Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 41 Arc Dark Eye: Pertempuran Di Jembatan Patah


__ADS_3

‘’Tidak bisa, monster terlalu banyak mereka mengambil posisi yang tepat dengan berada di jembatan akan menghindarkan mereka dari kepungan langsung. Tiga orang di jembatan akan menahan serangan yang datang dan yang di atas akan melakukan support. Saran ku kita sebaiknya bergabung dengan mereka dengan begitu kemungkinan kita bertahan akan lebih tinggi’’ kata pria bernama Han yang sekarang menatap ke arah Giezmen, Herman dan Lick yang bersiap untuk bertarung.


‘’Ternyata si ayam bodoh itu berguna juga, cepat ke sana. Han aku tidak mau tau, kau yang harus mengatur semuanya’’ kata Monca memerintah


‘’Aku tau..’’ kata Han tampak sudah terbiasa dengan sikap Monca


‘’Semuanya bersiap melompat dari kereta, si bodoh di sana akan menembak kita dengan Fire Ball’’ teriak pria gemuk didepan yang mengendarai kereta


‘’Jeger coklat jose sialan itu mau membunuh kita’’ kata Monca


‘’Tidak, dia sepertinya menunggu sesuatu. Aku mengerti, cepat masukan bahan peledak dalam gerbong. Semuanya, naik ke atap bersiap melompat dati kereta. Ingat setelah mendarat langsung berlari ke jembatan bergabung dengan Giezmen dan lainnya’’ Han berteriak pada semua orang


‘’brengsekkkkk, lihat saja akan ku bunuh ayam sialan itu’’ Monca mengamuk


Lara memerintahkan Jose membuat sinyal dengan menahan Fire Ball dan kemudian melepaskannya saat semua orang di kereta siap. Kereta langsung meledak, monster yang menerkam ke arah kereta langsung mati di tempat karena ledakan yang kuat. Lara menemukan bahwa tidak ada satu pun monster Mata Gelap yang matanya aktif mati saat ledakan.


Mereka sudah membaca serangan Lara dan jose dengan sangat mudah. Han dan Benson mendarat dengan sempurna besama Monca sementara itu yang lain tergulig-guling di tanah yang kemudian langsung bangkit mengejar Monca, Han dan Benson yang lebih dulu berlari ke arah jembatan. Dari atas tiang, Lara melihat tidak ada satupun korban di pihak mereka langsung lega.


.’’Geizmennnnnnn!!!!’’ seorang pria berbadan gemuk berlari kearah geizmen mengacungkan pedang besarnya


‘’Bos… tenang itu bukan aku’’kata Giezmen pada melihat seorang pria mengacungkan war sword kearahnya dengan matanya yang berapi-api karena marah


‘’Gendut… jaga barisan’’ Han berteriak sambil melompat menaiki rangka baja jembatan.

__ADS_1


‘’BABI BODOH!!!, cepat halangi monster yang datang’’ teriak Monca pada pria gemuk yang menyerang ke arah Giezmen yang di sebut Big Hardi


‘’Sialan’’ kata Big Hardi sambil memutar badannya dan terkejut menemukan satu Serigala Mata Gelap sudah menerkam ke arahnya. Ketika melihat itu terjadi, ia langsung menggunakan skill gerakan untuk menghindar dan kemudian menyerang balik dengan pedang besarnya. Karena Monca telah datang sekarang kepala Party akan dipimpin oleh Monca dan Han akan menjadi ahli strateginya. Disisi lain Lara  yang menemukan niat Monca langsung keluar dari party. ia tidak tertarik untuk menjadi anggota party atau bawahan Monca apalagi Han.


Lara menarik tali busurnya dan kemudian langsung menembak pada monster yang datang ke arah jembatan. Monca yang sadar Lara segera keluar dari Party setelah ia mengambil alih ketua Party menjadi masam. Sulit baginya untuk menyelidiki Lara lebih lanjut saat ini karena dengan lara segera keluar dari Party. Maka, kesempatan untuk melihat status atau skill milik Lara menjadi mustahil.


Lara tidak menyukai metode Monca untuk menyelidikinya yang menurutnya sangat tidak beretika. Lara tidak keberatan jika harus ikut party, ia sendiri juga telah memblok orang untuk membaca statusnya dan skillnya. Jika Han melihat Status Lara yang bisa lihat hanyalah HP dan MPnya saja, sementara itu untuk skillnya Lara benar-benar mengunci semuanya tanpa ada yang bisa melihat melaluinya.


Han melirik Lara yang langsung keluar dari Party. Ia sendiri tidak menyukai tindakan Lara. Baginya tindakan yang Lara lakukan sama dengan merendahkan martabat guildnya. Ia juga sebenarnya tidak tertarik pada seorang pendeta, karena memang tak ada yang spesial dari seorang pendeta. Dalam pengetahuannya, Pendeta hanya tukang penceramah tidak punya kekuatan tempur sama sekali.


Lara tidak peduli dengan tatapan Monca dan Han, ia hanya fokus memanah monster yang telah Ia targetkan. Giezmen disisi lain sudah nyaman dengan Lara sebagai ahli strategi tidak bisa berbuat apa-apa. Itu di karenakan Han adalah atasannya dalam guild dan sebagai bawahan ia harus mengikuti perintah. Geizmen menemukan satu Serigala Mata Gelap yang mata aktif dalam kerumunan yang kemudian segera menandainya. Para Mohawks sudah tau maksud Giezmen langsung bergerak bersama-sama untuk membunuh monster yang ditandai.


‘’Giezmen, Herman, Lick apa yang kalian lakukan, kembali ke barisan’’ Han mengamuk di atas memarahi Giezmen yang tidak mengikuti perintahnya


‘’kelompok ayam bodoh sialan, cepat kembali keposisi kalian ini perintah’’ teriak Monca yang tidak mendengar keterangan MisMis dan juga tidak setuju dengan tindakan Giezmen yang melanggar perintah. Mendengar itu, Giezmen sekarang tatap pada pendiriannya, ia menobatkan lurus ke depan ke arah monster yang ia targetkan dan hasilnya monster di depannya segera menghindarinya dengan mudah.


‘’Bagus… dia tidak akan bisa menghindar’’ gumam MisMis melihat apa yang terjadi, di bawah. Monca yang berada di dekat mendengar itu dengan jelas dan memperhatikan apa yang terjadi. Monca yakin serangan paku milik Herman sebenarnya mustahil membunuh monster itu. Tapi, apa yang ia pikirkan berbeda dari apa yang terjadi dan itu membuatnya bertanya-tanya.


‘’Apa yang terjadi disini?’’ Monca tanpa ragu bertanya pada MisMis


‘’Ketua monster yang di tandai sebelumnya mata ketiganya aktif. Ia bisa dikatakan adalah pemimpin kelompok mata gelap. ia bisa mengarahkan Mata gelap disekitarnya untuk membuat serangan atau formasi. Tanpa monster yang mata ketiganya aktif, monster yang lain hanyalah ikan tri’’ Jelas MisMis


‘’jadi si ayam bodoh itu…’’ kata Monca sambil menatap giezmen dan lainnya

__ADS_1


‘’Kapten sengaja menandai itu agar menjadi target yang di prioritaskan untuk di bunuh pertama setelah semua monster yang matanya aktif para monster lain akan lebih mudah dibunuh. Setelah 5 menit salah satu atau dua monster Mata Gelap mata ketiganya aktif lagi’’ Tambah Jose


‘’Han bodoh, cepat suruh semua orang bunuh monster yang di tandai. Benson apa yang kau lakukan di sana, bantu jeger merah cepat’’ Monca berteriak setelah mengamati ada beberapa lagi monster yang di tandai. Benson yang mendengar teriakan dari atas langsung berlari kencang ke arah Giezmen mengacungkan tamengnya dan menangkis cakar menyala milik Serigala Mata Gelap. Benson membuat gerakan dengan sangat baik, manuvernya sangat bagus saat ini dan segera kapaknya menebas ke arah kepala serigala. Namun, ketika ia pikir serangannya akan mengenai target, ia terkejut menemukan monster itu sebenarnya berhasil menghindar.


‘’jendral hati-hati ia bisa membaca setiap serangan yang datang’’ kata Gizmen sambil menusuk ke arah mata ketiga monster dan gagal ia tidak mengenainya.


‘!!!’’ Benson terkejut menatap ke arah mata ketiga monster yang berkedip dan meliriknya sebentar sebelumnya


‘’Bagaimana bisa’’ Monca yang tidak mendengar kata-kata Giezmen tidak percaya. Tapi monster itu benar-benar menghindari serangan benson, yang tampaknya sangat mustahil untuk di hindari.


‘’Monster dengan matanya aktif dapat membaca setiap serangan, tidak berguna menyerangnya saat ia di tanah. Harus di pancing ke udara dan dengan begitu ia tidak akan bisa menghindari’’ terang MisMis


‘’Brengsek pantas saja aku selalu gagal menyerang, mereka ternyata mereka Cheat’’


Benson melemparkan skill Ground Cross yang memaksa monster melompat untuk menghindar, Giezmen yang menemukan celah segera menusuk lurus ke mata ketiga Monster. Segera setelahnya monster itu akhirnya tumbang, Lara yang di atas menembak Mata Gelap Terbang di langit dan langsung menjatuhkannya ke tanah.


Sebelumnya, ketika anak panah panahnya di lepaskan. Anak panah biasa lara berbelok tidak beraturan yang membuat monster Mata gelap Terbang sedikit kebingungan. sesaat ketika monster Mata Gelap Terbang yang mata ketiga aktif sedang konsentrasi membaca arah serangan yang datang.


Ia terkejut menemukan ada anak panah lain mengarah ke arahnya menyerang kearah titik buta nya. Ketika ia akan naik keatas untuk menghindar, sebuah anak panah lainnya datang melengkung menembak mata ketiganya. Herman tau itu pasti kekuatan Lara. Tidak kaget ketika melihat dengan bagaimana monster jatuh ke tanah degan keras didepan matanya dan segera setelahnya monster Mata Gelap Terbang lainnya jatuh oleh Lara.


Geizmen dan lainnya langsung merubah gerakan mereka ke serangan total saat setelah semua Mata Gelap yang mata ketiganya aktif terbunuh. Monster Mata Gelap yang telah kehilangan pemimpin mereka sekarang hanya seekor ikan tri yang bisa di bunuh dengan mudah oleh semua orang. Big Hardi dan Galih yang sama-sama seorang warior penyerang mengikuti Giezmen dan lainnya mengeluarkan semua yang mereka bisa untuk menghabisi sebanyak mungkin Monster Mata Gelap yang tersisa dalam 5 menit.


MisMis terlihat tidak terpengaruh dengan apa yang di tampilkan Lara yang membunuh para Mata Gelap yang mata ketiganya aktif dengan mudah. Tapi, Mica berbeda. Ia juga adalah seorang Claric sama seperti MisMis dan memperhatikan skill lara sebenarnya terus aktif sejak awal pertempuran. Namun, hal ini belum disadari oleh Han dan Monca. Mica yang digunakan Lara adalah skill Bow Of Light (Panah Cahaya) yang biasa seorang claric miliki. Tapi, apa yang ia lihat adalah, skill yang lara miliki berbeda. Panah Cahayanya tidak pernah menghilang setelah digunakan dan bahkan bisa di kombinasikan dengan anak panah biasa layaknya panah seorang archer.

__ADS_1


‘’Mica… fokus pada pertarungan’’ Han marah karena melihat Mica bengong melihat ke arah Lara


‘’Aku tau’’ Mira berbicara dan langsung mengeluarkan skill support miliknya untuk membantu Galih, Panji dan Freddy yang merupakan warior penyerang terbaik Guild Monca-Monca serta juga yang lainnya yang berada di jembatan termauk Giezmen, Herman dan Lick.


__ADS_2