
Karena tidak ada yang perlu dilakukan, Lara memutuskan untuk offline untuk sementara waktu. Ia beranjak dari tempat tidur mengambil handuk untuk membersihkan diri. Ketika akan masuk ke kamar mandi, Lara menemukan Misha istrinya didalam tampak sedang berendam dalam bath up dengan santai. Melihat itu Lara terkikik dan membuka pintu yang membuat Misha tersentak kaget.
‘’Apa yang kamu lakukan’’ Kata Misha dengan nada kesal
‘’Kita mandi bersama’’ Lara berlari dan masuk ke dalam bathtup dengan paksa
‘’Keluar disini, sempit’’ Keluh Misha sambil mendorong Lara keluar dari dalam bathtup dengan kuat.
‘’Tidak ,ini sebenarnya cukup luas untuk kita berdua’’ lara menggoda Misha
‘’Bodoh, cepat keluar aku tidak bisa bernafas ‘’ kata Misha yang merasa terganggu. karena keributan mereka, air dari bathtup akhirnya tertumpah hingga tubuh mereka berdua terlihat satu sama lain. Lara menikmati pemandangan didepannya saat ini dan terus menggoda Istrinya. Ketika Misha akan melompat pergi dengan wajah kesalnya, Lara memegang tangannya untuk mencegahnya pergi kemudian berbicara serius
‘’Biarkan aku menggosok punggungmu’’ kata lara dengan tenang dan tidak lagi bercanda seperti sebelumnya
Mendengar suara itu Misha terdiam. ia kemudian berbalik dan masuk kembali ke bak dalam posisi duduk membelakangi suaminya. Lara mengambil sabun cair serta sabut mandi kemudian mulai menggosok punggung istrinya. Misha sebenarnya tidak terlalu suka hal semacam ini. Tapi, karena itu adalah permintaan suaminya ia hanya menurutinya untuk menyenangkan hati suaminya
‘’Ketika aku kecil, aku selalu menggosok punggung ayah. Sebenarnya aku tidak terlalu suka melakukannya saat itu. Tapi, kemudian aku merindukannya, ayah selalu sibuk dan pergi ke banyak tempat. Kami tidak punya banyak waktu bersama dan sebagian besar waktu kami habiskan berada di kamar mandi menggosok punggung satu sama lain dan bercerita kehidupan masing-masing.’’ Lara mulai bercerita dengan nada santai dan tetap menggosok punggung Misha dengan lembut
‘’Dia selalu bercerita banyak hal di saat , aku ingat dia pernah bercerita tentang pertemuannya pertama dengan ibu dulu. Saat itu dalam sebuah lift ia melihat ibu berlari ke arahnya berusaha untuk meraih lift agar tidak ketinggalan. Ayah bilang saat itu adalah saat pertama kali ia jatuh cinta pada seorang wanita.’’ Lara tersenyum sebentar menatap punggung istrinya
‘’Saat itu ia sudah 38 tahun dan ibu masih 18 tahun, usia mereka terpaut jauh. Ayah berkata saat itu ia bersumpah untuk memiliki ibu dengan segala cara. Benar saja, ketika ia memiliki kekuatan dan kekuasaan yang cukup, ia menindas keluarga Springfield untuk merebut Ibu’’ Terang lara dengan nada yang santai namun ada sedikit kerinduan dari kata-katanya sambil terus menggosok punggung istrinya dan terus bercerita
‘’Aku tertawa jika aku teringat cerita itu, bagaimana mungkin seorang pria yang tidak pernah melirik satu wanita pun dalam hidupnya bahkan dibilang seorang guy oleh banyak orang, bisa jatuh cinta pada wanita dalam pandangan pertama. Lebih lucu lagi, caranya begitu brengsek ia mengusir pacar Ibu dengan memukulinya sampai babak belur kemudian ia juga memukuli calon mertuanya untuk memaksanya memberi restu’’ lara tertawa kecil dan berbicara lagi
‘’Setelah mereka menikah Ibu terus menolak ayah untuk berhubungan badan. Tapi, ayah kejam, ia menekan ibu dan memperkosanya seperti binatang. Ibu terus berusaha melawan dan melarikan diri. Ayah tidak pernah membiarkan ibu kabur darinya, ia memaksa ibu terus sampai akhirnya ibu tidak punya lagi cara melawan. setelah aku lahir entah bagaimana ibu berubah. ibu tidak pernah mengatakan apa sebabnya’’
‘’Aku pernah dengar cerita saat malam aku lahir, ayah benar-benar luar biasa. Ia pergi ke rumah sakit dengan belasan lobang bekas tembakan di tubuhnya. Ayah tidak ingin dirawat, ia terus menemani ibu dengan darahnya membanjiri lantai yang kemudian pingsan karena kehilangan banyak darah. Saat tubuhnya jatuh kelantai saat itu lah aku lahir’’ Lara masih dengan santai bercerita
‘’…’’ Misha hanya bisa mendengar ceria lara dan membiarkan punggungnya di gosok
‘’Ayah membenci kompromi, ia juga Kasar, sadis, kejam dan bertindak layaknya Raja dunia di depan semua orang. Tapi ketika setelah aku lahir, sifatnya sangat berubah terutama di depan istrinya. Ia tidak pernah berani melawan ibu dan seperti tunduk padanya….’’ Lara terus bercerita sampai beberapa saat setelahnya, cerita terpotong oleh suara yang berasal dari luar
__ADS_1
‘’oi..oi sampai berapa lama kalian didalam, orang yang kalian bicarakan di depan pintu kamar mandi sekarang’’ suara Michel terdengar dari luar
‘’haha.. bu.. jangan mengintip, ini acara dewasa bukan untuk gadis perawan’’ kata lara
‘’ah benar, aiiiii apa yang kalian lakukan menjijikan, haha…’’ suara terbahak-baka terdengar dari luar
‘’Kamu benar, aku memang mulai menyukai ayahmu sejak malam itu’’terang Michel diluar.
Misha mendengar itu sama sekali tidak terkejut, baginya itu benar-benar romantis. wanita manapun pasti akan luluh ketika prianya mempertaruhkan nyawanya demi sang gadis yang ia cintai. Lara selesai menggosok punggung Misha dan setelah itu Misha keluar dari bath up membersihkan dirinya di shower lalu keluar dengan menggunakan handuk. Di luar lara mendengar suara ibunya terus menggoda Misha tanpa memberi Misha kesempatan untuk membalas.
Lara keluar setelah 15 menit ia mengganti pakaiannya di depan ibunya. Lara mengganti pakaiannya tanpa merasa canggung sama sekali. Ketika Lara sedang berganti pakaian ibunya berbicara
‘’Kami talah berhasil, cincin itu benar-benar sangat berguna. aku tidak punya tugas lain lagi dan akan menyusulmu ke Platos’’ terang Michel
‘’Tidak, ibu harus tetap di sana membantu Mira dan tolong bantu aku mencari air suci dari pohon suci Elf aku ingin menaikan tingkatku langsung ke pendeta tingkat empat’’
‘’apa yang ingin kau lakukan dengan itu?..’’ tanya michel
‘’Bukankah kau membutuhkan surat pengangkatan untuk menjadi Imam’’
‘’Hal semacam itu tidak di perlukan sekarang, selama aku menjadi tingkat Tier satu aku langsung akan di anggap sebagai Imam. Gereja tidak meminta hal semacam surat pengangkatan rekomendasi atau semacamnya. selama aku bisa menjadi Tier satu aku bisa menjadi imam’’ Jelas Lara
‘’Kenapa hal itu bisa terjadi?’’ tanya Michel
‘’Kebutuhan perang. Sebelumnya saat perang di daratan tinggi Philotas banyak Imam yang mati baik itu dari Gereja pengikut Dewi Morgana maupun Gereja pengikut Dewi Luna. Karena hal tersebut kedua gereja atas rekomendasi kaisar Alexandria sepakat untuk menghapus beberapa aturan termasuk prihal pra syarat kenaikan jabatan Pendeta di bawah Pendeta tingkat 7 atau Bishop dan itu surat pengangkatan’’ jelas Lara dengan tenang
‘’ Ibu mengerti, siapa targetmu kali ini?’’ tanya michel
‘’Tentu saja kekaisaran’’ jelas Lara tetap tenang
‘’Baik, hanya itu saja yang ingin ibu katakan. Ibu akan kembali bermain dan bergabung dengan kelompok pemburu’’ Michel keluar dan meninggal Lara dan Misha di sana
__ADS_1
‘’aku tidak mendengar suara Sasha..’’ kata lara pada Michel
‘’Dia bermain game di kamarnya, belakangan anak itu bermain E-sport setiap hari. ia bilang ia ingin menjadi seorang pemain voli yang hebat’’
‘’Itu bagus, aku akan mencari pelatih untuknya ‘’ Lara mengambil Handphone dan menelpon seseorang yang Misha kenali suaranya sebagai salah satu bawahan suaminya. Lara meminta set pelatih lengkap untuk seorang pemain voli profesional tanpa ragu. Misha tidak menolak apa yang di lakukan suaminya, bagaimanapun itu demi kepentingan masa depan Sasha.
Lara tidak ingin sasha mengikutinya jejaknya menjadi seorang mafia. ia ingin sasha hidup normal seperti orang-orang kebanyakan dan bahagia. Tapi, lara tidak akan membiarkan Sasha lemah seperti yang lain. Karena itu ia sengaja menambah satu guru khusus dari The Elder untuk melatih Sasha bela diri.
Awal awal pelatihan akan di lakukan secara langsung. Tapi, setelahnya Sasha akan belajar dengan menggunakan fasilitas Virtual melalui second earth.
Selesai dengan itu semua, Lara kembali online lagi. ia menemukan Giezmen sudah berdiri melihat membelakangi sungai Mor dari kejauhan terlihat kereta berlari kencang sendirian dengan banyak monster mengejar mereka
‘’Giezmen,lick, Herman seperti sebelumnya kalian bertiga membuat formasi bertahan sejajar. kami akan naik ke atas tiang-tiang jembatan membantu kalian dari belakang’’ Kata lara dengan santai dan tenang
‘’ya..ya’’ Giezmen dan lainya segera bergerak mengikuti rencana lara dan kemudian mundur membentuk pertahanan di jembatan yang patah. Lara menargetkan Mata Gelap Terbang yang mata ketiganya tidak aktif dan mengenai target dengan mudah pada jarak ratusan meter dengan panah biasa.
Jika menggunakan anak panah sihir lara yakin ia tidak akan menyentuh target. walaupun anak panah sihir kuat jarak maksimumnya hanya berkisar 300 meter. sihir akan hilang saat melewati batas kendali seorang penyihir dalam hal batas kendali sihir Lara saat ini adalah sekitar 300 meter.
Disisi lain panah biasa tidak akan menghilang namun jika musuh terlalu jauh Lara juga tidak bisa melukainya karena panah biasa akan terus melemah setiap waktu di udara karena pengaruh gerakan dan lain sebagainya sementara sihir tidak terpengaruh oleh hal semacam itu.
Lara menargetkan yang lainnya, kemudian tiba-tiba ia menemukan seseorang di atas kereta melakukan perlawan cukup sengit dengan salah satu Mata Gelap Terbang. Ia bertahan dan menyerang dan wanita di belakangnya meneriakinya dengan sumpah serapah
‘’Benson, cepat habisi dia’’ Monca tampak tidak puas karena monster yang menyerang tidak kunjung mati, padahal ia sama sekali tidak melakukan apapun untuk membantu.
‘’tidak bisa, dia terlalu kuat ’’ protes Bencon
‘’bodoh… Han… bantu dia… em?’’ Monca terkejut melihat satu Monster Mata Gelap Terbang jatuh ke tanah dan hampir mengenai buntut kereta. Monca berbalik badan, ia menemukan Giezmen di kejauhan beserta dengan kelompoknya. Kemudian setelah melihat mereka Monca menggertakan giginya dengan geram lalu berbicara
‘’itu si ayam-ayam bodoh, kenapa berdiri di jembatan yang sudah patah?. Ah.. sialll jembatannya sudah patah. bodoh...hentikan kereta sekarang’’ Monca tersadar tiba-tiba kemudian memerintah orang lain dengan suaranya yang keras dan berisik
"Tidak bisa ketua, jika kita berhenti kita akan langsung terkepung" orang yang mengendalikan kereta berbicara
__ADS_1
"bodoh.., Han Cepat suruh ayam-ayam itu membantu kita" Monca memerintah seseorang di belakangnya, yang kini sedang sibuk membaca mantra untuk mamahku pria bernama Benson.