Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 3 Gereja Anggelia


__ADS_3

Penampilan kota Duran mirip seperti penampilan sebuah kota abad 17 di benua eropa tapi dalam versi yang lebih sedap untuk dipandang oleh mata. Penduduk di duran di perkirakan mencapai 3 juta jiwa dengan rata-rata dari mereka adalah Pedagang dan Penempa.


Kota Duran pada dasarnya di bagi dengan 5 wilayah Utara, Selatan, Barat, Timur dan Pusat. Layaknya sebuah wilayah pada umumnya wilayah pusat yang berada di tengah-tengah kota adalah area pemerintahan kota Duran juga merupakan area bagi kebanyakan para orang-orang elite atau bangsawan Duran tinggal.


Kota Duran dipimpin oleh seorang gubernur yang dipilih langsung secara demokratis melalui pemilihan umum. Pemilihan di lakukan 10 tahun sekali dan 2 orang yang memiliki suara terbanyak akan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan di lantik langsung oleh Raja wilayah dalam hal ini karena Duran merupakan bagian dari Philotas maka Raja Philotas lah yang akan melantik Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru.


Lara sekarang berada di wilayah bagian selatan Duran ia telah menandai gereja terdekat dan juga salah satu yang paling besar di Duran. Dalam perjalanan Lara menemukan ada banyak tentara yang berjaga dan melakukan patroli dengan memakai pakaian seperti seorang crusader pada masa perang salib. Lara berfikir untuk prajurit berjalan di tengah kota dengan jumlah yang cukup banyak itu menandakan sedang ada sesuatu yang terjadi di Duran.


Lara tidak bisa menebak apa yang terjadi tapi ia menjadi sedikit waspada. beberapa prajurit mengamatinya tapi setelah beberapa saat mereka melepaskan pandangan mereka darinya dan melakukan pekerjaan mereka kembali. Lara tidak langsung menuju ke tujuannya ia memeriksa beberapa toko yang menurutnya menarik untuk di kunjungi.


Lara terus berpindah dari toko ke toko lainnya walaupun pada akhirnya ia tetap diusir oleh para pedagangnya karena penampilannya yang menggangu para pelanggan yang datang, walaupun begitu ia tidak kapok dan terus berpindah dari satu toko ke jenis toko yang lain.


Setelah beberapa jam berkeliling Lara akhirnya sampai di tempat yang telah ia tandai sebelumnya. Gereja besar yang ada di depannya sekarang terlihat sangat megah, mewah dan artistik. Penampilan Gereja sangat mencolok dari bangunan-bangunan lainnya, tidak hanya ukurannya yang membuatnya sangat mencolok tapi penampilannya secara umum sangat berbeda dengan bangunan lain di sekitarnya.


Sebuah patung wanita sangat anggun mendongak ke langit dengan tangan terangkat menarik perhatian Lara . ia telah melihat itu di internet dan mengenali  sebagai patung wanita itu sebagai patung Dewi Lunar yang merupakan salah satu sesembahan bagi rakyat Duran.


Lara masuk kedalam gereja tidak seperti di Dojo ia disambut dengan baik oleh para Paladin penjaga gereja dan suster  yang bekerja di gereja. Semua orang tersenyum padanya dan memberinya berkat untuk keselamatan. Di hati Lara ia agak tidak menyukai senyum palsu mereka, tapi walaupun lara tidak menyukainya ia masih bisa menerima itu, setidaknya mereka lebih baik dari pada pedagang dan penjaga dojo sebelumnya yang ia temui.


Melihat Pendeta berdiri sendirian tidak jauh darinya dengan tanpa basa basi Lara langsung mendekatinya mengungkapkan niatnya, namun karena takut langsung di tolak Lara lebih memilih kata-kata yang tepat untuk memulai pembicaraan.


‘’Pak Pendeta apa saya bisa melamar menjadi seorang Student gereja?’’ Lara tidak langsung mengatakan ia memilih untuk menjadi paladin karena pada dasarnya sebelum ia menjadi paladin ia haruslah menjadi seorang Student terlebih dahulu sebagaimana yang di katakan dalam web resmi Dream Online.


Jenis pekerjaaan ini adalah jenis pekerjaan yang paling dasar dalam Dream sebelum seorang pemain memilih pekerjaan pertama mereka. jenis pekerjaan ada banyak tergantung dengan tujuan mereka ingin menjadi apa setelahnya sebagai contoh jika seseorang ingin menjadi seorang paladin ia haruslah terlebih dahulu menjadi seorang student atau jika seseorang ingin menjadi warior  maka ia harus menjadi seorang Beginner terlebih dahulu.


Mendengar Lara berbicara untuk menjadi seorang Student di gereja, Pendeta menjadi bisu kemudian melihat sekeliling dan membalas permintaan Lara.


‘’Apa aku ingin menghancurkan gereja ini pergi ..pergi... kami tidak menerimamu’’ kata Pendeta dan memberi isyarat pada Paladin yang berjaga untuk mengusir Lara dengan paksa.


Tentu karena itu adalah perintah Pendeta, para paladin yang berjaga langsung mengepung Lara beberapa  berdiri di depan Pendeta untuk melindunginya, mereka kemudian meletakan tangan mereka di gagang gada atau pedang di pinggang mereka masing-masing.

__ADS_1


‘’Haha.. baik… aku mengerti Pendeta aku akan segera pergi.. cahaya tapi bukan cahaya’’lara mengatakan ungkapan itu untuk mengatakan bahwa mereka adalah munafik di depan semua Jamaat yang datang


‘’Iblis jangan bicara sembarangan!! ’’teriak Pendeta bersamaan dengan itu para Paladin yang berjaga langsung mengelilingi lara dan menodongkan senjata mereka pada lara karena tubuh lara lebih tinggi mereka terpaksa mendongak dan mengangkat pedang mereka ke atas menunjuk ke wajah Lara


‘’Pak Pendeta kalau begitu tolong maafkan iblis ini, dia akan mundur dan pergi dengan damai’’  Lara segera mundur dan mendengar itu Pendeta terkejut kemudian ia menjadi malu karena banyak para jamaat yang melihatnya dan beberapa bahkan berbisik hal-hal buruk tentangnya. Melihat Lara pergi keluar  Pendeta berbalik untuk masuk ke dalam ruang belakang dengan perasaan marah.


Lara keluar dengan perasaan sedikit kecewa tapi ia sudah bersiap untuk ditolak dan memutuskan untuk tidak menyerah Lara mencoba ke berbagai tempat untuk mengambil Job dasarnya namun kemanapun ia pergi ia selalu di ditolak mentah-mentah dan beberapa kali ia bahkan di todong dengan senjata oleh para penjaga. setelah berkeliling hampir ke seluruh kota Duran bagian selatan ia akhirnya menyerah untuk mencari tempat yang mau menerimanya.


Lara lelah setelah seharian tanpa hasil minumannya sudah habis, inventorinya hanya berisi uang sebesar 1 tembaga, 5 roti gelap dan 1 wadah air yang kosong.


Lara duduk di sebuah kursi kayu ia melihat kearah jembatan dengan banyak orang hilir mudik di atasnya. Karena sudah lelah ia pun pada akhirnya memejamkan matanya ,dari arah depan seseorang berjalan mendekatinya dan kemudian duduk tepat di sebelahnya.


Lara membuka matanya ia melihat seorang Pendeta di sampingnya yang kemudian berbicara padanya.


‘’Hari yang indah’’ katanya mengajak lara untuk berbicara


‘’Sial?.. apa yang terjadi?’’ Pendeta menjadi tertarik dan bertanya


‘’aku datang ke dojo dan penjaga mereka mengusirku, aku ingin belajar menjadi Knight di Miltia tapi mereka juga mengusirku bahkan hampir membunuhku aku datang ke semua gereja untuk menjadi Paladin tapi Pendeta-Pendeta sialan itu terus mengusirku'' lara berbicara dengan nada kesal.


''Disinilah aku sekarang kelelahan, haus juga lapar’’ lanjut lara menceritakan kisah sedihnya pada Pendeta.


‘’Kenapa Pendeta itu menolak mu?’’ tanya Pendeta melihat Lara


‘’Apa lagi selain penampilanku yang di bawah standartnya’’ kata lara singkat dan merasa bahwa Pendeta itu agak bodoh.


‘’Haha.. dia hanya Pendeta bodoh, aku sebenarnya sudah lama mengikuti mu’’ terang Pendeta serius


‘’Aku tahu’’ kata Lara yang membuat Pendeta terkejut dan berbicara

__ADS_1


‘’Menarik… indra mu cukup tajam kau tidak seperti seorang biasa’’ puji Pendeta dan sedikit terkejut


‘’aku yatim piatu dan dengan wajah seperti ini bagaimana aku hidup?’’ kata lara dengan nada mengejek dan sedikit berbohong.


‘’Aku mengerti… jika kau ingin menjadi paladin kau bisa ikut denganku’’ kata Pendeta pada Lara


‘’apa kau serius?’’ Lara merasa ada sesuatu yang disembunyikan Pendeta dan dengan sekali pandang lara tau ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Pendeta yang sekarang menatapnya.


‘’aku mengerti sepertinya niatku tidak tulus aku akan mengatakan sebenarnya saat kita sampai di gereja ’’kata Pendeta sambil berjalan ke suatu tempat dan lara mengikuti dari belakang


Ia mengamati sekitar dan gerakan Pendeta yang berjalan di depannya membimbingnya ke suatu tempat yang katanya adalah gereja Lara memandang punggung Pendeta yang cukup luas namun tentu tidak seluas punggung Lara dengan tubuh seperti raksasa.


Ketika berjalan mengikuti Pendeta Lara tidak lupa mengamati sekitarnya dan sekarang ia telah ada di perkampungan miskin sudut di kota Duran bagian selatan.


Daerah perkampungan miskin ini tidak terlihat dari luar, mencapainya pun cukup sulit jika lara tidak berusaha ia tidak akan ingat kemana saja ia telah berjalan.


Lara sedikit merasa bahwa wilayah ini memang sengaja di tutupi oleh pemerintahan kota dengan cara membangun bangunan- bangunan tinggi didepannya serta jalan dan gang kecil yang memusingkan.


Seperti pada daerah Miskin pada umumnya di sekitar terlihat banyak sampah yang menumpuk disisi lain banyak dari warganya yang tampak sibuk mencari sesuatu dari tumpukan.


Lara bisa melihat dengan jelas tidak sedikit warga di sekitar warga yang terserang penyakit kulit yang menurut lara itu adalah penyakit yang menular.


Menemukan hal ini lara seperti melihat dunianya sendiri, menurutnya apa yang di tampilkan dalam game ini merupakan gambaran jelas tentang keadaaan dunianya sebenarnya.


Ketika Pendeta berhenti lara juga berhenti ia tetap menjaga jarak darinya dan masih belum bisa mempercayainya 100%. Pendeta menengok kearah suatu tempat dan karena tidak ada bahaya yang mengincar dirinya lara melihat kemana Pendeta melihat


‘’Ini adalah gereja Angelia’’ kata si Pendeta


Lara tidak terlalu banyak tau tentang Dewa-dewi di permainan, ia hanya sekedar tau namanya dan sedikit informasi di dalamnya. Lara tahu Anggelia adalah salah satu dewi selain Lunar tapi hanya itu informasi yang Lara ketahui sekarang untuk informasi lain lara tidak tahu sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2