
Sepertinya pengaruh membawa Bege bersama lebih besar dari apa yang Lara bayangkan. Dengan ini rencananya akan berjalan lebih cepat dari apa yang ia perkirakan semula.
‘’sebelumnya saya ingin bertanya, apa ada disni ada orang bernama Puas’’tanya Lara
Isac melihat salah satu orang di ruangan yang kemudian memerintahkannya maju. Puas adalah seorang Bishop Senior dari Gereja Pengikut Dewi Luna, jabatannya dalam kekaisaran sangat di perhitungkan. Bahkan dikatakan ia adalah salah satu orang kepercayaan Kaisar. Ketika ia maju, Lara cukup menyetujui Bishop senior satu ini memang bukan orang yang baik. Dari sorot matanya terlihat jelas ia adalah seekor serigala berbulu domba.
‘’woah...saya sangat tersanjung bisa bertemu langsung dengan Bishop Puas. yang mulia saya benar-benar sangat bangga dengan Bishop Puas yang besama anda dan saya punya catatan pribadinya tentang ke kekagumannya pada mulia tolong dilihat’’ kata Lara dengan nada mengejek.
Isac tidak bodoh ia melambaikan tangannya untuk memerintahkan seseorang mengambil surat di tangan Lara. puas sendiri sekarang dengan wajah pucat, ia terlihat mencari cara melarikan diri dari tempatnya berdiri. Tapi, ia sadar ada begitu banyak yang mengawasinya dan siap bergerak jika ia berniat melakukan sesuatu yang mencurigakan.
Bahkan beberapa Prajurit terlihat bergerak ke arah Isac untuk melindungi kaisar itu dari musuh yang tidak lain adalah dirinya sendiri. Orang-orang yang melhat gerakan Puas jelas ada sesuatu yang disembunyikan Puas. Ketika Isac membacanya ia langsung bertanya tentang sesuatu kepada seseorang yang tepat di sampingnya.
‘’Paus kau tau sesuatu tantang tambang Batu api di Platos’ katanya sambil berbisik’’
‘’yang mulia…’’ Paus Gereja Pengikut Dewi Luna mencoba menjelaskan, tapi ketika ia kan melanjutkan mulutnya di tepuk oleh Isac untuk tidak lagi bicara apapun. Lara mengerti posisi Isac, pada kenyataannya Isac adalah orang yang setara dengan saint, tidak ada yang berani menantangnya kecuali ia memiliki kekuatan setingkat dengan seorang saint pula.
‘’Bishop Puas… aku suka pujian mu, yang pertama kamu bilang kamu telah berhasil menipu kaisar ***** ini. kemudian disini juga kamu bilang bahwa kaisar ini hanya *** yang mengotori tempat duduk mu nanti. woah… hebat sekali pujian mu, aku benar-benar tersanjung dengan semua pujian-pujian mu Bishop. Kalian berdua tolong bantu aku berikan dia hadiah terbaik kita’’ isac menunjuk orang di dekatnya yang memakai pakaian prajurit lengkap.
Monca dan lainnya melihat jelas bahwa Bishop Puas sekarang berusaha untuk melarikan diri. Tapi, ketika ia akan bergerak 2 orang prajurit bergerak secepat kilat menyambar tubuhnya dan langsung menekan tubuhnya ke lantai dengan paksa. Dengan tubuhnya di tekuk di lantai Bishop Puas berteriak membela dirinya
__ADS_1
‘’Yang mulia, dia berdusta jangan percaya padanya. aku tidak pernah menulis itu dalam surat yang kuberikan pada…’’ Puas sadar ia telah salah bicara dan termakan jebakan yang telah di buat Lara dan Isac.
‘’Benar, kau memang tidak menulisnya. Tapi, kau membohongiku tentang tambang Batu Api’’ Jelas Isac menyerahkan surat ke salah satu Paus
‘’Kalian bawa dia dan berikan 100 cambuk kan. Ingat, aku ingin kulitnya terkelupas, tulangnya patah dan paling penting buat dia setengah mati kemudian gantung setengah hari di gerbang ke istana untuk jadi contoh untuk yang lain’’ Isac memberi perintah pada prajurit. Bishop Puas pucat mendengar hukuman itu dan tidak bisa berbicara apapun lagi dan di seret oleh keluar oleh para prajurit.
Lara sekilas melihat Puas menatapnya dengan penuh kebencian serta niat membunuh. lara mencibir tindakan Puas, di masa lalu ia telah ribuan kali melihat orang datang padanya dengan niat membunuh. Sekarang menambah satu orang lagi tidak begitu berarti baginya. ketika ia melihat ke arah Isac kembali, ia segera dicecar sebuah pertanyaan oleh Isac
‘’Apa hubungan antara mata gelap dan tambang itu’’ isac berbicara menatap lara dengan tenang
‘’sangat erat yang mulia, hamba adalah orang yang pertama menemukan tambang tersebut. Awalnya hamba berpikir bahwa hamba bisa mengambil sedikit keuntungan dengan menggali tambang. Tapi, ketika hamba lebih masuk lebih dalam, hamba tersadar tambang itu sebenarnya adalah sebuah segel. Tujuan segel ini adalah untuk mengunci jalan Mata Gelap untuk masuk ke Benua kita ’’
‘’begitu… aku mengerti, lalu apa yang akan kau lakukan setelah itu?’’ Isac bertanya lagi
‘’Hamba dengan beberapa orang yang bersama orang bersama hamba sekarang telah telah berhasil menyusup kedalam sarang Mata Gelap, niat awal kami adalah untuk menghancurkan gerbang itu tapi kemudian hamba menemukan bahwa Mata Gelap sekarang sudah sekarat hamba yakin dengan menggunakan kekuatan seluruh benua kita bisa mengalahkannya’’ kata lara tanpa ragu menatap Isac.
Lara sebenarnya mengerti bahwa dengan menghancurkan gerbang itu maka semua akan selesai. Namun masalahnya adalah menghancurkan gerbang sihir buka perkara gampang. Menurut yang di baca Lara dari penemuan Anggelia menghancurkan sebuah gerbang sihir tanpa prosedur yang benar akan membuat retakan dimensi.
Retakan dimensi sangat berbahaya, dikatakan retakan dimensi akan membawa bencana besar pada benua dan juga dengan adanya retakan dimensi mahluk-mahluk tidak diketahui bisa saja datang dan menghancurkan benua. Lara sengaja mengatakan itu untuk membuat dirinya tidak di curigai dan lebih terlihat meyakinkan bagi Isac
__ADS_1
‘’Yang mulia anda harus mempertimbangkan bahwa ada kemungkinan Imam ini adalah penipu’’ seorang Paus dari Gereja Pengikut Dewi Luna berbisik di samping Isac. Lara sudah memperhitungkan hal ini, ia sudah melihat ada sedikit ketidaksenangan Paus pada dirinya sejak ia mengungkapkan surat Puas pada seorang Imam senior. Dari sikapnya sangat jelas, ia kemungkinan terlibat dalam masalah tambang Batu Api di Gunung Platos. Disisi lain Bege tidak bodoh, ia sangat mengerti niat Paus pada Lara.
‘’Kenapa Paus tidak memperhitungkan aku Bege Pemimpin Ras Elf Pohon, aku kemungkinan bekerja sama dengannya untuk membohongi Isac’’ kata Bege dingin pada Paus. mendengar itu Paus dari Gereja pengikut Dewi Luna terdiam, ia sepertinya tidak menyangka Bege akan membela Lara terang-terangan di depan kaisar. Isac sendiri tampak berpikir sesaat setelah melihat situasi kemudian ia berbicara
‘’AKu mengerti tujuanmu dengan jelas, tapi aku tidak yakin mereka bisa membantu atau tidak. di lain sisi aku sendiri tidak terlalu mempercayaimu dan butuh sebuah jaminan. Imam apa yang bisa kau jaminkan padaku?’’ kata Isac pada Lara seperti mengisyaratkan sesuatu, Lara tersenyum karena saat ini ia sudah menang. Menemukan itu Isac serius , ia tidak mengerti dari mana kepercayaan diri itu datang dan bahkan membuatnya merasa telah termakan umpan lawan.
‘’Jaminan ku tidak ada selain diriku sendiri, tapi yang mulia memiliki jutaan orang disini menunggu untuk mati. Paduka Bege tidak akan membantu jika yang mulia tidak mempercayaiku. Pohon dunia sudah bukan pohon dunia yang dulu yang mulia lihat’’ Lara memulai berbicara lalu melanjutkan
‘’Bahkan, jika seluruh benua hancur Pohon Dunia atau sekarang bisa dikatakan sebagai Pohon Adam, akan tetap bertahan bersama dengan seluruh tanah Hutan Mor begitu juga aku. Ketika semua benua hancur pilihan yang mulia adalah mundur dan mengekspos kenyataan dunia pada setiap orang yang mulia bawa’’ lara mengatakan tanpa ragu
Isac tau kenyataan apa yang Lara maksud, itu adalah berkaitan dengan para dewa dan dewi di dunia ini, jelas Isac sekarang tidak punya pilihan bahkan orang-orang yang sedang menonton saat ini dari kejauhan juga tidak punya pilihan selain maju bersama untuk menghancurkan Mata gelap sekali untuk selamanya.
Ini adalah pertaruhan besar, jika mereka kalah mereka akan mati dan jika mereka mundur mereka kan membuka kebenaran yang terbesar benua lalu mati juga pada akhirnya. Tantangan di luar benua bukanlah hal yang mudah, tingkat bahaya di luar benua bukan seseorang tingkat saint bisa tanggung.
Melihat ekspresi Isac ia sangat yakin Lara sudah tahu kebenaran itu. Menemukan itu membuat ia langsung terpojok. Ia tidak lagi tenang, tangannya menggenggam ujung kursinya dengan erat. Paus yang berada di dekat Isac mendengar dengan jelas suara retakan ujung kursi yang di genggam Isac dengan keras kemudian berbicara dengan lantang ke langit.
‘’haha… kalian dengar itu sekarang. Segera lakukan voting, takdir benua ditentukan dari sini’’ suara Isac menggelegar di langit menyebar ke seluruh belahan benua kemudian cahaya kilat menyilaukan terjadi menandakan sesuatu. informasi di forum langsung berubah, Event baru segera di luncurkan.
Orang-orang memeriksa jendela forum kemudian menemukan bahwa semua orang di server satu bersiap untuk perang. Voting telah di buat keputusannya adalah maju ke Platos untuk menyerang sarang Mata Gelap.
__ADS_1