menjadi tugas bagi seorang Paladin dalam sebuah pertempuran.