Dream Online Awal Mula

Dream Online Awal Mula
Episode 33 Arc Dark Eye : The Family Team Part III


__ADS_3

‘’Terserah kamu…’’ kata Michel kemudian menghilang dari pandangan Eli dan Rin dengan sangat cepat. Eli melangkah maju menuju ke arah tangga untuk naik ke lantai dua dimana lokasi pria yang berbicara sebelumnya berada.


Saat ia akan menaiki tangga anak tangga pertama kakinya gemetar seluruh tubuhnya seperti di tekan sebuah gunung. Sementara itu Rin yang berjalan di belakang mengikuti kakaknya tidak merasakan apapun. Tapi, Rin tau kakaknya sangat tersiksa sekarang dengan melihat wajahnya yang pucat seperti mayat saat akan melangkah naik ke anak tangga pertama.


Eli berusaha menaiki anak tangga pertama dengan kedua kakinya perlahan dan kemudian setelah berjuang dengan sangat keras ia berhasil. Bersaaman dengan itu tekanan seperti gunung menekan tubuhnya dan apapun yang ia lihat hilang seketika di gantikan dengan perasaan sebuah mata yang mengawasi tepat di belakang punggungnya.


Mata itu berasal dari wanita sebelumnya menodongkan senjata padanya. Eli benar-benar seperti telanjang ketika mata itu menatapnya dan mengawasinya.


Eli sudah memutuskan untuk maju dengan hilangnya tekanan sebelumnya eli dengan pasti naik satu anak tangga demi anak tangga. Ketika ia samapi di lantai dua, ia menemukan di mana Pria yang berbicara sebelumnya berada segera. Pria itu ternyata ada dalam sebuah kamar lokasinya paling ujung dan merupakan kamar utama di rumah tersebut. Eli membuka pintu kamar itu kemudian menemukan seorang pria duduk di ujung kasur bersama seorang anak kecil dan bermain dengannya.


‘’Tuan monster ada orang’’ kata Sahsa melihat Eli dan Rin yang masuk ke kamar


‘’Duduklah..’’ Lara berbicara dengan tenang. Rin dan Eli memilih tempat dan langsung duduk tanpa ragu.


‘’Siapa kamu?’’ mulut Eli terbuka dan bertanya langsung tanpa ragu


‘’Lara Hermund… kau pasti adalah Eli Gemini. karirmu cukup bagus sebagai pro palyer’’ kata Lara dengan santai


‘’Mengapa orang sepertimu datang kemari?’’ Eli bertanya lagi dengan sangat serius


‘’Ini rumahku, mengapa tidak aku tidak bisa kemari?.. hahaha jangan terlalu gugup, mata kirimu cukup unik’’ kata Lara tetap santai


‘’ kenapa tidak kau coba mengambilnya?’’ Eli lebih serius


‘’aku tidak membutuhkan mainan itu untuk melihat apa yang bisa kau lihat’’ kata Lara dengan tersenyum seperti tidak ada hal yang sangat serius


‘’Membunuh kalian sama mudahnya dengan membalik telapak tangan untukku. Aku tidak tertarik pada matamu atau trik kecilmu. Emm.. sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya. ah benar, kau wanita di lapangan itu’’ Lara berbicara pada Eli pertama kemudian mElirik Rin dan mengenalinya dengan cepat

__ADS_1


‘’Benar, aku ingin mengajakmu ke dalam team kami, apa kau tertarik?’’ tanya Rin tanpa ragu. sementara itu Eli berusaha untuk menghentikan Rin dengan menginjak kakinya dengan keras. Tapi, saat ia akan menginjak kaki Rin sudah ditarik lebih dahulu sehingga Eli hanya menginjak lantai.


‘’Team?… oh aku mengerti maksudmu Guild?’’ tanya Lara


‘’Bukan Guild tapi Team. Guild dan Team pada dasanya hampir sama. Tapi, ada sedikit perbedaan diantara keduanya. Tunggu sebentar, apa kau bermain Dream Online?’’ jelas Rin singkat dan kemudian bertanya


‘’ya aku bermain di server 1, IDNku Lara, seorang pendeta, indeks rata-rata S+. aku sangat tersanjung ketua THE FAMILY secara langsung datang kesini untuk mengundangku masuk’’ Lara tersenyum dan suasana tidak lagi setegang sebelumnya.


Disisi lain Eli perlahan mengendorkan tensinya, ia tidak merasakan Lara tertarik padanya ataupun adiknya Rin. Disisi lain, ketika ia memperhatikan Lara berbicara sudah di pastikan Lara tertarik untuk menjadi bagian dari teamnya. Ketika Rin akan berbicara membalas Lara, Eli langsung memotong dengan bicara lebih santai dan ramah.


‘’Jadi kau adalah pendeta, kami sebetulnya mencari seorang warior tipe penyerang. Walaupun begitu, aku masih sangat berharap kamu bisa masuk dalam team kami’’ kata Eli


‘’warior penyerang ya? emm.. aku punya seseorang yang cocok indeksnya rata-rata SS+. tapi, ia tidak memakai senjata apapun dan hanya menggunkan kepalan dan tendangannya apa itu bisa?’’ tanya Lara dengan serius, Eli sebelumnya cukup terkejut dengan Indeks Lara yang tidak kalah dengan pemain top kebanyakan. Tapi, kali ini ia lebih terkejut karena ada seseorang yang mencai indeks SS+ dalam permainan dan belum memiliki team.


‘’Itu bisa di lakukan, jika ia berminat aku tidak akan menolaknya masuk kedalam Team’’ kata Eli tidak ragu


‘’haha… ibu sekarang bermain dengan salah top Global Cleric, kau lihat?, hahaha… terima kasih… terima kasih..’’ Michel terus mengoyangkan tangannya menyalami Eli dengan penuh semangat. Seperti akan lupa, ia sebelumnya telah menodongkan senjata pada Eli serta adiknya dengan seluruh kemampuannya.


‘’Ya..ya.. ‘’ Lara hanya membalas dengan nada bosan


‘’Brengsek… kau mmeremehkan ibu karena aku direkomendasikan olehmu. Lihat saja aku akan menendang pantatmu’’ Michel mengejar Lara dan berniat memukulnya. Rin tidak mengerti apa yang terjadi, sebelumnya walaupun tensinya berkurang sebenarnya masih ada ketegangan yang terjadi. Tapi sekarang, suasana langsung mencair dengan mudah, seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Rin dan Eli melihat Lara dan Michel duduk dan kemudian menerangkan apa yang akan mereka dapat sebagai anggota


‘’Pertama kalian akan mendapatkan gaji 10 ribu perbulan. Itu hanya gaji awal. jika kinerja kalian baik, kami akan menaikan gaji kalian. Selain itu kalian kedua berhak mendapakan kostum team THE FAMILY’’ jelas Eli singkat


‘’untuk gaji kalian tidak perlu khawatir kami tidak tertarik pada itu, kalau kostum aku harus mendapatkanya pertama dan orang ini kedua’’ kata Michel


‘’Bu, tidak baik menolak uang’’ Lara protes

__ADS_1


‘’menolak uang?, kau mau menumpuk berapa banyak uang lagi?… uangmu sudah seperti gunung dan masih memeras orang yang masih berjuang untuk hidup?’’ kata-kata Michel tegas pada anaknya


‘’Bu..’’ Lara mencoba menerangkan tapi kemudian ibunya langsung memotong


‘’Tidak ada tapi, oh ya apa kalian menerima donasi?’’ tanya Michel dengan serius


‘’Kami menerima donasi. jika kalian ingin berdonasi kalian bisa mengirimkannya ke Kas Team aku akan memberikannya nomor rekeningnya nanti’’ Eli terkejut orang didepannya menolak gaji bahkan ingin berdonasi padahal mereka baru saja kenal.


‘’Haha bagus, mana cekmu?’’ Balas Michel kemudian menatap anaknya


‘’Kenapa harus aku?, aku tidak ingin berdonasi’’ kata Lara melotot pada ibunya


‘’kau punya bayak uang, apa salahnya berdonasi 10 miliyar pada team’’ kata Michel seperti uang 10 milyar tidak berarti apapun. Rin yang duduk terbelalak, ia pikir ia salah mendengar tapi ketika ia melihat Eli yang juga sangat terkejut ia yakin ia tidak salah dengar.


‘’huh…’’ Lara menghela nafas karena tidak bisa melawan keinginan ibunya dan kemudian berbicara


‘’Baiklah kalau begitu, aku akan memberikan donasi. Tapi, uang bulanan ibu bulan ini dan bulan depan akan aku cabut untuk menggantikan donasi. Bagaimana menurut ibu?’’ kata Lara pada Eli dan Rin kemudian pandangannya berpindah ke ibunya.


‘’Tidakkkk… jangan… tidak jadi… tidak jadi..’’ kata Michel pada Lara dengan wajah akan menangis


‘’Anggap aku tidak pernah berbicara oke?’’ lanjut Michel melihat kearah Eli dan Rin yang masih terkejut


Lara masih sedikit keberatan untuk membrikan donasi. ia pikir itu tidak bagus bagi perkembangan dua wanita di depannya. sekarang dari pada menyumbang Lara lebih baik memberikan mereka kesempatan untuk berkembang sendiri dengan sedikit bantuan tangannya. Michel yang takut uang bulanan dari anaknya dipangkas hnya menutup mulutnya dan berdiri seperti wanita pendiam serta penururt di samping Lara karena takut jika Lara berubah pikiran dan memangkas uangnya.


‘’Aku tidak akan memberi kalian sepeser pun karena itu tidak baik untuk perkembangan kalian. Tapi, aku bisa membantu kalian dalam mendapatkan sponsor Team. Aku punya kenalan, mereka pasti akan membantu kalian tanpa ragu. Namun, untuk besaran yang bisa mereka berikan aku tidak yakin’’ Lara tanpa menunggu Eli untuk membalas segera mengambil handphone dan kemudian menekan nomor tak butuh waktu lama terdengat suara wanita begitu hormat pada Lara dengan sangat lembut wanita itu berbicara


‘’Tuan… saya sangat senang anda menghubungi kami, saya sangat berterima kasih atas bantuan anda perusahaan kami sudah perlahan membaik’’ kata wanita itu

__ADS_1


__ADS_2