
‘’Disini sudah selesai’’ kata Michel menatap Lara
Selesai mengatakan itu dari belakang pasukan penyihir tingkat tinggi dari Pasukan ALiansi mulai bergerak lagi. mereka melemparkan sihir super dan memusnahkan pasukan-pasukan Mata Gelap yang kuat.
Banyak televisi yang menyiarkan pertempuran secara langsung. Rating setiap televisi yang menyiarkan menjadi melonjak tinggi dan membuat perusahan-perusahaan penyiaran yang tidak mendapat kesempatan hanya bisa menatap iri.
Ada banyak pemain, guild dan team-team besar yang disorot dan menjadi perbincangan global. Disisi lain di website resmi Sari Ayu Corp sendiri juga menampilkan siaran langsung pertempuran antara pasukan aliansi dan Mata Gelap. Namun mereka berbeda dari perusahaan penyiaran yang lebih membahas pada, mereka menyiarkan penampilan Team yang mereka sponsori sendiri yakni THE FAMILY.
Orang-orang perusahaan menonton bagaimana Lara dan lainnya bertempur di kantor. Mereka tampak bersemangat dan tegang terutama saat pertempuran lara dengan Kapten Warewolf Mata Gelap terjadi. semua orang menonton bagaimana Lara dan Eli tiba-tiba tersudut dan ketika itu terjadi suasana menjadi hening. Jesica yang ikut menonton bersama menarik nafas dingin ketika melihat ketegangan yang terjadi di layar.
Setelah beberapa detik kemudian semua orang semangat terlihat jelas bagaimana Lara menaklukan monster kuat. Jesica sediri adalah orang yang pertma berteriak ketika lara menangkan pertarungan . Jesica memuji penampilan Lara dan lainnya sangat baik bahkan penonton di web mereka cukup melonjak ketika pertempuran berlangsung. Sementara itu di lokasi pertempuran sediri Lara yang melihat situasi akan segera berbalik memutuskan untuk maju.
‘’sekarang saatnya kita maju’’ kata Lara pada semua orang
‘’haha.. aku sudah menunggu ini, Rin ikuti aku’’ michel langung bergerak ke depan
‘’baik nyoya’’ Rin berlari dan menyerang besama Michel. Lara sendiri bersama Ryuta bersama mendorong Para Werewolf untuk mundur . Di sisi lain pasukan aliansi juga terus memukul mundur pasukan Mata Gelap. Pasukan Kavaleri Berkuda ELite milik Pasukan Aliansi muncul dari belakang membentuk formasi menghancurkan semua Mata gelap yang mereka lewati. Dengan para Raksasa Gajah Mata Gelap sudah mati serta para Werewolf Terbang juga telah musnah sepenuhnya di tangan para ELf pohon, pasukan Mata gelap yang tersisa menjadi seperti kertas yang sangat mudah di sobek dan hancurkan menjadi bubur.
Pertempuran telah berakhir, tidak ada yang tau berapa banyak korban jatuh. sekarang pasukan terlihat sudah berkurang drastis. Ada banyak player juga yang mati saat selama pertempuran. Banyak juga Team dan Guild yang di musnahkan selama pertempuran berlangsung. Di luar perbincangan-perbincangan tentang apa yang terjadi menjadi hangat. Para pemain-pemain top yang terkenal dimintai wawancara oleh para wartawan.
__ADS_1
Beberapa tampak berkata kebenaran dan beberapa yang lain hanya berbicara omong kosong. Tidak ada yang membahas apa yang lara dan lainnya lakukan mereka yang melihat kinerja Team Lara dan lainnya juga tetap diam. Akibatnya Team THE FAMILY tidak banyak mendapat sorotan setelah pertempuran berakhir.
Melihat apa yang terjadi selama pertempuran tidak ada yang yakin pertempuran ini akan bisa di menangkan oleh Aliansi. Tapi, lara sendiri juga mengerti pertempuran mereka sebenarnya tidak berarti sama sekali di hadapan para orang-orang terkuat benua. Pasukan hanya sebuah cara untuk mengamati kekuatan musuh dan juga sarana pertunjukan sebelum pertarungan sebenarnya serta pengamatan. Menemukan fakta itu, Lara hanya bisa menghela nafas. Ia merasakan betapa kecilnya dia di bandingkan dengan kekuatan utama perang ini. Lara yakin ia juga tidak akan bisa berbuat banyak saat pertarungan puncak, panggungnya belum pada tahap ia bisa berguna apalagi bisa bersaing.
Lara memandangi mata di langit yang seperti matahari, ia jelas melihat bahwa mata itu sama sekali tidak memandangnya atau pasukan-pasukan yang sibuk menjarah di bawah. Mata itu hanya memandang camp yang ada paling belakang dan paling mewah dimana orang-orang terkuat benua seharusnya berada. Dengan hal itu membuat lara semakin sadar dengan posisinya.
‘’ada apa?’’ Eli melihat Lara yang diam menatap langit menjadi penasaran apa yang di pikirkan oleh Lara
‘’tidak aku hanya berpikir untuk apa sebenarnya kita disini, lawan tidak sama sekali memandang kita, orang-orang terkuat benua ini juga tidak melihat kita sama sekali. Pertempuran kita hanyalah sebuah pertandingan hiburan sebelum petinju utama masuk kedalam ring untuk bersaing’’ kata Lara dengan analogi yang cukup di mengerti ELi
‘’Benar juga, kenapa aku tidak menyadari ini’’ Eli juga berpikir
‘’mundur, bagaimana kita bisa mundur. Orang-orang ini terus mengawasi tindak tanduk kita selama pertempuran, mereka pasti akan menandai kita ketika kita pergi dari pertempuran’’ kata Lara melihat ke arah Camp yang paling megah dimana lokasi kekuatan utama Aliansi benua berada.
‘’Maksudmu mereka akan mencap kita sebagai penghianat jika kita melarikan diri?’’ ELi membuat kesimpulan
‘’dugaan ku begitu, alasan mereka memberikan hadiah murah hati pada para player yang mau ikut dalam pertempuran bukan hanya untuk memperkuat pasukan, tapi juga mengawasi dan memata-matai kita. Mereka seperti sengaja menempatkan kita pada posisi berbahaya untuk melihat potensi kita. Dalam pikiran mereka kita bukanlah mahluk sejenis mereka. Mereka sadar kita bukanlah orang-orang asli dari benua. ’’ Jelas lara
‘’itu tidak mungkinkan, mereka seharusnya tidak…’’ Eli terhenti dan seperti menyadari sesuatu. kemudian menutup mulutnya dengan tangan serta matanya terbelalak melihat punggung lara tidak percaya.
__ADS_1
‘’bukankah ini berarti kita para player sebenarnya secara tidak langsung diasingkan oleh para NPC di benua’’ Eli melanjutkan
‘’bisa di katakan begitu’’ Kata Lara tidak menjelaskan lebih lanjut karena ia tidak tahu mengapa hal ini terjadi
‘’Menurutmu apakah Pasukan Aliansi akan menang’’ tanya Eli langsung
‘’Menang itu pasti, tapi pasti butuh pengorbanan besar untuk itu dan apa yang kita alami sekarang hanyalah pengorbanan kecil yang tak berarti’’ Lara menjawab dengan tanpa berpikir
‘’sudah, sebaiknya kita bicarakan ini di tempat lain saja. Sekarang ayo kita mulai menjarah lagi’’ kata Lara pada Eli yang tampak masih ingin bertanya sesuatu
lara dan kelompoknya menjarah banyak bahan hasil perang, mereka mendapatkan tulang, dan tanduk sementara untuk. Disisi lain para pasukan juga melakukan penjarahan sama seperti para Player. Mereka mengambil semua yang bisa di ambil. Melihat kondisi sekitar sesaat setelah perang orang-orang merasa cukup beruntung Beruntung dalam game dream tidak ada darah sama sekali. jika tidak pemandangan pasti akan terlihat sangat mengerikan bagi setiap orang.
‘’Para Raksasa Gajah Mata Gelap di monopoli oleh para pasukan Aliansi, aku tidak bisa masuk’’ kata Michel mengeluhkan sikap para pasukan Aliansi
‘’haha.. tentu saja begitu, para Raksasa Gajah Mata Gelap memiliki banyak bahan berharga mereka akan melakukan itu untuk menutupi kerugian mereka’’ jelas lara pada michel
‘’cih.. aku juga rugi disini, kenapa tidak ada orang yang melihat seberapa besar kerugian ku?, lihat rambutku sampai rontok saat bertarung, butuh bertahun-tahun untuk memanjangkannya, apa mereka tau itu’’ Michel terus mengeluh menatap semua orang termasuk Rin dan Ryuta yang baru saja selesai menjarah.
Lara pergi ke tempat para pasukan yang gugur di kuburkan ia melihat beberapa prajurit tampak menangis meratapi kuburan masal. Sepertinya mereka telah kehilangan orang-orang yang mereka cintai dalam perang. Lara bersama dengan Imam serta Bishop lain yang ikut dalam pertempuran segera memberikan doa serta wejangan kepada orang-orang yang di tinggalkan untuk sabar.
__ADS_1
Setelah selesai dengan pekerjaan itu ia segera pergi ke Camb lainnya diaman para prajurit terluka di rawat. Lara melihat banyak sekali suster, cleric, priest(Imam), dan paladin yang bekerja membantu merawat pasukan yang terluka. Sekarang setelah perang semua beristirahat sejenak untuk mengisi tenaga.