
Tujuan untuk mempelajari skill ini adalah untuk mendapatkan Element Chaos dan juga Chaos Power dalam statusnya
Chaos Power adalah sebuah energi selain Magic Power atau MP yang biasanya di gunakan untuk menggunakan skill tipe magic. Selain itu orang yang memiliki element Chaos akan bisa menggunakan skill tipe Chaos dan seluruh skill element yang ada di dunia.
Sebelum lara, Anggelia telah mempelajari element Chaos ini dari sebuah peninggalan di dunia luar secara tidak sengaja dari sebuah diary seseorang Mage yang tidak disebutkan namanya.
Dari klaim orang tersebut, bahwa element Chaos adalah Energi yang berbentuk element sebelum waktu dan ruang terbentuk atau disebut element tanpa warna yang berasal dari sebuah benturan dua element sebelum ruang dan waktu terbentuk dan element itu adalah element gelap dan element terang.
Pertempuran itu tidak menghasilkan pemenang, karena benturan yang sangat keras akhirnya terbentuklah waktu dan ruang dan waktu diantaranya.
Ruang dan waktu semakin berkembang setiap benturan yang terjadi. setelah tak terhitung tahun berlalu dalam ruang dan waktu yang telah terbentuk terciptalah element yang lain.
Element terang menciptakan turunannya mulai dari api kemudian air kemudian tanah dan terakhir udara. 4 element itu adalah element turunan pertama dari Element terang atau cahaya.
Sementara itu dari element gelap sendiri, menciptakan element-element turunan lainnya seperti element kematian, jiwa, kehidupan dan sebagainya. Kedua element Terang dan Gelap terus berkembang setiap waktu membentuk element baru bahkan sampai saat ini.
Chaos adalah jembatan untuk membentuk setiap element yang ada termasuk ruang dan waktu. cahaya dan gelap menggunakan Chaos untuk membentuk element lain dalam ruang dan waktu. Maka dari itu memiiki element Chaos sama dengan memiliki semua element yang ada di dunia.
Hanya pengguna element Chaos satu-satunya yang bisa menggunakan semua element yang ada mulai dari element dari cahaya dan turunannya sampai element terakhir dari gelap berserta turunannya.
Anggelia pernah mempelajari tentang Energi Chaos atau juga bisa dikatakan Element Chaos. Tapi, saat itu dunia sedang kacau sehingga ia tidak pernah benar-benar fokus untuk mempelajarinya.
Disisi lain Igaram tidak tertarik pada Element Chaos karena ia sendiri tidak memiliki syarat untuk bahkan mengenalnya. Igaram hanya seorang pengguna element api sementara element cahaya yang ia miliki, ia dapatkan dengan menggunakan item khusus milik Anggelia sewaktu ketika mereka masih bersama yang berarti ia bukanlah pengguna element cahaya murni.
Lara sangat beruntung, ia ditemukan oleh Igaram dan diberikan banyak hal yang tidak pernah lara pikirkan sebelumnya. ketika ia mengingat Igaram yang tidak kunjung ditemukan hingga saat ini, lara merasa cemas dan khawatir pada saat bersamaan.
****
Lara kembali bermain setelah ia selesai mandi, kemudian berburu lagi dan lagi. Ia terus berburu dan berlatih setiap hari selama masa pembangunan kuil di desa Mor.
Sementara itu di Desa Platos sebuah bencana terjadi saat ini. Gunung Platos meletus dengan hebat, abu vulkaniknya menutupi kekaisaran dengan lava pijar yang menyembur seperti meriam ke langit.
__ADS_1
Lara tidak pernah berpikir. Bahwa, imam senior itu akan sampai seserakah itu. Imam itu benar-benar menggali Batu Api sampai pada batasnya hanya dalam waktu 25 hari sejak lara tiba di Desa Mor.
Kekacauan benar-benar gila, korban yang diakibatkan letusan berjumlah ratusan ribu orang dan semuanya penambang, prajurit serta penduduk asli Desa Platos.
Lara sudah memesan Mila dan Ijah untuk segera melarikan setelah ia tiba di Desa Mor. Lara meminta mereka pergi desa Mor untuk menjadi asistennya dan menyuruh mereka untuk pergi bersama dengan seluruh keluarganya juga.
Dan sekarang keduanya ada di Desa Mor, mengajar para suster baru sebelum kuil selesai dalam waktu dekat. Banyak dari keluarga mereka berdua tidak memutuskan untuk ikut karena godaan dari tambang batu api yang pada akhirnya mereka berdua hanya bisa membawa 5 orang saja dari keluarga mereka yang terdiri dari orang tua kandung mereka dan satu kakek Ijah yang sudah tua renta.
Lara melihat video internet, di sana digambarkan dengan sangat jelas bagaimana proses meletusnya Gunung Platos. Video ini berasal dari player penambang yang mati bersama dengan puluhan ribu penambang lain nya.
Imam senior yang saat itu di tambang terlihat dalam video sempat membentuk pertahanan kuat untuk menahan lava yang masuk kedalam tambang.
Namun, semua tidak berguna. letusan itu tidak hanya mengeluarkan lava tapi juga guncangan hebat yang membuat gua runtuh akibatnya pertahanan Imam Senior itu hancur dan membuatnya mati terkubur dalam tambang.
Lara beruntung ia bukan orang yang membawa bencana itu dan disisi lain Michel tertawa terbahak-bahak melihat video pendeta tingkat 5 mati dan terkubur dalam tambang.
5 hari berlalu sangat cepat sejak meletusnya Platos yang akhirnya berhenti. Banyak orang yang datang untuk melihat apa yang terjadi di Gunung Platos dan tidak sedikit yang datang juga berharap mendapatkan keuntungan dari bencana yang terjadi. Orang-orang Kerajaan Philotas juga tampak tiba di lokasi kaki Gunung Platos.
Tapi, bencana belum lah usai. Letusan sebelumnya adalah awal dari bencana sebenarnya. Dari kawah Gunung Platos yang kini telah terbuka sangat lebar tiba-tiba meletuskan tak terhitung mahkluk yang tidak di ketahui dengan sangat cepat.
***
Disisi lain pembangunan kuil telah diselesaikan, Lara juga sudah membangun lumbung dan menimbun banyak bahan makanan yang ia Impor dari Duran sebelum bencana datang. Tembok pertahan kayu pun sudah telah didirikan.
Lara menginvestasikan lebih dari 1500 gold untuk membuat tembok di sekitar kantor desa serta juga kuil dan membuat baceman di bawah ruangan kantor desa untuk perlindungan bencana.
Mira di kantor tertegun melihat berita yang terjadi, ia tidak tau apa yang terjadi. Tapi, semua kejadian dan semua masalah yang muncul sebulan belakangan ini di Alexandria layaknya sudah diramalkan semuanya oleh Lara. Saat ia sedang melamun memikirkan semua yang terjadi Lara masuk ke kantornya, duduk kemudian berbicara
‘’Jangan maju, tetap disini dan bertahan. biarkan para player untuk ikut berjuang di tambok pertahanan. Bencana ini akan tiba ke sini dengan cepat, kumpulkan semua bahan makanan yang ada di lumbung ke kuil, para pegawai desa harus mengatur persediaan dengan baik.’’ lara berbicara dengan cepat tanpa memberi cela untuk Mira memotong
‘’Bencana ini tidak mungkin akan cepat selesai, pasti setidaknya akan berlangsung beberapa bulan. Kita harus berusaha menemukan bahan makanan lain untuk kurang dari 500 orang warga serta kurang lebih 2000 player termasuk kita. makanan dari lumbung hanya bisa bertahan selama 3 bulan jika kita hemat’’ tambah Lara
__ADS_1
‘’Aku sudah mempekerjakan suster di kuil, mereka telah belajar untuk menggunakan skill First Aid. Skill itu akan digunakan hanya untuk prajurit atau pengguna yang terluka. ada banyak tempat tidur di kuil untuk para korban yang terluka. Sementara itu kantor desa akan dijadikan pusat komando militer kita sementara…’’ terang lara membuat Mira dan Ligar tidak bisa berbicara apapun karena mereka sendiri sama sekali tidak siap untuk membalas Lara.
Lara menerangkan setiap detail apa yang harus dilakukan dan kemungkinan mereka akan berlari ke Hutan Mor yang ganas jika keadaan memburuk.
lara berpikir bahwa apa yang terkubur dibawah kawah Gunung Platos tidak sama dengan monster di Hutan Mor. sehingga walaupun mereka dalam bahaya mereka masih lebih aman ketimbang bertahan di Desa Mor. disisi lain Lara juga memiliki semacam kartu truf untuk memastikan semua aman tapi ia tidak menyebutkan itu pada Mira dan Ligar.
Monster yang keluar dari kawah terlihat seperti monster dalam bencana besar sebelum masa Anggelia dan Igaram. Lara membacanya di dalam buku tua yang ia temukan dalam gereja Anggelia di kota Duran.
Ia menemukan bahwa monster-monster yang meletus itu disebut Mata Gelap(Dark Eye) mereka adalah salah satu monster tua yang hidup di masa Purba sebelum era kegelapan terjadi.
Setelah Lara selesai berbicara dengan ceramah panjangnya akhirnya Mira bertanya dengan serius.
‘’Apa hubunganmu dengan bencana ini?’’ ia melihat Lara serius dengan pandangan penuh curiga
‘’Ada sebuah tambang yang baru-baru terkenal karena Batu Api yang melimpah. seluruh tambang Batu Api itu sebenarnya adalah segel tua yang mengunci monster-monster banjir itu untuk tidak keluar ke benua’’ Balas Lara tanpa ragu.
‘’Aku adalah orang yang menemukan tambang itu. Saat pertama aku menemukannya, aku tidak sadar itu akan membawa bencana. Namun, ibarat kata dimana ada gula di sana ada semut’’ Lara berbicara dengan tenang dan lancar
‘’Imam senior datang dengan menawarkan ku kenaikan jabatan. Aku ingin menolak tawarannya. Tapi, aku tidak bisa melawannya. Disisi lain, aku juga tidak ingin menghentikannya karena aku ingin membunuhnya serta menghancurkan tanah Philotas yang korup. aku tidak tau seberapa besar letusan monster akan terjadi dan untuk Jaga-jaga aku merencanakan ini semua’’ Lara tampak masih tenang dan lancar berbicara,
‘’Aku tidak punya kekuatan, tidak punya uang, tidak punya kekuasaan, tidak punya segalanya untuk berdiri menantang naga yang disebut kekaisaran, kerajaan atau gereja Dewi Luna. Hanya dengan melakukan ini aku bisa memberi mereka peringatan bahwa mereka sebenarnya lemah’’ kata lara tetap tenang,
‘’Bukankah kau akan membuat banyak orang tidak bersalah mati?’’ kata mira memotong dengan ekspresi yang tidak menyenangkan
Lara mengerti apa yang di rasakan Mira padanya itu adalah rasa jijik dan benci. Lara juga tau Mira sangat mencintai desanya dan semua orang di dalamnya. Mungkin inilah yang membuatnya rela menjadi kepala desa di Desa Mor yang miskin.
Tapi, Lara tidak bisa mundur ia sudah menancapkan pedangnya dan itu tidak akan bisa ditarik lagi.
‘’Selalu ada pengorbanan untuk semua kebaikan’’ kata lara dengan tenang tanpa merasa bersalah
‘’Kau iblis!!!, bagaimana kau bisa begitu tega’’ mira melompat dan muncul didepan lara ia merapal mantra untuk membunuh lara
__ADS_1
‘’Kau bisa bilang begitu karena kau tidak pernah menjadi aku aku’’ lara membuka topengnya membuat mira terkejut dan menjatuhkan senjatanya.
Dia tidak pernah melihat apa yang dilihatnya barusan bahkan dalam mimpi buruknya sekalipun. Sebuah luka yang sangat besar bahkan sampai membuat orang akan mimpi buruk ketika melihatnya.