
Lara juga tidak lupa terus melihat arah peta digital dan menghidupkan berbagai fitur di sana seperti kelembapan udara, jumlah oksigen, dan sebagainya kemudian mencatat dalam sebuah buku perjalanannya.
Saat sedang sibuk menggambar ia terhenti saat melihat bahwa ada cahaya yang terpantul dari lampu sihir dan itu adalah mata. Lara menyadari bahwa itu kemungkinan besar seekor monster yang menjadi penghuni gua, Lara segera menutup bukunya dan menggantinya dengan senjatanya yang juga sebuah buku.
Saat Lara bersiap untuk bertarung cahaya itu mendekat dengan cepat. Lara memperkirakan tingginya sekitar 180 sampai 190 Centi meter hampir sama tinggi dengannya dan bobotnya mungkin sekitar seribu lima ratus Kg dan termasuk dalam monster berkaki empat. Lara bersiap ia pertama melepaskan mantra Acceleration dan Bow of light.
Lara berdiri dengan posisi siap menembak sementara itu lampu sihir sendiri sudah di letakkan di atas kepalanya. Lara terus konsentrasi membuat banyak perhitungan dan kemungkinan yang mungkin bisa terjadi. Dengan posisi berdiri Lara tanpa ragu langsung melepaskan anak panahnya.
‘’wush’’ anak panah dilepaskan, Lara bersiap dengan gerakan berikutnya, cahaya dari anak panah membuat semua kegelapan yang disekitarnya hilang. Lara melihat anak panahnya yang melaju kencang ke arah yang telah ia perhitungkan kemudian terdengar suara meratap dari arah depannya
‘’Cwiiiiikkkk’’ Monster itu kesakitan dan dengan anak panah cahayanya yang menghujam ke target. Lara mengetahui wujud dari monster yang menyerangnya dan itu adalah sebuah tikus besar. Anak panah cahaya milik Lara mengenai mata kirinya dan sekarang Lara sudah bersiap untuk menembak kembali.
Sementara itu monster tikus besar sekarang berlari lebih kencang dari sebelumnya ke arah Lara dan dengan sekejap monster tikus itu tiba di dekat Lara.
Monster itu melompat dan menerkam ke arah Lara seperti harimau dengan cakar yang bercahaya terang, monster tikus berusaha untuk membunuh Lara dengan satu serangan yang ia lepaskan namun sebelum cakarnya mengenai tubuh lawannya Lara sudah melompat dan melewatinya.
Lara menggunakan lengan yang menyerang untuk di gunakan sebagai batu loncatan dan membuat lompatannya menjadi lebih tinggi dari seharusnya ia dapat lakukan. Monster yang sudah mendarat segera berbalik dan kembali menyerang sementara Lara masih di udara kemudian dengan cekatan ia melepaskan anak panahnya untuk kedua kali dan kembali mengenai matanya namun tidak di mata kiri melainkan mata kanannya.
Dengan dua mata yang sudah terkena tikus besar itu hanya menyerang dengan membabi buta. Lara yang sudah di atas angin langsung menembaknya tiga kali secara beruntun untuk mengakhiri hidupnya. Lara duduk di atas monster yang mati ia tidak terburu-buru untuk mengambil hasil dari pertarunganya yang berupa bahan seperti kulit tulang dan sebagainya.
Pertama Lara melakukan selfie ia tampak sengat narsis ketika berfoto kemudian setelah selesai ia membuat sketsa gambar monster itu dalam catatannya dan juga tidak lupa menuliskan beberapa penelitiannya dalam pertarungan sebelumnya. Lara menulis bagaimana ia bergerak, kelemahannya, berat, tinggi, panjang lengan dan sebagainya dengan sangat terperinci
‘’karena aku tidak tau namanya mari kita sebut Tikus Kecil…. hoho… aku berharap bisa menemukan beberapa lagi didalam untuk melengkapi laporanku’’ Lara berbicara dengan dirinya sendiri
__ADS_1
‘’sebelum itu mari kita meditasi dulu mengisi lagi MP yang terbuang’’ kata Lara santai
Lara duduk dan melakukan meditasi ia berada dalam posisi itu lebih dari seperempat Jam dan sekarang MPnya telah kembali berserta tiga slot skill sudah terisi penuh.
sekarang Lara mengambil Drop item monster yang terdiri dari kulit dan beberapa ratus gram daging, ini adalah resiko jika ia memilih untuk melakukan drop otomatis.
Jika Lara punya skill dan peralatan untuk menguliti monster ia akan menerima utuh namun jika menggunakan Pengulitan otomatis maka item yang akan di jatuhkan acak tergantung denan keberuntungan dan perlu diingat Lara memiliki Indeks Keberuntungan F.
Lara tidak terlalu memikirkan Hal itu dan dengan itu ia langsung berjalan lebih dalam ke dalam Gua yang ternyata semakin lebar dengan temperaturnya yang perlahan-lahan menjadi lebih hangat dari sebelumnya.
Lara mengukur lebar dan tinggi gua kemudian ia menemukan gua semakin lebar sekarang sudah sekitar delapan meter lebarnya dan enam meter tinggi dari tanah di kakinya sampai ke dinding atas gua.
Karena melihat beberapa titik cahaya yang terpantul dari Lampu sihirnya Lara mengerti sekarang ia harus bersiap bertempur lagi. Lara menemukan sekarang ada dua pasang mata yang berlari kearah dirinya dengan sangat cepat.
Lara melepaskan anak panahnya dan ia mengenai tikus kecil yang berlari paling depan tepat di antara dua matanya.
Tikus Kecil di depan kesakitan dan melambat sementara yang satunya melaju lebih kencang kearah Lara bahkan Jarak Lara dengannya dengan cepat ditutup menjadi empat meter, sekarang Lara melihat bagaimana monster yang datang dengan melompat dan menerkam kearahnya.
Namun kali ini Lara tidak menghindar seperti sebelumnya, ia sudah tau bagaimana cara untuk mengalahkannya dengan cepat tanpa membuang banyak kekuatan dan tenaga dengan belajar dari pertarungan sebelumnya.
Lara melepaskan anak panahnya yang tidak dapat dihindari oleh monster itu. Dengan sekejap anak panah Lara bersarang dada kiri monster itu. Lara melihat monster itu menerkam kearahnya namun matanya hanya menatap kosong ke depan yang menunjukan jiwa monster sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Lara menunduk dan tubuh Monster itu melewatinya dan terguling-guling di belakang Lara. Dengan posisi menunduk sedikit Lara sekali lagi menembak ke arah monster lain yang juga melakukan hal yang sama seperti monster sebelumnya yakni menerkam dengan membuka lebar dadanya sebelum menyerang.
__ADS_1
Dalam pikiran Lara ia telah menghitung banyak kemungkinan dan solusi dan setiap kegagalannya yang mungkin terjadi dengan sangat cepat. Monster itu tidak sadar jika nyawanya sudah berada di telapak tangan Lara. Hasilnya Sekali lagi monster tikus yang menerkam meluncur di udara dengan keadaan tak lagi bernyawa ke arah Lara.
Dengan dua pertarungan yang telah ia lakukan Lara sadar kelemahan dari anak panah sihirnya yakni hanya bisa menembak garis lurus. Dengan mengetahui itu Lara berpikir untuk mencoba untuk mengganti anak panahnya dengan anak panah biasa di pertarungan selanjutnya kemudian membandingkan keduanya.
Lara sekali lagi memperbarui Laporannya tentang tikus kecilnya kali ini laporan yang ia miliki sedikit lebih rinci dari sebelumnya.
Dengan pertempuran yang baru Lara lakukan Lara menemukan bahwa monster tikus kecilnya adalah mahkluk yang hidup berkelompok dan dengan memperhatikan keduanya dengan teliti Lara menemukan bahwa tikus dengan bulu yang lebih panjang adalah betina dan yang lebih pendek adalah pejantan.
Lara berjalan lebih jauh setelah mengambil semua item yang dijatuhkan dan kembali menemukan tikus yang lain tidak jauh dari lokasi dia bertemu dengan dua tikus kecil sebelumnya.
kali ini Lara menemukan ada empat monster yang menyerangnya Lara tidak terpengaruh lagi dengan jumlah para tikus kecil yang datang ke arahnya ia tahu kelemahan para tikus kecil dan karena itu Lara
Lara terus memperbaiki laporannya dan saat ini ia sedang berada di dua simpang ke atas kiri atas atau menurun kekanan. Lara tidak tau jalan mana yang harus ia pilih dan menguji keberuntungannya dengan melemparkan satu copper ke udara dan saat keluar adalah ekor Lara langsung bergerak ke kiri padahal sebelumnya jika ia membuat ekor Lara akan kekanan dan jika kepala ia akan memilih kiri.
Lara tidak memiliki keberuntungan yang bagus dalam pertaruhan jadi saat muncul ekor Lara langsung memilih arah lain. Cara inilah yang dilakukan Lara ketika ia dalam bimbang dengan pilihan apa yang harus ia ambil hasilnya kebanyakan berhasil dan hanya sesekali gagal.
Lara sering melakukan taruhan kecil ke perjudian online walaupun ia hampir tidak pernah menang, ia senang dan malah khawatir jika ia menang karena jika itu terjadi berarti akan ada bencana besar yang menimpanya.
Lara mendaki ke kiri dan semua berjalan dengan lancar ia hanya melihat temperatur semakin hangat semakin ia berjalan kedalam. Lara sudah ada dalam Gua tiga hari dan memperkirakan ia sudah berada di lebih 200 Km dari pintu masuk gua.
Lara melihat temperatur sekarang benar-benar panas tidak ada monster di sana dan hanya ada dinding kering yang panasnya seperti api nan keras seperti baja. Saat Lara sedang berjalan dan bebelok mengikuti jalur gua yang berkelok-kelok sejak awal ia masuk.
Di ujung terlihat cahaya terang yang menyilaukan, Lara berjalan dan terus mendekat dekat ke arah cahaya disisi lain ruangan sekitar Lara menjadi lebih terang dari sebelumnya bahkan ia tidak lagi memerlukan Lampu sihir untuk melihat.
__ADS_1
Lara melihat dinding gua yang hitam dan seperti baja keras dengan temperatur sudah mencapai 1500 derajat. Namun yang membuat Lara sedikit terkejut sekarang ini adalah tubuhnya sama sekalu tidak memeleh dan hanya merasa sedikit lebih hangat.