Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 9 Geng Anubis VS Lara


__ADS_3

Lara terus berjalan lebih jauh ia tidak peduli dengan tatapan orang-orang pada panampilannya saat ia bejalan. Dari depan,  ia melihat seorang wanita tampak ditangkap oleh dua orang pria yang sepertinya bagian dari salah geng yang berkuasa di daerah sekitar.


Dengan mulutnya ditutup serta tangannya yang dikunci dari belakang. Tubuh wanita itu ditarik kedalam gang gelap dengan paksa. ia terus melawan dan berteriak meminta bantuan kepada setiap orang yang ada di sekitar.


Banyak orang yang melihat apa yang terjadi pada wanita itu, namun tidak ada yang berusaha untuk membantunya sama sekali. kenyataannya ini adalah manusia di abad ke 31 dimana sifat individualisme lebih tinggi dari pada kemanusiaan.


Manusia yang berkemanusiaan sudah menghilang terkubur dalam waktu yang sangat lama, sekarang yang tersisa hanyalah manusia yang individualis dan kejam.


Lara ingin pura-pura tidak melihat seperti yang lainnya, tapi saat mencoba terus berjalan ke depan meninggalkan lokasi. tubuhnya terhenti tepat di mana wanita itu menghilang ke dalam gang besama dua orang pria yang menangkap dan menyeretnya ke dalam.


Lara dengan sudut matanya melirik ke dalam gang itu dimana si wanita dipaksa masuk. sesaat dari posisinya, Lara bisa melihat sayup-sayup bayangan si wanita yang terus berusaha untuk melarikan diri berteriak sekuat tenaga dengan suaranya terdengar menyedihkan ditelinga. Lara memfokuskan pandangannya ke dapan, ia ingin meninggalkan lokasi sebelum ia berubah pikiran untuk menolongnya.


Saat ia akan melangkah ke depan untuk meninggalkan lokasi, entah mengapa kakinya malah berbelok masuk ke arah gang dan kemudian masuk kedalamnya.


‘’Kakak.. ayo cepat buka celananya, aku tidak sabar untuk mencicipinya. sudah lama tidak mencicipi wanita muda’’ kata pria yang memegang tangan wanita yang sudah dalam posisi tak berdaya di lantai.


‘’Sebelum kamu, aku yang kan mencicipinya pertama’’ kata pria yang sekarang menindih perut wanita yang terus memberontak dan berteriak minta tolong. Air mata wanita itu mengalir deras seperti hujan membasahi wajahnya yang sudah terlihat kotor. Ia tampak sangat ketakutan, kaki dan tangannya terus bergerak berusaha untuk melarikan diri.


‘’Percuma, disini tidak akan ada yang mendengar mu’’ kata pria dengan tatapan mesum pada wanita yang ada di bawahnya sambil berusaha membuka rosleting celananya sambil terus berusaha membuat wanita itu tidak bisa melarikan diri darinya dan saudaranya.


‘’Pergi… jangan lakukan .. tolong… tolong!!’’ si wanita berteriak minta tolong dengan suaranya yang mulai serak karena terus berteriak.


‘’Haha… teriak yang keras... semakin kau berteriak semakin kami menyukaimu’’ kata pria yang sekarang sudah menempelkan wajahnya ke wajah si wanita dan menjulurkan lidahnya untuk menjilati wajah wanita itu dengan tawa mesumnya. Sementara itu tangannya yang tadi bebas telah mengembara ke arah dada dan area bawah perut si wanita.


‘’Haha… benar teriak yang keras’’ kata pria yang memegang tangan wanita itu dengan erat.


‘’Adik.. aku akan menahannya kau buka celananya’’ usul pria yang sekarang menindih si wanita.


Seketika tangan di lepaskan, si wanita langsung mengarahkan pukulannya ke arah wajah pria yang menindihnya dan disisi lain kakinya yang bebas bergerak ia gunakan untuk menerjang pria yang sedang berusaha untuk memegang kakinya.


Tapi semua sia-sia, pukulan serta tendangannya terlalu lemah dan membuat kedua pria yang sudah bernafsu kembali menaklukannya dengan sangat mudah. si Wanita masih tidak menyerah ia berteriak lebih keras dengan suaranya yang mulai hilang sesekali serta terus berusaha memberontak untuk melepaskan dirinya dari cengkraman dua pria yang jauh lebih kuat darinya.


‘’Hahaha.. Kakak kau gunakan itu mu untuk menutup mulutnya dan aku kan memperkosanya’’ saran salah satu pria yang kini mulai menanggalkan celana warna hitam yang di kenakan si wanita.

__ADS_1


ketika pria itu sedang berusaha menarik celana si wanita tiba-tiba sebuah tangan memegang tangannya dengan sangat erat.


Pria itu menoleh ke arah orang yang memegang tangannya dengan raut wajah tidak senang dan kemudian ketika ia melihat ke arah wajah orang yang memegang tangannya ia langsung berteriak ketakutan.


‘’Hantuuuu….’’ teriak pria yang tangannya telah dikuasai oleh Lara. pria itu melepaskan kaki si wanita dan berusaha untuk melepaskan melepaskan tangan besar Lara dari dirinya.


Namun ia tidak berhasil melakukannya, tenaganya tidak cukup untuk melepaskan cengkraman Lara yang begitu kuat. Sementara pria menindih si wanita yang kini telah pingsan. segera bangkit untuk membantu saudaranya yang sekarang sudah tergantung di udara dengan lehernya sudah digenggam dengan sangat erat sehingga wajahnya memerah karena darah yang terhenti di lehernya.


‘’Kalian dari geng mana?’’ tanya Lara dengan suaranya yang menyeramkan membuat kedua pria semakin ketakutan


‘’Geng.. geng Anubis’’ kata pria yang tergantung di udara dengan suara yang tidak jelas karena tercekik.


Setelah mengetahui asal keduanya dari mana, Lara langsung menunjuk ke arah wajah pria yang tergantung yang kemudian tangannya bergerak seperti kilat arah kepala pria itu dengan niat membunuh.


Sesaat tubuh pria yang telah di tusuk kepalanya dengan jari telunjuk Lara mengalami kejang-kejang, kemudian berhenti beberapa detik kemudian dengan matanya mendongak ke langit.


Setelah Lara melepaskan jarinya dari kepala pria itu, darah menyembur keluar dari lubang di tengah dahi pria itu dimana jari lara sebelumnya bersarang.


Melihat bahwa pria di genggamannya tidak lagi bergerak atau kejang-kejang, Lara segera melemparnya ke samping seperti anjing.


Melihat itu, Lara hanya santai berdiri menerima serangan pria itu dengan tangan terbuka. Sesaat pria itu merasa pisaunya hendak sampai ke target. tiba tiba ia merasa heran karena sekarang tubuhnya tidak lagi bisa bergerak lebih jauh lagi.


Sedetik kemudian ia mengerti ia telah mati. darah keluar dari lehernya dan bersamaan dengan itu kesadarannya mulai menghilang. tubuhnya terduduk di lantai dengan kepalanya lebih dulu merasa menyentuh ke lantai. Baru setelahnya tubuhnya miring kesamping dan jatuh ke lantai dalam posisi telentang.


Lara tidak lagi peduli dengan mayat dengan tanpa kepala di dekat kakinya. Matanya hanya fokus melihat seorang wanita yang sebelumnya muncul seperti kilat sesaat sebelumnya.


Lara melihat bagaimana wanita itu membunuh pria yang menyerangnya sebelumnya. Sekilas Lara melihat ada benda yang sangat tajam memotong leher pria yang kini telah mati dengan tanpa kepala kemudian dengan secepat kilat wanita itu menyembunyikan senjatanya kembali kedalam pakaiannya.


‘’Elder maaf atas tindakan sebelumnya.. aku benar-benar minta maaf’’ wanita dengan pakaian kantor serba hitam yang Lara jumpai saat bejalan sebelumnya berbicara dengan suara yang sangat ketakutan sambil membungkuk sangat dalam. Setelah mendengar kata-katanya, Lara melihat wanita lain yang telah pingsan sesaat ia tiba.


‘’Aku suka kerjamu.. kau ku maafkan, tapi aku tidak ingin ada lagi Geng Anubis terdengar di telingaku besok pagi’’ kata Lara melihat wanita itu dengan sedikit serius


‘’Anggap saja perintah Elder sudah selesai ’’ kata wanita itu tanpa ragu sama sekali.

__ADS_1


‘’bagus.. aku tidak berfikir bahwa kalian sampai kesini.. apa terjadi sesuatu?’’ tanya Lara


‘’Elder.. seorang buronan organisasi telah dikabarkan bersembunyi di kota ini, saya diperintahkan untuk membunuhnya’’ kata wanita itu tanpa sedikitpun ragu


‘’Oh.. kalian pasti mencari Tank Mampo.. dia sudah mati. Akulah orang yang membunuhnya, kau bisa temukan mayatnya di rumah sakit utama daerah ini jika kau menginginkannya’’ Lara berbicara dengan nada tenang


‘’Terima kasih pada Elder telah membatu kami di selang kesibukannya’’ Kata wanita penuh dengan hormat pada Lara.


‘’Emmm… pergilah kirimkan salam ku pada Grand Elder’’ kata Lara mengangguk dan melambaikan tangannya untuk menyuruh wanita itu pergi.


Lara berjalan mendekati wanita yang pingsan sementara wanita dengan pakaian kantor sebelumnya telah menghilang entah kemana. Lara berjongkok dan kemudian ia mengambil dompet yang tak jauh dari wanita itu dari bentuknya sangat jelas itu adalah dompet seorang wanita jadi Lara yakin bahwa itu adalah dompet wanita yang tak sadarkan diri itu.


Lara membongkar Dompetnya menemukan beberapa ratus Dolar di dalamnya dan juga beberapa kartu termasuk kartu indentitas wanita itu. Setelah menemukan siapa dan dimana wanita itu tinggal ia mengangkat tubuh wanita itu dan membopong si wanita di bahunya lalu pergi meninggalkan lokasi.


Lara tidak pergi menuju keramaian ia masuk lebih dalam ke dalam gang. Tujuannya adalah untuk membawa wanita itu kembali kerumahnya.


Banyak orang yang di gang melihat Lara membopong wanita yang terlihat sudah berantakan di bahunya, baju wanita itu pun sudah sangat kotor dan robek-robek.


Di mata mereka Lara terlihat seperti penjahat yang telah menculik seorang wanita cantik untuk kemudian di perkosa untuk memuaskan birahinya selanjutnya dibunuh dikeluarkan organnya untuk dijual ke pasar gelap.


Setelah berjalan cukup lama dan hari sudah mulai agak gelap Lara akhirnya tiba di lokasi tempat tinggal wanita yang masih pingsan di bahunya. Lara melihat tempat itu sebenarnya sebuah kontrakan kecil dua tingkat.


Kontrakan itu jelas bukan bangunan resmi Lara bisa mengetahui dari bentuk dan posturnya yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Lara tidak memperdulikan itu dan kemudian langsung maju ke depan menuju ke sebuah tangga untuk menuju lantai dua.


Dengan perlahan Lara berjalan di melewati pintu demi pintu yang tertutup tak jauh dari situ terlihat seseorang mengintip melihat Lara membopong wanita yang ada di bahunya.


Orang ini hanya melihat dan tidak melakukan apapun, ia tidak terlihat berusaha menolong tetangganya yang kini terlihat tak sadarkan diri di bahu seorang pria besar yang misterius.


Orang ini jelas tidak tertarik membantu ia hanya ingin menonton apa yang akan terjadi seperti layaknya menonton film di televisi.


Catatan Penulis


1. Grand Elder adalah sebutan untuk orang paling dituakan dalam sekelompok Elder namun dalam episode ini Grand Elder adalah sebuah Jabatan dalam organisasi mafia.

__ADS_1


2. Sebutan Elder pada Lara yang ditujukan pada lara disini adalah jabatannya sebelum ia pensiun.


__ADS_2