Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 12 First Elder Lady


__ADS_3

Lara dan Michel terus bercanda sementara itu Misha yang menonton tertawa dengan tingkah Lara dan Mischel yang seperti anak kecil. Disisi lain ada satu hal yang menurut Misha aneh bahwa walaupun sudah tua ibu Lara masih sangat cantik dan tampak seseumuran dengannya.


Michel banyak bertanya seputar kehidupan Misha sebelum bertemu anaknya dan tentu sebagai seorang calon menantu Misha menceritakan dan menjawab semua pertanyaan calon mertuanya dengan jujur ia bahkan tidak ragu untuk bercerita bagaimana kedua orang tuanya.


Mendengar perjalanan hidup Misha dalam membesarkan adiknya, hati Michel sedikit tersentuh juga semakin menyukai calon menantunya itu.


Di tambah lagi pribadi Misha yang mandiri, baik dan terpenting dia memiliki prinsip yang sesuai dengan keinginan Michel untuk jadi menantunya semakin membuat michel yakin anaknya telah menemukan orang yang tepat.


Jam sudah mendekati jam 05.00 pagi dan michel tidak lagi bertanya tentang kehidupan Misha serta adiknya Sasha dan sekarang Michel menceritakan siapa Lara sebenarnya.


‘’Sekarang aku akan menceritakan siapa calon suamimu dan status apa yang kau emban jika kau menikah dengannya. Sebelum itu aku ingin mengatakan bersama suamimu kau mungkin akan dalam bahaya yang tak pernah kau bayangkan, kau  juga mungkin akan mati jadi dan untuk terakhir kalinya aku akan memberi kau kesempatan untuk memilih ?’’ jelas Michel serius


‘’Aku sudah memilih dan itu tidak akan berubah’’ kata Misha memotong Michel bahan sebelum ia menyelesaikan kalimatnya dengan tanpa keraguan.


‘’Bagus.. suamimu bukan orang biasa ia orang yang sangat berbahaya, kekuatan dan status yang dimilikinya diluar apa yang pernah kau bayangkan. jika kau menjadi istrinya kau juga akan menerima status penting yang bisa merenggut nyawamu ’’ kata Michel serius


‘’Suamimu adalah seorang Elder tepatnya pensiunan Elder kau mungkin tidak tau tentang The Elder , ini merupakan organisasi mafia yang sangat besar dan terkuat di dunia saat ini. Kekuatan mereka adalah sesuatu pemerintahan dunia tidak bisa remehkan’’ lanjut michel


‘’Tidak banyak yang bisa selamat dari orang-orang yang menetang mereka sekalipun itu orang dari pemerintahan dunia sekalipun, suamimu adalah mantan First Elder bisa dikatakan ia adalah orang terkuat kedua di organisasi itu di bawah grand Elder yang merupakan ketua dari organisasi. Posisi First Elder ini merupakan posisi paling central dari semua Elder dan paling dekat dengan grand elder.’’


‘’Jika kau menikah kau akan menyandang gelar First Elder Lady dalam organisasi The Elder. walaupun suamimu sudah pensiun posisi itu tidak akan hilang sampai ia meninggal dunia. aku akan melatihmu menjadi seorang istri seorang mafia serta mengajarkanmu semua tentang organisasi The Elder’’ kata Michel dan disisi lain Misha Menganguk dan mengatakan bersedia belajar serta berjanji akan bekerja keras


Setelah itu Michel menjelaskan banyak hal dan tidak berhenti bercerita sampai pagi . ia menjelaskan perlahan apa itu The Elder dengan lebih rinci dan saat itu Misha mulai mengerti seperti apa calon suaminya.


Pagi telah datang cukup lama,… Lara keluar dari kamarnya ia melihat Misha didapur bersama ibunya. tampaknya ibunya mengajari Misha memasak masakkan kesukaannya. karena pada dasarnya Misha sudah mahir dalam memasak, Michel menjadi lebih mudah untuk mengajarinya. Lara duduk di meja makan ia melihat wajah kecil adik Misha yang lucu tampak bersemangat dengan pakaian sekolah tampak bersemangat.

__ADS_1


‘’Tuan monster selamat pagi… kata kakak kalian akan menikah?’’ sasha bertanya dengan polos


‘’Emmm… tuan monster suka dengan kakak bocah dan ingin menikahinya’’ kata Lara dengan sedikit menganguk diawal


‘’Yay… hebat dengan ada tuan monster orang-orang itu tidak akan lagi menggangu kakak’’ kata Sasha polos dan Lara sedikit melihat ke arah Misha kemudian membalas Sasha dengan membusungkan dadanya


‘’Haha… tentu saja jika mereka berani monster ini akan memakan mereka’’ kata Lara dengan nada sombong


Misha mengambil piring dan kemudian meletakkan nasi diatasnya dan menyerahkan ke piring Lara pertama lalu michel kemudian dia dan terakhir Sasha.


Dalam aturan organisasi orang yang paling tinggi jabatan harus pertama mendapatkan piring baru setelahnya orang di bawahnya dan misha mencoba mengikuti aturan itu.


Lara mengambil lauk pertama ia meletakkan ke piringnya dan kemudian baru michel namuan disini Sasha menyerobot memotong antrian yang sudah di atur dalan aturan organisasi.


Michel yang di serobot sedikit melirik ke arah Sasha kemudian misha, ia tampak tidak begitu senang dengan tindakan itu. Disisi lain Misha merasa tidak nyaman ia ingin memarahi Sasha namun ia takut akan dimarahi. Lara melihat itu mengerti dan kemudian berbicara


‘’Sayang..’’ Michel tidak setuju dengan Lara anaknya


‘’Sudahlah.. biarkan jangan terlalu memaksa Misha dan sasha untuk ikut aturan yang sulit biarkan mereka belajar perlahan yang terpenting bagi mereka saat ini adalah bagaimana cara menjaga diri bukan aturan itu dan ini. diri mereka lebih penting dari pada aturan tidak penting itu ‘’ kata Lara dengan santai


‘’Kau benar.. bagaimana aku lupa itu’’ Michel memegang kepalanya dan kemudian berpikir untuk perubahan pelatihan untuk Misha juga Sasha


‘’Tapi tempat ini tidak bagus untuk latihan’’ keluh Michel


‘’Setelah menikah kita akan pindah daerah lain aku punya vila di kaki gunung kerinci dan kita akan pindah kesana’’ kata lara dengan tenang sambil menikmati sarapannya

__ADS_1


‘’Ngomong-ngomong masalah menikah apa rencanamu untuk pernikahanmu?’’ Michel bertanya pada Lara


‘’Aku sudah menghubungi kantor pusat The Elder pernikahan akan di lakukan di sana dan hanya akan di hadiri para Elder serta orang dekat saja’’ kata Lara santai


‘’Kenapa tidak buat pesta seperti ibu dengan ayahmu dulu?’’tanya michel


‘’Jika itu saat aku masih menjabat mungkin bagus tapi sekarang berbeda kita tidak lagi punya manfaat untuk melakukan pesta besar.. yang terpenting adalah mendapatkan status untuk Misha dan sasha’’ jelas Lara dengan tenang


‘’Begitu…’’ Michel agak tidak suka dengan hanya perjamuan sederhana.


Lara mengerti perasaan ibunya dan itu sangat wajar bagi seorang ibu untuk membuat pernikahan besar untuk anaknya. Tapi disisi lain lara mengerti ada hal yang paling penting dari hal-hal kecil itu dan mengatakan pada ibunya untuk sekali lagi alasannya dengan nada yang lebih halus.


‘’Bu.. saat ini yang terpenting adalah keamanan untuk kita, aku juga ingin membuat pesta besar seperti ayah dan ibu. namun ibu juga harus ingat saat ini sasha dan misha belum siap untuk benar-benar dianggap bagian dari the Elder atau First Elder Family’’ kata Lara penuh dengan perhatian pada ibunnya


‘’Aku mengerti… tapi suatu saat jika kau ingin istri kedua buat pesta yang besar untuk ibu’’ kata Michel dengan penuh dengan semangat


‘’Istri kedua?.. bu jaga bicara mu’’ lara berkata dengan berbisik dan itu masih di dengar oleh Misha


‘’Kenapa Dengan itu?… jangan bilang kau ingin seperti ayahmu setia pada satu istri… itu memang romantis tapi bodoh, banyak istri banyak kekuatan berarti banyak cucu’’ ibu Lara tampak lebih realistis dari banyak wanita yang ditemuai Misha yang hampir memuntahkan makanannya karena terkejut dengan kata terakhirnya terkait cucu.


‘’Haha… jika wanita didunia seperti ibu semua laki-laki pasti akan merasa bahagia tapi aku pikir Misha tidak seperti ibu’’ kata Lara bercanda


‘’Tidak.. misha sama seperti ibu banyak wanita berati kekuatan kau harus cari istri kedua dan buat pesta besar untuk ibu’’ Michel lebih bersemangat


‘’Haha.. baik..baik.. nanti aku pikirkan’’ Lara bercanda dan melihat Misha sedikit terkejut.

__ADS_1


Sedang sibuk makan terdengar suara bel yang menandakan ada tamu yang datang,  Michel yang sedang bersemangat segera ke pintu dan membuka pintu ia melihat ada seorang pria dengan jas hitam memberikan sebuah paket.


__ADS_2