
Sekarang sudah hampir sebulan berlalu sejak game diluncurkan dan belum ada terdengar ada yang bisa mengembangkan skill sampai ke tingkat master apalagi yang lebih tinggi yang menandakan meningkatkan sebuah skill lebih sulit dari apa yang dikatakan.
Cara meningkatkan sebenarnya sangat mudah pemain hanya perlu menggunakannya sebanyak mungkin dan semakin berlalunya Exp skill akan meningkat kemudian setelah mencapai 100% skill akan naik tingkat.
Saat tiba di Geraja Anggelia, Igaram memberikan Lara beberapa silver untuk ia pegang bersama beberapa buku miliknya serta buku-buku peninggalan Anggelia yang masih disimpan olehnya bersama dengan buku skill dasar yang telah Lara pelajari.
Dalam kamar Lara tampak sedang memilah buku-buku dari perpustakaan Gereja yang akan ia bawa untuk di pelajari tentunya selain buku milik Igaram dan Anggelia yang sudah tersimpan aman di Inventorynya. Saat sedang sibuk, Lara melihat Igaram masuk dan duduk di tepi kasur lara kemudian ia berbicara
‘’Setelah disana jangan lupa sering-sering kirim surat’’ kata Igaram
‘’Aku pasti akan sering memberi pertanyaan pada pendeta melalui surat’’ lara berbicara santai sambil menyusun bukunya
‘’haha.. tidak masalah, oh ya..Jika nanti kau berhasil menjadi seorang Saint bisakah kau pergi ke Daratan Baldur’’ Igaram meminta sebuah permintaan lara tetap santai dan bertanya
‘’Ada apa disana pendeta?’’lara berbicara
‘’aku cuma ingin kau memastikan apakah guru masih hidup atau telah gugur disana ’’ kata igaram membuat suasana hening
Lara melihat ke arah Igaram yang menatapnya penuh harap, melihat itu lara mengerti apa harapan selama ini Igaram padanya.
Lara mengerti betapa pentingnya Anggelia bagi Igaram, ia bukan hanya sekedar guru bagi Igaram, ia adalah wanita yang paling ia cintai namun cintanya tidak terbalas karena status Anggelia yang merupakan seorang saintes yang saat itu tidak diperbolehkan untuk berhubungan dengan lawan jenis.
Igaram dulunya adalah seseorang anak dari keluarga pedagang yang tidak mampu namun kemiskinan yang ia dia derita tidak membuat ia patah semangat. Setiap hari Igaram kecil berkeliling menjajakan dagangan orang tuanya dengan penuh semangat.
sampailah pada saat ia beranjak remaja, saat itu kehidupannya telah menjadi sangat baik, keluarganya pun telah berevolusi menjadi keluarga yang cukup terpandang di kota temapt ia tinggal bahkan sudah terkenal sampai ke Kekaisaran.
Tetapi suatu hari bencana yang tak pernah ia banyangkan dalam hidupnya terjadi, saat itu seluruh keluarganya dibantai oleh perampok yang masuk kerumahnya dan semua kekayaan keluarganya pun hilang di bawa pergi oleh para perampok.Sementara saat kejadian Igaram sedang mabuk-mabukan besama teman-teman sebayanya di sebuah Bar dikotanya untuk merayakan keberhasilannya.
Baru setelah Igaram kembali kerumah ia menemukan semua anggota keluarganya telah mati secara mengenaskan. Atas kejadian tersebut Igaram menjadi sangat sedih dan sekaligus marah serta bersumpah untuk mebalaskan dendam keluarganya dan saudara-saudaranya yang telah mati.
Setelah bertahun-tahun ia berhasil menemukan dalang pembunuh dan merampok keluarganya yang tidak lain adalah orang yang merupakan paling dekat dengannya selain keluarganya dan orang itu adalah sahabat karibnya sendiri.
__ADS_1
Igaram begitu terpukul hatinya mengetahui itu, namun Igaram sudah bersumpah akan membalas kematian orang tuanya serta semua saudara-saudaranya ia akhirnya membulatkan tekatnya.
Akhirnya perang besar pun terjadi ribuan orang menjadi korban dan kota menjadi kolam darah. sampai pada suatu hari ia berhasil membalas kematian keluarganya, tapi Igaram tidak merasakan senang sedikit pun dengan kemenangannya bahkan ia menjadi sangat sedih dan terluka yang kemudian menjadi gila.
Igaram menari-nari di jalan, menangis dan dan tertawa sepanjang hari. Sampai suatu hati ia bertemu pada seorang wanita yang seumuran dengannya dan ia adalah seorang pendeta bermana Anggelia.
Anggelia adalah pengikut atau pengabdi Dewi Anggelia yang menerima tugas menjadi pendeta sebuah gereja diamana Igaram berada.
Pertemuan mereka dimulai saat Anggelia tidak sengaja menabrak gundukan tanah di jalan saat malam hari yang ternyata itu adalah Igaram.
Saat itu Igaram tidak memperdulikan Anggelia, tapi sebaliknya Anggelia yang penasaran pada Igaram.
Anggelia mencari informasi tentangnya dan karena merasa kasihan tentangnya ia kemudian membantunya dengan terus mengikutinya serta mengurusinya.
Tahun demi tahun berlalu akhirnya usaha Anggelia membuahkan hasil Igaram akhirnya sadar dan menjadi pendeta yang berkeja langsung dibawahnya sebagai Asisten pribadinya juga pengawalnya.
Tahun-tahun berlalu sampailah kenaikan Anggelia menjadi seorang Saintes Igaram tau jika Anggelia menjadi Saintes maka ia tidak akan penah bersama dengan Anggelia, karena itu saat sehari sebelum Anggelia resmi menjadi seorang Saintes ia mengatakan perasaannya pada Anggelia namun ditolak.
Igaram tau ia kemungkinan besar akan ditolak mengingat Anggelia sendiri yang tidak pernah menunjukan perasaannya padanya.
Igaram yang mengetahui kebenaran tentang kenyataan berkeinginan untuk memberitahukan pada seluruh benua sementara itu Anggelia tidak setuju dengan rencana Igaram yang akhirnya membuat keduanya saling bertempur satu sama lain.
Igaram bertempur dengan seluruh kemampuannya begitu juga Anggelia, tapi pertarungan yang seharusnya menjadi pertarungan 1 lawan 1 itu di langgar oleh Anggelia.
Pada saat pertarungan akan menentukan seorang pemenang seseorang membantu Anggelia dari belakang dan melukai Igaram dengan sangat parah bahkan harus kehilangan hampir seluruh kekuatannya.
Setelah pertempuran itu mereka tidak lagi saling bicara satu sama lain. Igaram sangat kecewa saat ia ternyata dihianati namun karena cintanya pada Anggelia ia tidak pernah marah padanya bahkan terus mengikuti perkembangan tentang Anggelia.
Sampai akhirnya Anggelia pergi ke sebuah dimensi yang disebut Daratan Baldur dan tidak pernah kembali sampai sekarang setelah 200 tahun.
‘’Jika ia sudah tiada biarkan dia dikuburkan di mana di gugur, namun jika ia masih hidup aku minta kau memberikan kalung ini padanya’’ kata Igaram meletakan kalung hati di pinggir kasur
__ADS_1
‘’Kenapa pendeta tidak memberikannya sendiri’’ kata lara dengan serius
‘’Tubuh ini tidak akan bertahan lebih dari satu tahun... maaf aku memintamu melakukan pekerjaan yang sulit’’ kata igaram penuh harap agar Lara membantunya tapi juga ada kepasrahan dimatanya yang membuat Lara merasa Igaram sama seperti ketika dia di gereja dulu.
Lara mengerti Igaram pasti telah mengorbankan seluruh yang ia bisa korbankan untuk menemukan Anggelia tapi ia gagal dengan memikirkan itu lara mengerti keputusasaan yang dimiliki igaram.
Dan sekarang saat Lara mengambil kalung hati di kasur berarti ia akan membantu Igaram dengan seluruh kemampuannya. Di dream tidak misi semua terlihat seperti kenyataan orang bisa berjanji juga bisa mengingkarinya namun Lara tidak seperti itu jika ia berjanji maka apapun yang terjadi, ia akan berusaha menepatinya.
‘’terima kasih… uhhuk...uhhuk’’ Igaram terbatuk dan wajahnya menjadi pucat melihat itu lara tidak berfikir bahwa Igaram mengatakan sebenarnya tentang berapa lama ia mungkin bisa bertahan namun lara tidak ingin berbicara apapun ia hanya berharap ia bisa menemukan cara untuk menemukan cara untuk membantu Igaram secepat ia bisa
‘’Kau tidak apa-apa Pendeta’’ Lara berbicara dan tampak khawatir
‘’Aku baik.. baik saja cepatlah keretamu sudah menunggu di depan’’ kata Igaram melihat Lara sudah selesai dengan barang bawaannya dan mendorong Lara keluar kamar menuju pintu keluar.
Lara hanya diam dan mengikuti keinginan Igaram. Saat naik kereta Igaram berbalik ia tampak menyembunyikan sesuatu. Lara berteriak mengucapkan kata perpisahan pada Igaram saat kereta melaju sementara itu Igaram hanya melambaikan hanya tangannya tanpa berbalik.
Hari itu adalah hari terakhir Lara melihat Igaram sampai suatu hari takdir mempertemukan mereka lagi namun saat itu hanya ada tangis di mata Lara.
***
Lara bangkit dari tidurnya, ia banyak berpikir tentang Igaram dan apa yang harus ia lakukan untuk membantunya. Lara kemudian bangkit kasurnya dan keluar dari kamarnya.
Di pagi hari yang cerah terlihat semua sibuk berbenah karena hari ini mereka akan ke kantor pusat The Elder di Roma Italy. Melihat Lara yang baru saja keluar dari kamarnya dan begitu santai membuat Michel sedikit mengkerutkan dahinya dan berbicara
‘’Cepatlah mandi ganti pakaianmu kita akan segera berangkat’’ perintah Michel
‘’ya.. aku tau’’ jawab lara ke kamar mandi dan mencuci dirinya kemudian mengganti pakaiannya.
***
Perjalanan ke Italy hanya memakan waktu beberapa puluh menit Lara dan rombongan turun dari kendaraan dan melihat sebuah gedung yang puncaknya sampai menembus awan.
__ADS_1
Mereka masuk bersama, Lara memakai pakaian kantor berwarna hitam dengan dasi juga berwana hitam serta menggunkan topeng, sarung tangan serta sepatu pentofel warna hitam. Disisi lain Michel memakai pakaian biasa sama dengan Misha dan Sasha. Melihat Lara yang berjalan masuk semua penjaga langsung sigap memberi hormat dan tidak ada yang berusaha menghalangi jalannya.
Misha dan sasha yang sudah terpana melihat gedung itu saat di kendaraan sekarang mereka lebih terpana lagi saat melihat lantai bangunan itu terbuat dari kristal yang berharga jutaan dolar per kepingnya, selain itu semua perabotan ada sekitarnya sangat mewah dengan ratusan juta dolar per buahnya bahkan ada juga yang berharga miliaran dolar.