
Karena tidak ada yang mau dibeli misha dan michel sendiri juga sudah puas dengan begitu banyak pakaian di lemarinya. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk pergi ke toko tas yang tidak jauh dari toko baju mereka kunjungi sebelumnya.
Namun, sekali lagi Misha tidak membeli apapun yang ada disana setelah berkeliling dan tidak ada satupun yang dibeli akhirnya Michel membawa Misha ke toko perhiasan.
Michel sudah menyerah untuk menggoda Misha untuk membeli sesuatu. Sifat keras kepala Misha membuatnya menjadi Frustasi dan akhirnya menyerah. Tapi, kali ini Misha tampak fokus pada sebuah kalung yang ada di etalase toko yang sekarang mereka kunjungi.
Kalung itu memiliki jam dan ada tempat meletakan foto di bagian ditutup jamnya. Bentuknya sangat kuno tapi sangat elegan dan benar-benar menarik mata.
‘’Kau tertarik?’’ tanya Michel dari belakang melihat Misha yang hanya melirik ke satu ke satu barang saja
‘’Emm.. tapi, harganya’’ Misha ragu melihat label harganya yang mencapai 5 juta dolar membuatnya ragu untuk membelinya
‘’Pelayan ambil yang ini satu’’ Michel memberi instruksi pada pelayan tanpa ragu sama sekali
‘’Bu…’’ Misha terkejut dan merasa tidak nyaman, ia ingin menghentikan Michel tapi kemudian Michel bertanya padanya dan membuatnya tidak bisa lagi menghindar.
‘’Ambil saja, aku tau kau ingin memberikan ini pada suamimu kan?’’ tanya Michel menatap mata menatunya dengan serius
‘’….’’ Misha hanya diam dan mengikuti
Michel melihat Misha memegang tas belanjaan di dadanya seperti kucing ingin melindungi anaknya membuatnya tidak tahan untuk tersenyum dan mengerti bahwa ia telah menemukan orang yang mencintai anaknya dengan tulus.
Michel merasa ada manis dihatinya ketika memikirkan itu, ia merasa banyak beban telah hilang dihatinya sekarang. Ia tidak pernah berpikir, setelah ia bangun dari tidur panjang ia akan kembali menemukan cinta anaknya yang sekarang memiliki istri yang juga mencintai anaknya dengan sangat tulus. Michel bersyukur ia masih hidup dan menyaksikan apa yang seharusnya hanya jadi mimpi indahnya di masa lalu.
‘’Jhon… kau tidak perlu khawatir, sekarang anakmu telah bahagia, aku akan menjaga ini dengan hidupku’’ dalam hati Michel berkata melihat ke arah menantunya
‘’ayo kita kesini…’’ Michel berhenti dan masuk ke sebuah toko peralatan virtual. Misha tidak bisa melawan kekuatan michel dan hanya mengikutinya masuk dengan terpaksa
‘’pelayan.. beli model ini dua dan tolong kirimkan ke alamat ini’’ Michel menunjuk dua peralatan Virtual di etalase dan kemudian langsung memerintahkan Pelayan untuk membungkusnya serta menunjukan alamat yang ia maksud.
‘’bu, untuk apa kita membeli peralatan virtual. Ini telalu mahal.. ’’ Michel melihat label harga peralatan Virtual dan merasa tidak nyaman
‘’sudah, beli saja. Kau temani ibu bermain’’ kata Michel memerintah
Mereka keluar dari toko saat selesai dan paket peralatan virtual yang mereka beli telah di bungkus kemudian segara dikirim ke alamat yang diminta Michel.
__ADS_1
Selesai dengan semua itu, Michel dan Misha kembali ke rumah. Saat turun dari kendaraan, Misha segera ke kamar dan melihat suaminya duduk membaca beberapa dokumen yang baru saja datang.
‘’ada apa sayang?’’ misha bertanya pada Lara
‘’tidak ada apa-apa, hanya sedikit kendala pada salah satu usaha kita. aku sudah membuat pengaturan untuk itu’’ kata Lara santai dan kemudian menutup dokumen
‘’tunggu kau panggil apa?’’ lara melihat Misha terkejut
‘’sayang’’ kata Misha lebih lembut
‘’apa’’ Lara mencoba mendekatkan telinganya berharap ia tidak salah dengar
‘’sayang’’ Misha berbicara dengan mata melotot, karena ia baru saja sadar suaminya sebenarnya mempermainkannya
‘’hahahaha… aku ternyata tidak salah dengar baiklah ada apa sayang?’’ balas Lara dengan nada genit
‘’Ini untukmu’’ kata Misha menyerahkan kotak perhiasan berisi kalung yang ia beli sebelumnya. Sebenarnya Misha telah menyiapkan kata-kata yang baik dan lebih mesra untuk suaminya. Namun, ketika ia tiba di kamar, ia kehilangan semua kata-katanya dan akhirnya hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutnya.
Ia begitu gugup dan membuat semua rencananya hancur dan ketika Lara membuka kotak perhiasan ia malah jadi semakin gugup dan tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Ketika dibuka Lara melihat ada sebuah foto berukuran kecil disana. itu adalah foto pernikahan dirinya dengan Misha. Lara terkejut sekaligus sangat senang di dalam hatinya pada saat yang sama.
‘’Kau suka?’’ kata Misha akhirnya tenang dan mulai berbicara
‘’Suka sekali, aku suka desainnya yang kuno, elegan dan terlihat mewah. Terutama yang paling aku suka adalah bagian ini’’ kata Lara menunjuk foto ditutupnya yang membuat Misha menundukan kepalanya dengan wajahnya yang memerah
‘’Hanya ini yang kalian beli?’’ tanya Lara pada istrinya
‘’Kami membeli peralatan virtual 2 sebentar lagi akan datang’’ Misha terus terang
‘’Hanya itu?’’ tanya Lara lagi
‘’ya, hanya itu. apa kau marah karena aku membeli terlalu banyak?’’ Misha berbicara tampak tidak nyaman
‘’Ya, aku marah. Tapi, bukan karena terlalu banyak melainkan karena uangnya tidak habis’’ kata Lara yang membuat Misha terkejut
__ADS_1
‘’Haha, tidak apa-apa. aku senang jika kau senang. ingat lakukan apapun kau suka dan jangan ragu’’ kata Lara menatap mata istrinya
‘’Aku mengerti..’’Misha berbicara dan melihat Lara memakai kalung itu di lehernya membuat hatinya lebih manis dari sebelumnya ketika Lara mengatakan menyukai kalung yang dia berikan.
Lara yang sudah ingin menerkam istrinya dari tadi dan sekarang sedang Misha lengah dia tidak akan membiarkan kesempatan itu hilang. Tanpa ada aba-aba langsung menerkam istrinya dan kemudian terjadilah pergulatan di antara keduanya.
***
Lara bangkit untuk membersihkan dirinya sendiri setelah berhasil membuat istrinya tertidur karena lelah. Di saat itu Lara berpikir bahwa sekarang kehidupannya telah berjalan seperti yang ia harapkan. ibunya telah kembali sadar dan sekarang ia juga punya seseorang yang jadi pasangan hidupnya.
Lara tidak pernah membayangkan suatu hari ia akan memiliki seseorang dalam hidupnya. Tapi, itu benar terjadi. saat Lara keluar selesai mandi, ia sesekali melihat Misha yang masih terlelap tertidur setelah pergulatan panjang.
Lara memakai pakaian tidurnya kemudian tanpa ragu ia langsung memakai peralatan virtual dan kembali ke dunia dream online yang merupakan kehidupan kedua bagi Lara yang harus ia perjuangkan.
Lara memandang para tukang yang sibuk dengan pekerjaan mereka. Pembangunan tidak bisa dengan cepat dilakukan kecuali ada seorang penyihir yang membantu pekerjaan. Namun, sayangnya tidak ada penyihir di desa mor saat ini yang bisa membantunya mempercepat proses pekerjaan para tukang.
Lara tidak ingin hanya menunggu karena ia punya banyak hal yang harus dilakukan. Rencana Lara sekarang adalah pergi ke pinggir hutan mor untuk berburu sambil menaikkan skill miliknya serta indeks statusnya dengan benar.
Ada banyak player di pinggir hutan berburu monter dengan membentuk Party. Tapi, Lara tidak ingin bergabung dengan party untuk berburu karena itu akan membuang banyak waktunya. Lara sadar cara tercepat untuk menaikan kekuatannya adalah dengan bermain solo.
Pertama Lara menggunkan Acceleration pada dirinya serta power up juga untuk menikan kekuatan serta kecepatannya.
Lara mengeluarkan skill panah cahaya. Tapi, kali ini Lara menggunakan skill panah cahaya miliknya tanpa dengan anak panah cahaya. Lara menarik mengambil anak panah di punggungnya di mana tempat penyimpanan anak panah non sihirnya berada.
Lara menarik tali busur sangat kuat karena itu panah sihir maka kekuatan talinya bisa diatur kekuatannya sesuai keinginan pengguna. Kemudian setelah tali busurnya di tarik dengan maksimal, Lara melepasakan anak panahnya.
Seketika anak panah di tangannya mengilang dan mengenai target yang merupakan sebuah monster berbetuk seperti pohon berwarna gelap dengan ada wajah seperti manusia di bagian barangnya.
monter pohon bergerak sangat lambat dengan tubuhnya yang besar. Monster pohon memiliki tangan kayu dan berjalan dengan akarnya secara perlahan di permukaan tanah.
Lara melepaskan panah kedua kemudian ketiga namun monster pohon tidak terpengaruh oleh itu dan terus mendekat dengan perlahan. Lara tidak berhenti ia terus membrondong monster dengan anak panahnya.
Monster pohon tiba di tempat Lara setelah tembakan ke 15 Lara mengindari serangannya yang lambat kemudian melompat mundur untuk mengindari akar yang memanjang dan menyerang ke arahnya seperti tombak. Lara terus menembakkan anak panahnya, baru kemudian setelah sekian banyak temabakkan monster itu akhirnya tumbang.
Lara mematikan skill panah cahayanya kemudian langsung duduk diatas tubuh monster untuk setelahnya selfie seperti saat setelah melawan tikus kecil digua Platos. Selesai dengan itu Lara kemudian mencatat semua penelitiannya dalam menembak target sebelumnya.
__ADS_1
Lara mencatat bahwa ia sebenarnya tidak 100 persen mengenai target dan hanya 1 dari 20 tembakan yang tidak mengenai titik yang telah ia targetkan.