Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 32 Arc Dark Eye : The Family Team Part II


__ADS_3

‘’Kau memiliki badan yang besar dan sepertinya kau juga masih muda, aku tertarik padamu’’ kata Rin dengan sangat tenang


Lara melihat Rin penampilannya benar-benar yang berbahaya, ia tidak hanya super sexy tapi juga super cantik seperti ibunya.


Lara memperhatikan tangan Rin sebelumnya saat ia mengulurkan untuk berkenalan. Rin jelas bukan wanita biasa kebanyakkan tapi sepertinya juga tidak memiliki niat jahat terhadap Lara. Rambut Rin hitam di ikat seperti kuncir kuda untuk tidak menggangu saat ia berolahraga, mata hitamnya begitu terang ia jelas wanita yang jujur dimata lara dengan kepribadian yang juga baik.


‘’Maaf’’ lara membuka sarung tangannya dan terlihatlah keadaan tangan lara yang yang rusak namun masih berfungsi dengan baik. Rin melihat itu segera terkejut kemudian mendongak, menatap mata Lara kemudian mulut dan tanpa sadar tangannya bergerak secara perlahan untuk meraih topeng yang digunakan Lara untuk melepaskannya. Namun, ketika itu akan terjadi, lara memegang tangannya dan berbicara


‘’Tidak baik seorang wanita menyentuh pria yang sudah menikah’’ kata lara sangat tenang dan santai


‘’Maaf…’’ Rin meminta maaf dan menarik tangannya lalu kembali bertanya


‘’Apa yang terjadi? ’’ katanya dengan serius menatap lara


Lara menyadari wanita ini mencoba mencari melalui dirinya. Mengetahui niatnya Lara tersenyum dan dalam hati ia mengakui kemampuan Rin bisa dikatakan cukup baik. Tapi, untuk meraih dirinya Rin masih sangat lemah dan perlu banyak belajar.


Lara melihat mata Rin dengan santai seketika itu Rin mundur perlahan. Ia seperti melihat dunia lain dalam mata lara yang begitu luas sampai ia terjebak sesaat di dalamnya. Ia benar-benar tidak mengira dalam hidupnya akan begitu mudah dikalahkan. Yang paling mengejutkannya ketika tersadar ia tidak mengerti bagaimana ada orang di dunia ini mencapai tahap itu.


‘’Ada apa?’’ lara pura-pura bingung membuat Rin tersadar dengan pemikirannya yang rumit dan berkata dengan lemah


‘’Maaf, aku hanya ingin tahu’’ katanya


‘’Haha… ini luka yang aku dapat ketika masih kecil, rumahku terbakar dan aku terjebak di dalamnya’’ terang lara dengan santai


Rin melihat lara sepertinya sangat jujur tidak ada cela dari setiap kata, nada dan gerakannya mengatakan Lara sama sekali tidak berbohong. Rin tidak bodoh, ia tau ia telah telah tertipu. Tapi, ia tidak tau bagaimana ia bisa tau ia telah ditipu oleh Lara padahal pikirannya sangat yakin Lara berkata jujur.


‘’Kau sadar ya.., ini adalah trik kecil. sayang kau belum belajar hal itu jika tidak kau akan tau dari mana perasaan itu muncul’’ kata lara santai


‘’Bagaimana kau tau aku…’’ Rin lebih terkejut lagi karena Lawannya sekarang sudah menguasai dan seperti telah membaca isi hatinya

__ADS_1


‘’Kau hanya bayi yang baru belajar merangkak bagiku, tidak sulit menebak apa yang kau pikirkan, rasakan, dan langkah apa yang akan kau ambil. Sudah, cukup bermainnya. aku ingin berlari menikmati pagi’’ Lara berbicara dengan santai dan berlari untuk melanjutkan olahraganya meninggalkan Rin sendiri terpaku menatap di belakang.


Menemukan dirinya tertinggal Rin segera memutuskan untuk mengikuti Lara. Rin terus mengikuti sampai kemudian ia mengikuti lara sampai kerumahnya dan mengetahui bahwa sebenarnya lara tinggal tepat di depan rumahnya sendiri.


Rin berlari masuk kedalam rumahnya di sofa yang menghadap ke TV terlihat seorang pria dengan rambut hitam sedang menonton Tv. pria itu berbalik dan mElihat Rin dengan aneh.


‘’Apa yang kau lakukan?, tidakkah kau tau kau bisa menghancurkan pintu ’’ kata pria itu dengan suara kasar


‘’jangan ikut campur urusanku’’ balas Rin dengan terengah-engah


‘’cih, siapa juga yang mau ikut dengan urusanmu yang tidak penting itu’’ kata pria itu kembali memutar kepalanya kembali menekan remote dan menonton TV


Rin menutup pintu berlari naik tangga menuju lantai dua yang kemudian membuka pintu kamar dengan berteriak


‘’Kakak… kakak… aku menemukan orangnya’’ katanya dengan keras sambil berlari menuju wanita yang berdiri di depan kaca kemudian memeluknya dengan erat


‘’Orang mana?’’ wanita berambut hitam terurai yang nampak masih basah dan kusut itu membalas Rin dan mendorongnya menjauh


‘’Haha… kau selalu berbicara begitu ketika menemukan orang yang menarik’’ wanita itu tertawa sambil menyisir rambutnya


‘’Pria ini berbeda, dia besar dan kuat’’ kata Rin lebih semangat


‘’Besar dan kuat? ’’


‘’Emm.. sangat besar tingginya 190 centi meter. Tidak, mungkin sekitar 2 meter’’ terang Rin


‘’Ketika aku melihat matanya aku terdiam.. dia benar-benar luar biasa’’ terang Rin dengan sangat gembira sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur


‘’haha…sepertinya aku akan segera bersiap jadi wali untukmu’’ kata wanita berambut hitam yang sedang menyisir rambutnya dengan terbahak-bahak

__ADS_1


‘’kakak, aku serius!!!’’ Rin akhirnya meledak marah dan suaranya yang dingin dan membuat wanita itu berhenti tertawa


‘’Bagaimana orangnya..?’’ wanita itu berbicara dengan tenang dan tampak santai


‘’Orangnya besar, tinggi dan semuanya otot. Tapi, ia tidak seperti pria berbadan besar dengan otot sebelumnya yang cuma ototnya saja yang besar tapi otaknya kecil. orang ini luar biasa di bahkan bisa membatalkan trik membaca kepribadianku dengan sangat mudah. Bahkan, dapat menyerang balik dengan sangat mudah’’ kata Rin bercerita dengan semangat


‘’Jika ada orang seperti itu maka kita tidak bisa berharap banyak, ada banyak team yang menginginkan orang seperti itu bahkan mungkin sekarang ia kemungkinan besar sudah memiliki teamnya sendiri’’ wanita itu tampak agak pesimis dengan apa yang ia pikirkan dan menyampaikan pikirannya pada Rin.


Wanita ini adalah Eli Gemini ia seorang wanita yang sangat terkenal dalam dunia pro player. Rin, Eli dan Ryuta adalah 3 bersaudara yang merupakan pro player. Mereka sudah lama menjadi pro player sebagai pekerjaan utama mereka dan saat ini mereka sedang bermain Dream Online. Eli adalah pemimpin sebuah Team bernama THE FAMILY.


‘’Tidak kakak, kita tidak boleh menyerah aku bisa merasakan ia lebih kuat dari orang itu’’ kata Rin dengan percaya diri


‘’Jangan berbicara sembarangan tidak mudah menemukan orang lebih kuat dari Julian Breicer’’ Eli membantah


‘’kalau tidak percaya, ayo ikut aku’’ kata Rin menyeret Eli dengan mudah


Eli diseret oleh Rin, ia tidak bisa melawan tenaga Rin yang jauh lebih kuat dari dirinya sendiri. Daripada terseret, ia lebih baik untuk mengikuti keinginan Rin saja. Eli mengikuti keluar rumah dan kemudian ia menyeberang jalan lalu berhenti didepan pintu ramah Lara.


Tanpa basa basi, Rin mendobrak pintu rumah dengan menendangnya. ketika pintu jatuh Rin terkejut menemukan seorang wanita didepannya dengan aura mengerikan menodongkan senjata api ke arahnya. Gerakan wanita sangat cepat seperti kilat kecil saat muncul di depan Eli dan Rin. ketika menemukan adiknya dalam bahaya Eli langsung maju dan menjadi tameng bagi Rin.


‘’Apa tujuan kalian menggangu ketenangan keluargaku?, aku tau kalian adalah orang yang tinggal diseberang’’ wanita dengan rambut perak bertanya pada Eli.


‘’kakak jangan lawan wanita itu, dia sangat berbahaya. Nyonya, aku minta maaf. Tapi, aku dan kakakku ingin bertemu dengan seorang pria memakai topeng bernama Lara’’ Jelas Rin perlahan maju dan menjelaskan


‘’Bu… biarkan saja mereka masuk’’ suara lara terdengar di tElinga mereka bertiga tapi tidak ada gema apa pun itu seperti seseorang berbisik ke pada mereka.


Rin dan Eli tidak bodoh mereka tau orang yang bernama Lara pasti sangat berbahaya, Eli melihat ke arah tangga yang kemudian menjadi pucat. Eli melihat darah turun dari tangga penuh dengan nanah. aura yang datang dari arah atas lebih mengerikan dari aura wanita di depannya jika ia membandingkan maka auranya sekarang seperti sebuah kelereng dan wanita didepannya adalah sebuah planet.


Untuk orang di atas yang baru saja berbicara adalah galaksi, Eli memiliki kemampuan alami ia bisa melihat hal yang tidak bisa dilihat oleh kebanyakan orang. ini adalah bakatnya sejak dari kecil dan banyak menyelamatkan hidupnya dari bahaya yang datang.

__ADS_1


‘’Nak, wanita ini memiliki mata yang unik. Dia bisa melihat melalui penyembunyian, dia orang yang berbahaya’’ kata Michel membalas kata-kata ibunya


‘’haha... hanya mainan kecil, tidak ada yang perlu di khawatirkan’’ suara pria terdengar lagi


__ADS_2