
Lara teringat saat pertama ia bermain Dream Online disaat ia membuat nama IDNnya dan walaupun ia tidak mendengar kata-kata terakhir wanita berambut Biru itu saat dia akan di transfer untuk pertama kalinya ke Duran.
Lara masih bisa membaca gerak mulut wanita bermata biru itu dan mengerti apa yang ia katakan tetapi Lara tidak tau maksud dari kata-kata itu.
‘’Di…di…dimana kau melihatnya’’ kata Igaram tampak gugup saat mendengar penjelasan Lara
‘’Aku tidak tau tempat apa itu tapi pendeta tau siapa kami kan?’’ lara betanya santai
‘’Ya .. aku tahu kalian orang dari dunia lain yang dikatakan orang-orang belum lama ini’’ Igram berbicara serius
‘'Setiap dari orang yang sepertiku datang ke dunia ini pastilah mereka melihat wanita itu terlebih dahulu’’ kata Lara juga serius kemudian melanjutkan
‘’Aku tidak tau mengapa tapi dia melihatku seolah mengenalku jadi aku bertanya siapa dia dan dia mengatakan dia akan menungguku kemudian saat aku akan di tranfer ke dunia ini dia berbicara tentang pecahan mimpi hanya itu saja’’ lara berbicara dan mendengar itu Igaram terdiam kemudian ia berbicara
‘’Jangan bicara lagi tentang itu pada siapapun dengan santai kecuali kau tidak ada jalan lain" perintah Igaram serius lalu melanjutkan setelah lara menganguk setuju
"Guruku pernah melihatnya sekali tidak ada yang tau tentangnya tapi guru bilang dia sangat kuat tidak ada satupun orang dibenua bisa menentang atau berdiri dihadapannya sekalipun ia adalah seorang yang telah mencapai ranah Saint puncak sekalipun" Terang Igaram pada Lara dengan sedikit memekankan suaranya dari sebelumnya
‘’Guru bertemunya dengannya saat di Awal Mula benua, saat itu bencana besar terjadi satu mahluk sangat kuat datang dan samua orang terkuat benua mencoba untuk mengalahkannya. Namun tidak ada gunanya serangan yang dibuat oleh orang-orang terkuat benua kita bahkan bisa menggores sehelai rambutnya.’’ sambung Igaram mengceritakan lebih dalam
‘’Sesaat setelah pertarungan yang panjang sebuah cahaya menyilaukan muncul membuat semua orang tidak dapat melihat apa yang terjadi di depan mereka" lanjut Igaram
" setelah cahaya menghilang mahluk yang tidak bisa semua orang kalahkan bersujud di tanah menghadap seorang wanita dengan rambut biru dengan mata biru seperti cristal sama seperti yang kau sebutkan’'
‘’Mahluk yang tidak bisa dikalahkan oleh Guru dan lainnya meminta pengampunan kepadanya tapi wanita berambut biru itu tidak memberikannya. wanita itu hanya mengatakan satu kata yang membuat mahluk kuat itu musnah dalam sekejab’’ Igaram lebih dekat kearah Lara dan suaranya makin pelan menandakan ini adalah informasi yang sangat sensitif
‘’Guru bilang walaupun mahluk itu tidak di beri pengampunan ia masih tetap besujud sampai tubuhnya benar-benar menghilang’’ jelas Igaram
Lara yang mendengar itu cukup terkejut sepanjang waktu sekaligus merasa bahwa ia sebenarnya sangat berutung.
lara beruntung ia tidak bertindak berlebihan saat bertemu dengannya sebelumnya, jika tidak ia tidak akan selamat bahkan jika ia punya seribu nyawa sekalipun
__ADS_1
‘’sejak saat itu tidak adalagi berita tentang wanita itu, ia menjadi lagenda di antara para orang terkuat benua’’ kata Igaram dengan serius
‘’Untuk pecahan mimpi sepertinya aku tau sesuatu untuk itu, Guru pernah berbicara tentang itu katanya itu memiliki sumber energi yang sangat kuat dan sumber energi itu digunakan untuk yang melindungi benua kita dari mahluk-mahluk kuat.’’ lanjut Igaram
mendengar mata Igaram Lara menjadi lebih tertarik dengan pecahan mimpi. Tapi Lara juga tidak tau apakah ia akan menemukan pecahan mimpi atau tidak. Namun jika ada peluang, maka ia tidak akan meninggalkan kesempatan sekecil apapun untuk mendapatkannya.
‘’Jika wanita itu terkait dengan itu berarti ada kemungkinan pecahan mimpi yang kita miliki sekarang kemungkinan berasal darinya. Guru memperingatkan bahwa kita harus menjaga pecahan mimpi demi keselamatan benua’’ terang Igaram
Sekarang lara Lara mengerti mengapa hal yang menjadi rahasia besar tapi kemudian lara tersadar juga untuk Igaram mengatakan hal-hal itu kepadanya berarti Ia mempercayai lara sangat.
Lara paling tidak suka membuat kepercayaan orang padanya turun atau menghilang sama sekali kepadanya, jika orang mempercayai dirinya dia kan lebih mempercayai orang itu dan jika orang itu menghianatinya ia akan memusnahkan semua keluarganya bahkan sampai ke benihnya sekalipun.
‘’lalu jika orang tau bahwa dewa dan dewi sudah banyak yang gugur seperti anggelia mengapa mereka masih membiarkan gereja-gereja berdiri?’’ lara tau jawabannya tapi ia hanya memastikan
‘’mungkin ini adalah cara agar semua orang memiliki harapan dalam berbagai kesulitan, tanpa itu manusia akan menjadi tidak terkendali dan kekacauan akan terjadi’’ kata Igaram dengan menghela nafas dan sepertinya dia agak tidak menukai hal yang terjadi sekarang
‘’Lalu kenapa kau memilih ku?’’ tanya lara lagi untuk terakhir kalinya
‘’Keajaiban?’’ lara bingung
‘’Ada berbagai jenis tubuh yang tergolong sangat-sangat langka yakni mereka yang memiliki 2 element’’ terang Igaram dan lara memotongnya
‘’Bukan hanya aku yang memiliki 2 element ada banyak orang yang bahkan memiliki 3 element di luar sana’’ Lara mematahkan alasan Igaram
‘’Benar ada banyak yang memiliki element ganda, tapi untuk memiliki 2 element berlawanan dalam satu tubuh dengan kesimbangan sangat sempurna dan tingkat kemurnian 2 kali lebih murni dari manusia biasa dan kau tidak meledak oleh itu kau bisa dikatakan keajaiban itu’’ jelas Igaram memuji
Lara berfikir memang benar ini memiliki tingkat kemurnian 200 yang dua kali lebih kuat dari biasanya juga 2 element berlawanan memang sangat langka diantara para player
‘’Ditambah lagi kau memiliki element cahaya dan gelap yang bisa digolongkan sangat langka diantara para pemilik element ganda. Jika paus tau kau ditolak oleh pendeta yang bodoh itu, dia pasti akan muntah darah dan membunuh pendeta itu’’ kata Igaram dengan tertawa
‘’Aku mengerti mengapa kau begitu sedikit terobsesi padaku’’ kata lara dengan sedikit menjauh darinya
__ADS_1
‘’Haha… sekarang kau tau, jika kau ingin pindah kau bisa datang pada paus ia akan memberimu gunung emas’’ kata Igaram tertawa terbahak- bahak
‘’Jika mereka sepertimu mungkin aku akan memikirkannya tapi aku akan bodoh menerima paus dan menolak murid mantan salah satu orang terkuat benua’’ kata Lara
‘’Haha… kau tau itu , tidurlah besok kau harus bangun pagi-pagi karena besok kelas akan dimulai lebih pagi dari biasanya’’ kata Igaram
Lara menganguk dan kemudian sihir penerangan yang hidup di samping meja langsung mati bersaamaan dengan kepergian Igaram dari kamar.
Karena tidak ada yang bisa lakukan ia memutuskan untuk offline . Lara keluar dari kamarnya ia pergi menuju ke dapur untuk sarapan.
Lara tidak melihat ibunya di dapur dan ketika lara melihat di bawah tudung tidak ada makanan di sana. Lara meletakan handphonenya di atas meja makan dan mulai memeriksa lemari pendingin.
Ia menemukan ada banyak bahan makanan di dalam. Tanpa ragu lara mengambil bahan bahan yang ia perlukan dan kemudian mulai memasak.
Setelah selesai makan Lara tidak beranjak dari kursinya ia memutuskan membaca koran hari itu di Handphone canggihnya. Lara membaca beberapa berita terkait ekonomi, politik dan kriminal yang ada di koran dan setelah ia selesai Lara melanjutkan dengan ia memeriksa berkas yang dikirim untuknya dari perusahaan miliknya.
Lara tidak pernah pergi kekantornya bahkan ketika di masa lalu. Dia lebih suka membiarkan orang-orang mengurusi pekerjaannya sementara dia hanya pergi sesekali datang jika ke keadaaan benar-benar gawat atau ada hal yang tidak bisa ia hindari.
Lara membaca satu persatu satu laporan-laporan perusahaan yang menyewa propertinya dan juga beberapa laporan dari perusahaannya sendiri.
Lara melihat ada satu laporan yang menarik perhatiannya, ini adalah sebuah perusahaan yang keuangannya sedang memburuk dan kemungkinan tidak bisa membayar sewa properti miliknya.
Sedang sibuk membaca laporan yang menarik perhatiannya itu lara memriksa Handphonenya yang berdering dan melihat ada sebuah pangilan masuk dengan nomor tidak di kenal, lara menerima panggilan tersebut dan terdengar suara wanita muda di dalamnya.
‘’Hallo.. maaf apakah ini dengan tuan Hermund’’ suara wanita terdengar agak gugup di Handphonenya
‘’Saya sendiri.’’ kata lara dengan suara beratnya membuat wanita ditelpon sedikit terkejut dan semakin gugup.
‘’Tuan ..maaf.. saya benar- benar minta maaf bukannya kami tidak mau membayar namun saat ini perusahaan kami sedang dalam masalah besar’’ kata wanita di dalam telpon dengan sedikit terbatah- batah
‘’Tunggu.. sebelum berbicara dengan seseorang katakan dulu siapa dirimu..’’ kata lara tenang dan sedikit tidak suka dengan cara wanita itu.
__ADS_1