Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 47 Arc Dark Eye : Raja Pohon Bege


__ADS_3

Suasana pagi di kuil terasa bersemangat, semua orang pergi ke atas gunung menuju puncak Gunung Platos. setalah tangah hari mendaki, mereka sampai di puncak Gunung platos. Lara melihat ke bawah dan menemukan dasar kawah Gunung Platos sangat jauh di bawah.


Karena tujuan utama mereka dibawah sana, lara langsung turun ia mengubah papan rusak menjadi sebuah selancar untuk meluncur turun. Sedang asyik meluncur Lara menemukan pasir-pasir hitam banyak tempat. Ia memeriksa apa itu dan menemukan itu adalah serbuk api yang merupakan serpihan-serpihan dari batu api yang hancur akibat ledakan Gunung Platos sebelumnya


Walaupun manfaatnya tidak sebagus Baru api, lara tidak bisa menyianyiakan uang di depan matanya. ia memungut semua yang bisa untuk kemudian dijual ketika ada kesempatan. Monca dan bawahannya mengetahui apa yang di pungut oleh Lara dan melihat itu mereka berhenti meluncur dan memenuhi inventori mereka dengan Serbuk Api. Baru setelah inventori mereka tidak bisa lagi menampung semua serbuk api yang ada, mereka meluncur cepat kebawah mengikuti Lara yang sudah jauh meninggalkan mereka.


Sampai di bawah mereka melihat Gerbang Sihir di depan, tidak ada penjaga atau siapapun di sekitarnya. Tanpa pikir panjang Lara masuk ke dalam Gerbang Sihir dan segera pemandangan didepannya berubah menjadi sebuh lembah gersang seperti Daratan Philotas. Suasana tempat tersebut agak gelap dan menyeramkan. Ketika melihat ke atas setiap orang tidak menemukan matahari yang sama dengan mereka lihat selama ini. Matahari di atas terlihat seperti sebuah mata yang melihat ke segala arah.


‘’apa itu’’ suara Mica terdengar, semua orag mengalihkan pandangan mereka ke arah Mica, lara melihat ke langit yang di tunjuk Mica, ia terkejut ketika melihat apa yang mica lihat sebenarnya adalah seekor monster super besar terbang mendekat ke arah mereka.


‘’Kita mundur, tempat ini bukan tempat bagi kita’’ kata lara berbalik dan mulai mundur


‘’Apa, bagaimana dengan batu sihir yang kau maksud’’ Monca tidak lupa dengan tujuan utama mereka datang ke Platos


‘’Yang di segel adalah gerbang tempat kita masuk, bukan tempat ini. Batu sihir yang kalian cari pasti ada di luar. Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan, tempat ini diluar nalar kita’’ kata lara terus melangkah menuju Gerbang Sihir. Lara tidak berpikir bahwa akan sesederhana itu menemukan Gerbang Sihir yang di segel, tapi sekarang karena ia sudah menemukan apa yang ia ingin lihat, Lara hanya akan menuju ke rencana berikutnya.


Semua orang mengikuti lara keluar dari tempat itu dan kemudian mereka berhasil menemukan sisa dari batu sihir tingkat tinggi. Setelah selesai, Semua orang naik kembali atas dan menuruni Gunung Platos. Monca Guild kali ini mendapatkan untung besar dari ekspedisi mereka kali ini. Monca sangat gembira, ia tidak menyangka akan semudah itu menemukan Batu Sihir kelas Epic, disisi lain mereka juga mendapat banyak barang dan bahan.


Di berita di tampilkan bagaimana perang besar antara kekaisaran dan aliansi petualang dengan para Monster Serigala terjadi. Para pemain top terus menjadi sorotan di Tv dan menjadi berita utama setiap waktu. Tiga kerajaan yang merupakan bawahan Alexandria telah mengatur barisan pertahanan di perbatasan kerjaan mereka dengan Philotas dan mengisolasi Philotas dari setiap sisi. Hal ini membuat perang terus terjadi setiap saat dan menjadi semakin Intens setiap waktu.


Lara dan Monca Guild baru tiba di Desa Mor setelah 2 minggu. Monca dan orang-orangnya berjalan mengikuti Lara masuk ke dalam Hutan Mor dan Baru beberapa puluh meter mereka masuk Lara berhenti dan berteriak ke sebuah pohon.

__ADS_1


‘’aku Lara Hermund, ibuku Michel dia bagian dari prajurit garis depan Elf Pohon’’ kata Lara dengan tegas


Monca di belakang terkejut, ia tidak menyangka Lara memiliki koneksi dengan Elf , mahkluk yang menjadi legenda dalam cerita-cerita yang ia dengar. ketika ia melihat ke arah hutan terlihat seorang wanita yang dikawal pasukan dengan sangat ketat. Pakaian mereka senada, rambut mereka senada dan hanya wanita yang berjalan paling depan yang memiliki warna berwarna perak. Wanita itu adalah Michel, ia maju untuk menyambut anaknya sendiri. Karena para pria Elf Pohon khawatir pada Michel, mereka sepakat untuk menjaga Michel dan bertindak sebagai pengawalnya


‘’Ibu, pengawal mu banyak sekali’’ kata lara membuat semua orang serta Monca sedikit terkejut sesaat sebelum kemudian mereka tenang karena suatu hal di pikiran mereka.


Herman dan jose juga terkejut karena mereka tahu umur ibu lara adalah 51 tahun yang berarti sudah nenek-nenek sekarang. Mereka berpikir bahwa ibu lara menjadi seorang elder di game. Tapi, siapa tau yang tahu bahwa Penampilan ibunya masih sangat muda dan cantik. Herman dan Jose kemudian berpikir kemungkinan Michel telah mengubah avatarnya di game. Mengingat usia Michel mereka sangat yakin bahwa Michel tidak menggunakan penampilan aslinya dan ini ada di setiap pikiran orang yang saat ini menonton Michel.


‘’haha… begitulah resiko menjadi gadis perawan, ada begitu banyak laki-laki mengkhawatirkannya, ayo masuk kau sudah diberikan izin masuk’’ kata michel


‘’hoho… aku tidak akan sungkan kalau begitu’’ lara bejalan mengikuti ibunya dan yang lain mengikuti Lara di belakang. Saat masuk ke hutan lebih dalam, mereka langsung menemukan ada ribuan pasukan Elf berjaga dan karena lara adalah tamu penting, Raja Pohon secara langsung datang dan menyambut Lara.


‘’haha… pahlawan akhirnya kau datang, kami mengkhawatirkan mu sepanjang waktu’’ kata Raja pohon Elf Bage mendatangai Lara dengan wajah sangat bersahabat


‘’hahaha… orang hebat selalu merendah saat bertemu, ayo masuk kita akan mengobrol ada banyak hal yang ingin aku berikan pada anda’’ kata Bege degan nada hormat


‘’haha…, aku juga ingin menanyakan sesuatu pada paduka’’ lara lebih hormat


‘’baik.. baik ayo kita bicara di tempatku’’Bege mengajak Lara seperti layaknya seorang saudara ke dalam rumah


Lara dan lainnya masuk ke area tempat tinggal bagi para Elf Pohon. Pohon dunia menjulang tinggi terlihat di depan mereka dengan sangat jelas. Setelah sampai di sana Lara di sambut oleh seluruh penduduk Desa Mor dengan sangat baik. Penduduk Desa sudah menyadari Lara telah membantu mereka dan menanam hormat padanya dalam hari mereka.

__ADS_1


 Mira tidak ingin mengklaim apa yang di lakukan Lara untuk warga Desa Mor, ia menceritakan semuanya pada warga desa. Melihat warga desa lara yang langsung menyambutnya di depan gerbang Lara langsung berbicara.


‘’Aku telah mendengar para lelaki kalian dalam kesulitan, tapi jangan khawatir aku sudah semua jalan masuk para mata gelap masuk. Sekarang mereka sudah bisa berjalan menuju ke Alexandria dengan aman ‘’ terang lara


Mendengar itu semua warga lega, mereka sangat berterima kasih dengan semua Lara lakukan untuk mereka. Selesai berbicara dengan mereka Lara mengikuti Bege untuk kekediaman nya. Lara naik ke pohon dan masuk kedalam rumah pohon yang paling besar dan paling tertinggi di tempat tersebut, ketika masuk Lara segera menemukan Mira yang sepertinya sedang berbincang pada seorang Elf. Saat Lara masuk Mira langsung berdiri, ia sangat gembira melihat lara telah kembali dengan selamat.


‘’kau disini…’’ lara berkata santai


‘’oi, kenapa kau seolah tidak mengharapkan kita bertemu’’ Mira kesal melihat ekspresi Lara yang tampak acuh tak acuh padanya


‘’terus apa apakah aku harus bilang, sayang aku pulang, begitu?’’ kata lara dengan nada mengejek


‘’puih.. kau sudah beristri, jangan menganggap aku seperti akulah istrimu’’ jelas Mira dengan wajah mengejek


‘’haha.. bagus.. kau disni’’ kata lara dengan tertawa dan menepuk bahu Mira


Bege mendengar itu juga tertawa, ia mengerti dengan Jelas Mira memiliki sedikit perasaan untuk Lara. Tapi, sepertinya ia tidak mau mengakuinya. Karena semua sudah masuk Bege segera mempersilahkan semua orang duduk di kursi langsung berbicara


‘’Aku sudah mendengar permintaanmu sebelumnya, jika itu orang lain kami akan berfikir ribuan kali ,bahkan jika dia adalah orang kami sendiri. Tapi, apa yang kau bawa pada kami sangatlah berarti bagi kami dan kami tidak ingin berhutang budi padamu terlalu banyak sehingga kami menyetujui permintaanmu’’ kata Bege Langsung


‘’Terima kasih atas kebaikan paduka, saya sangat tersanjung anda mengabulkan permintaan saya’’ lara menjawab hormat

__ADS_1


‘’Selain itu aku pribadi akan mengabulkan satu permintaanmu. Jika itu masih dalam kesanggupanku aku akan membantu’’ kata Bege dengan serius


‘’Sebenarnya yang mulia, saat ini saya ingin membawa anda ke alexandria. Tapi, aku tidak punya jaminan langsung untuk keamanan yang mulia’’Kata lara langsung pada tujuannya


__ADS_2