Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 42 Arc Dark Eye: Perselisihan Lara dan Monca Monca Part I


__ADS_3

Giezmen kembali menandai 3 monster Mata Gelap setelah lima menit berlalu. Seketika itu, formasi kembali berubah ke posisi bertahan. Aksi bertahan dan menyerang terus terjadi dalam waktu 2 jam. Ketika Big Hardi selesai membunuh satu monster terakhir semua orang merasa lega. Lara tidak ingin membuang waktu lebih lama, ia segera langsung turun ke bawah jembatan, melepas topengnya serta seluruh pakaian pendetanya kemudian langsung melompat ke sungai berenang.


Menemukan Lara bergerak cepat meninggalkan jembatan dan melompat berenang. Giezmen dan para Mohawks tidak berani lama, mereka segera pergi mengikuti Lara turun ke bawah jembatan dan melompat ke sungai untuk menyebrang .


‘’Ketua kita harus cepat, mereka akan datang lagi’’ Geizmen membuka armornya dan bajunya melompat ke sungai dan mengikuti Lara berenang.


‘’Tidakkkkkk’’ Big Hardi dan galih bertriak bersama Monca


‘’Kenapa?’’ Mica bingung melihat Monca yang hanya diam di daratan


‘’kami tidak bisa berenang’’ kata Hardi, galih dan Monca


‘’hahaha’’ benson tertawa terbahak-bahak


‘’sudah… Lick, benson, herman, freddy dan aku akan menggunakan tali untuk menarik balok kayu di sana dan kalian bertiga akan berpegangan pada balok’’ Han memberikan pendapat


‘’TIDAK!!!, aku tidak mau’’ Monca mengamuk pada Han


‘’kalau tidak mau, berarti tinggal’’ Han dengan tenang membalas sambil melepas pakaiannya dan melompat ke dalam sungai lalu mulai berenang


‘’Jangan tinggalkan aku bodoh,… AKU MAU!!!’’ Monca segera membalas dengan keras saat melompat Han semakin jauh


Semua pria yang di tunjuk Han sebelumnya mengikatkan tali ke pinggang mereka masing-masing. Benson dan Herman paling depan memimpin yang lain menarik Balok dengan berenang. Dari belakang balok di tarik dengan 3 orang berpegangan pada balok yang mengapung yang tidak lain adalah Monca, Big Hardi dan Galih. Tidak ada monster yang datang menyerang mereka. Sementara itu sekarang Lara sudah di tengah perjalanan menuju daratan tiba-tiba berhenti. Lara merasakan ada sesuatu yang memanggilnya dari bawah bawah air.


Lara menyelam kebawah dan menemukan pandangannya makin tidak jelas ketika ia semakin dalam berenang. Lara mengeluarkan lampu sihir untuk menerangi sekitarnya. setelah semakin dalam Lara merasa ia tidak bisa hanya mengandalkan lampu sihir saja. Kegelapan yang ia rasakan bukanlah kegelapan yang biasa.


Karena pandangannya sudah semakin terbatas serta tanda gelembung di layar semakin berkurang yang berarti waktunya di dalam air semakin tipis dan harus ke permukaan untuk mengambil nafas. Lara tidak berani berlama-lama, ia segera naik kepermukaan dan kembali menyelang lagi setelahnya. Ketika ia konstrasi melihat ke arah kegelapan samar-samar ia melihat bayangan gelap lewat di bawah.

__ADS_1


‘’Apa itu?’’ lara mendengar suara panggilan sebelumnya yang sepertinya berasal dari arah bawah yang gelap.


Lara naik lagi kepermukaan untuk merencanakan sesuatu. Ia tidak punya petunjuk apapun tentang apa yang ada di bawah sana, Lara benda dari inverotinya untuk di gunakan sebagai pemberat di lampu sihirnya dan kemudian melepaskannya. ia melihat lampunya semakin lama semakin lama semakin kecil setiap waktu.


Karena kehabisan nafas lara kembali ke atas dan menyelam lagi. ia memicingkan mata melihat ke arah lampu dan melihat samar-sama ada lubang besar dan lampu sihirnya masuk kedalam lubang kemudian menghilang tanpa jejak.


Lara tidak punya petunjuk apapun apa sebenarnya yang ada didalam lubang besar itu. Tapi, ketika ia berenang ia merasa ada yang memanggilnya untuk dalam sana, perasaan yang ia rasakan sangat familiar membuat lara sangat ingin ke sana.


Lara naik kepermukaan lagi, ia tidak bisa ke lubang misterius itu untuk saat ini. Salain Lara tidak tau apa yang ada didalam sana, ia juga tidak memiliki kemampuan untuk masuk ke sana. Lara melihat sekitarnya dan menemukan ada banyak ikan-ikan berenang. ketika lara melihat ikan yang berenang, ia tiba-tiba menemukan sebuah ide. Lara mengambil tali dari inventorinya dan mengikatnya bersama anak panahnya.


‘’hoho aku akan makan ikan panggang’’ lara membidik ikan paling besar yang paling bisa ia jangkau dengan pengelihatannya. lara melepaskan anak panahnya yang meluncur dengan sangat cepat. ikan yang tidak tau ia sudah di targetkan langsung terkena telak di kepalanya hingga tembus ke sisi lain kepalanya. Lara menarik panahnya dan kemudian membuat semacam simpul untuk mengikat ikannya lalu mengikatkan tali tersebut ke pinggangnya. Lara terus menembaki ikan-ikan lagi hingga dua tali di yang tergantung pinggangnya penuh dengan ikan. Merasa sudah cukup lara naik ke permukaan dan melanjutkan perjalanannya menuju daratan. Orang-orang terkejut melihat rupa lara yang begitu mengerikan saat keluar dari air, jika Lara tidak memegang topeng yang mereka kenali mereka pasti berpikir Lara adalah hantu penunggu sungai atau monster


‘’haha…, kita akan makan ikan bakar. jose bantu aku’’ lara berjalan dengan ikan penuh di pinggangnya mengajak Jose


‘’Pendeta tunggu’’ jose berlari mengejar setelah melihat ikan-ikan yang di bawa Lara


Lara tidak memiliki Skill memasak, sementara jose adalah koki para mohawks. Walaupun masakannya tidak begitu istimewa itu masih lebih baik dari pada masakan seseorang yang tidak memiliki skill memasak. Lara yang baru menerima notifikasi penerimaan kostum Team THE FAMILY segera memutuskan untuk mencobanya. Jose yang di dekat lara, melihat kostum yang dikenakan Lara sangat terkejut. Ia tidak pernah menyangka lara adalah bagian dari salah satu team resmi padahal ia hanya seorang pendeta. Tapi, ketika ingat kemampuan lara, ia merasa bahwa itu sangat wajar bagi lara untuk masuk kedalam sebuah Team.


‘’Salah?’’ tanya Lara


‘’Tidak… apa aku boleh tau pendeta masuk dalam Team mana?’’ Jose segera sadar ia telah salah memulai pembicaraan dan kemudian bertanya langsung


‘’Aku bagian dari THE FAMILY’’ Balas Lara


‘’Family…. emm seperti nya aku pernah dengar, tunggu apa itu THE FAMILY di ALheim?’’ Jose tiba-tiba ingat dan kemudian bertanya pada Lara untuk memastikan


‘’yeah..., aku bagian dari mereka’’ Lara tidak menyembunyikannya sama sekali

__ADS_1


‘’woah… anda pasti luar biasa sampai FAMILY merekrut anda, pantas anda menolak tawaran kapten sebelumnya’’ kata Jose


‘’Itu sponsor kalian?’’ Jose meliat lambang di dada dangat jelas


‘’benar, ini logo perusahaan yang menjadi sponsor kami, Sri Ayu Corp, kami cukup beruntung mendapat kepercayaan mereka’’ kata lara tidak mencoba sombong


‘’woah...kalian sangat beruntung mendapatkan perusahaan besar sebagai sponsor, kontraknya pasti besar. aku pernah melihat Eli, dia benar-benar luar biasa. aku saat itu hanya bisa melihat mereka di TV dan berita. Tapi, kali ini aku cukup beruntung bisa duduk bersama seseorang yang berada dalam satu Team dengannya’’ terang Jose tanpa menyembunyikan perasaan sama sekali


‘’Jangan terlalu memuji, aku tidak bisa di katakan bagian dari Team utama. kemungkinan besar nanti aku hanya akan duduk di bangku cadangan’’’ jelas lara merendah


‘’Bagiku itu sudah luar biasa, seorang pendeta bisa menjadi bagian salah satu dari Team itu sudah sangat luar biasa’’ jelas Jose tampak kagum dengan Lara


‘’haha… nanti jika aku bertemu dengan Eli aku akan coba berbicara dengannya untuk merekrutmu’’ Lara sedikit sesumbar


‘’benar?… terima kasih’’ jose dangat senang walaupun ia tau Lara hanya berkata manis. Ia masih tetap senang dengan perhatian Lara dan kembali memasak


Lara merasa memakai kostum agak mencolok mengundang perhatian. Jadi,ketika ia merasa puas mencoba kostum yang baru ia terima, Lara segera mengganti kostum dengan pakaian pendeta sebelumnya. Lara dan jose makan besama-sama, mereka kemudian di datangi Lick dan Herman untuk makan.


‘’Pendeta maaf untuk sebelumnya, oh ya sebenarnya apa yang terjadi’’ Herman menanyakan penyebab kondisi lara yang menjadi seperti itu


‘’aku terjebak dalam kebakaran saat masih kecil, aku tidak tau jelas apa yang terjadi saat itu. saat aku bangun aku sudah rumah sakit. Dokter bilang aku beruntung masih hidup. aku sudah melakukan banyak operasi dan hanya yang bisa ku dapat’’ lara membuka topengnya ia benar-benar seperti monster


‘’Maaf aku tidak bermaksud..’’ herman terkejut sesaat dan kemudian merasa bersalah dengan pertanyaanya sebelumnya.


‘’Tidak masalah, aku juga sudah melupakannya’’ kata lara dengan santai


Herman banyak mendengar Lara bercerita, ia tidak pernah mendengar lara berbicara santai sebelumnya dalam Party dan menurutnya Lara sebenarnya orang yang sebenarnya sangat bersahabat. Hari sudah gelap mereka tidak berniat untuk melanjutkan perjalanan. Lara pun offline sebentar kemudian ia kembali online. Karena ini adalah jam istirahat semua orang kebanyakan offline dan akan online lagi pada waktu yang di tentukan besok hari

__ADS_1


Lara bejalan mengikuti aliran sungai, saat ia melihat ke depan tampak Monca sedang duduk menghadap ke arah sungai. Melihat lara yang datang, Monca agak menjadi masam dan segera berdiri. ia tidak menyukai lara serta juga dengan penampilannya. Lara disisi lain tidak terlalu peduli dengan Monca. karena perasaan mereka yang tidak begitu bagus satu sama lain, tidak ada ucapan terjadi di antara keduanya dan Lara hanya berjalan mengikuti aliran sungai tanpa melirik Monca sama sekali.


‘’sepertinya kau senang telah mengambil orang-orangku’’ kata Monca dengan wajah yang tidak bersahabat dan terlihat ada permusuhan dimatanya dan cara bicara serta kata-katanya semakin membuat jelas ketidaksenangannya pada Lara.


__ADS_2