
‘’Haha ini misi sangat sesuai untukku … emm.. emm.. aku bisa menyelesaikan ini sebelum limit… baik aku akan membawa ini sebelum yang lain mengambilnya’’ pria tua itu berlari ke dalam kantor desa dan kemudian menggedor pintu kepala desa dengan semangat. Ligar membuka pintu dan pria tua langsung itu berlari menuju meja mira kemudian membanting kertas misi kemeja dengan semangat.
‘’Misi ini aku yang ambil’’ kata pria itu tergas dengan matanya melotot ke arah Mira
‘’Misi?’’ Mira bingung dan melihat kertas dibawa pria tua itu segera. setelah melihat kertas misi, Mira terkejut karena ia sendiri belum menyelesaikan izin yang di janjikan dan sekarang sudah ada misi pembangunan yang berarti ia harus mau tidak mau bisa menyelesaikannya dengan sangat cepat sekarang
‘’Mana uang mukanya?, aku membutuhkan uang itu untuk..’’ Pria tua itu memaksa namun sebelum ia melanjutkan kata-katanya Mira segera memotongnya
‘’Tunggu. tua bangk, misi ini harus dilakukan 10 tukang. kau harus membawa 10 orang kepadaku dan aku akan mencairkan dananya’’ Mira membaca kertas misi dan berbicara dengan melotot tidak gentar dengan gertakan pria tua itu.
Dalam Dream setelah misi di tempatkan di sebuah papan misi maka otomatis misi itu akan menjadi milik di mana kertas misi itu dipasang. Dalam kasus ini Lara memasang misi di papan misi Desa mor maka misi tersebut akan menjadi milik desa Mor.
Tentu saja memasang misi di papan misi tidak gratis, orang yang memasang misi di papan misi harus membayar sejumlah uang. Namun karena di desa Mor memasang misi sudah diatur oleh kepala desa untuk digratiskan maka Lara tidak perlu membayar sama sekali.
Ketika misi terpasang di papan maka misi akan menjadi tanggung Jawab pemilik papan. Maka, dalam hal ini misi yang dibuat Lara akan menjadi Tanggung Jawab Desa untuk mengurusnya. Sementara itu hadiah misi sendiri akan dihubungkan dengan Inventory Desa Mor.
Sebagai kepala desa, Mira memiliki akses untuk membuka inventory desa yang berupa sebuah kotak merah yang disimpan di gudang pembendaharaan desa.
‘’Aku sendiri saja sudah cukup’’ Kata pria tua itu dengan bangga
‘’Tidak ada tawar menawar. Jika kau tidak mengikuti aturan, aku kan menyarankan pada orang lain ’’ kata mira membalas orang tua yang kasar itu.
Medengar Mira akan mengalihkan tugas ke orang lain, Pria tua itu ekspresinya berubah jadi masam. Disisi lain Mira tampak tersenyum kemenangan menatap ekspresi pria tua itu.
‘’Brengsek, tunggu aku akan kembali dalam setengah jam’’ kata pria tua itu kesal, berbalik dan kemudian berlari keluar
‘’Haha… kakak sekarang kau tidak bisa mundur lagi’’ Jigar tertawa melihat Mira yang tampak masam setelah melihat pria tua itu pergi dari ruangannya
‘’Sialan, pendeta itu tidak memberiku waktu sama sekali. pergi segera selesaikan survei lokasi, aku akan segera menyelesaikan surat izinnya sebelum tua bangka itu kembali’’ kata Mira dengan nada marah
‘’Haha…’’ Jigar Tertawa lebih keras melihat kakaknya yang meledak marah
‘’Jangan tertawa, cepat pergi!!!’’ Mira berteriak dengan memukul meja sangat keras yang ligar langsung berlari keluar dengan dokumen untuk melakukan survei secepat Ia bisa. Ligar bersyukur itu ada di sebelah kantor desa jika tidak ia akan mati kehabisan nafas sekarang karena harus belari.
Mira sendiri tampak bolak-balik didekat mejanya dan mengutuk ligar dalam banyak kesempatan yang belum juga kembali dari Survei lokasi. Saat ia sedang berteriak memarahi Ligar, ia melihat tetua yang sebelumnya datang membuka pintu dengan orang-orang, namun bukan 10 orang seperti yang di janjikan melainkan 50 orang yang saling berebut untuk masuk ke dalam dan saling berkelahi satu sama lain
__ADS_1
Di luar dugaan Mira, berita misi yang seharusnya hanya di ketahui beberapa orang saja sekarang tersebar bahkan membuat para warga gila untuk memperebutkan bagian dalam misi.
‘’Apa ini?’’ mira tampak marah melihat begitu banyak orang dan keributan yang terjadi dalam ruangannya
‘’Ini kecelakaan, aku sudah mengumpulkan 10 tukang. Tapi, kemudian…’’ kata Pria tua yang sebelumnya yang kini telah kembali lagi dengan wajah menyesal.
‘’Tua bangka sialan, kenapa kamu tidak memilihku?. kepala desa pilih aku saja’’ kata seorang warga di belakang kerumunan
‘’Diam!!!!’’ mira memukul meja dengan keras membuat ruangan yang berisik langsung hening seketika.
‘’Aku akan menyeleksi sendiri siapa yang pantas atau tidak. tutup pintu kantor, kalian mundur berbaris dilorong, siapapun yang tidak ada kantor ini sekarang tidak bisa ikut seleksi.’’ mira marah seperti singa betina yang membuat lebih dari 50 pria semua ketakutan dan bergegas berbaris dengan rapi mengikuti perintah yang di berikan.
Saat mereka akan menutup pintu, dari halaman sudah begitu banyak orang berlari untuk masuk ke area Kantor desa. Yang datang bukan hanya pria-pria dewasa di desa. Tapi, juga anak-anak, perempuan serta orang tua juga datang dan kemudian bersama-sama mencoba mendobrak masuk ke dalam.
Melihat itu salah satu dari orang yang dilorong segera menahan pintu dengan tubuhnya dan kemudian yang lain membantu mengganjal pintu dengan lemari. sementara itu selain pintu semua orang yang didalam juga menutup semua jendela dan mengganjalnya dengan apapun yang bisa untuk menahan orang-orang untuk masuk dengan paksa.
***
Lara selesai memeriksa toko seba-serbi langsung membuat misi baru yakni mencari beberapa orang yang mau menjadi suster dan digaji 2 silver perbulan. Ketika lara memasang kertas misi.
Ligar yang belari untuk kembali setelah menyelesaikan tugasnya melewati papan misi, ia melihat sudah ada orang yang bergerumbul di papan misi tampak memperebutkan sesuatu yang ada di papan.
Disela-sela kerumunan orang terlihat lara yang berjalan keluar tanpa dosa dan bersenandung serta berpura-pura melihat kelangit dengan tangannya di kantung dimasukan ke kantung celana.
‘’Brengsek… dia sengaja melakukannya lihat saja aku akan membalasnya suatu saat nanti’’ gumam ligar menatap lara dengan penuh kebencian dan bergerak masuk ke arah kerumunan lalu merobek selebaran di papan.
Para warga yang melihat itu tidak berbicara apa-apa, mereka sudah tau Ligar adalah orang kepercayaan kepala desa. Melihat ligar yang merobek kertas misi di papan dan berjalan, mereka pun mengikuti ligar di belakang dengan erat menuju ke kantor desa.
Ligar sudah tau kantor telah diblokir dari dalam untuk mencegah orang-orang masuk ke kantor desa.
Mengetahui itu ia tidak punya pilihan lain selain berjalan arah kerumunan dan menjelaskan pada seluruh warga semua yang terjadi. barulah setelah itu warga tenang dan mundur berjaga mendengarkan pemberitahuan selanjutnya.
Setelah menyelesaikan pemberitahuan terkait misi yang pertama yang di buat Lara, Ligar kembali memberitahukan orang-orang untuk ikut dalam seleksi lain yakni seleksi pekerjaan untuk menjadi seorang suster di kuil yang akan dibangun.
Jumlah yang diminta adalah lima orang wanita. kemudian Ligar juga menjelaskan kreteria-kreteria yang harus di penuhi jika mereka ingin ikut seleksi dan pelaksanaanya akan dilakukan di kantor desa sambil menunggu kuil selesai dibangun
__ADS_1
Karena lokasi papan misi yang dekat dengan kantor desa dan posisi ligar yang cukup strategis untuk melihatnya, ia sepintas melihat ke arah papan misi kemudian ia tiba-tiba mengepalkan tangannya lebih keras.
Apa yang dilihat Jigar adalah Lara yang sekali lagi berdiri di depan papan misi dan melambaikan tiga ketas misi yang baru saja dibuat ke arahnya. Disisi lain para warga yang melihat Ligar berhenti langsung memutar kepal mereka dan melihat lagi ke arah ligar setelahnya dengan mata penuh harapan.
‘’Sesorang, ambil apa yang ditulis monyet itu dan berikan padaku’’ kata ligar dengan nada kesal
Dengan cepat salah satu warga berlari kencang ke papan misi dan menyerahkan 3 kertas misi baru pada ligar. misi yang lara buat kali ini adalah misi perekrutan tentara desa, jumlah yang diminta adalah 10 orang dengan gaji 1,3 silver perbulan.
Yang kedua adalah pemintaan pekerjaan untuk pegawai desa dan lara meminta 3 orang. terakhir adalah untuk membangun lumbung desa didua tempat berbeda di desa. melihat misi-misi yang dibuat ligar hanya bisa terkejut mengetahui total uang yang harus dikeluarkan adalah lebih dari 500 Gold dan jika ditambahkan dengan biaya untuk membangun Kuil totalnya lebih dari 900 Gold.
Ligar mengerti menghasilkan uang bukanlah hal yang muda di lakukan. tidak banyak orang yang memiliki uang yang lebih dari 10 gold sekarang dikantong. Sementara itu uang yang lara gunakan untuk membangun kuil, membangun lumbung, membayar gaji pekerja selama 5 tahun sudah lebih dari 900 gold dan itu setara dengan kekayaan sebuah Guild.
Ligar curiga Lara tidak hanya menjalankan misi membangun kuil melainkan ada niat tersendiri didalamnya. Menyadari hal ini Ligar merasa sedikit tertekan dan sekaligus takut. Lara memiliki potensi untuk menggeser Mira sebagai kepala desa dan itu sangat tidak diinginkan oleh Mira atau Ligar.
Tapi, mereka juga tidak berdaya melawan Lara yang memiliki kekayaan di luar jangkauan mereka. Ligar ia hanya bisa kesal menyadari ketidak berdayaannya dalam hal ini.
‘’Mulai besok ada tiga jenis pekerjaan yang akan di seleksi, semua pekerjaan akan di kontrak selama lima tahun. pertama lima orang menjadi seorang suster seperti yang aku katakan sebelumnya’’ Jigar berbicara keras agar semua bisa mendengar dengan jelas
‘’Kedua seleksi pekerjaan untuk tiga orang yang ditugaskan sebagai pegawai Desa Mor,pria atau wanita tidak masalah, harus penduduk asli Desa Mor, diutamakan yang berpengalaman dan yang tidak memiliki pengalaman juga bisa mendaftar’’ tambah Jigar
‘’Dan terakhir adalah tentara desa. Disini tertulis dibutuhkan 10 orang, diutamakan pria. Namun, wanita yang pernah memiliki pengalaman dalam bertempur juga diperbolehkan untuk ikut dan terakhir pelamar tidak boleh lebih dari usia 40 tahun’’
‘’Misi selanjutnya adalah pembangunan kembali lumbung untuk penyimpanan selama musim dingin di 2 tampat yang sudah rusak dan tidak layak guna lagi, nilai kontrak 100 Gold per lumbung, semua bahan dan alat ditanggung penerima kontrak, selain itu penerima kontrak haruslah berpengalaman dalam bertukang, dalam kontrak orang yang diminta adalah 6 orang.’’ Ligar berbicara sambil membaca surat misi
‘’Seleksi akan dilakukan besok dan setiap orang yang memiliki kompetensi boleh berpartisipasi adapun kreteria lebih lengkap akan ada di papan pengumuman desa yang akan diletakan malam ini.’’ terang Ligar melihat ke kerumunan yang menontonnya dengan tenang
‘’Saya mohon semua untuk kembali dulu, kami janji akan melakukan seleksi dengan adil dan semua berhak ikut selama sesuai kriteria yang diminta jika tidak akan didiskualifikasi’’ ligar menerangkan dan menatap kerumunan warga yang ada di depannya yang semakin banyak, ia benar-benar kerepotan kali ini dan semua itu karena ia membiarkan kakaknya menerima uang lara
Melihat orang yang mulai perlahan bubar Ligar juga masuk kedalam. Orang-orang yang ada dilorong sudah mendengar apa yang terjadi diluar dan sekarang mereka hanya melihat ligar berjalan dan mauk ke dalam ruangan Kepala Desa.
Ligar mengatakan pada semua orang untuk melihat hasilnya di papan pengumuman desa malam ini. Didalam mira yang sibuk menyeleksi orang-orang tiba-tiba melihat ada 4 kertas misi baru di mejanya.
Melihat kertas misi di meja Mira terbelalak dan menyesali apa yang telah ia lakukan sebelumnya, lara telah benar-benar menyiksanya dalam satu hari dan tidak apa lagi yang akan dilakukan lara keesokan harinya untuk menyiksanya dan juga Ligar.
Sementara itu Lara sendiri sekarang berada di penginapan, ia berniat untuk bermalam disana dan itu adalah untuk pertama kalinya baginya menginap di penginapan selama ia bermain game Dream Online. Lara merebahkan tubuhnya kemudian memijamkan mata dan secara otomatis mode tidurnya diaktifkan baru kemudian lara offline.
__ADS_1