Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 31 Arc Dark Eye: The Family Team Part I


__ADS_3

‘’Saat aku didalam kebakaran begitu banyak orang dapat dan seharusnya menyelamatkan aku. Tapi, mereka semua hanya diam melihat bahkan bahagia menemukan seorang anak kecil yang tak bersalah terpanggang hanya kerena mereka tidak menyukai ayah dan ibunya’’ Lara berkata dengan sangat tenang


‘’Anak itu berusaha keluar dengan seluruh kemampuan dan tenaga yang ia miliki. Tapi, ia tidak menemukan cara baginya untuk lepas dari tangan-tangan naga besar yang ingin menelannya. Jika ia keluar ia akan mati dan jika ia tetap bertahan ia akan mati" tambah Lara


"Aku selalu ingat bagaimana saat ayah ku bertanya mengapa mereka melakukan itu yang dengan gampangnya mereka berkata ‘’itu hanya pengorbanan kecil untuk hal yang lebih besar’’ seperti saat ini’’ lanjut Lara


‘’Jika kau pikir aku adalah iblis. Maka, salahkan mereka yang telah membentukku jadi begitu’’ Lara berdiri memakai topengnya dengan penuh kebencian pada Mira yang hanya terpaku.


Lara sudah belajar lebih dari apa Mira pelajari seumur hidupnya. Malam kebakaran mengajarinya apa artinya seorang manusia itu sebenarnya.


Ia sempat kecewa kepada ibu dan ayahnya karena masalah karena tidak berusaha menyelamatkannya dan bahkan lupa akan dirinya saat kebakaran yang kemudian kekecewaan itu membuat bencana lain yang lebih besar menimpa dirinya.


Ia membuat ayahnya meninggal dan ibunya koma selama bertahun-tahun. Ia tidak pernah lupa bagaimana ia hampir dibunuh oleh orang-orang yang harusnya melindunginya dan menjaganya ketika ia masih sangat belia.


Lara tidak lagi anak kecil yang dulu yang naif dan polos yang waktu itu, ia sudah belajar dan tidak akan pernah melepaskan kesempatan untuk membunuh setiap orang yang menghalangi jalannya. Ia juga tidak akan pernah ragu mengorbankan siapapun untuk setiap kemungkinan dalam rencananya.


Tapi, Lara tidak akan pernah mengorbankan orang yang ia hargai dan cintai hanya karena nafsu pribadinya. Ia tidak akan milih itu, sekalipun itu adalah kemungkinan yang paling menguntungkan untuknya.


‘Maaf aku tidak tau’’ suara Mira terdengar dari belakang


‘’Itu masa lalu aku sudah melupakannya’’ Lara berkata sambil menutup pintu kantor lalu keluar


Mira tersentak dan kemudian menunduk mengambil tongkat sihirnya yang jatuh sebelumnya. Entah mengapa ia begitu tidak berguna melawan Lara saat ini. Tapi, kemudian Mira segera sadar apa yang Lara rasakan bukan sesuatu yang pernah ia bahkan bisa pahami.


Ia masih ingat Lara menerangkan dirinya yang berjuang dalam kebakaran dan disaat yang sama ia juga dikepung orang-orang yang ingin membunuhnya.


Ia tidak berani membayangkan rasa sakit yang Lara rasakan dan bagaimana ia masih bisa hidup dengan luka seperti itu sampai sekarang. Saat dia mengingat itu ia merasa ia semakin kecil jika dibandingkan dengan Lara.


‘’Sudah jangan dipikirkan, kau tidak salah’’ Ligar berusaha menghibur kakaknya

__ADS_1


‘’Tidak, dia benar aku salah untuk berpikir dia di jahat dan kita baik. Pada dasarnya kita sendiri juga sama jahatnya bahkan lebih dari dia’’ terang Mira sambil memegang erat senjatanya.


‘’Apakah kita pernah berpikir ada orang lain diluar sana menjadi korban untuk kenyamanan dan kekayaan kita nikmati sekarang?, aku pikir kita berdua malah berpikir bahwa kita selalu tidak beruntung dari yang lain dan terus melihat keatas tanpa sadar kita telah menginjak-nginjak orang-orang di bawah kita ketika kita berjalan’’ Mira menatap ke pintu dimana Lara keluar


‘’Lucu meneriaki orang jahat yang sadar dengan apa yang ia lakukan padahal kita sendiri tidak sadar apa yang telah kita lakukan bahkan lebih buruk’’ Mira tersenyum getir pada dirinya sendiri


‘’Kau benar, kita memang begitu…’’ kata Ligar membantu kakaknya berdiri


‘’kita harus segera menyelesaikan semua hal yang harus kita lakukan sekarang. ada banyak hal yang harus kita selesaikan dan waktu kita tidaklah banyak. kau tolong bantu aku menyelesaikan semuanya secepat mungkin’’ kata Mira


Warga desa membentuk barisan masuk ke dalam lokasi kantor desa dan kuil yang baru saja berdiri, bersamaan dengan itu semua pemain yang berada di dekat desa berdatangan ke tembok untuk dan membentuk pertahanan bersama dengan beberapa warga desa yang memiliki bakat dan pengalaman militer.


Semua player sadar sekarang bukanlah waktu yang aman untuk berburu sendiri-sendiri. Bencana yang terjadi tidak akan bisa mereka lawan sendiri atau bahkan dengan kelompok kecil mereka. Tapi juga tidak boleh dilewatkan karena di mana ada resiko, di situ ada juga peluang.


Lara memperhatikan keributan yang terjadi di luar dari jendela kamarnya. semua warga tampak ketakutan, mereka saling beradu argumentasi untuk memenangkan keselamatan dan kepentingan mereka sendiri-sendiri.


Mira sebagai kepala desa menjadi korban dari amukan masa yang ketakutan. Melihat itu Lara membuka jendela dan mengeluarkan kepalanya kemudian berbicara pada semua orang


‘’Pendeta kau diam saja’’ salah satu orang dalam kerumunan berteriak pada Lara


‘’Kau yang diam!!, tembok dan semua disini aku yang membiayainya. Jika, kau tidak suka, kau bisa angkat kaki dari tembokku berharga ribuan gold ini’’ Lara berbicara dengan nada keras


Suara Lara yang keras terdengar jelas. Semua orang sadar apa yang dikatakan Lara adalah kebenaran. Tapi, siapa yang mau angkat kaki dari tempat yang mereka tempati sekarang di mana ada makanan, tentara desa dan petualang ada di sana untuk berjaga untuk mereka.


Mereka pada dasarnya hanya beban bagi Lara tidak lebih dari itu, mengurangi satu orang atau semua sekalipun akan tidak akan membuat Lara rugi sedikit pun. Alasan Lara membantu mereka hanya karena tindakan kemanusiaan dan moral.


Mereka butuh Lara untuk berlindung dengan temboknya. tapi Lara, tidak butuh mereka untuk bertahan. Itu adalah fakta yang terjadi sekarang yang tidak bisa di bantah oleh semua orang yang menatapnya.


Sekarang tidak ada berani melihat Lara, mereka semua diam dan ketika jendela ditutup semua merasa lega. Mereka kemudian menatap kearah Mira untuk mengikuti instruksinya.

__ADS_1


Saat ini, banjir monster baru saja selesai bertempur melawan pasukan tentara kerajaan Philotas di daratan tinggi Philotas. Tapi, tidak ada satu orang pun tentara yang tersisa bahkan untuk kembali menyampaikan berita kekalahan pada kerajaan. Semua tentara kerajaan musnah dan para Mata Gelap terus mendekat ke arah ibukota kerajaan Philotas.


Lara memperhatikan dengan kecepatan banjir monster yang menyerbu ke arah kerajaan dan sekitarnya, Lara memperhitungkan Mata Gelap akan tiba di Duran dalam waktu 4 hari waktu game setelah Philotas kerajaan hancur.


Namun juga bisa lebih cepat, karena ada jenis monster mata gelap yang bisa terbang serta ada kemungkinan juga banjir monster akan berpencar dan menyerang ke dua arah secara bersamaan.


****


Lara offline sementara waktu ia menjalankan rutinitasnya menikmati pagi dengan berlari kecil di area komplek perumahan.


Saat ia berlari ia melihat berbagai wanita muda ikut berlari pagi bersama dengan para pemuda-pemuda yang tampaknya sedang berusaha menggoda mereka. Para gadis itu memakai pakaian ketat dengan pinggul mereka bergerak kanan dan kiri seperti melambai kepada setiap mata pria yang melihatnya dari belakang ataupun depan.


Hari ini adalah hari minggu dimana hari libur bagi sebagian besar orang terutama pekerja dan pelajar. sehingga wajar bagi orang-orang untuk sedikit berolah raga untuk menjaga stamina mereka. Tapi, walaupun itu terlihat biasa bagi Lara itu adalah sesuatu yang langka ia bahkan tidak pernah melihat itu ketika ada di daratan.


Lara memakai topeng dan pakaian tertutup ketika berlari yang membuat orang-orang melirik kearahnya di tambah lagi Lara memiliki perawakan yang menjulang dan di tambah lagi Pakaiannya yang basah oleh keringat memperlihatkan bentuk ototnya yang sempurna membuat para wanita muda tidak tahan untuk meliriknya


Lara tidak memperdulikan tatapan mereka ia hanya berlari dengan irama yang tidak berubah dan terus melewati salah satu wanita dengan pakaian ketat lainnya. Saat Lara tiba lapangan ia terkejut melihat begitu banyak orang yang berlari dan kemudian ia merasa ini adalah hal yang sangat baik dan sangat langka terjadi di daratan bahkan tidak pernah terjadi setelah ratusan tahun.


Ada banyak pria, wanita, muda, tua ataupun anak kecil yang berolahraga bersama seperti Lara termasuk wanita yang memakai celana ketat sebelumnya yang ia lewati yang sekarang berlari mengejar Lara.


‘’Kau berlari memakai topeng, itu berbahaya kau harus melepaskannya untuk menjaga sirkulasi oksigen di tubuhmu’’ wanita berbicara dengan terengah-engah dan ia salah menduga bahwa masker yang dikenakan Lara adalah topeng biasa


‘’Topeng ini memiiki penyaring udara, sirkulasi udara dapat di sesuaikan dengan detak jantung pengguna. Udara yang disaring pun hampir 100% adalah oksigen. Terima kasih atas perhatiannya. Tapi, aku baik-baik saja…’’ kata Lara menerangkan tentang topeng yang ia kenakan.


Topeng yang Lara kenakan sekarang adalah topeng yang di kostum khusus untuk Lara pribadi untuk menjaga penampilannya sebagai seorang pejabat di the elder dimasa lalu.


‘’Jadi itu topeng khusus. Maaf, aku pikir kau memakai topeng biasa saat berlari’’ wanita itu lega


‘’Tidak masalah, aku hanya kurang percaya diri dengan penampilanku’’ kata Lara santai

__ADS_1


‘’Haha.. kau bisa saja. oh ya, aku Rin.. Rin Kazama’’ wanita itu memperkenalkan namanya, Lara melihat tangan wanita itu sebentar dan kemudian langsung menyambut tangannya lalu berbicara.


‘’Lara Hermund’’ kata Lara santai membalas


__ADS_2