Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 27 Arc Dark Eye : Lara, Misha dan Michel Part I


__ADS_3

Kehidupan di wilayah lautan sangat damai tidak terjadi tindak kejahatan didekat area Lara tinggal sekarang. Bahkan, semua anak - anak dapat bermain gembira tanpa perlu pengawasan dari orang tua mereka disekitar.


Disisi lain Misha yang tidak tau apa yang harus ia lakukan tampak duduk termenung melihat ke arah luar jendela di tempat tidur. Lara yang baru kembali dari kamar mandi menatap kearahnya dan bertanya.


‘’Kenapa?’’ Lara bertanya


‘’Setelah menikah, aku tidak lagi bekerja dan sekarang aku merasa bosan’’ katanya mengadu pada suaminya


‘’Kau bosan padaku?’’ canda Lara untuk menggoda istrinya tapi kemudian melihat ekspresi istrinya Lara tenang dan mendengarkan istrinya berbicara


‘’Tidak.. tidak bukan itu. Tapi, terus diam tanpa melakukan apapun membuatku bosan’’ kata Misha menghela nafas


‘’Kenapa tidak bermain game saja, aku akan membelikan satu untukmu dan juga satu untuk Sasha’’ saran Lara sambil menatap Istrinya dengan tenang


‘‘Tidak ,aku tidak biasa bermain game..’’ kata Misha menggelengkan kepalanya


‘’Haha… aku akan membelikanmu dan kita akan pacaran disana’’ Lara menggoda istrinya lagi untuk menghiburnya


‘’Aku serius, jangan bercanda, jauh.. hush.. kau bau…’’ kata Misha mendorong Lara agar menjauh darinya, tapi dorongannya sama sekali tidak bertenaga dan malah seperti menarik Lara masuk lebih dekat ke arahnya.


‘’Aku juga serius. Aku tau kau apa yang kau pikirkan, jangan khawatir aku tidak akan meninggalkanmu sekalipun kau berubah jadi gendut dan tidak cantik lagi’’ kata Lara langsung memaksa Misha berada di bawahnya dan menahan kedua tangannya untuk tidak memberontak.


‘’Kau bilang begitu sekarang. Tapi, nanti siapa yang tau?’’ Misha berbicara dengan memalingkan wajahnya.


‘’Kau meremehkan aku. Aku bersumpah, sekalipun nanti ada wanita lain dalam hidupku selain kamu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu bagaimana pun keadaanmu saat itu’’ Lara menatapnya dengan serius.


Misha menatap mata Lara sekilas dan ia merasakan tekat yang kuat dari apa yang suaminya katakan yang membuat itu hatinya yang sudah mulai tenang segera berdegup lebih kencang dari sebelumnya. Ia tidak tau mengapa itu bisa terjadi pada dirinya. Tapi, ketika Lara melihat tatapan suaminya itu, ia merasa telah di paku di tempat dan hanya bisa percaya dengan apa yang ia katakan.


‘’Kau adalah istriku sampai kapan pun tetap begitu.. kau boleh meninggalkan aku. Tapi aku tidak akan pernah meninggalkanmu serta Sasha’’ Lara berbicara lagi sambil dengan perlahan melepaskan tangan Misha dan bangkit dari posisinya.


Namun, ketika akan Lara akan bangkit, Misha malah mengalungkan tangannya ke arah leher Lara dan menariknya ke bawah sekali lagi. Kemudian dalam sekejab mereka berdua larut dalam ciuman yang berlangsung beberapa menit lalu kemudian berhenti setelah Misha mendorong Lara dan berbicara.

__ADS_1


‘’Aku juga tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi’’ kata Misha pada Lara dengan tersenyum yang membuat semua lelaki hanyut dan tenggelam didalam senyumannya.


‘’Haha… lakukan apa yang ingin kau lakukan, Jangan ragu. Kau adalah istriku, kau istri seorang First Elder Lara Hermund dan juga Istri dari salah satu kekuatan terbesar di dunia. Tidak ada yang menghalangi langkahmu. Bahkan, jika itu kaisar dunia aku akan membuatnya bertekuk lutut padamu jika dia berniat menghentikan jalanmu’’ Lara berbicara dengan bangga dengan auranya sangat kuat layaknya seorang raja yang tak terkalahkan.


Misha terkikik, ia tau suaminya tidak sedang bercanda saat ini. Tapi, ia tidak memiliki banyak keinginan dalam hatinya. Selama ia aman dan keluarganya aman itu lebih dari cukup baginya. Lara telah memberinya banyak uang yang bahkan tidak pernah ia mimpikan dalam tidurnya. Tapi, Misha bahkan tidak menghabiskan 50 rb dolar selama mereka menikah.


Ia hanya membeli kebutuhan rumah dan keluarga, selain itu tidak ada yang ia beli. mungkin karena ia sudah hidup dalam kemiskinan diseluruh kehidupannya sebelumnya. Sehingga kemewahan yang seharusnya ia nikmati, tidak membuatnya nyaman dan memilih untuk tetap hidup dengan sederhana.


‘’Apa!!!… mengapa kau tidak mengatakan itu pada ibu?’’ Michel masuk mendobrak pintu dan berteriak


‘’Tidak, jika aku berjanji pada ibu maka semua rumah ini akan penuh dengan semua barang-barang ibu dalam satu hari’’ kata Lara bercanda melihat ibunya masuk dan merusak pintu


‘’Kamu pikir ibumu ini apa bisa memenuhi rumah dalam satu hari’’ Michel Protes


‘’Ibu adalah gadis perawan super cantik yang suka belanja barang-barang branded high end. Uang 100 miliar dolar tidak akan bertahan seminggu jika aku berjanji pada ibu’’ Kata Lara dengan nada bercanda


‘’haha… wanita super cantik juga harus memakai barang yang cantik pula. Jika tidak, kecantikannya akan berkurang, lihat istrimu ia sebenarnya 11-12 dengan ibu. Tapi, karena ia tidak memakai barang seperti ibu, kecantikannya berkurang beberapa tingkat dari yang sebenarnya ia miliki’’ balas Michel dengan tertawa setelahnya


‘’Benar, ayo Misha kita pergi belanja. Kita akan menghabiskan 500 juta hari ini, ayo…’’ Michel menarik Misha sementara itu Lara berpura-pura tidak bisa menangkap mereka berdua dan menyesal di kamar


Michel berusaha membantu putranya untuk mengajarkan istrinya untuk belajar bagaimana menjadi orang super kaya. Michel menaiki kendaraan umum bersama dengan Misha dan karena suasana pusat perbelanjaan yang sangat ramai membuat mereka berdua sedikit kesulitan untuk masuk ke dalam.


‘’Bu.. apa kita..’’ Misha tampak ragu berbicara


‘’jangan ragu, ayo..’’ kata Michel menarik Misha masuk dengan sangat gembira


Setelah masuk untuk pertama kalinya dihidupnya ke dalam salah pusat perbelanjaan terbesar dikota mereka. Ia yang selama ini hanya berbelanja di mini market dan tidak pernah berbelanja di pusat perbelanjaan sebesar seperti yang sekarang ia masuki membuatnya sedikit gugup sekaligus linglung.


Misha terus ditarik untuk naik lift ke lantai atas di mana para orang super kaya biasa berbelanja.


Misha yang tidak pernah dalam hidupnya naik lift super mewah menjadi agak bingung melihat tombol dan apa saja yang ada di depannya. Baru kemudian ia mengerti setelah di beri tahu oleh Michel untuk menggosok kartu yang di berikan oleh suaminya untuknya.

__ADS_1


Ketika ia melihat saldo yang tertera ia sedikit terkejut. Misha menemukan ada seratus miliar Dolar di rekening itu sekarang dan ia tidak pernah tau itu sebelum sekarang.


Lara memberikan Misha beberapa rekening untuk dipegang yang pertama untuk membeli dan membayar kebutuhan rumah yang kedua untuk di tabung dan yang terakhir adalah untuk Misha belanjakan sendiri.


Kartu yang di gunakan Misha sekarang adalah kartu yang terakhir, ia terkejut melihat suaminya memberikan 100 miliar dolar ke dalam kartu itu. Ia tahu suaminya sangat kaya tapi mengingat tiga kartu yang di berikan Lara untuknya yang nilainya hampir setengah triliun Dolar membuatnya bertanya-tanya apakah suaminya benar-benar memiliki kekayaan puluhan Triliun dolar.


Mengetahui jumlah uang dari 3 katu yang ia terima, Misha merasa bahwa kekayaan Lara tidak sesederhana Puluhan Ribu Triliun Dolar. Suaminya memang mengatakan memiliki kekayaan Puluhan Ribu Triliun dolar namun untuk menghasilkan lebih dari setengah triliun Dolar sebulan itu agak terlalu luar biasa dan tidak masuk akal baginya. Saat ia berpikir tentang itu ia tiba-tiba tersentak.


‘’mengapa aku mencurigai suamiku begini, tidak… suamiku telah mengatakan semuanya, aku harus mempercayainya’’ Misha berkata dalam hati untuk meyakinkan dirinya sendiri


Misha memang tidak salah, kekayaan Lara memang seperti yang ia katakan tapi ada satu hal yang Misha lupa suaminya adalah mantan raja dunia. Pengaruhnya dalam dunia bisnis sangat luar biasa sehingga hal yang mustahil dalam pikirannya bisa jadi mungkin untuk suaminya.


Penampilan Michel yang biasa serta juga Misha membuat pegawai disana agak meliriknya. Namun karena mereka berdua bisa masuk ke lift khusus maka berarti mereka adalah orang kaya dan penjaga tidak akan mau terlibat dengan orang kaya.


Misha ditarik ke toko pakaian mewah dan bermerek. ia begitu terkejut melihat harganya di label setiap pakaian yang ia temui bahkan membuatnya ngeri di beberapa pakaian yang dipajang.


‘’Bu, pakaian ini tidak begitu bagus tapi mengapa harganya mencapai ratusan ribu dolar?’’ Misha akhirnya bertanya setelah sedikit berkeliling


‘’Hoho.. itu lah orang kaya mereka tidak peduli dengan bahan yang penting adalah itu adalah branded ‘’ kata Michel dengan nada berani


‘’Desainnya bagus tapi seharusnya tidak semahal ini’’ Misha Menilai pakaian yang ada di depannya


‘’Sini.. sini yang ini bagus’’ kata Michel menarik Misha untuk melihat sebuah gaun yang terpasang di sebuah boneka manekin tersendiri


‘’Ini bagus bu.. ada benang emasnya, ini.. ini bukankah ini berlian kenapa begitu banyak’’


‘’Untuk menarik perhatian ketika terpantul cahaya, ini cocok untukmu’’ Michel merekomendasikan pakaian yang ia tunjuk


‘’Tidak… aku tidak cocok memakai barang seperti ini, buang-buang uang’’ kata Misha menolak gagasan mertua perempuannya itu dengan tegas


‘’Tapi, kau butuh pakaian untuk pergi ke pesta, tidak bisakah kau beli satu’’ goda Michel sekali lagi

__ADS_1


‘’Tidak, aku sudah cukup baik dengan pakaianku’’ Misha tegas berbicara untuk tetap menolak


__ADS_2