Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 10 Janji Jari Kelingking


__ADS_3

Lara berhenti di depan sebuah pintu dan kemudian mengetuknya dengan perlahan sebanyak tiga kali yang kemudian dengan segera terdengar suara orang menjawab dari dalam. Dari suaranya Lara bisa menebak bahwa itu hanya seorang anak kecil.


Lara mengetuk lagi dan kemudian anak kecil itu berteriak menyuruh Lara menunggu dengan menyebutnya sebagai kakak. Ketika pintu terbuka terlihat seorang anak perempuan kecil yang mengintip dan melihat Lara.


Ia terkejut serta ketakutan menyangka Lara adalah monster. Sesaat kemudian ia sadar siapa yang di bahu Lara dan itu adalah kakaknya. anak perempuan itu membuka pintu dan berteriak pada Lara.


‘’Monster.. lepaskan kakakku atau aku akan memukulmu dengan sapu’’ anak kecil itu mengancam.


‘’haha… sebelum kau mengancam monster ini sebaiknya kau pegang dulu senjata yang kau maksud’’ Lara melihat anak itu dengan tatapan aneh.


‘’ah.. aku bodoh.. jangan bergerak aku akan kembali’’ anak kecil berbalik berniat untuk mengambil sapu.


‘’tunggu.. jika kau bergerak aku akan memakan kakakmu’’ Lara mengancam dengan suara yang dibuat-buat agar terdengar seperti monster sungguhan.


‘’ahhhh.. tidak.. jangan, aku mohon tuan monster lepaskan kakakku kau bisa bawa aku, aku masih kecil dagingku masih manis untuk dimakan sementara kakak sudah tua, kurus dan dagingnya pahit’’ kata anak itu membuat penawaran.


‘’tidak.. kau masih kecil, dagingmu sedikit aku tidak akan kenyang hanya dengan dagingmu’’ kata Lara sambil memiringkan kepalanya ke arah wanita yang pingsan dan membuka mulutnya untuk mulai memakannya. Ketika melihat itu anak perempuan itu langsung berteriak.


‘’Jangan… aku punya banyak permen cokelat di bawah di tempat tidurku yang aku sembunyikan. Rasanya lebih enak dan manis dari pada daging kakak yang alot. Kau bisa mengambil semuanya tapi tolong lepaskan kakakku’’ anak kecil itu memohon dengan menungkupkan kedua tangannya sedikit seraya mengemis.


‘’Emmm.. bagaimana ya… monster ini agak tergoda tapi jika bocah memiliki tawaran lain sebagai tambahan mungkin monster ini akan terpikat’’ Lara seperti berpikir dan menyukai anak perempuan itu dan ia bisa tau bagaimana orang tuanya merawatnya. Lara tau anak itu melihat Lara seperti monster dalam buku cerita dan film yang ia tonton.


Di zaman ini anak-anak biasanya memegang Handphone di tangannya dan berlagak seperti orang dewasa untuk menemukan bocah sepeti anak perempuan itu sudah sangat langka sekarang. Dalam hati Lara sangat suka dengan cara bagaimana orang tuanya mendidik anak itu.

__ADS_1


Lara melihat ruangan sekitarnya dan kemudian kemudian dua foto didekat Tv yang hidup dengan film kartun tua. Melihat foto itu Lara mengerti itu foto orang tuanya tapi melihat ada kalung salip yang melingkarinya Lara paham maksudnya dan kemudian menatap anak kecil itu kembali untuk mendengarkan ia berbicara.


‘’Kau bisa ambil semua Ice Cream rasa Vanila milikku ‘’ Lara sudah melihat kotak Ice Cream di meja depan Tv dari bentuknya dan baunya Lara tau itu adalah Ice Cream rasa cokelat.


Lara juga paham bahwa sepertinya ia sangat menyukai Ice Cream rasa Cokelat dan mengorbankan Ice Cream rasa Vanilanya untuk menebus kakaknya. Sesaat mengetahui hal itu Lara tertawa dalam hati dan kemudian berbicara.


‘’Monster ini tidak suka Vanila ia suka Cokelat’’ Lara mencoba untuk sedikit menggodanya.


‘’Tidakkkk jangan Ice Cream Cokelatku’’ anak perempuan itu tidak terima Ice Cream kesukaannya di makan oleh Lara.


‘’Kau tidak mau bocah?… baiklah monster ini akan memakan kakakmu sekarang’’ Lara bersiap menggigit wanita yang pingsan dibahunya.


‘’jangannnnnnn!!!! baik Ice Cream cokelat tapi hanya satu’’ ia berteriak menyanggupi kehendak Lara .


Anak perempuan itu berlari dengan tergesa gesa ia membawa dengan buket buah kosong yang ada di meja lalu masuk ke sebuah ruangan yang Lara yakini itu adalah kamar.


Lara bisa mendengar ia grasak-grusuk di dalam kamar, sepertinya ia telah menyembunyikan permennya cukup dalam agar tidak ketahuan oleh kakaknya. Tidak lama kemudian anak itu keluar dengan gunung Permen cokelat di buket buah yang sebelumnya kosong menuju ke dapur untuk mengambil Ice Cream Cokelat yang ada dalam lemari pendingin.


Setelah keluar dari dapur anak itu dengan kedua tangannya menenteng buket buah yang berisi Sekotak Ice Cream ukuran besar dan gunung permen cokelat di bawahnya. Ia tampak kesulitan membawa buket dan sedikit terengah-engah pada prosesnya.


Lara melihat bagaimana anak perempuan itu mendorong buket buah dengan sapu agar lebih dekat ke Lara. Melihat itu Lara tersenyum dan kemudian meletakkan perempuan di bahunya dekat dengan anak perempuan itu selanjutnya berbalik untuk mengambil buket buah berisi permen dan Ice Cream.


Anak perempuan itu berusaha untuk menarik tubuh kakaknya lebih jauh dengan sekuat tenaga tapi jangankan menarik kakaknya buket yang seharunya jauh lebih ringan pun ia begitu kesulitan membawanya dan hasilnya sudah jelas ia tidak bisa menggerakkan tubuh kakaknya sedikit pun dari posisinya. Lara mengagumi usaha anak itu dan juga sangat menyukai sifatnya yang polos dan bersih.

__ADS_1


‘’Apa bocah ingin bantuan monster ini’’ kata Lara pada anak perempuan itu.


‘’Tidak aku tidak mempercayai monster’’ kata anak itu sambil terus berusaha menarik dan berteriak membangunkan kakaknya.


‘’bagaimana jika janji jari kelingking?‘’ tawar Lara dengan mengulurkan jari kelingkingnya untuk menguji anak perempuan itu apakah ia mengetahui hal itu.


Melihat reaksi itu anak itu terlihat sedikit ragu Lara sadar ia tahu maksud dari janji jari kelingking. Melihat kakaknya yang masih tidak sadarkan diri ia mengulurkan jari kelingkingnya dengan sedikit perasaan takut serta gugup.


Perjanjian jari kelingking sangat populer di masa lalu untuk anak-anak dan melihat anak perempuan itu mengulurkan jari kelingkingnya Lara tidak ragu menyambar kelingkingnya.


Selanjutnya jari kelingking Lara bersama anak perempuan itu saling menyilang kemudian di ayunkan tiga kali ke atas dan kebawah terakhir melepasnya secara bersamaan.


‘’Sekarang bocah telah berteman tuan monster ini, jadi tuan monster akan membantu bocah saat dia dalam kesulitan’’ Kata Lara dengan tersenyum.


‘’benarkah?’’ anak perempuan itu tampak tersenyum dari ujung pipi ke pipi lainnya. Ia tampak seperti telah menemukan sebuah harta besar yang tak pernah ia temukan dalam hidupnya.


‘’Benar tapi setiap bocah ingin di bantuan ia harus memberi tuan monster Ice Cream dan permen yang tuan monster mau.. janji jari kelingking’’ Lara mengulurkan jari kelingkingnya lagi dan tanpa ragu anak perempuan itu mengulurkan jari kelingkingnya.


Kemudian setelah janji jari kelingking kedua dilakukan, anak perempuan itu membiarkan Lara mengangkat kakaknya ke kamar. Lara memeriksa keadaan si wanita sekali lagi.


Setelah memastikan tidak ada luka yang mengancam jiwanya Lara keluar kemudian duduk di kursi menonton Tv bersama anak perempuan yang kini tampak tidak lagi takut padanya. Sambil menonton Tv Lara mengorek semua informasi tentangnya, dari situ Lara mengetahui anak perempuan itu sudah kehilangan orang tuanya sejak bayi dan selam ini kakaknya lah yang telah menjadi ayah sekaligus ibu untuknya.


Nama anak perempuan itu adalah Sasha sementara wanita yang ia selamatkan adalah Misha. Lara menonton dan mendengar cerita Sasha tentang kehidupannya bersama kakaknya sambil memakan ice Cream Cokelat yang berhasil ia rampok dari Sasha sebelumnya.

__ADS_1


Hari pun sudah larut malam Lara menelpon ibunya dan mengatakan bahwa ia sedang bersama teman lama dan kemungkinan akan pulang besok.


__ADS_2